Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 206 Cerita Sang Ratu Lee


__ADS_3

Maya hanya menunggu di mobil. Hanya Nia yang turun menjemput anak anaknya di pintu gerbang.


" Mamah .....!" teriak Queen yang melihat mamahnya ketika membuka pintu mobil.


" Iya sayang sini .Ya ampun anak mamah belajar apa hari ini ?" tanya Maya.Yang langsung mangku putri bungsunya itu. Ratu kesayangan keluargga Lee.


" Queen hari ini kasih pelajaran anak usil mah, trus dia nangis minta perhatian bu guru .Tapi sayang ketahuan . eh akhirnya di bully teman teman " kata Queen.


" Eh ngak boleh gitu sayang. Tetap baik sama teman jangan cari musuh. Kalo dia nakal cukup dikasih tahu. Jangan di ejek kasihan. Nasehat Maya pada sang putri.


" Tapi dia nakal mah, suka narik narik rambut win, dan juga pernah nyiram win juga " adu Queen.


" Iya mah betul.itu "kata Tan menimpali.


" Kan bisa bilangin bu guru, biar di nasehati. Jangan dibalas ya sayang dan juga ngak boleh ditiru.


" Iya mah " kata Queen mengangguk


" Tapi kalo dia usil lagi gimana mah ?" tanya Tan pada Maya.


" Tinggal bilang bu guru kan nanti bisa di bilangin pelan pelan." kata Maya Sambil melihat keluar karna masih menunggu putra sulungnya yang masih berjalan menuju mobil.


" Tapi kadang dia malah tambah usil mah, kalo pas ngak ada guru " kata Tan.


" Kan ada cctv di sekolah jadi nanti kelihatan siapa yang nakal dan usil." kata Maya .Yang tak mau anaknya membalas kejahatan teman temannya lebih baik mengalah. Dan tak mencari masalah.


" Huh.....kalian sudah duluan ya " kata Aska yang langsung masuk mobil dan lalu Jhon pun menutup pintunya. Karna Rey dan Tan duduk didepan di sebelah Jhon.


" Mah kita langsung pulang atau belanja lagi ?" tanya Queen..


" Apa ade pengen beli beli lagi. kan masih banyak dirumah. Lagian es krimnya juga belum habis " kata Maya


" Iya de besok besok lagi abang capek banyak tugas . Kan mubasir bila makanannya ngak dimakan cuma ditumpuk. Kasihan papah yang cari duit " kata Aska .Yang membuat Maya cukup kaget dengan perkataan putranya itu..Namun cukup efektif untuk sang adik .Yang langsung terdiam tak bersuara.


" Ya sudah kita langsung pulang aja om " kata Rey pada Jhon.


" Baik tuan muda " Kata Jhon.Yang lalu menghidupkan mobil dan membawa mobil menuju pulang.

__ADS_1


Mobil pun melaju pelan. Lalu Maya membuka tas roti yang tadi dibawanya yang ia beli. Lalu membukanya. Dan menyuruh Queen untuk memilih .


" Ye asyik mamah bawa roti aku yang ini " kata Queen yang mengambil roti kesukaannya.


"'Abang juga mau " kata Aska yang mengambil salah satu roti.


" Apa Rey dan Tan juga mau " tanya Maya.


" Lihat dulu ada yang Tan suka ngak " kata Tan .Lalu Maya pun menyodorkan tas roti yang di bantu Nia.


" Aku yang ini aja " kata Rey Lalu mengambil salah satu roti.


" Om.Jhon mau ngak ?" tanya Tan.


" Trimakasih tuan muda om masih kenyang " kata Jhon .Yang memang tadi sudah makan banyak di dapur bersama karyawan rumah besar Lee.


" Mba Nia mau " tawar Tan lagi.


" Trimakasih den, mba Nia sudah nih masih ada " kata Nia.


" Mah papah kapan pulang Win kangen " kata Queen menatap Maya.


" Papah juga kangen sama kalian semua. Tapi papah masih ada kerjaan disana " kata Maya.


" Nanti telpon papah ya mah kalo sudah nyampe rumah. " kata Queen.


