
Hari ini setelah sarapan Desi dan Vani pulang.Karna ngak mungkin mereka bolos kerja. Sedang dokter Nisa tinggal karna harus menjaga Maya dan tetap mengawasinya. Sedang dokter Dina dan Siska pulang sekalian diantar Didi .Yang memang akan mengantar Desi dan Vani.
" May, kami pulang dulu ya besok sabtu kami kesini lagi " Kata Desi.
" Iya May, kita sebenarnya ngak tega ninggalin tuh si imut. Tapi mau gimana lagi kita harus kerja " kata Vani.
" Iya aku tahu , ngak pa pa Des, Vani kalian pulang saja. Sudah ada ibu dan bi Marni yang nungguin " kata Maya tersenyum.
" Iya May, mudahan kalian sehat slalu. besok kalo ngak repot kami kesini lagi " kata Vani.
" Iya May, jaga diri ya " kata Desi yang lalu mencium bayi imut disebelah Maya.
" Iya kalian hati hati ya." kata Maya.
" Kami juga kembali bertugas kerumah sakit mba Maya, kami pamit sekalian ya. Masih ada dokter Nisa yang jaga " kata dokter Dina pamitan.
" Iya dok ,trimakasih banyak sudah membantu dan menjaga saya " kata Maya sopan dan pelan.
" Sama sama mba Maya .senang bisa melayani mba Maya " kata dokter Siska.
" Sama sama dok " kata Maya.
Lalu pagi itu pun dokter Dina dan Siska. Juga Desi dan Vani diantar Didi kembali kekota. Perjalanan yang hanya 2 jam itu lumayan dekat. Karna di pagi buta mobil masih sepi.
Jadi jalanan masih lancar untuk dilewati.
...............................
" Mba Desi sama mba Vani sudah lama jadi temannya mba Maya ya,. suaminya mba Maya itu kerjanya apa ya mba ?" tanya Siska yang penasaran dengan kehidupan Maya.
Desi pun menatap Vani.Begitu juga Vani .Mereka berdua hanya saling tersenyum menanggapi pertanyaan dokter Siska.
" Kalo masalah itu kita kurang tahu dok, kita tak ikut campur untuk masalah kehidupan pribadi mba Maya. kita juga belum pernah bertemu " kata Vani jujur.
" Hah kok bisa " kata dokter Siska kaget.
" Bukannya kalian sahabatnya ?" kenapa ngak kenal ?" tanya dokter Dina ikutan bicara.
" kita memang sahabatnya mba Maya .Tapi kita bertemunya seminggu sekali dok. Jadi untuk masalah pribadi Maya kami tak ikut mencampuri " kata Desi.
Sedang Didi yang mendengarkan obrolan para penumpangnya. Hanya diam dan fokus pada jalanan saja.
__ADS_1
" Wah berarti kalian belum pernah bertemu langsung sama suami mba Maya ?" tanya siska
" Belum dok , kita kesana suaminya slalu sibuk " kata Vani menjawab.
" Yah saya jadi penasaran pengen tahu mba, masalahnya dia cukup berani membayar 3 dokter spesialis kandungan untuk istrinya. Dan lagi itu menjadi trend bagi rumah sakit di mana kami bekerja " kata Dina menjelaskan.
" Iya dan hanya seorang milyader saja yang brani seperti itu. Memakai dan mengudang dokter secara pribadi kerumahnya " kata Siska.
" Oh begitu ya dok" kata Desi mengangguk
Sedang Vani melongo mendengarnya. Karna Ia tak menyangka orang yang menolong Maya begitu brani mengeluarkan banyak uang untuk sahabatnya itu.Padahal Maya sahabat mereka cuma gadis yang sederhana.
.................................
" Gila juga tuh om om bantuin si Maya sampai bisa habis banyak ya Des " kata Vani ketika mereka sedang asyik makan setelah sepulang kerja.
" Gue ngak nyangka kalo dia baik banget sama si Maya .Pantas aja tuh Maya betah disana. Mana sampai bawa ibu lagi. " kata Desi
" Iya makan tidur tampa kerja, tapi gue takut Des, Maya cuma dijadikan simpanan " kata Vani yang menatap Desi.
