
Maya senang ketika mereka sudah sampai di rumah utama.Walau tadi sempat tertidur selagi diperjalanan bersama Aska.
" Slamat datang nona " kata para pelayan menyambut mereka. Begitu juga bi Marni yang langsung mengambil Aska dari gendongan Maya. Dan maya tersenyum dengan sapaan para pelayan.
" Sini main sama bi Marni ya " kata Bi Marni yang kangen pada Aska.yang sudah menganggap Aska seperti cucunya sendiri.
" Trimakasih bi " kata Maya .yang lalu menyuruh Didi membawa semua oleh oleh untuk dibagi dan menyisakan sedikit untuk Desi dan Vani sahabatnya.
Lim yang juga sudah sampai pun langsung beristirahat bersama Didi di ruangan belakang. Karna Ryan sudah menyiapkan kamar khusus untuk para asistennya yang menginap.
Semua pelayan sangat senang ketika bi Marni membagikan oleh oleh. Selama ini tak ada yang datang memberikan mereka oleh oleh walau sederhana.Maya lah orang pertama yang disenangi para pelayan selain ramah juga ta seenaknya sendiri. Dan juga tidak sombong walau menjadi istri seorang Ryan.
" Gimana non , mp nya " goda bi Marni ketika bi Marni menaruh Aska yang kembali terlelap sehabis menyusu.
" Ah bibi, jangan bicarakan itu ketika bang Ryan dirumah " kata Maya malu Yang terlihat merona merah.
" Hehehe....tapi tambah rapatkan " goda bi Marni. pada Maya
" Bi , Maya malu. nanti kedengaran yang lain " cemberut Maya yang sangat tahu suaminya itu ketagihan.
" Tapi itu bagus biar tuan muda ngak kemana mana " kata Bi Marni.
" Lah nggak bisa kerja dong bi, masa dirumah terus." kata Maya.
" Itu pengecualian non, tapi dia hanya kerja rapatnya sih dirumah " kata bi Marni terkekeh.
" Ih bibi " kata Maya.
" Ya sudah non, istirahat dulu biar bisa nafas bibi siapin cemilan dan bahan buat makan malam. Tadi tuan muda sudah pesan roti bakar buat sore " kata bi Marni yang memang menjadi kepala pelayan di rumah utama Ryan.
" Ya bi trimakasih " kata Maya ketika bi Marni hendak berlalu.
"Sama sama non, jangan lupa tuh yang dimeja di minum " kata bi Marni menujuk jamu buatan bi Marni yang membuat Maya tersenyum.
" Iya bi " kata Maya .Lalu menutup pintu kamarnya .Maya pun hendak membersihkan diri karna gerah .Ketika pintu terbuka dan Ryan masuk.
" Lho abang tadi katanya mau kekantor ngak jadi" tanya Maya heran
" Besok saja " kata Ryan yang langsung menarik Maya keatas ranjang.
__ADS_1
" Bang Maya belum.mandi" kata Maya .
" Nanti dengan abang mandi ya " kata Ryan yang langsung melepas baju kaosnya dan melemparnya sembarang arah.
Maya pun tak bisa berbuat apapun .Selain diam dan menuruti saja kemauan sang suami. Hingga Ryan lelah dengan sendirinya. lalu terlelap .setelah pelepasan terakhir.
Maya memandangi wajah tampan suaminya itu. Ada rasa bahagia ketika bisa menyenangkan Ryan. Di tatapnya pelan mata yang terpejam. dan mengecup bibir Ryan dengan perlahan.
" Semoga semuanya baik baik saja bang " bathin Maya ketika sudah mengecup bibir Ryan. Entah dari mana keberanian itu muncul .Namun Maya sadar itu lumrah karna kini ia menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada suaminya sendiri.
Maya pun beranjak dari ranjang menuju kamar mandi dan membersihkan diri. hampir satu jam ia di kamar mandi .Lalu bergegas berpakaian takut Aska bangun.
" Aaaa."
Terdengar ocehan Aska ketika Maya selesai sholat .Dan melipat sajadahnya.
