Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 366


__ADS_3

Lalu mereka pun ngobrol bersama. Tentang kehidupan masing masing sambil bercanda seperti biasanya.


Sedangkan di kantor Group Lee . Ryan sedang memeriksa berkas berkas nya.


" Di apa Evan masih diawasi " tanya Ryan


" Masih tuan tapi tak ada pergerakan , Sepertinya ia menyerah " kata Didi


" Ya tapi harus tetap kita awasi takut itu cuma pengalihan " kata Ryan Yang lalu menatap Didi.


" Ya tuan akan tetap kita pantau sampai aman. Tapi sepertinya dia kemaren mencari seseorang di apartemen " kata Didi.


" Siapa ?" kata Ryan penasaran.


" Ngak tahu tuan dia tak bertemu pemilik apartemen . Karna terlihat di wajahnya kalo dia pergi dengan wajah kecewa. " kata Didi.


" Apa kalian tidak tahu siapa pemilik apartemen itu " kata Ryan .Yang ikut penasaran dengan pacar Evan .


" Dia seorang model tuan Tapi aneh juga kok apartemennya di kelas menengah biasa Padahal dia seorang model internasional " kata Didi.


" Mungkin dia bukan gadis plus plus di , Tapi hanya bekerja dan punya pekerjaan tetap karna tak semua model menjual dirinya.


" Iya bos kurasa begitu. Lagian ngak artis ngak model kan pasti nya punya prinsip masing masing ada yang panjat sosial biar ngetop ada juga yang menekuni kariernya dari nol " kata Didi


" Ya di, mudah mudahan saja gadis itu bisa mengalih perhatian Evan Agar secepat nya ia bisa melupakan Maya. Karna aku tak mau dia mengusik rumah tangga ku " kata Ryan


" Ya tuan saya juga berharap begitu. " kata Didi yang sibuk berkutat dengan kertas yang menumpuk didepannya.


Lalu ruangan kembali hening untuk sesaat Namun tiba tiba ....


Brakk .......pintu ruangan Ryan terbuka lebar.


" Yan tolong aku " kata Rara yang terisak dengan tangan berlumuran darah . Lalu pingsan dan di tolong Didi


" Astaga ..... ngapain lagi dia kesini " kata Ryan


Didi pun dengan sigap menelpon Kim dan Jhon di bawah..Karna Ryan tak mau lagi berurusan dengan Rara. Apalagi Maya baru bisa mengingat . Yang membuat Ryan harus menghindari Semua wanita agar Maya tak cemburu.


Kim dan Jhon langsung mengangkat tubuh Rara dan pergi membawanya kerumah sakit terdekat . Karna tak mau terjadi apa apa Takut Rara berakting


Jhon yang membawa mobil . Memarkirkan nya cepat Lalu mengangkat tubuh Rara ke brankar dan membawanya untuk ditindak oleh dokter .

__ADS_1


Lama keduanya menunggu Sampai salah satu dari mereka di minta masuk Keruang dokter untuk membicarakan . Masalah Rara


" Bagaimana dok ada apa " kata Jhon . Yang menatap serius dokter yang memeriksa Rara.


" Nona Rara mempunyai kanker servik stadium 3 dan luka sayat di tangannya sudah kami jahit. Tapi bagaimana dengan kehamilan nya apa kami harus mengangkat nya. " kata Dokter yang memeriksa kondisi Rara.


" Astaga trus apa yang terbaik menurut dokter " kata Jhon.


" Rahimnya segera diangkat dan kandungan nya harus digugurkan tapi usia kandungan nya sudah 3 bulan. Jadi kami harus minta suaminya untuk menanda tangani semua persetujuan " kata dokter.


" Ok dok terimakasih saya akan menghubungi orang yang akan bertangung jawab atas nona Rara " kata Jhon Yang lalu bergegas keluar


Jhon langsung menelpon Diaz . Untuk memberitahu kan tentang Rara. Yang sedang dirumah sakit .


