
Maya bangun ketika jam menunjukkan angka 09 20.Sedangkan suami dan anak anaknya masih tidur. Ia pun beranjak pelan pelan memindahkan tangan Aska. Lalu turun dari tempat tidur karna lapar.
Maya melangkah menuju ruang makan. Terlihat makanan sudah siap dan sudah dingin. Lalu Maya duduk menikmati roti lapis keju.Sambil.menyesap jus alpukat tampa gula..
" Tuan muda belum bangun non " tanya bi Marni .Yang membawa rendang untuk makan siang.
" Belum bi, biasa tuh anak anak lagi sama papahnya " kata Maya.
" Bibi masak apa ?" kata Maya
" Rendang sama sambal hijau dan sayur lodeh juga ayam goreng dan udang krispi" kata bi Marni.
" Mhem.. enak nih, oh ya nanti kita belanja kan bi, apa stock sayur dan daging masih. " tanya Maya.
" Tinggal sedikit non, cuma buah yang habis " kata bi Marni.
" Ya sudah nanti kita beli buah yang banyak , buat stock pas ini lagi musim mangga dan alpukat juga salak bi " kata Maya.
" Iya non, pas murah dipasar kemaren bi Inah beli mangga katanya cuma 15 ribu sekilo" kata bi Marni.
" Wah lumayan tuh bi , nanti bisa beli dua peri buat stok tapi pilih yang tua. Yang muda bisa bikin rujak dan sambal mangga untuk ikan bakar " kata Maya.
" Mantap non, lama bibi juga ngak bikin sambal mangga, ih non ini...bikin bibi ngiler aja " kata bi Marni yang senang makan sambal mangga dengan ikan bakar.
" Pasti lah Maya juga pengen. bi kaya orang ngidam aja " kata Maya.
" Apa mau nambah lagi ?" goda bi Marni.
" Ish bibi , jangan deh sudah cukup , kalo nambah buatnya ngak masalah " kata Maya tersipu malu.
" Mhemm.........itu jelas " kata Ryan yang lalu mencium pipi Maya dan menarik kursi duduk di sebelah istrinya.
" Abang sudah bangun ?" Kata Maya terkejut dan raut wajah nya tambah merona merah karna malu. Kedapatan sang suami ngobrol dengan bi Marni.
Bi Marni hanya tersenyum. Karna bagi bi Marni hal biasa bicara masalah wanita. Tapi tidak sampai ketahuan kaum pria. Dan jelas itu menyangkut harga diri.
" Bi tolong hangat kan sandwich nya ya " kata Ryan menyodorkan piring sandwich ke bi Marni.
" Baik tuan muda " kata bi Marni bergegas pergi.
__ADS_1
" Abang mau ini " kata Maya menyodorkan omelette .
Cup......
Sebuah kecupan mendarat di bibir Maya. Yang membuat wajah Maya merona merah.
" Ih abang malu di lihat pelayan " kata Maya pelan.
" Sudah biasa " kata Ryan tersenyum sambil menatap wajah merona Maya.
" Tapi malu bang. " kata Maya
" Abang ngak , lagian istri abang ini , tadi aja ngobrol sama bi Marni ngak malu
Kenapa sama abang malu " kata Ryan menoel hidung Maya.
" Abang itu....kan cuma..."
Cup........
" Bang....." kata Maya gelagapan takut di lihat pelayan. Apalagi di meja makan.
" Ya sudah , apa May sudah mandi " tanya Ryan.
" Bagus lah " kata Ryan tersenyum penuh arti.
Sedang kan Maya hanya diam. Karna tahu kemana arah pembicaraan suaminya itu. Dan itu tak jauh jauh urusan bercinta.
.............................
Maya sudah berpakaian rapi . Ketika suaminya itu masuk kamar.
" Bang Maya pergi dulu ya " kata Maya pamit hendak belanja.
" Maya sama abang aja, anak anak juga mau ikut belanja. Tadi katanya Queen mau beli coklat " kata Ryan yang memakai kaos simpel.
" Hah......kok abang ngak bilang kalo mau ikut. Kan Maya mau kepasar tradisional bang. bukan ke mall " kata Maya terkejut.
