Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 230 Usaha Nur


__ADS_3

Bima baru saja turun dari ojek . Menuju sebuah rumah. Sesuai dengan alamat yang diberikan istrinya. Bima sampai di halaman yang cukup besar. Rumah itu 3 x dari rumah kontrakannya.


" Assalamualaikum " kata Bima memberi salam.


" Walaikum salam " kata seseorang menyahut dari dalam .Lalu bergegas keluar.


" Maaf bu mau tanya apa benar ini rumah Nurul azizah putri pa Rahman adik kak Salman " tanya Bima memastikan.


" Benar den, den ini siapa ya.? " wanita baya itu.


" Saya suaminya Nur bu, Nur nya ada " tanya Bima menatap wanita baya itu kebingungan.


" Mb Nur ngak ada disini den.Neng Nur cuma sehari disini. Trus ngak tahu kemana Mungkin balik ke kostnya dikota " kata wanita itu. Yang juga kaget .Kalo Bima mengatakan dirinya suami Nur.


" Hah......apa benar bu. Trus orang tua Nur kemana ya bu ?" tanya Bima penuh selidik dan juga kaget. Karna Nur tak ada dirumah orang tuanya.


" Ustad Rahman baru saja keluar sama ustad Salman mau menjemput umi Syifa dirumah orang tuanya.


" Ya sudah kalo begitu saya permisi " kata Bima yang kecewa karna tak bertemu dengan Nur. Di rumah orang tuanya.


" Ya Allah kamu dimana Nur , Aby nyari kemana? trus gimana kita berangkat " kata Bima bingung . Karna tidak tahu keberadaan istrinya.


..............................


" Akh...........sakit " aduh Nur ketika terjatuh.


" Nur " kata umi.Yang tergopoh gopoh mendekati Nur.


Nur bergegas bangun . Dan matanya melihat taxi dari kejauhan. Tak dihiraukannya darah yang merembes di baju nya.Lalu bangkit dengan meringis. Sambil menahan rasa sakit diperutnya. Dan berjalan cepat kepinggir jalan.


" Nur...berhenti nak ..!!" teriak umi Syifa yang mengejarnya bersama seorang pelayan.


Tak Nur tak perduli. Umi yang melihat Nur berjalan tertatih dengan darah yang menetes berusaha berlari mengejar putrinya.


" Taxi " kata Nur yang menahan Taxi . Yang akan lewat. Yang lalu berhenti . Nur pun bergegas masuk.


" Cepat jalan pa" kata Nur sambil meringis.


Taxi pun kembali melaju Meninggal umi yang mengejar Nur . Yang masuk dengan cepat . Yang membuat umi menangis melihat putrinya itu Yang tergopoh gopoh tampa sadar darah menetes kemana mana.


" Nur..........Nur.........!!!" teriak umi terduduk di tanah dengan menangis sejadi jadinya.


Tak lama sebuah mobil berhenti. Dan Salman juga ustad Rahman keluar dari dalam.mobil.


" Astagfirullah umi , apa yang terjadi" kata abi Rahman. Yang lalu mendekati sang istri.


" Ya Allah ada apa, kenapa ?" tanya Salman yang juga menatap pelayan sang kakek.

__ADS_1


" Nur kabur den " kata pelayan itu.


" Astagfirullah kabur gimana? ada apa sebenarnya?" tanya Salman menatap pelayan itu tajam Dan tampa sengaja Salman melihat darah yang terlihat jelas di lantai jalan dari rumah sang kakek


Deg.......


" Inalilahi itu darah siapa ? " tanya Salman.


Sedangkan umi syifa makin tersedu sedu . Ketika Salman bertanya .


" Astagfirullah umi" kata abi rahman yang lalu mengangkat tubuh istrinya .


" Itu darah Nur tuan " kata Pelayan .Yang membuat abi Rahman dan Salman kaget secara bersamaan .


" Nur.......apa yang terjadi, Umi jawab ada apa ?" tanya abi. sambil menatap wajah umi syifa.


" Nur ....Nur jatuh dan pergi " kata umi tergagap.


" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata Salman.


" Jadi Yang naik taxi tadi Itu Nur " tanya abi pada umi .Yang memang sempat melihat taxi dari kejauhan.


" Iya bi" kata umi terisak.


" Ya Allah ,Salman susul taxi itu cari Nur cepat " kata abi panik.


.......................................


Sedangkan Nur sudah hampir sampai terminal.


"Neng ini mau kemana " kata sopir taxi. Yang berhenti dekat terminal bis. Karna tadi Nur .Sempat minta ke terminal.


" Antar kan saya ke bandara saja pa .Saya ngak kuat naik bis .Tolong saya pa " kata Nur yang melepaskan cincin dan mengambil beberapa lembar uang didalam tasnya.


