
Ryan terbangun tengah malam . Ketika rasa kantuknya hilang. Dan melihat sekelilingnya.
" Astaga ada apa dengan ku " bathin Ryan .yang mengingat ia akan mengantar Rara kerumah sakit .
" Kenapa bisa ada dirumah " kata Ryan yang lalu mencium kening Maya . Yang masih terlelap. Lalu kembali untuk tidur lagi.
*****
Paginya Ryan sudah siap dengan pakaian kantor . Karna Maya sudah menyiapkan semuanya.
" Kemaren abang kenapa ? kok bisa pingsan" Maya bertanya sambil memasang dasi Ryan.
" Hah......abang juga ngak tahu, tapi waktu itu abang di apartemen ........" kata Ryan yang ingin jujur tapi takut Maya curiga.
" Apartemen siapa bang ?" kata Maya menatap Ryan penuh selidik.
" Tapi kokn bisa abang sudah tidur dirumah ?" tanya Ryan
" Seharusnya May yang tanya abang kenapa pingsan dan dibawa kesini sama Kim dan Jhon . Dan lagi dokter sudah memeriksa abang .gak pa pa katanya " jelas Maya..
" Emang kemaren abang kemana? sama siapa ?apartemen siapa? .Apa janjian sama Rara " tanya Maya yang memberondong banyak pertanyaan
Deg......
" Ngak abang mau pulang tapi tiba tiba kepala abang pusing Dan setelah itu abang ngak ingat apa apa lagi ," kata Ryan .Menjelaskan.
" Ya sudah ayo sarapan bang .Pasti anak anak sudah menunggu kita di meja makan " kata Maya .
" Yuk......" kata Ryan yang lalu mengandeng Maya dengan rasa bersalah dan bercampur bingung . Menuju ruang makan.
*****
" Sebenarnya apa yang terjadi Kim " tanya Ryan ketika perjalanan menuju ke kantor
" Kenapa tuan bertanya dengan saya , harus nya tuan bertanya dengan Rara apa yang tuan lakukan di apartemen nya sebelum.saya menyusul " kata Kim.
" Kami tak melakukan apa apa Kim, aku hanya menunggunya berganti berpakaian di ruang tamu sebelah minum lalu aku merasa pusing setelah itu aku tak ingat apa apa lagi. " kata Ryan menjelaskan .
" Tuan yakin tak melakukan apa apa dengannya ?" selidik Kim tampa menoleh
" Kim.....kau kenapa? kata Ryan yang merasa terganggu dengan pertanyaan Kim.
" Huh......Saya bisa menjelaskan apapun tuan waktu saya naik kalian berdua sedang berciuman dan dia duduk dipangkuan tuan dengan celana resleting yang terbuka dan wanita itu berpakaian seksi tampa bra ":jelas Kim.
"'Kim..........!!!!" bentak Ryan cukup keras membuat Kim mengerem mobilnya mendadak.
__ADS_1
Cit..........mobil pun berhenti .
" Kim apa apan ini " kata Ryan yang sedikit emosi. Padahal selama ini Ryan tak pernah membentak Kim selama ia bekerja dengan Ryan selama 12 tahun lebih .
" Tapi itu yang sebenarnya terjadi tuan.Dan saya tidak berbohong " kata Kim. Lalu kembali menjalankan mobilnya
" Apa nona Maya tahu?" tanya Ryan menatap tajam Kim.
" Apa perlu saya memberitahukan nya " kata Kim Yang melirik Ryan .
" Jangan tidak perlu " kata Ryan yang terdiam. Karna tak mungkin Rara melakukan hal seperti. Dan Ryan tak percaya. Karna yang Ryan tahu. Rara gadis yang baik. Tapi setelah Kim menceritakannya Ryan bingung sendiri.
Ryan hanya diam tak bicara lagi sampai tiba di kantor ia langsung membuka pintu mobil. " pulanglah nanti aku akan menghubungi mu bila mau pulang " kata Ryan ketika hendak turun .
" Baik tuan " kata Kim. Seraya Mengepalkan tangannya .
" Kau mencintainya atau kasihan padanya tuan. Aku tak tahu Tapi bila terjadi sesuatu pada rumah tangga mu aku tak mau ikut campur " bathin Kim yang memutar mobil lalu meninggalkan perkantoran Lee group. Menuju rumah utama.
Sedang di rumah. Maya baru saja selesai menelpon sang ibu di kampung Dan juga menelpon Bima Dan menanyakan kabarnya.
