Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 464


__ADS_3

Ken yang termenung sendiri akhirnya terlelap dengan sendirinya. Dan pesawat menebus awan Melaju dengan tenang membawa para penumpang yang sibuk masing masing .


Disebuah kamar Cia terbangun lebih dulu wajah tampan suaminya itu terlihat jelas ketika Cia membuka matanya.


"' Ya ampun tuan kenapa kau slalu terlihat tampan . " kata Cia ya lalu memegang pipi Tan .Dan kau juga baik pada ku . ibu berpesan padaku Agar aku bisa mengejar mimpi ku .Tapi kenapa aku ragu. Aku sudah punya tuan dan keluarga tuan yang menerimaku dengan baik. Tampa ada yang kurang . Aku hanya melayani mu saja dan punya anak " guman Cia


" Astaga..... apa aku bisa hamil " kata Cia Yang sempat mendengar cerita dari temannya Kalo berhubungan badan itu bisa hamil . Tapi bi Yen bila aku harus rutin minum pil itu aku tidak akan hamil tapi pilnya kehabisan. Dimana aku mencarinya " kata Cia bingung Yang tinggal menunggu 6 bulan lagi untuk ujian sekolah a akan lulus dan bisa kuliah .


Lama Cia berpikir. " Aku harus tanya Maira ya Maira " kata Cia dalam hati . Karna mereka berdua cuma selisih satu tahun dan Maira masih kelas dua .


Cia hendak beranjak dari tempat tidurnya


ketika pinggangnya ditahan tangan Tan yang kekar.


" Mau kemana " kata Tan dengan mata terpejam karna sedari Cia memegang pipi nya tadi ia sebenar sudah terbangun .


Cup ......


"' Tuan ...... " kata Cia .


" Kenapa " kata Tan yang menelusup kan tangannya ke pakaian Cia .


" Tadi malam kan sudah Apa tuan ngak bosan nusuk nusuk " kata Cia dengan bibir manyun nya menatap wajah Tan


Tan tersenyum melihat wajah imut istrinya itu . Cia memang gadis desa dan polos Tapi kecantikan nya asli murni tampa oplas Yang membuat Tan slalu kalap bila slalu didekat istrinya itu.


" Tidak aku tidak bosan .Apa kau bosan padaku " kata Tan sambil tangannya mencari titik titik sensitif istrinya itu.


" Tidak , tapi....."


" Tapi apa " kata Tan Yang mendekati wajah Cia dan hidung kedua nya bersentuhan . juga kedua bibir mereka.


" A.....anu......


" Apa kata kan lah " kata Tan.


" Kalo Cia hamil apa tuan mau bertangung jawab " kata Cia gugup


" Hahahaha....... aku pikir apa jadi itu yang kau takut kan hah....... dasar anak kecil " kata Tan Yang langsung ******* bibir Cia. Bagi Tan hamil sekarang atau nanti tak mengurangi hasrat nya . Toh ia akan lebih baik bagi Cia bisa tinggal dirumah untuk mengurusnya . Seperti sang mamah yang mengurus anak anaknya. dengan kasih sayang. Apalagi harta nya tak akan berkurang sedikit pun malah bertambah


" Tuan.... kenapa tuan tertawa Apa aku salah bicara " kata Cia


" Tidak kalo kau hamil tak masalahkan tinggal hamil melahir kan lalu menyusui " kata Tan santai

__ADS_1


" Tapi tuan ......" kata Cia bingung


" Apa lagi . " kata Tan menatap wajah Cia


" Tuan tak akan membuang kami kan " kata Cia yang takut mengingat dulu kehidupan nya bersama sang ibu.


" Tidak aku hanya akan menyekap mu di kamar seperti ini " kata Tan yang menatap dalam wajah cantik Cia lalu kembali melanjutkan aksinya... Yang membuat Cia mendesah tak tak bisa bicara lagi.


Entah berapa lama kedua nya melakukan nya setelah puas Tan memeluk istrinya erat dan mencium berkali kali bibir mungil Cia yang sedikit membengkak


" Tidur lah...." kata Tan memeluk tubuh istrinya yang terbungkus


Tapi Cia terdiam dan menatap Tan dalam sambil mengigit bibir nya


" Kenapa lagi ?" kata Tan


" Aku mau lagi tuan . Tadi rasa nya ......"


