
Setelah mengungkapkan perasaannya. Ryan mengajak Maya bersenang senang. Ada rasa tak percaya dihati Maya.Namun ia yakin Ryan serius padanya.
Senja itu keduanya berjalan dipinggiran pantai sambil bergandeng tangan. Ada rasa bahagia yang Maya rasakan. Setelah senja terlihat gelap keduanya pun kembali ke Villa.
Maya bergegas masuk kamar dan membersihkan diri lalu sholat .Dan berdoa dengan khusuk.
Lalu Maya duduk termenung memikirkan perkataan Ryan yang berniat ingin menikahinya. Setelah lahiran nanti.Perkataan Ryan sore tadi masih membekas dibenaknya.
" Apa kau mau May menerimaku . kalo kau mau aku berjanji akan menyayangimu sepenuh hati " kata Ryan memohon
Aku bukan lelaki yang baik. aku pernah tidur dengan wanita manapun yang kusuka. Dan membayar mereka.Aku sering ke club malam bahkan bisa sampai pagi. Namun kadang aku bosan dan lelah. Kau tahu kenapa? . Banyak wanita yang mendekati harya karna aku punya banyak uang dan tampan dan juga kaya raya.Akan tetapi disisi lain aku kesepian.Aku ingin punya keluargga harmonis seperti papi dan mamiku.Yaitu keluargga kecil. Aku ingin ada wanita yang mau menerimaku apa adanya. Bukan karna jabatan dan kemewahan .Cerita Ryan pada Maya sore itu
Maya hanya menatap lelaki tampan itu dengan sendu .Lalu mengangguk kan kepalanya.
Tok....tok....tok....
" Non Maya sudah ditunggu " kata bi Marni yang membuyarkan lamunan Maya.
" Iya bi Maya segera keluar " kata Maya. Lalu bergegas bangkit berdiri menuju pintu.
Ceklek.....
" Bibi duluan ya " kata bi Marni.
" Iya bi " kata Maya yang lalu menutup pintu kamarnya.
Setelah menutup pintu Maya pun langsung ke ruang makan.Disana Ryan sudah menunggu dengan tersenyum.
" Kau lelah " tanya Ryan.
" Tidak bang tadi sholat dulu " kata Maya .Lalu mengambil piring Ryan dan mengisinya. lalu meletakkannya kembali didepan Ryan.
Yang membuat Ryan tersenyum .Serasa dia sudah mempunyai seorang istri. Karna mengingat dulu sang mami ketika melayani sang papi.Dan Ryan mengingat semua kenangan itu.Sebelum sang papi meninggal.
" Bang ayo makan " kata Maya yang membuyarkan lamunan Ryan.
" Oh iya ayo makan " kata Ryan lalu menyuap makanannya.
Keduanya tak banyak bicara. Setelah selesai Ryan pun mengecek laporan dari emailnya.Sedangkan Maya menemani Ryan sambil menonton televisi.
Bi Marni yang membawakan teh hangat .Tersenyum melihat tuan mudanya itu terlihat sangat perhatian pada Maya.Dan Maya pun menemani tuan mudanya itu dengan tenang.
__ADS_1
" Tuan ,non ini teh nya " kata Bi Marni.
" Trimakasih bi " kata Ryan.
" Trimakasih bi Marni, ayo nonton sini bi" Kata Maya pada bi Marni.
" Waduh non, bibi mau menyetrika pakaian tuan muda dulu ya " Kata bi Marni memberi alasan.
" Oh ya sudah " kata Maya. yang terlihat kecewa karna tak ada teman ngobrol. Karna Ryan sedang fokus pada laptopnya.
Bi Marni pun pergi .Sedang Maya sesekali memperhatikan Ryan yang masih sibuk.Hingga tampa sadar ia tertidur disofa.
Cukup Lama Ryan fokus dengan kesibukannya.Lalu menoleh pada Maya yang diam tampa suara.
" Ya ampun sampai ketiduran " kata Ryan yang lalu tersenyum.Melihat wajah Maya yang tertidur pulas.
Lalu Ryan pun memandang wajah cantik Maya yang polos.Lama Ryan memperhatikannya dan tersenyum.Lalu mengangkat tubuh Maya dan membawanya kekamar. Sweater Maya tersingkap dan lepas. Namun Ryan membiarkan nya jatuh.
Lalu meletakkan tubuh Maya diatas ranjang .Dan menyelimuti Maya sampai dada.
