
Sedangkan Di villa Ryan sedang ngobrol dengan Didi, Kim Jhon dan Alan untuk persiapan pulang. Bukan tampa Alasan Ryan mengumpulkan anak buahnya. Karna ia juga harus memikirkan keselamatan anak anaknya.
" Jadi kita berangkat pagi tuan muda " tanya Alan .
" Iya karna siang hari lebih aman dan juga lebih jelas mobil apa saja yang akan mengintai " kata Jhon.
" Yang utama adalah keselamatan istri dan anak anakku. Karna aku tak ingin terjadi apa pun dengan mereka." kata Ryan.
" Iya tuan muda kami siap , besok pagi semua selesai sarapan kita sudah berangkat ,oh ya jhon ingat kan juga Ali " kata Kim.
" Ya Kim " kata jhon yang tahu Ali sedang menuju pulang dari mengantar mertua tuan mudanya itu.
" Kalo semua sudah mengerti ayo kita kebelakang untuk makan malam." kata Ryan yang beranjak dari tempat duduknya. Karna sekarang ia lebih akrab dengan para bawahannya.
...............................
" Ya ampun May dia cantik banget , gemas gue " kata Vani yang lalu mengelus baby Queen yang sedang anteng di boks bayi nya sendiri. Sedang kan Bayi Rey dan Tan sedang pulas diranjang.
" Hehehe .....dia bakal jadi ratunya dirumah utama karna di kawal abang abang nya " jawab Maya.
" Pasti lah May, eh gemas gue May.Hai Queen besok kalo ade bayi tante lahir jadi teman ya " Kata Vani sambil tersenyum.
" Iya tante" jawab Maya yang meniru suara anak kecil.
" Hahaha........ketawa dia May, ya ampun pasti tuan Lee senang banget ya May lihat anak anaknya pada lucu lucu gini " kata Vani.
" Iya Van, aku ngak nyangka bisa melahirkan kembar. Padahal ngak ada keluarga turunan kembar .Dan bang Ryan juga " kata Maya.
" Ya mungkin Allah memang pengen ngasih lho aja May ,biar ngak sekalian report nya " Kata Vani.
" Iya Van, itu sebabnya sekarang bang Ryan bahagia banget bahkan bilang mau nambah lagi bikin kesebelasan " kata Maya tersenyum.
" Lho mah enak May punya laki tajir biar anak banyak bisa diasuh baby sister. Nah kita sama Desi cuma suami asisten ya kudu sabar satu satu dulu baru nambah." kata Vani.
"Van, bukan masalah enaknya. Emang semua harus di serahin baby sister aman gitu. Ngak lah Van tetap aku harus mengawasi mereka juga. Punya anak banyak bukan berarti kita lengah. Tapi juga harus berbagi kasih sayang. Salah salah mereka jadi sering ribut nanti kalo pilih kasih. Apalagi sifat mereka yang beda beda" kata Maya.
" Iya juga ya May, mana sekarang jadi empat sama Aska " kata Vani.
" Itulah Van, mungkin aku ngak bisa santai kaya kalian. Yang punya anak hanya satu. Karna aku harus bawa buntut empat tuh kalo pas pergi pergi " kata Maya.
__ADS_1
Vani pun tersenyum. Membayangkan Maya dengan anak anaknya. Yang mestinya bakal heboh kalo nanti pada ribut.
" Kenapa Van ?" kok senyum senyum " kata Maya
" Ngak May, cuma bayangin lho bawa buntut empat kemana mana pasti heboh banget " Kata Vani terkekeh.
" Iya Van, itu juga yang ada dipikiran ku juga . Tapi mau gimana lagi mungkin sudah takdirnya " Kata Maya. Walau repot namun ia cukup bahagia. Atas kehadiran 3 buah cintanya itu.
Lalu keduanya pun curhat. Dan Vani juga membantu Maya yang bersiap siap. Untuk persiapan besok pagi. Yang juga di bantu Nia yang datang setelah Aska tidur.
...................................
Paginya setelah sarapan . Bi Marni memasukkan semua makanan kedalam kotak makanan. Karna bisa untuk dimakan di mobil atau istirahat di rest area.
