
Nur dibaringkan di atas tempat tidurnya . Sedangkan umi langsung menelpon dokter yang biasa menjadi langganan keluargganya.
" Umi....ada apa ?" kata abi yang tergopoh gopoh pulang kerumah . Mendengar putrinya pingsan.
" Umi ngak tahu abi, tapi umi sudah memanggil dokter." kata umi.
" Oh ya besok Salman akan pulang. Katanya bersama Ahmad sedang liburan " kata abi Rahman abi nya Nur.
" Syukurlah ya nanti kita bisa meneruskan perjodohan Nur dan nak Ahmad abi." kata umi antusias.
" Insyaallah " kata abi Rahman.
...............................
Sedangkan dirumah utama Lee . Entah mengapa Bima teringat dengan Nur.
" Ya Allah kenapa perasaanku ngak enak " bathin Bima yang merasa gelisah.
" Om ayo katanya mau berenang malah bengong " kata Aska menarik tangan Bima.
" Iya ayo...." kata Bima yang langsung mengikuti Aska . Sedangkan Rey Tan dan Queen sudah menunggu didekat kolam renang bersama mba Nia dan Weni.
" Hore.....ayo om Bimbim cepat " kata Tan senang yang melihat om nya itu sudah datang
" Ayo nyemplung " kata Bima .Yang langsung menceburkan dirinya. Di kolam renang .
" Asyik .......!!!" teriak Queen yang langsung ikut nyebur di dekat sang om.
Byurr............
Byurr ........ Tan pun ikut nyemplung lalu berkumpul di dekat Bima saling berebut digendong.
" Hahaha......sabar jangan rebutan " kata Bima. Yang menjadi rebutan para keponakannya.
Bima sedikit terhibur Ketika ia bisa berkumpul dengan keponakannya. Apalagi keempatnya sangat pintar dan cerdas. Yang membuat Bima betah berlama lama tinggal dirumah sang kakak. Apalagi Bima memang menyukai anak kecil.
..............................
Sedangkan disisi lain. Dokter baru saja memeriksa Nur. Untuk mengecek kesehatannya.
" Bagaimana dok, anak kami baik baik saja kan " kata umi khawatir.
" Alhamdulilah baik. dia ngak kenapa napa ustad. umi. cuma kelelahan saja. Tapi ia harus menjaga kesehatan janin nya agar bayinya sehat " kata dokter yang memeriksa Nur.
" Hamil........janin " maksud dokter " kata umi kaget.
Begitu juga dengan ustad Rahman yang menatap reaksi sang istri. Yang sangat terkejut.
"Selamat ya ustad , ini resep vitamin nya dan saya pamit .Karna banyak pasien yang menunggu " kata dokter langganan keluarga umi.
" Iya dok trimakasih " kata Abi Rahman yang mengantar dokter yang memeriksa Nur. Kedepan rumah.
__ADS_1
Dokter itu hanya mengira bahwa Nur sudah menikah. Karna sudah biasa ada perjodohan di pondok untuk anak santri. Dan lalu tergesa gesa meninggalkan rumah ustad Rahman.
Sedangkan dikamar umi menangis tersedu sedu.Nur yang sadar dari pingsan nya pun terkejut .Ketika mendengar uminya menangis.
" Umi.....umi kenapa menangis" tanya Nur yang bingung. Lalu beranjak dari tempat tidur.
" Kenapa kau tanyakan itu pada umi seharusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri kenapa kau bisa hamil " kata umi lirih.
Duarr........
Serasa disambar petir Nur mendengarkan ucapan uminya. Yang membuatnya terkejut.
"Hamil......umi........Nur......"
" Plak ......plak........
Dua tamparan melayang dipipi Nur.....
" Umi......!!" teriak abi Rahman yang masuk kedalam kamar.
" Sudah kita bicarakan baik baik " kata ustad Rahman yang tak menyangka istrinya itu bermain tangan. Padahal selama ini ia mengenal istrinya itu sangat lembut dan baik .
" Umi......hiks ....hiks......maafin Nur.....umi.
" Nur bilang sama abi apa kau melakukannya, siapa pria itu. ?" kata ustad Rahman bertanya.
Nur bukannya menjawab tapi malah menangis semakin keras dan bersujud di kaki sang ayah.
" Nur tak melakukannya . Demi allah Nur ngak tahu siapa yang melakukannya " kata Nur yang tak mau membawa bawa Bima. Karna Nur juga tahu pastinya Bima akan seperti dirinya.
