
Ryan turun perlahan bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Maya yang lelah langsung terlelap tidur nyenyak.
Jam menunjukan 08 40 ketika Ryan berpakaian dan memasukan 3-4 lembar pakaiannya di tas ransel yang akan dibawanya.
Lalu setelah semua siap . Ryan pun mendekati istrinya yang terlelap.
" Maaf abang pergi dulu ya , abang mencintaimu " kata Ryan yang mencium kening Maya yang terlelap. Sambil menaikan selimut yang menutupi tubuh polos istri cantiknya itu.
Lalu kemudian ia melangkah pelan meninggalkan kamar. Sambil membawa tas ransel dan kebelakang untuk menemui bi Marni sebelum ia pergi.
Tok....tok.....tok.....
Ceklek......
" Tuan muda " kata bi Marni kaget .
" Shut....." kata Ryan .karna tak ingin yang lain terbangun.
" Bi Ryan pergi keluar kota ,ini ATM card untuk belanja bulanan. Biar nona muda tak memakai uangnya buat belanja." kata Ryan.
" Kan biasa tuan muda yang transfer " kata bi Marni pelan.
" Iya tapi ,karna saya keluar kota entah lama atau sebentar belum pasti. Tolong jaga anak dan istriku ya bi. Dan juga titip rumah ini. Jangan ada orang asing masuk .Dan mengusik keluargaku " kata Ryan pada bi Marni berpesan.
" Ya tuan muda., apa tuan muda lama disana ?" tanya bi Marni.
" Ryan belum tahu bi, tapi titip ini buat pegangan. " kata Ryan.
" Ya sudah den hati hati " kata bi Marni menatap tuan mudanya .
" Ya bi , Ryan berangkat. Tadi Maya rewel ngak mau ditinggal jadi Ryan harus menunggu Maya tidur dulu untuk berangkat " kata Ryan
" Ya den, mudahan tuan muda selamat sampai tujuan " kata bi Marni .
" Aamiin. ya sudah bi maaf menganggu . Silahkan kembali istirahat " kata Ryan. Lalu bergegas pergi meninggal kan bi Marni yang mematung.
.............................
Kim dan Didi sudah siap duduk didepan sedangkan Ryan sendiri di belakang.Dan mobil mulai berjalan meninggalkan rumah utama yang berdiri kokoh itu.
" Di apa Vani menginap disini " tanya Ryan ketika mobil melaju membelah jalanan malam.
" Iya tuan muda. biar ngak kesepian di apartemen " kata Didi.
" Syukur lah biar jadi teman Maya selama kita ke proyek ." kata Ryan.
" Ya bos, paling tidak ada teman ngobrol dan bercanda " kata Didi.
__ADS_1
Sedangkan Kim hanya diam mendengarkan obrolan antara bos dan asistennya itu.Kim hanya berkonsentrasi penuh pada jalan. Dan mengawasi beberapa mobil yang ada. di belakangnya.
.....................................
Hampir jam 3 dini hari , mereka sampai di lokasi yang di tuju. Ryan menyuruh Kim untuk mencari hotel atau penginapan untuk mereka istirahat dan tidur. Memang Ryan sempat tidur di mobil ketika diperjalanan
Namun tetap tak nyaman kalo tidak tidur di kasur. Karna tetap harus istirahat. Kim bersyukur bisa sampai dengan selamat. Setelah mendapat kamar ketiganya pun istirahat di kamar masing masing.
Ryan merebahkan dirinya diranjang kamar hotel Sambil mencoba memejamkan matanya.Namun matanya masih belum mau terpejam. Ryan hanya bisa melihat sekeliling kamar dan melihat langit langit kamar .Sambil mengingat sang istri yang ia tinggalkan di rumah.
.................................
Sedangkan Maya terbangun dari tidurnya Dan meraba raba sebelahnya .Namun tak ada suaminya disana. Maya pun lalu membuka matanya .
" Bang .....".panggil Maya pelan dan duduk.
" Bang ,abang dimana .....!" teriak Maya mencari Ryan.
" Maya pun membungkus tubuhnya yang polos dan mengambil handuk mandinya..Lalu mencari Ryan kekamar mandi tak menemukan suaminya.
" Apa abang di ruang kerjanya" guman Maya. Yang lalu melihat jam 03 30. Dan bergegas masuk kamar mandi dan membersihkan diri dengan air hangat.
Setelah selesai Maya pun menyempatkan diri untuk sholat malam sambil menunggu waktu subuh ia mengelar sajadah dan keluar kamar dan menuju ruang kerja Ryan. Namun nihil di ruang kerja tak ada siapa pun . Lalu Maya mencari kedapur takut suaminya itu sedang lapar namun juga tak ada.
