
Maya duduk dengan tenang di kursi didepan meja makan.Sambil menunggu Ryan datang .Setelah beberapa menit Ryan pun muncul. Lalu langsung menarik kursi dan duduk
"Ayo makan " kata Ryan. Yang terlihat sangat tampan. Walau hanya memakai kaos putih biasa.
" Iya tuan " kata Maya yang lalu mengambilkan nasi untuk Ryan.
Ryan pun tersenyum.Tapi tak menolak ia pun lalu meminta Maya mengisi piringnya juga dengan lauknya
" Trimakasih, Oh ya jangan memanggilku dengan panggilan tuan, panggil saja yang lain " Kata Ryan sambil mulai menyuap nasinya.
" Apa ? siapa? abang kakak atau ...." bingung guman Maya .Lalu menyuap nasinya kemulut.
" Berapa umur mu ?" tanya Ryan pada Maya
" 24 tahun, tuan berapa " tanya Maya
" 31 tahun "
" Hah....uhuk uhuk......" kata Maya yang terkejut karna Ryan tak setua yang ia lihat.
" kenapa ? terkejut " kata Ryan tersenyum
" Wajah dan umur tuan tak sesuai ,Saya pikir tuan masih seumur saya " kata Maya yang merasa Ryan sangat kiyut dan baby face.
"'Oh ya " berarti saya masih terlihat muda kan ?" kata Ryan tersenyum narsis.
" Iya tuan seperti anak kuliahan " jawab Maya jujur .Dan memang betul adanya.
" Hahaha .....kau bisa saja May, oh ya tumben hari ini bi Marni bikin sambal enak" kata Ryan memuji masakan bi Marni.
" Iya tuan mungkin spesial karna ada tamu " jawab Maya tersenyum.Karna Ryan menyukai sambal buatannya.
" Iya " kata Ryan lalu makan.
Keduanya pun makan dengan lahap. Bahkan Ryan menambah lagi lauk dan sayurnya. Membuat Maya tersenyum.Kalo Ryan menyukai masakannya yang cuma masakan sederhana. resep dari kampung.
Setelah selesai Maya membereskan meja makan yang dibantu bi Marni.
" Bi bibi makan dulu biar Maya yang beresin " kata Maya sambil mencuci bekas piring kotor.
" Biar bibi aja non, non Maya istirahat aja." kata bi Marni menolak.
__ADS_1
" Eh bi Marni makan dulu, ini biar Maya yang beresin. Biar Maya ngak bosan dikamar bi" Kata Maya yang ngotot menyuruh bi Marni untuk makan.
Akhirnya bi Marni pun mengalah dan makan. dengan sisa sambal dan sayur juga ikan.Yang masih tersisa. karna tadi ia lupa menyisihkan nya.
" Bi Marni cukup makan segitu " kata Maya.Yang melihat bi Marni makan sedikit.
" Cukup non, ini sudah cukup kok, tapi tumben kok tuan muda makannya banyak, biasanya makannya cuma sedikit dan ngak berselera "Kata bi Marni. yang biasanya makanan tersisa banyak.
" Iya bi tadi tuan muda makan nambah 3x " Kata Maya berbisik.
" Hah.......ups " kata bi Marni yang menutup mulutnya takut terdengar karna Ryan masih duduk diruang tengah.
" Wah berarti masakan non Maya cocok " bisik bi Marni memuji Maya.
" Ah bibi ada ada saja , paling pas kebetulan saja " kata Maya. Sambil mencuci piring.
" Kebetulan yang tak disengaja non" kata bi Marni tersenyum.
Lalu setelah selesai Maya pun istirahat dikamarnya.Sambil bersandar melihat kearah jendela .Melihat gulungan ombak yang terhempas dipantai begitu saja.
Entah mengapa ia merasa betah tinggal di villa Ryan.Selain baik dan ramah juga bonus buat Maya bisa melihat ketampanan Ryan yang menjadi hiburan tersendiri baginya Walau hanya menatapnya dengan sembunyi sembunyi. Seoerti orang yang sedang jatuh cinta..
" Ih aku kenapa sih , kok senyum senyum sendiri kaya orang gila aja " kata Maya yang berkaca menatap wajahnya yang merona merah karna malu.