Namun saat ngobrol ponsel Maya pun bergetar. Maya yang tahu ponselnya bergetar. Langsung mengangkatnya .ketika melihat nama suaminya yang sedang menelponnya Dan lalu menerimanya dengan mode Vc yang lalu mengarahkan nya langsung pada Queen.


" Hai sayang baru pulang sekolah ya " tanya Ryan yang tersenyum melihat putri bungsunya itu.


" Papah.....win kangen papah kapan pulang ?" kata Queen histeris karna senang.


" Mungkin seminggu lagi " jawab Ryan.


" Abang juga kangen pah, Tan dan Rey juga " kata Aska yang melambai ke arah ponsel.


" Sama papah juga kangen kalian semua. Sabar ya papah lagi kerja. Ini juga papah masih dikantor " kata Ryan yang menunjukkan wajah Kim dan Lim.

__ADS_1


" Hai om Lim om Kim " sapa Queen pada Lim dan Kim..


" Hai juga princess " kata Lim membalas . Sedang kan Kim hanya tersenyum.


" Sudah ya sayang , peluk cium buat kalian " kata Ryan yang sangat rindu pada istri dan anak anaknya. padahal baru 3 hari.


" Ya bang hati hati " kata Maya.


" Kalian juga " kata Ryan. Yang setelah itu memutuskan hubungan.


Maya tersenyum dan menaruh ponselnya kembali kedalam tas . Sambil mencium pipi putri bungsu nya itu. Karna sangat mengemaskan.


" Mah nanti kalo papah pulang kita liburan ya jalan jalan Win pengen beli beli boneka " kata Queen..


" Boleh , tapi boneka ade kan masih banyak kok beli lagi.Atau ade mau diajak mamah lihat panti aja dan boneka yang ngak ade sukai lagi diberikan buat anak anak panti gimana ?" kata Maya .yang tak ingin ratu Lee itu membiasakan diri belanja.Dan menghamburkan uang.


" Boleh tapi besok minggu aja ya mah .Biar win bisa lihat ade ade bayi " kata Win semangat.


" Tan ikut ya mah " kata Tan juga.


" Ya semuanya boleh ikut " kata Maya yang memang mengajarkan anak anak nya .Untuk perduli dengan anak anak panti.


" Tapi Habis makan siang aja mah, masalahnya Aska mau pilih pilih mainan Abang buat ngasih teman disana yang ngak punya mainan " kata Aska.


" Iya boleh, nanti mamah juga belikan sebagian " kata Maya.Yang merasa bersyukur anak anaknya itu cukup peka dan mau berteman dengan anak panti asuhan. Karna Maya ingin anak anaknya bersyukur dengan melihat kehidupan orang lain.


Mobil pun tak terasa sampai dihalaman luas rumah utama Lee. Karna selama perjalanan di isi dengan obrolan Maya dan anak anaknya. Jhon dan Nia pun bergegas membuka pintu ..Untuk para tuan muda Lee. Yang langsung masuk kedalam rumah utama dan menuju kamarnya masing masing.


Begitu juga dengan Maya. Yang menuju kamarnya. Sambil menyuruh Nia untuk menaruh roti dikamar anak anaknya. Sedangkan buah lansung ditaruh dibelakang. Bahan untuk membuat jus dan salad buah.


" Nia nanti bangunin ibu ya kalo ketiduran lama , saya mau tiduran sebentar " kata Maya.


" Ya bu " kata Nia yang sudah biasa memanggil ibu pada Maya.


Maya pun lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur. Aktivitasnya hari ini cukup melelahkan. Namun Maya cukup senang punya kegiatan untuk menjemput anak anaknya.Agat tidak bosan sendiri dirumah.


Kadang Maya rindu berkumpul dengan ibu dan adiknya. Namun karna ibunya jauh di desa Maya hanya bisa menelpon. Karna itulah ia rutin menelpon dan mengirimi ibunya uang Dan juga untuk Bima. Untuk keperluan kuliah sang adik Yang sekarang sudah menjadi pria yang tampan dan juga pintar.

__ADS_1


__ADS_2