" Non Maya " kata bi inah .Yang menegur Maya. Seperti mencari cari sesuatu.
" Bi inah lihat tuan ngak ?" tanya Maya
" Hah apa iya bi " kata Maya lirih .Karna suaminya itu tak pamit dengannya. Lalu bergegas mencari bi Marni
Bi marni yang baru selesai sholat langsung kaget ketika Maya menghampiri dirinya di mashola belakang.
" Non Maya sudah bangun?" tanya bi inah.
"iya bi , apa benar abang pamit sama bibi tadi malam " kata Maya bertanya.
" Oh iya non, tadi malam tuan muda pergi ke proyek. Tuan muda ngak mau bangunin non. Karna nona ngak bolehin tuan pergi .Padahal kerjaannya mendesak. Jadi tuan muda berangkat nunggu non tidur dulu " kata bi Marni menjelaskan.
" Ya allah bi, kenapa bang Ryan pergi ngak pamit May " kata Maya yang mendadak lemas lalu duduk dilantai.
" Non jangan gini ,sekarang telpon aja siapa tahu sudah bangun " kata bi Marni.
Maya yang tadinya lemas pun langsung bangkit. Dan meninggalkan bi Marni begitu saja. Dan melangkah cepat kekamarnya.
" Non hati hati nggak usah buru buru ...!!" teriak bi Marni pada Maya. Sambil mengelengkan kepalanya
Maya mengacuhkannya sambil terus berlari kecil. Ketika sudah sampai depan kamar .Maya bergegas masuk dan meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas lalu menelpon suaminya.
__ADS_1
Ryan yang belum tidur terkejut ketika ponselnya bergetar .Dan meraih ponselnya. Dan cukup terkejut melihat siapa yang menelponnya. Lalu langsung mengangkatnya dengan mode vc.
" Hai sayang sudah bangun " kata Ryan
" Abang....abang dimana ?" kata Maya yang duduk disisi ranjang.
" Abang baik baik saja , kau sudah cantik rupanya " kata Ryan menatap istrinya itu sambil tersenyum.
Mata Maya berkaca kaca ketika melihat senyum suaminya itu mengembang .
" Kenapa abang pergi ninggalin Maya " rengek Maya dengan suara serak menahan tangis. Karna matanya sudah berkaca kaca.
" Abang harus pergi karna mendesak, tapi besok pagi abang pulang .Doa kan abang, jangan menangis. Abang baik baik saja. doa May menjaga abang " kata Ryan lembut.
" Iya bang " kata Maya lirih . ketika setetes air matanya akhirnya lolos dari kedua matanya. Dan mengalir begitu saja di pipi nya.
" Jangan menangis sayang abang baik baik saja., Abang kerja buat orang banyak buat anak anak kita. Dan masa depan kita juga " Kata Ryan yang mencoba menghibur istrinya yang sedih.
" Hiks ...hiks tapi abang cepat pulang ya " Kata Maya sendu.
" Iya setelah semuanya beres abang akan pulang. Mana kuat abang jauh dari istri abang yang cantik " kata Ryan membual.
" Abang ......" rengek Maya.
" Iya ....kenapa ?" tanya Ryan tersenyum.
" Abang lagi dimana ?" tanya Maya menatap lekat wajah suaminya. disebrang sana.
" Abang lagi di hotel sama Didi dan Kim. Tadi abang nyampe jam 3. Jadi abang belum istirahat. Menunggu sholat subuh dulu. Lalu tidur sebentar nanti jam 8 baru pertemuan " jelas Ryan agar Maya mengerti.
" Abang jangan lupa sarapan ya " kata Maya memasang wajah sedihnya.
" Iya , nanti akan ada pelayan hotel yang akan mengantar. Ya sudah abang sholat dulu. May juga doakan abang ya .Abang sangat rindu May. dan sayang banget...." kata Ryan dengan suara lembut .Karna tak tega melihat istrinya itu bersedih.
" Iya bang " jawab Maya pelan sambil menghapus air matanya yang lolos begitu saja.
" May juga sayang abang " kata Maya. Yang membuat Ryan ikut merasa bersalah. Karna meninggalkan istrinya tanpa pamit.
" I love you " kata Ryan tersenyum.
" I love you too " kata Maya .
Lalu sambungan pun terputus. Maya bergegas meletakan ponselnya dan sholat. Setelah sholat ia pun berdoa untuk keselamatan suaminya . Yang berada jauh diluar sana.
Ryan lagi tersenyum sambil vc.
__ADS_1
* Beri like dan vote ya guys dan juga komentar kalian buat masukan author *
****salam.........