Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 370


__ADS_3

Setelah Alex dan Didi datang mereka berempat . pergi makan di luar .Sambil membahas masalah cabang baru yang kini lagi berkembang pesat .


Sepertinya kita akan banyak hoki nih Bim cabang mu sudah bisa berjalan normal " kata Alex menyindir Bima. Ketika mereka makan siang bersama . Ada Kim dan Jhon juga yang ikut bergabung mengawal sang bos.


" Kan Bima masih proses belajar bang , harus nya bang Alex tuh yang disana kan gajinya Lumayan " kata Bima.


" Yah jangan ditawarin Bim, dia ngak mau pindah kemana mana Betah sama bos dan ngak bisa jauh " sindir Didi


" Alah... kaya lho engak aja di , coba bos kirim dia ke Brunai sana mau ngak " kata Alex


" Ogah....... malas jauh dari bini repot lagi . Masa mulai dari awal Mana Vino dan adiknya sudah sekolah . Kalo pas kaya Bima kan masih bisa santai ya kan Bim " kata Didi


" Ya kan Bima mulai dari nol bang, memang benar sih kata bang Didi kalo sudah nyaman dan betah. Walau gajinya pas pasan tetap dilakoni " kata Bima


" Mereka nggak betah jauh dari istrinya


Bim lagian sudah tua kata nya " kata Jhon yang ikut menimpali Karna dia dan Kim juga diajak makan siang sang bos


" Hahaha ........ kaya kamu ngak aja Jhon emang kamu mau di kirim ke amerika tuh Lim lagi butuh " kata Alex


" Wah jauh bang repot " kata Jhon.


" Tuh kan sama tetap ngak mau jauh sama bos " sindir Didi.


" Sudah ngak usah dibahas kalo ada yang mau saja lagi pula kalian sudah biasa disini jadi biar yang muda saja yang berangkat " kata Ryan.


" Sayang nya saya ngak gerti bisnis tuan kalo bisa . Ngak masalah hitung hitung lihat dunia luar " kata kim ikut bicara.


" Ck...... gaya mu Kim malah kamu yang sering wara wiri Ngantar bos bilang ngak pernah lihat dunia luar" sindir Alex sambil menghabiskan makanannya


" Hahaha......... ngiri ni ye " ledek Didi


" Lagian pake bilang ngak pernah pergi pergi. " kata Alex


" Kan saya bilangnya ngak pernah sekali bang " kata Kim memainkan alisnya terkekeh


" Hadeh....... atau mau gantian bang , biar bang Alex yang pergi kita jaga kantor " goda Jhon


"' Yah ........... alamat kacau kantor gue Jhon sama lho, bukan nya beres malah hancur kaya kapal pecah " kata Alex Yang membuat semua orang tertawa .


" Tahu gitu pake nawarin " kata Kim terkekeh.


Hahaha..... kalian ini bisa aja, Oh ya Bim

__ADS_1


Kudengar dari Salman kakek dan Nenek nya Nur tinggal di rumah ustad Rahman. Oh ya gimana Ustad Rahman sudah baikan " tanya Ryan.


" Sudah mendingan bang cuma tinggal pemulihan " kata Bima


" Syukurlah mudahan cepat sehat " kata Ryan


" Iya bang " kata Bima.


" Ya sudah kita balik ke kantor Kim " kata Ryan ketika makan siang selesai


" Baik tuan " kata kim yang lalu beranjak dari tempat duduknya . Dan menuju mobil


Sedang Alex dan Didi membayar semua makanan dengan kas kantor. Dan setelah selesai keduanya pun menyusul .


Jhon membuka kan pintu buat Ryan . Sedangkan Bima masuk dari pintu sebelah kiri . Dan setelah .masuk mereka pun kembali menuju kantor..


Ryan langsung kembali keruangannya di temani Kim .Sedang Bima pulang kerumah sakit diantar Jhon.


******


Dirumah sakit Nur termenung seorang diri.


Sedang abi nya tidur setelah makan dan minum obat. Nur memikirkan perkataan Atiqah yang membuatnya mengelengkan kepala berkali kali.