" Ngak mungkin. Mana bisa kau hamil Nur, bilang tampa orang yang menghamili.Katakan pada kami siapa orang tuannya " kata umi menatap Nur tajam.
Nur mengeleng.
" Nur tidak tahu umi. biarlah Nur yang menanggungnya " kata Nur masih sambil terisak.
" Astagfirullah Nur kata kan pada abi , biar abi bicara baik baik padanya. Dan dia bisa bertangung jawab. Apa kau ingin membuat aib untuk abi dan umi " kata ustad Rahman dengan suara serak menahan rasa sesak dadanya..
" Kau keterlaluan Nur, itulah kenapa umi dulu melarang mu kuliah dikota ini hasilnya kau ingin kami malu kan " kata umi marah.
" Umi......Nur tak bermaksud begitu " kata Nur tergagap sambil menangis.
Abi yang mendengarnya pun memegang dadanya. Yang terasa sakit di hulu hati .
" Abi....abi " kata Nur yang melihat ustad Rahman terduduk lemas.
" Lepas......pergi dari sini. jangan pernah lagi menginjak rumah ini. Pergi......
teriak umi histeris ....Karna melihat suaminya terduduk di lantai .
" Bi sumi......panggilkan ibnu ....." teriak umi memanggil bi Sumi
__ADS_1
Bi sumi yang tergopoh gopoh dari dapur pun langsung menghampiri umi.
" Iya umi ada apa?" kata bi Sumi kaget.
" Cepat panggil Ibnu kita kerumah sakit membawa abi." kata umi yang menangis.
" Abi bertahan lah " kata umi lirih sambil menangis.
" Abi " kata Nur yang ingin mendekati Nur.
" Pergi Kau dari sini Nur......pergi .....pergi...
Jangan pernah lagi kesini umi tak sudi melihatmu " kata umi yang menangis sambil memeluk tubuh suaminya.
Nur yang terkejut mendengar perkataan uminya pun semakin menangis .
" Pergi........pergi ..." kata umi lagi.
Yang membuat Nur lalu berdiri dan keluar dari kamar sang umi dan menuju kamar nya. Lalu Nur mengambil tasnya . Dan pergi keluar dengan terisak.
Ya Allah ampuni aku ya Allah .Selamatkan abi ku ya allah. jangan sampai ia kenapa napa dengannya " kata Nur lirih. Lalu mencari ojek.
Nur menuju terminal dan menutup wajahnya setelah membayar tukang ojek. Ia pun naik bis kembali ke kostnya. Dengan terisak duduk di kursi belakang.
Nur tak kan pernah mengira. Bisa terjadi seperti ini. Nur bisa memaklumi sikap uminya yang kaget dan juga abi nya.
" Aku hamil....." apa benar aku hamil." bathin Nur yang memegangi perutnya yang rata.
" Ya Allah apa yang harus kulakukan " kata Nur yang masih terisak.
Setelah satu jam lebih Nur pun pulang kembali ke tempat kost. Ia langsung masuk kamar dan menguncinya. Lalu menangis sejadi jadinya.
...................................
Sedangkan Bima sedang duduk tiduran di kamarnya. Matanya menatap langit langit kamar . Entah kenapa perasaan nya ngak enak dan merasa was was.
" Astagfirullah ya allah. Mudahan tak terjadi apa apa dengan Nur " bathin Bima yang entah mengapa seharian ini ia teringat gadis itu.
Bima pun berusaha memejamkan matanya. Namun ia belum mengantuk. Bayang bayang Nur berputar hilir mudik berjalan di otaknya. Yang membuat dirinya gelisah.
" Aku harus menemuinya besok , ya aku akan bertangung jawab. Aku tak.mau ia menderita karna aku " kata Bima dalam hati.
" Aku akan menikahinya , karna ngak mungkin membiarkannya menanggung aib " kata Bima lagi. Lalu memejamkan matanya. Untuk bangun pagi dan untuk menemui Nur. Di kostan nya besok.
........................................
" Apa...!! Ngak mungkin umi i, bagaimana bisa ?" kata Salman yang kaget. Padahal ia baru saja datang pagi ini.
" Demi Allah umi tidak berbohong, kau tanyakan sendiri padanya " kata umi . Yang duduk dengan mata sembab. Menemani sang suami terbaring dirumah sakit. Karna serangan jantung.
__ADS_1
Visual Bima saat dewasa.