Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 103 Kehangatan keluarga


__ADS_3

Ryan duduk tenang di mejanya . Menelpon Kim berada.Untuk menyuruhnya cepat kembali.


" Aku menunggu mu Kim" kata Ryan yang lalu menutup teleponnya.


" Huh.......apa karna uang dan tahta semua orang jadi jahat " guman Ryan yang bersandar di kursi memikirkan semua yang terjadi.


Untungnya ia mendapatkan istri yang berpikiran sederhana dan polos.Andai ia mempunyai istri yang lain. Entah apa yang terjadi. Ryan sangat bersyukur. Walau Maya seorang janda namun Maya sangat menjaga dirinya dengan baik. Dan juga tidak murahan karna uang. Dan juga tak seenaknya terhadap orang Lain.Hidup memang butuh uang .Tapi tak semuanya bisa dibeli dengan uang.


Tok......tok......tok......


" Masuk " kata Ryan.


Ceklek....


" Malam tuan " kata Kim melangkah tenang mendekati Ryan.


" Duduklah dan jelaskan " kata Ryan menatap pengawal pribadinya itu yang sudah bekerja 11 tahun padanya.


" Baik tuan " kata Kim.Lalu mulai bercerita.


Ryan pun menyimak dengan baik apa yang Kim ceritakan. Dan semua rencana orang orang yang ingin menyingkirkannya bersama sang kakek. yang membuat Ryan sedikit geram dan tak habis pikir.


.…............................


Sedangkan Maya masih asyik menemani Aska bermain selepas isya. Karna Aska belum mau tidur terpaksa ia pun menemaninya.


" Ibu istirahatlah kalo sudah lelah biar Nia yang jagain Aska " kata Nia .Karna tak mau majikan itu kelelahan setelah dipijat.


" Ibu belum ngantuk Ni, oh ya besok ibu mau bikin salad buah apa buah dikulkas masih lengkap ya Ni ?" tanya Maya pada Nia.


" Sepertinya masih bu " kata Nia. Sambil mengumpulkan bola yang di lempar Aska.


" Kalo begitu besok bantu ibu bikin salad ya Ni " kata Maya yang lagi malas malasan di karpet bulu.


" Sayang apa kau belum mau kekamar " tegur mami Lily yang memasuki kamar Aska. Melihat Maya masih betah di kamar Aska.


" Bentar lagi mi, paling abang masih sibuk " Kata Maya pada Mertuanya.


" Ya sudah jangan lupa jaga kesehatan , mami hanya takut kamu kelelahan " kata mami Lily yang lalu duduk disebelah Maya.


" Mami ngak istirahat ?" tanya Maya balik bertanya pada mertuanya itu.

__ADS_1


" Mami baru saja bangun tidur , tadi waktu May pijatan " kata mami menjelaskan.


" Oh pantasan , Maya kira mami kemana.


Mi apa masalah bang Ryan banyak sampai hari ini tak bekerja " tanya Maya menatap mami mertuanya itu.Karna suaminya belum keluar dari ruang kerja sang kakek.


" Tidak juga mungkin karna banyak masalah kantor yang harus dibereskan " kata mami tersenyum .Karna Maya tak boleh diberi tahu Tentang masalah yang menimpa suami dan kakeknya itu. Karna Ryan melarang sang mami . Takut berpengaruh pada kondisi kehamilan sang istri.


" Tapi Maya dengar pintu gerbang ditutup mi, dan ngak ada yang boleh keluar masuk " kata Maya bingung. Karna banyak wartawan di depan gerbang.


" Besok sudah dibuka May, cuma masalah kantor biasa. Dan suami mu juga sudah harus bekerja " kata mami sambil mengelus pungung menantu nya itu.


" Oh begitu ya mi, Maya kira bang Ryan kenapa .Maya hanya takut terjadi sesuatu padanya " kata Maya khawatir.


Deg.......


Mami Lily pun menatap wajah menantunya itu lekat. Mungkin ikatan bathin lah yang bisa membuat orang peka. Karna Maya sangat mencintai suaminya .Begitu juga dengan Ryan .Itu yang membuat mami melihat ada ikatan bathin yang membuat Maya bisa merasakan apa yang akan terjadi pada sang suami. Ketika ia dulu merasakan .Ketika papi Ryan mengalami kecelakaan yang terlambat ia sadari.