" Ini bayarannya pa tolong saya . Antar.kan saya ke bandara " kata Nur yang menahan sakit diperutnya.


Sopir itu pun menerima cincin dan uang yang disodorkan Nur . Dengan rasa iba ia pun menjalan mobil untuk menuju bandara internasional.


" Tapi neng kayanya neng kesakitan apa tidak kerumah sakit dulu neng. " tanya sopir taxi itu khawatir


" Saya mau bertemu suami saya pa, tolong pa" kata Nur terisak sambil menahan sakit.


" Ya neng " kata sopir itu yang iba pada Nur yang terisak .Dan juga menahan sakit.


" Cepat ya pa saya ngak kuat , nanti suami saya pergi.Nanti saya tak sempat bertemu pa " kata Nur sambil menangis.


Seperti ada benda tajam menusuk hati sang sopir Mendengar isak tangis Nur .Yang begitu menyayat hati. Entah apa masalahnya Sopir itu hanya fokus mengantar Nur ke bandara. Yang menurut sang sopir .Nur mengejar suaminya yang ingin bertemu. Mengisyaratkan akan pergi jauh. Hingga penumpangnya itu nekat mengejarnya.

__ADS_1


..........................


Disisi lain Bima baru saja menurunkan kopernya. Hatinya resah kalo juga belum ada kabar dari sang istri.


" Ya Allah Nur maaf kan aby Aby ngak tahu kamu dimana. Tapi Aby harus berangkat. Nanti setelah sebulan Aby akan menjemput mu" kata Bima dalam hati. Karna ia tak tahu Nur dimana. Yang ia tahu . Nur menginap dirumah sang kakek. itu terakhir kalinya Nur menelponnya. Setelah itu tak ada kabar lagi. Dan ponsel Nur juga nggak aktif.


" Om Bimbim.......!!" teriak Queen yang berlari mengejar Bima . .Karna kakak dan ibunya juga para krucil .Berjanji mengantarnya sampai bandara.


" Hai sayang sini. " kata Bima yang langsung memeluk ratu Lee kecil itu.


" Lho mana Nur Bim, Kau bilang dia ikut " kata Maya bertanya.


" Bim ngak tahu kak , Bima sudah menjemputnya tapi Nur ngak ada dirumah orang tuannya " kata Bima jujur.


" Astagfirulah ,lalu kamu ngak mencarinya Bim " tanya Bu Lastri.


" Bima bingung bu, nyari kemana ? ponselnya ngak aktif " kata Bima


Ya ampun nak, terus gimana" kamu tinggalin istrimu ...!!! apa sudah menghubungi teman temannya " tanya bu Lastri menatap nanar putra bungsunya itu.


" Sudah bu tapi mereka bilang Nur belum pulang dari rumah orang tuanya. " kata Bima sendu. Lalu duduk di sebuah kursi tunggu.


Maya langsung menatap sang ibu. Begitu juga ibunya. Yang merasa ada sesuatu yang tak beres terjadi.


":Lalu kau akan berangkat Bim " tanya Maya lagi.


" Iya kak, kan ngak mungkin Bima membatalkan tiket yang sudah dibeli .Apalagi mahal " kata Bima. Yang tahu harga tiket sekitar 12 jutaan .


Dan lagi tiket sudah kebeli untuk dua orang .Untuk dirinya dan Nur. Delapan jam perjalanan Ke Dubai dengan kelas bisnis .Tak mungkin di sia siakan Bima. Apa yang harus ia katakan pada bang Ryan. Kalo ia membatalkan sepihak. Sedangkan semuanya sudah siap.


" Kenapa ngak cerita dari kemaren Bim, kakak kan Bisa bantu nyari Maya . Kakak takut terjadi apa apa padanya. Apalagi dia berbadan dua " kata Maya


Bima pun terdiam .Pikirannya pun tak jauh dari pemikiran kakaknya Maya. Tapi ia juga bingung harus mencari kemana. Dan tiba tiba........


" Aby........ Aby......... panggil Nur yang berjalan terseok seok.


" Nur ...........!!!!" kata Bima yang langsung berlari mendekati Nur yang hampir limbung


" Nur........kamu kenapa ? " tanya Bima yang menangkap tubuh Nur.


" Aby jangan tinggali Nur.... Nur takut " kata Nur yang langsung tak sadarkan diri.


" Nur.........Nur........


":Astagfirullah ........ Kim cepat bantu Bima " kata Maya berteriak melihat darah yang merembes dari kali Nur .


" Inalilahi .........Cepat bawa ke klinik terdekat " kata Bu Lastri Yang mendekati Bima.

__ADS_1


" Ayo Bim " kata Kim .Yang lalu mengikuti Bima yang mengendong tubuh Nur.


__ADS_2