
Pagi ini Ryan sudah siap untuk kekantor. Setelah lama bersembunyi ketika kakinya lumpuh. Kini ia sudah mulai bekerja lagi Karna sudah lama ia tak bekerja.Dan melihat kantornya.
" Abang sarapan dulu " kata Maya.Ketika menyelimuti bayi Queen yang selesai menyusu.
" Iya sayang, kau disini saja. biar abang sarapan bersama opa. Pasti mereka akan mencari mu bila terbangun " kata Ryan. Yang tak ingin istrinya itu meninggalkan anak anaknya.
" Tapi bang ........
Cup .........
" Abang ngak apa apa, abang bisa mengurus diri sendiri. Mereka butuh mamahnya " kata Ryan yang tak ingin istrinya itu merasa bersalah karna tak bisa melayaninya.
" Baiklah " kata Maya. Yang lalu membenahi baju Ryan.
" Nanti biar abang suruh Mumun mengantarkan sarapan mu " kata Ryan lagi .Sambil mengecup bibir Maya.
" Iya bang " kata Maya. Yang tak pernah bisa menolak sikap romantis suaminya itu.
Ryan pun lalu meninggalkan kamar untuk sarapan pagi. Sedangkan Maya duduk menatap ketiga bayi kembarnya itu dengan tersenyum.
" Papah kalian sangat sayang sampai sampai mamah tak boleh menemaninya sarapan demi kalian. Jadi cepatlah tumbuh besar. Agar bisa bermain " Kata Maya yang membenahi selimut si kembar.
.............................
Sedang di kantor Didi baru saja masuk ke ruangan Alex. Menyerahkan berkas dan laporan penting.
" Hari ini bos masuk kantor di, Jadi biar beliau mengeceknya dulu " kata Alex.
" Ok baiklah , oh ya kau sudah dengar berita terbaru " tanya Didi menatap Alex.
" Apa ?" tanya Alex menatap Didi.
" Berita Jimmy kecelakaan " kata Didi datar.
" Hah.........baguslah itu karma baginya. Orang yang jahat pastilah dapat balasan setimpal " Kata Alex santai.
" Yah memang harus begitu " kata Didi menghela nafas.
" Apa dia sekarat ?" tanya Alex.
__ADS_1
" Entahlah bro, aku juga belum melihatnya langsung. Tadi Kim mendapat info dari Jeff" kata Didi.
" Berarti kita tak perlu membalasnya kan . Toh dia sudah celaka sendiri " kata Alex menatap Didi .
" Ya lihat nanti Lex, aku ingin sekali menghajarnya mengingat apa yang dia lakukan pada tuan muda. Namun sepertinya karma lebih cepat mendatanginya." kata Didi yang merasa jengkel pada Jimmy.
" Jangan emosi bro, tuhan itu adil tidak pernah tidur . Siapa menanam pasti ia menuai hasilnya " kata Alex santai.
" Itu pasti Lex hukum alam berlaku " kata Didi Yang lalu duduk santai sambil menunggu kedatangan bosnya di ruangan. Alex.
.................................
Sedangkan Ryan masih dalam perjalanan menuju kantornya. Bersama Kim yang sedang mengemudikan mobil nya. Diantara jalan yang macet
" Kim bagaimana tentang Villa apa kau sudah mengurus semuanya " kata Ryan .Sambil menatap ke luar jendela.
" Semua sudah saya urus tuan, Sekarang koh Alung menempatinya dan juga membuka praktek dirumahnya." kata Kim. Yang mengurus pembelian Villa.Dimana ia berobat saat lumpuh disana.
" Bagus lah, aku kasihan melihatnya. Dia cukup pintar dan berpengalaman. Aku ingin ia menjadi dokter keluargga ku. Namun aku harus menunggu. Sampai kami kembali dari Taiwan " kata Ryan. Yang memang berencana mengajak istri dan anak anaknya kesana. Untuk berziarah ke makam sang papi.
" Iya tuan, beliau juga baik dan dapat dipercaya " kata Kim
" Iya tuan " kata Kim . Yang lalu kembali fokus ke arah jalan. Setelah bisa melewati macet.
Hampir 20 menit . Mereka pun sampai dikantor. Keduanya langsung menaiki lift khusus.Dan langsung menuju ruangan Ryan.