" Ngak masalah " kata Ryan yang masih memakai baju rumahan.
__ADS_1
" Yah sudah ayo mumpung masih siang " kata Maya. Yang ingin kepasar tradisional
Lalu mereka pun memakai dua mobil . Maya sekeluarga dikawal kim dan Jhon. Sedangkan bi Marni Mumun dan Nia ikut mobil yang dibawa Jeff.
Maya dan bi Marni lebih dulu membeli buah buahan seperti alpukat, mangga anggur dan apel . Setelah itu membeli sayuran dan daging . Maya yang kalap melihat buah murah memborong beberapa peti. Dan memilih yang bagus. Dan juga yang masih mentah dan tua. Agar tidak cepat busuk.
Sedangkan Kim dan Ryan melihat penjual ikan hias dan burung.
" Wah bagus pah boleh beli ngak " kata Queen senang yang melihat ikan hias yang berwarna warni.
" Terserah tapi di masukan dikolam.ikan koi saja . Agar bisa hidup bebas . Ngak usah pake aquarium " kata Ryan.
" Asyik ....ya pah " jawab Queen.
Aska yang sudah biasa kepasar sering diajak Maya hanya santai. Ia hanya melihat lihat saya. Sedang si kembar sibuk memilih milih ikan hias.
Lalu setelah membeli beberapa ikan hias, Kim mengajak anak anak tuannya itu kepasar ikan basah. Yang bermacam macam ikan laut dan ikan tambak. Membuat si kembar heboh karna melihat ikan yang besar besar.
" Wow....besar sekali pah " kata Rey. melihat ikan tuna dan ikan pare
Ryan yang pertama kali kepasar ikan hanya diam. Karna mencium bau amis yang menyengat. Apalagi bermacam macam ikan segar dijual.
" Wow....pah aku mau lobster " kata Queen yang melihat lobster besar besar.
" Beli kalo mau, Kim tanya kan per kilo berapa ?" tanya Ryan menyuruh Kim membeli lobster segar .
" Baik tuan, biar saya tawar dulu " kata Kim.Yang lalu menanyakan harga lobster sekilo dan menawarnya.
Setelah menawar .Ryan pun menyuruh Kim untuk membeli 10 kilo. Yang di beri peti kemas Agar Lobster tetap segar. Lalu setelah membayar. Kim menyuruh seorang buruh angkut untuk mengantarnya kemobil. Dan Ryan kembali berkeliling. Melihat lihat ikan yang lain bersama anak anaknya.
Maya yang sudah membeli daging dan ayam kampung . Menyuruh Mumun dan Nia untuk mengantarnya ke mobil . Sedangkan ia dan bi Marni mencari bumbu dan rempah rempah dapur. Juga ikan tambak segar untuk stock
" Non ini aja masih segar " kata bi Marni yang menuju gurami ikan kesukaan Tan . Fan Rey menyukai ikan Nila..Sedang Aska semua suka. Apa yang ada ia makan. Tampa pilih pilih makanan.
" Iya bi langsung kasih peti kemas aja ambil 10 kg masing masing " kata Maya. Yang minta agar ikan langsung dibersihkan dan sesampai dirumah tinggal dibumbui dan disimpan di freezer.
Bi Marni pun juga memilih ikan laut segar. Lalu setelah itu selesai membayar. Maya mencari sayur dan bahan kue
" Murah ya bi, ketimbang di mall .Harganya cuma separo " kata Maya yang lama tak kepasar tradisional.
__ADS_1
" Jelas non, mana segar dan baru juga tampa pengawet " kata bi Marni. Sambil menunjuk pete dan bumbu dapur.
" Hehehe....itu buat bi Marni aja didapur. Bang Ryan pasti ribut nanti kalo Maya makan pete " Kata Maya terkekeh. Karna suaminya itu tak pernah makan yang begituan. Maya pun harus makan sembunyi sembunyi .Menunggu Ryan pergi keluar kota .Kalo ingin mencuri curi makan pete yang menurutnya mengudang bau mulut.