Cukup lama mereka menunggu Diaz pun datang . Karna Jhon dan Nathan akan kembali kekantor.. Lau ia pun menemui dokter yang menangani Rara. Yang membuat


Diaz harus mengambil keputusan sulit Apalagi ia tahu Rara mengandung anak nya . Yang slama ini ia tunggu tunggu.


" Bagaimana tuan " kata dokter


" Apa yang akan terjadi dok, bila kami mempertahan kan dan merawat kandungan nya Apa akan fatal akibatnya.


" Baik dok saya akan mempertahan bayinya Dan sebisa mungkin merawatnya " kata Diaz karma selama ini ia pikir Rara tak ada masalah apapun .


" Aku akan mempertahan bayi itu , karna itu bayiku. Dan nanti setelah lahir terserah dia ingin kemana aku akan membiarkan nya pergi kemana pun yang dia mau " kata Diaz tersenyum sinis.


Diaz Lalu keluar dari ruangan dokter. Melihat itu Jhon dan Kim pun langsung pamit dan pergi . Karna mereka tak punya hubungan apa pun. .Lalu meninggalkan rumah sakit setelah berpamitan


Jhon membawa mobilnya kekantor untuk kembali bertugas menjaga bosnya.


" Jhon apa menurut mu Diaz mau mengurusnya " kata Kim


" Itu jelas Kim karna itu bayinya. Dan lagi pula ia pasti akan memilih bayinya ketimbang Rara. " kata Jhon


" Ya terserah mereka Jhon aku tak mau ikut campur " kata Kim


" Ya sudah kita langsung kekantor Jhon.. Takut tuan muda mencari kita " kata Kim


" Ok....." kata Jhon


Kim pun kembali duduk tenang sambil matanya fokus pada jalanan . Entah kenapa ia merasa iba dengan Rara . Walau ia jahat namun Rara tetaplah wanita yang harus di tolong agar sadar dari kejahatanya.Namun ngak mungkin karna kini Rara sudah ada di tangan Diaz.

__ADS_1


Tak lama mobil pun sampai dihalaman parkiran kantor .Jhon dan Kim pun turun


Dan kembali keruangan mereka Sambil menunggu bos mereka keluar atau pulang.


*******


Bima berbaring tenang diatas ranjang bersama Nur setelah teman temanya pulang. Sedangkan abi kembali terlelap setelah tadi diberikan suntikan


" By Nur ngantuk " kata Nur ketika keduanya tadi sempat sholat magrib.


" Tidurlah, nanti kalo Nur terbangun bisa sekalian sholat malam " kata Bima sambil memeluk Nur.


" Ya by " kata Nur lalu memejamkan kedua matanya . Karna sekarang ia sudah bisa tenang abi nya sudah bangun dari koma dan bisa menjaganya Bersama suaminya sendiri.


Bima pun lalu menyelimuti Nur dan mencium pipi istrinya dan mendoakan ubun ubun nya . Lalu memeluk istrinya kembali karna ia juga ingin tidur sambil siaga pada Nur dan juga pada ayah mertuanya.


Bima sudah hampir tertidur ketika pintu kamar rawat inap terbuka Dan Bima melihat kearah pintu.


" Shut ...... Kata Alan dan Ali yang datang membawa makanan dan buah


" Bang ......" kata Bima. Yang beranjak dari ranjang menuju pintu.


" Kami hanya mengantar ini buat mu dan Nur titipan nona ,Mereka akan kesini besok


Karna tadi tuan muda lagi sibuk. Jadi kami mengantarnya kesini Karna nona takut kalian repot dan tak membeli apapun " kata Ali.


" Trimakasih bang Ali bang Alan sudah merepotkan kalian " kata Bima..


" Sama sama Bim , ya sudah tidurlah kami pulang dulu ya " kata Alan


" Lah kok buru buru sih bang Kenapa ngak duduk dulu " kata Bima..


" Biar kamu istirahat ,dan kami juga " kata Ali


" Ya sudah hati hati ya bang terima kasih " kata Bima.


" Ya " kata Ali gan Akan bersamaan. Lalu keluar dari ruang rawat mertuanya .


.


.

__ADS_1


__ADS_2