Para Karyawan cukup terkejut melihat bosnya itu . Karna slama ini mereka mengira bos mereka sudah meninggal .Karna kecelakaan naas yang menimpanya. Namun ternyata mereka tak menduga sama sekali. Bos mereka ternyata Masih hidup. Dan sehat walafiat tampa kekurangan apa pun.
" Bukannya itu presdir , dia masih hidup " bisik seorang karyawan.
" Iya , aku seperti melihat hantu saja " bisik yang lain.
" Iya bagaimana itu bisa terjadi " kata karyawan lain.
" Entah lah , atau kita salah liat." kata yang lainnya.
" Tak mungkin, beliau nyata. Lagian pa Alex dan pa Didi tak pernah bilang presdir meninggal " kata yang lainnya.
" Iya yuk kerja, bisa dipecat kita kalo atasan tahu kita bergosip " kata yang lainya .Lalu kembali ketempat kerjanya.
__ADS_1
.................................
Sedang di rumah utama. Mami Lily dan Maya sedang membuka hadiah dari Frans yang cukup banyak. Yang kemaren dia bawa untuk si kembar.
" Ya ampun Frans membelikan mereka banyak hadiah tapi tak ada satupun buat Queen "kata Mami.
"Iya mi, karna Frans hanya tahunya bayi laki laki saja " kata Maya.
" Ya sudahlah, nanti buat Queen tinggal beli " Kata Mami.
" Iya mi " kata Maya santai.Yang tak pernah mempermasalahkan kado Frans Karna ia pun tak menyangka akan kehadiran Queen di antara bayi kembarnya.
" Oh ya apa Aska sudah sarapan tadi May " tanya mami.
" Sudah mi, Aska sudah biasa sarapan bersama Nia . Karna ia mengerti May mengurus adik adiknya " kata Maya.
" Syukurlah.dia sangat pintar, dan cepat mengerti dan juga cerdas. Mami tak menyangka dia tumbuh dengan cepat dan juga lincah " kata Mami yang mengingat dulu sang cucu baru bisa berjalan.
" Iya mi " kata Maya.
Lalu Maya pun merapikan semua kado. Dan menyusunnya rapi di atas meja. Sedangkan Mami mendekati si kembar yang sedang tidur pulas setelah kenyang menyusu.
" Apa mereka bangun mi" tanya Maya Yang masih merapikan sampah kertas.
" Tidak mami hanya melihat mereka, rasanya mami tak percaya ada Queen diantara keduanya. Padahal dulu waktu di USG mereka cuma berdua " kata Mami
" Iya mi , May juga ngak menyangka sama sekali. Tuhan memberikan bonus putri cantik diantara para pria " kata Maya tersenyum.
" Itu sebuah ke keajaiban May. Karna kasih sayangmu pada Ryan .Tuhan mengirimkan mu seorang malaikat cantik jelita " kata Mami yang lalu mengelus pipi Queen yang mungil.
" Aamiin.....iya mi , May juga bersyukur bisa melahirkan mereka dengan normal " kata Maya bahagia.
" Iya May, Mami bertrimakasih pada mu. sudah bisa menjaga dan mengurus Ryan dengan baik " kata mami yang lalu meraih tangan Maya dan menggenggamnya erat. Dan lalu memeluk Maya. Karna mami tahu bahwa Maya sangat sabar menemani sang putra dimasa sulitnya bahkan dalam kondisi hamil.
" Itu sudah tugas Maya mi, May hanya minta doa pada mami. agar Kami slalu hidup tenang dan bahagia" kata Maya .Yang memeluk mertuanya itu erat.
" Ya nak, doa mami untuk kalian. semoga kalian slalu bahagia sampai menua " kata mami tulus yang membuat Maya terharu lalu memeluk mami dengan cukup lama.
Mami pun lalu mengelus rambut Maya . Dulu ia tak pernah berpikir Ryan akan menikah. Ketika Ryan sibuk bersenang senang Tapi tuhan rupanya mengirimkan malaikat tak bersayap untuk putra tunggalnya itu.. Untuk menyadarkan Ryan dan menjadi kan Maya menantunya. Dan kini mami pun ikut bahagia bersama sang papi .Setelah tahu Ryan akhirnya menikah dan bisa hidup bahagia.
__ADS_1