Belum selesai Cia bicara Tan kembali membungkam bibir " baik lah sampai mana kau mampu bertahan " kata Tan dalam hati.


Sedang di sofa depan Maya duduk santai bersama setelah cukup lama mendekam di kamar kabin Kedua nya pun asyik nonton film action sambil mengemil makanan..


" Rupanya masih sepi belum pada yang bangun Apa anak anak kita petarung tangguh " bisik Ryan pada Maya.


" Ih tapi kamu juga mau kan sayang Apa mau nambah lagi yuk...." kata Ryan


" Sudah cukup bang encok bang May Belum dipijat sama bi nani masa di genjot terus " protes Maya


" Hahaha......uluh ...uluh bisa encok juga toh Masa sih Abang baru dengar " kata Ryan sambil terkekeh


" Tahu ah susah memang kalo ngomong sama abang yang di otaknya ada yang mesum aja . kaya nya ngak bakal habis habis ada aja jurusnya " kata Maya


" Hahaha ....... Iya iya sudah besok lagi ya . " kata Ryan yang mencium pipi


Maya .


Walau kedua nya sudah berumur sikap Ryan Yang romantis Tak pernah berubah


Yang membuat Ken iri ketika melihat papah dan mamahnya itu.


" Cie ada yang lagi romantis nih " kata Ken Yang lalu ikut duduk sambil ikut mengemil


" Ya ampun sayang kamu ngak tidur " tanya Maya.

__ADS_1


" Sudah mah baru bangun. Kan tadi Ken tidur disitu " kata Ken. Yang membuat Ryan dan Maya saling pandang .Untungnya


tadi mereka berbisik pelan


Apa kau tak ingin menikah Ken Atau kau ingin papah kenalkan dengan putri relasi Papah " kata Ryan


" Ngak usah pah , Ken bisa nyari sendiri aja " kata Ken tersenyum.


" Baguslah kata Ima Jadi ngak perlu repot ya ngak kak " kata Ima yang muncul lalu merangkul Ken .


" Dia pria sejati ma, jadi pantang menyerah ya ngak ken lihat aja Bang Aska Rey dan Tan Juga Queen mana mau di jodoh kan .kalo Maira kan karna dia memang terlalu lugu " kata Maya.


" Tapi bagus lah dia . menikah dengan Kelvin kak karna Kelvin ngemong Dan lagi mengerti kalo Maira masih labil . Tapi aku ngak yakin ya sama Leon " kata Ima ragu


" Kau harus menyakinkan nya ma, tanya baik baik . Mumpung dikasih waktu sebulan untuk bisa dibatalkan " Kata Maya.


Iya kak May setelah dia bangun nanti akan Ima tanya Aku takut itu hanya cinta sesaat saja. " kata Ima.


Sedangkan di kabin belakang Zia baru saja bangun Yang tidur bersama Dela ..


" Kak boleh Zia tanya sesuatu apa yang menarik dari kak Leon " kata Zia .


" Tampan baik pekerja keras . memang kenapa ?" kata Dela


" Aku ragu kak Kalo kak Leon menyukai ku Apa aku batalkan aja ya kak . Kan masih ada waktu " kata Zia


" Memang ada masalah apa " kata Dela kaget. karna tiba tiba Zia ragu.


" Tadi malam Zia mimpi aneh dan Zia jadi ragu . Apalagi Zia terpaut 8 tahun kak Belum bisa memahami " kata Zia


" Terserah keputusannya ada ditangan mu jika sudah yakin jangan menyesal " kata Dela


" Ya kak aku yakin ." kata Zia mantap .


" Ya kau tinggal bicara dengan ayah dan bunda kan " kata Dela .


" Iya kak Tapi apa mereka setuju ngak ya atau nanti malah marah " kata Zia bingung.


" Bunda dan ayah setuju Zi Apapun keputusan Zia Ayah dan bunda akan slalu mendukung mu " kata Bunda berdiri di pintu kabin


" Bunda.........." kata Zia kaget.


.

__ADS_1


__ADS_2