" Lah gue mah juga mau Van di jadikan simpanan gitu. Dengan fasilitas lengkap tanpa kerja dan tinggal santai. bahkan anaknya Maya juga dijamin tinggal duduk manis " kata Desi.
" Astaga Des, jadi lho mau jadi pelakor " kata Vani yang menatap Desi lekat.
" Benar juga kata lho Des, malahan lebih nyaman hidupnya ketimbang sama si brengsek Bayu." kata Vani berpikir.
" Makanya tuh para dokter kepo banget Tanya tanya masalah suaminya Maya ke kita .Padahal kita aja belum pernah ketemu toh sama om om" kata Desi.
"Iya Des, gue juga penasaran pengen lihat tuh orang gimana ? ganteng atau jelek atau sudah tua tuh tampang ' kata Vani
" Iya sama gue juga penasaran banget "kata Desi . yang memang ingin tahu tampang bang Ryan panggilan Maya.
" Tapi kalo Maya benar jadi simpanan, gimana kita kesana nya Des ?" tanya Vani.
" Tahu ah Van, aku juga pusing mikirnya tuh om om benar lajang apa sudah beristri. Maya bilang lajang tapi masa iya orang kaya ngak punya istri " kata Desi bingung.
" Nah itu juga yang gue pikirin Des, aku takut Maya keluar dari serangan singa jatuh ke mulut buaya " kata Vani.
" Tahu ah ngak usah dipikirin , doakan aja dia bahagia. kita yang jomblo aja belum dapat. Nah dia yang mau menjanda udah mau nikah lagi " Kata Desi manyun
" Iya tuh Maya , bikin baper gue .gue belum laku laku tuh dia sudah mau dua kali nikah." Kata Vani .
__ADS_1
Lalu keduanya pun diam. Asyik dengan pikiran masing masing. Bergosip tentang Maya membuat mereka jadi kepo sendiri.Karna sampai hari ini Desi dan Vani memang belum pernah bertemu langsung dengan Ryan.Hanya sering mendengar suaranya saja. Ketika pria penolong misteri itu menelpon Maya. Atau Maya yang menghubunginya.
...................................
Sedang disisi lain Ryan baru sampai dirumah utamanya. Setelah dijemput sopir lain.
" Apa Didi sudah datang " kata Ryan yang duduk melepas kan sepatunya.
" Belum tuan muda , mungkin masih dalam perjalanan " kata seorang pelayan.
" Bi tolong buat kan jahe hangat " kata Ryan yang bersandar di sofa.
" Baik tuan muda. " kata pelayan lalu bergegas kebelakang.
Baru pulang nih si abang.
Ryan pun duduk dengan memejamkan matanya. Sedang Didi baru saja turun dari mobil dan tergopoh gopoh untuk menemui tuan mudanya.
" Kau telat 20 menit " kata seorang pria menegur Didi.
" Maaf bang, apa tuan muda sudah didalam " Tanya Didi mengatur nafasnya.
" Cepat apa kau mau dipecat " kata pria itu pada Didi
" Iya bang permisi " kata Didi yang lalu menuju ruang utama rumah majikannya.
" Siang tuan muda " kata Didi yang sudah berdiri dekat dengan Ryan yang sedang duduk di sofa. Dengan mata terpejam.
" Kau terlambat kemana saja " kata Ryan datar.
" Maaf tuan muda tadi saya harus kekantor dulu . Setelah mengantar para dokter dan sahabat non Maya " kata Didi memberi alasan.
" Baik istirahatlah., aku ingin istirahat sebentar dan bangun kan jam 2 nanti untuk kembali ke villa " kata Ryan datar.
Lalu Ryan berdiri menuju kamarnya untuk beristirahat sebentar
" Oh ya suruh pelayan mengantar minumanku kekamar " kata Ryan berpesan. Tampa menoleh kebelakang lalu melanjutkan langkahnya.
" Baik tuan muda " kata Didi Yang membungkukkan badannya. Dan membuang nafas kasar Lalu menuju dapur untuk memberi tahu pelayan. Untuk mengantar minuman tuan mudanya kekamar.
__ADS_1
Rumah utama Tuan muda.