Ryan menghela nafas dan tersenyum .Lalu berdiri lama memandang Maya yang tertidur Setelah puas Ryan pun keluar dan kembali menutup kamar Maya dengan rapat.
Ryan kembali keruang tengah.Dan menyelesaikan pekerjaannya .Karna besok ia harus ke kantor. Sebelum berangkat keluar negri minggu depan.
..............................
Subuh Maya sudah bangun. Dan terkejut ketika ia berada di dalam kamar.
" Astaga aku lupa tadi malam aku ketiduran di sofa " kata Maya yang mengingat ia menemani Ryan di ruang tengah.
Lalu Maya pun bangun dari ranjang Untuk kekamar mandi membersihkan diri dan berwudhu lalu sholat.
Setelah selesai Maya membuka jendela dan hawa dingin masuk menerpa kulitnya.
" Ya ampun dingin" kata Maya. Yang lalu mengambil sweater nya yang jatuh. Dan menggantungnya. Lalu mengambil pakaian lain. Yang lebih tebal.dan langsung memakainya.
Sejenak Maya melamun ketika dia menerima Ryan dalam hidupnya.Memang masih ada rasa trauma dihati Maya. Tentang penikahan dengan Bayu. Tapi hatinya yakin bahwa Ryan tak main main. Karna Ryan sudah menceritakan semuanya tentang siapa dirinya.Tentang semua keburukan nya.
Sedang Bayu suaminya dulu yang dikiranya baik .Tapi lebih banyak berbohong dan menipunya..Tak sekalipun ia mengakui keburukannya dan berkata jujur. Malah menyalahkan Maya.Dan slalu berusaha menyembunyikan semua keburukannya.
__ADS_1
Hati Maya dilema memikirkannya.Kadang orang yang terlihat baik tak sebaik seperti yang kita kira.Namun orang yang tak baik pun belum tentu tidak baik.Kadang ia punya alasan untuk melakukanya.
Ryan mengakui semua sisi keburukannya. Sedangkan Bayu menutupi sisi keburukannya Sungguh suatu perbandingan yang terbalik.
Di mana seorang yang baik menjadi penyelikuh.Dan di sisi lain seorang casanova kesepian .Tapi ia jujur hanya mencari kesenangan. Untuk membuang rasa sepi dan bosannya saja .
Lama Maya memikirkannya. Tapi ia percaya masih ada kebaikan di hati Ryan.Karna ia tak berbuat kasar terhadap seorang wanita . Terlebih membentak bentak dan memaki.
...............................
" Bi Marni " kata Maya yang berdiri di samping Bi Marni.
" Non Maya sudah bangun ?" tanya bi Marni .
" Sudah bi ,Masa Maya bisa nyampe dapur kalo belum bangun " kata Maya.
" Hehehe....bisa aja non Maya " kata Bi Marni.
" Oh ya apa bang Ryan sudan bangun bi ?" tanya Maya.
" kayanya sudah non, tadi pakai sweater tebal duduk di teras sambil pake apa itu di kuping sedang dengar music " Kata bi Marni menjelaskan
" Earphone..." kata Maya.
" Ngak tahu lah non, ya mungkin itu. " Kata bi Marni yang sambil membantu bi Marni masak.
Maya hanya tersenyum. Lalu membuat sambal untuk makan.Karna hari ini Kata Ryan ia akan kekantor jadi Maya ingin membawakan bekal untuk Ryan.
" Wah sambalnya mengoda non " kata bi Marni.
" Iya bi, katanya nang Rayan mau kekantor ini biar buat bekal sama ikan gurami goreng " Kata Maya yang sedang mengoreng ikan gurame dan juga membuat lalapan.
" Bi Apa Maya boleh nanya ?" kata Maya menatap bi Marni.
" Apa non " kata bi Marni.
" Apa dulu bang Ryan punya pacar atau kekasih " kata Maya. Menatap bi Marni.
" Dulu pernah ada non , pacarannya dari waktu kuliah , namun entah mengapa sejak tuan kecelakaan dan meninggal non kiara pacar tuan muda menghilang dan tak pernah datang lagi" kata Bi Marni.
" Kenapa?" apa yang terjadi ?" tanya Maya penasaran ingin tahu banyak.
__ADS_1
" Saya kurang tahu non, tapi sejak kejadian itu tuan muda jadi berubah pendiam dan cuek Dan juga gonta ganti wanita.Memang sempat ada beberapa yang dikenalkan dengan nyonya tapi setelah itu .Tak pernah datang lagi. " kata Bi Marni bercerita.