" Masuk " kata Nur yang malas berdiri karna mengira perawat yang datang.


" Assalamualaikum " kata Salman dan Altaf yang datang bersama.


" Kak bang , masuklah silahkan duduk " kata Nur .Yang ingin berdiri tapi.....


" Sudah de duduk saja " kata Salman yang masuk bersama Altaf. Lalu duduk di sofa .


" Bima kemana de Nur " kata Altaf


Deg..........


" Tadi kekantor group Lee bang katanya ada yang mau dibicara kan " kata Nur yang terlihat sedih.


" Kok sedih Nur Apa ngak senang kakak datang " kata Salman sambil menaruh tasnya di atas meja.


" Kak apa benar kakek mau minta uang sama suami Nur sebanyak 2 milyar kak..Masa tega kak apa mereka mau mencekik Nur sama Bima " kata Nur lirih


Salman dan Altaf pun saling pandang ..Lalu Salman membuang nafas kasar Karna tak mungkin lagi dia mengelak . Karna Nur sudah tahu.

__ADS_1


" Siapa yang mengatakan itu pada Nur " tanya Altaf seraya menatap Nur.


" Kak Atiqah " kata Nur pelan.


Salman hanya mengelengkan kepala karna sebenarnya Ia tak ingin Nur tahu. Tapi ia juga tak bisa menyembunyikan kan nya karna Atiqah sudah mendengar semuanya.


Padahal ia ingin masalah ini hanya dibicarakan antar pria Karna bukan masalah kesanggupan .Tapi untuk bicara keikhlasan memberi. Dan ia tak mau Nur menjadi beban . Merasa bersalah pada suaminya. Tapi keputusan ada ditangan Bima. Karna Bima sendiri yang menawar kan atas permintaan kakek Nur.


" Kak kenapa kakek tega pada Nur begitu Nur malu " kata Nur tertunduk sedih.


" Nur..... jangan sedih pasti semua ada jalan keluarnya Biar nanti kita bicara baik baik pada kakek ya " kata Altaf yang tak tega melihat adik sepupunya itu.


" Ya Nur ....abang benar kita akan bicara baik baik nanti. ya. " kata Salman Lalu merangkul Nur agar adiknya itu tidak sedih.


Tak lama mereka ngobrol terdengar bunyi Salam dari depan pintu.


" Walaikum salam " kata Nur


Cek lek


" Aby " kata Nur yang berdiri menyambut suaminya itu Dan lalu mencium takzim punggung tangan Bima.


" Nur sudah makan ?" tanya Bima


" Sudah by trimakasih kirimannya , abi makan dengan lahap kata nya menunya enak " kata Nur .


" Syukurlah kalo abi senang ' kata Bima yang lalu menyalami Salman dan Altaf.


" Sudah pulang kerja atau lagi makan diluar bang kak ?" tanya Bima.


" Baru habis makan siang Bim lalu kita mampir kesini " kata Salman.


" Oh...ya apa kak Salman sudah bicara dengan kakek " kata Bima. Yang membuat Nur menatap suaminya itu. dengan lekat.


" Sudah Bim tapi.....


" By...... " kata Nur mengeleng kan kepalanya.


Bima yang bisa mengerti sikap istrinya itu pun lalu mendekati Nur dan lalu merangkul istrinya itu. dan mengusap tangannya yang dipegang Bima.


" Aby ngak papa . Nur ngak perlu memikir masalah kakek disini ada abang dan kak Salman jadi Nur tenang ya " kata Bima yang ngak mau istrinya itu kepikiran dan menjadi beban Apa lagi Nur sudah mau melahirkan .Hanya tinggal menghitung hari.


" Tapi by mereka sudah diluar batas dan keterlaluan sama aby .Dulu saja mereka menjelek jelek kan aby tapi sekarang mereka butuh mereka seenaknya " kata Nur terisak sedih . Membuat Bima merengkuh tubuh Nur dalam pelukan nya dan mencium kepala Nur yang tertutup jilbab. Membuat Salman dan Altaf terdiam

__ADS_1


Tak bisa berkata kata melihat adiknya itu terisak dalam dekapan Bima.


__ADS_2