Serta tak lupa menanyakan kandungan Nur
Yang sudah semakin membesar.
Setelah itu Maya ke villa belakang mengantar hadiah untuk Mischa ditemani Ima. karna ia sengaja belanja kemaren Untuk membelikan hadiah.
" Ini hanya sebagai tanda mata saja, kan kalian pulang besok .Jadi itu bisa sebagai kenang kenangan " kata Maya.
" Trimakasih mba May ,saya sudah merepotkan mba Maya. " kata Misha tulus.
" Sama sama , oh ya Lim kemana ?" tanya Maya. Yang melihat Kim tak kelihatan.
" Kak Lim tadi pergi kekantor sama Jhon katanya mau izin pulang sekalian ada urusan sebentar " kata Mischa.
" O gitu. ya oh ya yuk kita makan siang kalo mau bareng .ajak anak anak juga " kata Maya
" Iya mba nanti nanti kami susul biar aku bereskan ini dulu dikamar " jawab Mischa.
" Baiklah ayo Ma , kita duluan kami tunggu " kata Maya .Yang lalu pergi meninggalkan Mischa yang merapikan pemberian Maya.
" Ya ampun bagus bagus, kak kIm benar Mba Maya orang nya baik dan royal " kata mischa yang juga mendapat hadiah kalung indah.
Sedangkan dikantor .Ryan ngobrol dengan Lim juga Alex dan Didi. membicarakan tentang kepulangan Lim yang akan berangkat besok .
Dan juga membahas perkembangan perusahan yang di pegang Lim. Dan juga yang di tangani Bima. Tampa terasa waktu berjalan cepat dan untungnya pekerjaan mereka sudah selesai.
__ADS_1
" Drt.....drt ......"
Ponsel Ryan pun bergetar ketika ia beranjak hendak pulang ." ya ra ada apa " kata Ryan yang sudah bersiap siap hendak pulang karna hari ini pekerjaannya tak banyak.
":Aku mau minta maaf atas kejadian kemaren yan. Bisa kita bertemu biar aku jelaskan semuanya " kata Rara.
" Baiklah aku akan menemui mu, kau dimana ?" kata Ryan .
" Aku lagi di mall xxx " kata Rara dari sebrang sana .
" Baik " kata Ryan .yang memutuskan pembicaraannya . Lalu pulang bersama Lim dan Jhon.
" Jhon antar aku ke mall xxx sebentar ya, setelah kau mengantar Lim kau kembali untuk menjemput ku " kata Ryan .
" Baik bos siap " jawab Jhon. . Lalu ketiganya pun masuk mobil..
******
Maya yang sedang berjanji dengan Desi lupa kalo hari ini mereka harus mengambil gaun untuk reuni Sedang kan milik Vani sudah lansung jadi .
" Ya sudah Des, lho kesini naik taksi. Terus kita ke butik Untuk ambil gaun biar anak anak mu Main disini dulu " kata Maya.
" Baik nyonya Lee gue otw " kata Desi dari sebrang sana.
Maya langsung menganti pakaiannya. untuk pergi sebelum Desi datang. Dan ia juga sekalian mau mampir ke mall untuk membeli jajanan untuk anak anaknya.
****
" Itu ceritanya yan, maaf bila kau salah paham " kata Rara pelan dengan raut sedih
" Tapi kenapa berbeda dengan cerita Kim " kata Ryan.
" Ah mungkin dia tak senang dengan ku padahal aku pergi kerumah sakit sendiri Setelah kau pulang " kata Rara lirih.
" Ya sudah jangan diambil hati, kebetulan di mall ayo ku temani belanja sambil menunggu sopirku datang " kata Ryan yang tak tega melihat Rara sedih.
"'Ya ampun yan kau baik sekali ayo " kata Rara yang beranjak dari kursi lalu mengandeng mesra tangan Ryan. Karna itu kesempatan emas buatnya.
" Ra biasa aja , ngak enak di lihat orang " kata Ryan merasa tak enak
" Ya ampun yan biasa aja lagi, ngak ada yang
perduli ini. Ini kan mall tuh lihat mereka aja mesra " kata Rara yang merangkul mesra lengan Ryan menuju toko tas branded .
Bersamaan dengan Maya dan Desi yang baru keluar sehabis membeli jajanan dan makanan ringan untuk anak-anaknya
__ADS_1
Deg ......
Bukannya itu bang Ryan " kata Maya yang melihat Ryan di gandeng wanita cantik dan keduanya terlihat mesra