" Doakan suamimu baik baik saja ya, Mami tahu kau khawatir . tapi mami percaya Ryan bisa menjaga diri " kata mami yang tak mau menantunya itu mengkhawatirkan Ryan berlebihan.


" Ya mi " kata Maya mengangguk.


" Ngak usah sebentar lagi mi " kata Maya yang memang belum mengantuk apalagi ia habis dipijat tadi.


" Kok belum mau tidur semua ya " kata suara bariton yang mengejutkan semua orang .


" Papah ....!!!" teriak Aska yang langsung berjala tertatih menghampiri Ryan yang masuk kekamar.


" Kangen papah ya, tumben belum bobo kan sudah malam " kata Ryan yang memeluk Aska dan mencium pipi gembul nya itu


berkali kali.


" Anen ...... lum tuk " celoteh Aska yang langsung minta gendong.Dan Ryan pun mengendongnya sambil mendekati mami dan istrinya.


" Sama papah juga " kata Ryan.


" Mamah dan mami belum istirahat juga " Tanya Ryan pada kedua wanita tersayangnya itu.Yang duduk di karpet bulu.Lalu Ryan pun ikut rebahan sambil memeluk Aska


" Maya menunggu abang, walau kerja dirumah tapi kok baru selesai sekarang bang " kata Maya protes.


" Hahaha....... Maaf ya sayang, tadi abang memang sangat sibuk. Sampai lupa kerja dirumah " kata Ryan yang lalu mengelus kepala Maya.

__ADS_1


" Ayo tidur , Aska mau tidur sama mamah dan papah." tanya Ryan mencium pipi Aska.


" Au ma oma bobo" kata Aska menunjuk mami Lily.


" Iyalah kan tadi malam juga sama oma iyakan " kata mami. Yang melihat cucunya itu bangun mencari dirinya karna ingat berjalan jalan ke mall.


" Kok ngak sama papah dan mamah aja " kata Ryan mengoda.


" Ada ade ayi, akut nangis " kata Aska polos yang sudah tahu mamahnya itu hamil. Lalu mendekati perut Maya dan menciumnya.


" Aska sayang sama ade ya, sampai ngak tega tidur sama Mamah " kata mami tersenyum mengelus kepala sang cucu.


"" ayang " Celoteh Aska manja.


Yang membuat Maya, Ryan dan mami langsung terkekeh melihat tingkah lucu Aska yang mengusap perut rata Maya.


" Iya dong kan ade ade Aska juga sayang sama abang Aska " kata Maya yang lalu mencium pipi putra pertamanya itu.


" Ya " angguk Aska tersenyum .Membuat Ryan memeluk tubuh mungil Aska makin erat.


Sedangkan Nia hanya tersenyum melihat keakraban keluargga majikannya itu .Sambil merapikan mainan Aska yang berantakan.


" Wah kok opa ngak diajak nih " kata tuan Choi yang baru datang melihat sang cicit.


" opa.....opa..... " kata Aska senang melihat eyangnya itu lalu melepaskan pelukan Ryan dan melangkah pelan menghampiri tuan besar Choi Yang masuk kekamarnya.


Tuan Choi pun langsung berjongkok dan memeluk cicitnya itu dengan rasa haru Lalu mencium pipi cicit nya itu dengan rasa bangga.


" Ain yuk opa " celoteh Aska menarik tangan sang opa.


" Sudah malam apa Aska belum mengantuk " Kata Opa yang lalu ikut duduk di karpet bulu.


" Lum, ain ....." celoteh Aska yang lalu bermanja manja merangkul tangan opanya.


" Baiklah opa temani main sebentar sama oma ya " trus tidur " kata tuan Choi. Yang memangku cicitnya itu. Lalu menyanyikan sebuah lagu mandarin anak anak. Yang membuat Aska senang sambil mengerakkan badannya bergoyang dan bertepuk tangan.


Ryan, Maya dan mami pun tersenyum. Mendengarkan lagu opa. Dan juga memperhatikan Aska yang menggoyangkan badannya. ke kiri dan ke kanan.Membuat mereka gemas melihat polah Aska yang lucu dan mengemaskan.



Visual Aska yang mulai aktif.

__ADS_1


__ADS_2