" Bi apa kita satu mobil " tanya Ima ketika sedang memasukkan snack di tiap kotak untuk di mobil agar tak mampir.
Karna menurut Kim agar tak mengudang perhatian orang jadi bergantian makan. Kecuali berhenti untuk sholat.
" Bibi ikut Jhon ma, kamu nemani non Maya Karna Kim ,Didi dan Tuan muda satu mobil " jelas bi Marni.
" Oh begitu ya bi." kata Ima mengangguk. Karna ia satu mobil dengan Vani dan juga Kaka sepupunya Maya.
" Kak tiduran biar ngak capek " kata Ima pada Maya yan bersandar dengan bantal .
" Belum ngatuk ma, kamu ngak berat mangku Tan gitu " kata Maya yang juga memangku Baby Queen sedang Bayi Rey tidur di boks Bayinya dengan pulas.
" Ngak kak " jawab Ima.
" Biar ketularan May, ya kan Ma cepat nyusul biar rame " goda Vani
" Kak Vani bisa aja " kata Ima tersipu malu.
" Dia main aman Van, diam diam ngak heboh kaya lho berdua Desi " goda Vani.
" Masa ....diam diam menghanyutkan dong " Kata Vani.
" Dih kak May, mana ada " kata Ima
" Ah .....ngak ngaku tapi sudah bikin kan " Goda Maya memainkan kedua alisnya.
__ADS_1
" Itu.....kan...."kata Ima tergagap
" Cie....cie....ngak usah malu lagian udah sah ini ngak bakal di intip kok . Paling yang ngintip jadi pengen kalo ngak bintitan " kata Vani terkekeh.
" Hus......Lho Vani " senggol Maya karna para suami mereka. Mendengarkan obrolan mereka bertiga di belakang.
Kim yang duduk di depan bersama Didi hanya diam tak bergeming. Sedang Ryan santai sambil memangku Aska yang masih ngantuk
" Hehehe.......bercanda ma, jangan masukin hati ya masukin di usus aja " kata Vani tertawa kecil.
" Hadeh ...lho Van, masukin usus tersumbat dong jalan darahnya. Bisa gagal total tuh bertualang " kata Maya.
" Bertualang apa kak " kata Delima bingung.
" Cie pura pura lugu atau bodoh sih ma, itu lho bertualang cinta " bisik Vani .Yang membuat wajah Ima memerah mendengarnya.
" Hahaha.......dikerjain ma, kamu sama Vani. Dia sih biasa gitu jadi jangan aneh ya. Apalagi nanti kalo ketemu kak Desi wah bakal di uber uber lho biar cerita " bisik Maya pelan.
Ima pun hanya tersipu malu .Namun Delima tahu mereka hanya bercanda. Agar suasana tidak hening selama perjalanan.
" Tapi Kim mantap kan ma " goda Vani lagi.
" Tahu ah " jawab Ima malu.
" Malu dia May, tapi ngak nolak kan. Apalagi pas enak pengen nambah malu malu meong May " kata Vani menyindir hingga Didi menoleh kearah Kim.
" Hehehe......lho Van, jangan digodain, tuh mukanya kaya kepiting di sop aja " ledek Maya menambahi
" Enak dong, kalo kepiting di sop..Apalagi hangat hangat mantap " kata Vani terkekeh.
" Iya kalo sop pas hangat hangat memang enak kak. Apa lagi pas makannya musim hujan " kata Delima polos.
" Trus sambil makannya dikamar ya kan ma .Berdua sambil nambah berapa kali ya ma asyik dong " tanya Vani memancing
" Iya dong pasti sampai 3x " jawab Ima.Yang membuat Maya dan Vani terkekeh. Karna obrolan absurd Vani yang sengaja memancing Delima yang masih polos.
" Uhuk....uhuk....." Kim pun batuk batuk kita mendengar jawaban Ima. Yang membuat Didi terkekeh. Lalu tersenyum melirik Kim.Sedang Ryan hanya tersenyum tipis. Mendengar obrolan istrinya dan Vani Yang mengerjai Ima yang masih pemula.
__ADS_1
Visual Kim dan Delima