" Hehehe........ " tawa Maya mengingat tingkah lucu kedua temannya itu. Tapi setelah itu tak terasa ia pun terlelap sambil tersenyum.
...............................
Ryan menatap Layar ponselnya ketika sang mami menelpon dirinya.
" iya mi ada apa ?" kata Ryan datar
" Kapan kau bawakan mami menantu hah ....!!
Mana janjimu , mami surah tua ingin menimang cucu" kata mami Ryan yang berada di Taiwan menemani sang opa yang sudah hidup sendiri. Dan maminya seorang janda karna sang papi sudah meninggal 6 tahun yang lalu karna kecelakaan.
" Mami tenang ya , cucu mami akan datang menemui mami nanti. Santai sedikit " kata Ryan tersenyum.
" Cih cuma janji janji saja. awas bila bohong mami lagi Mami sumpah jadi kodok " kata mami kesal.
" Astaga mi kok tega ampun mi, .Ryan ngak bohong nih mami lihat ya " kata Ryan yang masih ber vc dengan sang mami lalu menuju ke kamar Maya. Untuk membuat maminya itu tenang dan tak marah marah padanya. . Dengan niat bisa bermain sandiwara. Dengan meminta bantuan Maya.
__ADS_1
Perlahan Ryan pun membuka pintu kamar Maya pelan . Namun Maya sedang terlelap.
" Yah tidur " kata Ryan
" Mana mami mau lihat " kata Mami terlihat marah. Mau tak mau Ryan pun memperlihatkan Maya yang sedap terlelap dengan wajah cantik dan perut buncitnya
" Astaga ...itu mantu mami " teriak mami dari sebrang
" Shut......" kata Ryan yang menaruh telunjuknya ke mulut. Agar sang mami tak berisik. Dan membangun kan Maya. yang sedang tidur.
Mami Ryan pun terdiam .Melihat wanita cantik yang dengan perut buncit tidur dengan tenang dan terlihat manis .Setelah selesai Ryan kembali keluar dan menutup pintu kamar Maya pelan.
"Kapan kau bawa kesini " kata Mami bertanya pada putra tunggalnya itu yang memang suka ganti pacar hanya untuk kesenangan.
" Tunggu setelah melahirkan dan bayinya sehat " kata Ryan yang ta ambil pusing dengan kebohongannya.
" Baiklah mami tunggu kau membawa cucu mami " kata mami pada Ryan. Setelah itu ponsel pun terputus.
" Huh ...... " kata Ryan yang lega. Karna sudah sering sang mami mengingatkannya untuk cepat menikah.Karna sang mami sudah tua dan ingin segera menimang sang cucu.
Terpaksalah ia harus berbohong lagi. Padahal ia belum ada rencana apa pun untuk kedepannya. Hanya untuk membuat sang mami berhenti untuk mengganggu nya.
..................................
Sore Maya sudah rapi setelah tadi sholat ashar. Dia pun berencana akan ke pantai melihat sunset di kala senja. Tapi sebelumnya ia membantu bi Marni dulu memasak untuk makan malam.
" Bi Maya bantuin ya " kata Maya yang melihat bi Marni sedang memberi bumbu ikan .
" Non Maya bikin sambal kaya tadi lagi aja. Tadi tuan muda minta bikinkan sambal dan ikan goreng lagi " kata bi Marni.
" Oh ya, ya sudah cabe nya mana bi " kata Maya bertanya
" Di kulkas non " kata bi Marni yang sibuk meracik sayur asam .
Lalu Maya dan bi Marni pun kembali berkutat di dapur. Setelah semaunya matang .Maya pun bersiap untuk kepantai berjalan diatas dermaga kayu untuk melihat laut.
" Ya ampun bagus banget " kata Maya memandang senja temaram yang berwarna jingga . Lalu berteriak dengan nyaring .Sambil merentangkan tangannya keatas.
" Aku bebas ..aku ingin bebas...!!.." teriak Maya untuk melepaskan semua beban di hatinya .Yang slama ini ia pendam.Sakit, marah kecewa dan sakit hati .Semuanya Maya keluarkan. Agar bisa tenang dan menjalani hidupnya dengan tersenyum. Mulai dari nol bersama sang buah hati.
__ADS_1
Berteriak lah sepuasnya May agar semuanya hilang beban hidupmu.