" Eh anak mamah sudah bangun ya, ayo main kita jalan jalan di taman belakang " kata Maya yang mengambil Aska dan mengendongnya lalu membawanya pergi keluar kamar.
Sedang Ryan masih terlelap. Namun ketika ponsel bergetar ia pun terbangun karna suara berisik ponselnya .
" May ...." panggil Ryan yang membuka matanya .dan tak melihat istrinya itu disampingnya.
Lalu Ryan pun menelpon balik orang yang menelponnya.
" Ada apa Lex " tanya Ryan serak
" Bos ada nona Angela disini , dan dia tak mau pulang sebelum bertemu bos " kata Alex.
" Biarkan saja , kau tinggalkan saja dia pulang" kata Ryan yang lalu mematikan ponselnya .lalu beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi.
Selesai Mandi Ryan langsung berpakaian.Dan sholat. Walau belum hafal bacaan sholat Maya mengatakan bahwa pelan saja.
Maya yang masuk kamar berniat membangunkan suaminya .Tersenyum sumringah melihat Ryan selesai sholat.
" Abang sudah sholat, tadi Maya baru meu bangunin Abang " kata Maya. Mendekati suaminya itu.
" Sudah tapi Abang masih belum hafal suratnya, cuma gerakannya " kata Ryan..Yang memeluk istrinya.
" Ngak pa pa bang nanti kita belajar lagi ya " kata Maya lembut
__ADS_1
" Ok " kata Ryan yang lalu mencium istrinya itu. dengan kecupan lumayan lama .lalu melepaskannya.
" Aska mana?" tanya Ryan. yang lalu mengecup pucuk rambut Maya.
" Aska lagi sama bi Marni bang " kata Maya.
" Ya sudah ayo kita berkeliling " kata Ryan yang lalu menggenggam tangan Maya dan mengajaknya berkeliling melihat lihat rumah utama.
Ryan menjelaskan setiap detail ruangan dan kamar. Juga kamar para pelayan dan taman sampai kamar para tamu dan asistennya..
Maya hanya diam mendengarkan setiap penjelasan Ryan. Para pelayan yang melihat kemesraan tuan mudanya itu hanya bisa menghela nafas. .Sampai Ryan mengajak Maya ke kolam renang kecil dekat ruang kerja Ryan .
gambar kolam renang.
Sedangkan dibelakang rumah Ryan terlihat hotel bintang Lima. Yang tak lain hotel milik Ryan . Yang ditangan Alex asistennya.
" Bang hotelnya bagus apa boleh Maya mengajak ibu dan Bima menginap disana suatu hari nanti " kata Maya yang menatap lekat wajah suaminya itu.
" Kenapa tidak , kau istriku kau bisa memilih kamar mana yang kau mau gratis tampa bayar " Kata Ryan.
" Benaran bang " tanya Maya serius.
" Iya " kau pikir suami mu ini tak punya uang " kata Ryan lalu mencium pipi Maya.
" Maya takut uang abang habis " kata Maya polos.
Hahaha .......
" Tak mungkin uang abang akan habis hanya untuk menginap di hotel May " kata Ryan yang terkekeh lalu memeluk istrinya itu erat.
Ryan lalu mencium Maya. tak ada rasa bosan ketika ia melakukannya.Malah Ryan semakin tambah mencintai Maya yang begitu polos dan lugu. Karna semua wanita yang datang kepada slalu ingin menghabiskan uangnya. Dan belanja barang branded Sedang Maya berpikir .takut menghabiskan uang suaminya sendiri. Ryan pun membawa Maya keruang makan. Karna ia tadi sudah memesan roti bakar untuk sore hari bersantai bersama sang istri.
" Ayo temani abang makan, tadi tenaga abang habis terkuras.Sekarang minta di isi " kata Ryan yang membawa Maya ke ruang makan.
Maya yang baru tinggal dirumah utama tak banyak keluar kamar, karna belum terbiasa seperti di villa. Dan Lagi banyak pelayan yang melayaninya. Yang membuatnya tak boleh memegang apapun di rumah utama selain duduk manis dan berdiam diri.
__ADS_1
Ruang makan.