Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 503


__ADS_3

Didi dan Vani yang tidak tahu pun Hanya


bisa diam. Tak bicara apa apa.


" Kenapa Vino ngak bilang tadi ya mas bilangnya cuma mau kencan " kata Vani


" Sudah ngak usah dipikir nanti kita tanya baik baik aja . Pas Vino nya sudah pulang " kata Didi santai


" Iya mas, Vani sih ngak milih milih yang penting Vino nyaman dengan pasangannya dan juga bisa hidup bahagia " kara Vani


" Ya mas juga yang penting mereka bisa saling menerima dan memahami...Ngak masalah status nya apa " kata Didi. Yang belajar banyak dari bosnya yang hanya menikahi Maya kini mereka bisa hidup bahagia bahkan anak anak mereka juga


" Iya mas kita juga ingat ngak dulu " kata Vani Yang keciduk gara gara salah kamar yang membuat mereka menikah mendadak.


" Hahaha..... lucu juga ya waktu itu " kata Didi merangkul Vani.


" Iya kenangan yang ngak terlupakan akhirnya bisa jadi Vino dan Via " kata Vani terkekeh ..


" Ya namanya juga jodoh " kata Didi Yang mengingat ia pacaran lama Malah ngak berjodoh. Eh kenal Vani mendadak langsung nikah . Tampa pacaran .


" Iya mas Vani ngak nyangka kadang jodoh itu datangnya tiba tiba. saja " kata Vani terkekeh.


" Apa mau mengulang lagi kita keciduk " kata Didi .


" Ngak lah sudah tua mas " kata Vani tertawa. Yang lagi didalam mobil menuju rumah utama Lee Untuk membantu Maya membuat bingkisan lamaran Azzam . Dan kini semua anak anak mereka juga akhirnya ikut bahagia .


********


Di belahan dunia lain Amina sudah merasa tenang Mendengar kabar ayahanda dan ibunda nya baik baik saja


Mereka tinggal bersama Asyam di rumah pribadi tuan Ahmet sendiri. Yang kelak menjadi rumah Amina Karna rumah itu dibeli saat kelahiran Amina.


Dan hari ini Amina sedang mengecek kandungannya . Bersama Aska kerumah sakit diantar sopir perusahaan.


" Apa kita akan lama tinggal disini bi " kata Amina.


" Tidak juga kita hanya menunggu waktu yang aman untuk pulang " kata Aska merangkul bahu Amina. Dan Amina menyandarkan kepalanya ke bahunya Aska. Yang membuatnya nyaman karna Aska slalu mengerti perasaannya.

__ADS_1


" Habis dari rumah sakit nanti kita kerumah mami Tian ya sayang. Karna Beliau mengudang kita untuk makan malam . " kata Aska.


" Ya bi , aku juga ingin melihat butik mertuanya de Queen " kata Amina.


" Ya " kata Aska sambil mengusap perut Amina . Yang membuat Amina tersenyum .


"' Apa abi ingin anak perempuan juga " kata Amina menatap wajah Aska.


" Laki laki atau perempuan sama saja bagi abi . Yang penting mereka sehat Dan bisa jadi anak yang sukses kelak " kata Aska.


" Aamin " jawab Amina . Yang membuat Aska mencium pucuk rambut Amina.


Tak ada kebahagian bagi Aska bisa melihat istrinya itu aman Dan kedua orang tuanya baik baik saja Sampai hari ini .Aska masih menutup rapat cerita tentang keluargga mertuanya itu .Dan Aska juga meminta Azzam, om Bima dan tante Nur nya Untuk tidak bercerita tentang keluarga tuan Ahmet pada Papah dan mamahnya.


Karna tak ingin Amina bersedih. Dan Om Bima juga mengerti itu. Yang membuat Aska tenang . Apalagi Tian dan Queen juga bisa mengerti . Dan tak pernah ingin menyingung masalah itu didepan Amina .


Tak lama mobil pun sampai di halaman rumah sakit . Aska pun mengandeng mesra istrinya. menuju ruang pemeriksaan .


" Bayinya sehat tuan nona . Dia bayi yang Kuat dan tampan juga tak rewel " kata dokter


Dan ketika dokter menanyakan Amina tentang keluhan selama hamil Amina menjawab tak ada keluhan sama sekali


" Of course Miss. Aska . Anda juga sehat tak ada masalah dengan pinggul nya..Jadi bisa melahirkan normal ." kata dokter tersenyum.


" Ok trimakasih dok " kata Amina Yang lalu beranjak dari ranjang pemeriksaan


" Ini resep vitamin nya tuan nyonya " kara dokter .


" Ya dok terimakasih , kapan kami Kembali lagi dok " kata Aska.


" Kalo tak ada masalah paling menunggu sembilan bulan " kata dokter .


" Baik lah nanti saya akan menghubungi dokter lagi bila kami masih disini " kata Aska.


" Ya tuan dengan senang hati " kata dokter itu tersenyum ramah.


Lalu Aska dan Amina pun pulang Dan tak lupa mampir kerumah mami Sania untuk makan malam bersama Queen Tian dan Mami Sania .Yang membuat Mami Sania senang karna dikunjungi .Karna selama ini mami Sania Kesepian dan hanya Karyawan butik yang jadi temannya... Apalagi Amina adalah seorang desainer . Yang menjual desain nya ke merk merk terkenal di Amerika

__ADS_1


" Aku senang kalian bisa berkunjung kesini . Kalian masih lama kan disini " kata mami Sania.


" Ya lihat nanti mi, karna abi Aska hanya mengurus bisnis kami tidak akan lama Tapi kalo lama Juga ngak jadi masalah . Kami bisa main kesini lagi kan mi " kata Amina.


"' Iya sayang main lah kesini . Mami bisa belajar mendesain juga dengan mu " kata mami Sania senang.


" Iya mi " kata Amina. Yang membuat Queen tersenyum pada kakak iparnya itu.


" Wah Kakak jadi punya teman ngobrol . Dan bisa ngobrol tentang model dan juga trend masa kini ya kak " kata Queen .


" Ya apa kau juga tak ingin membuat butik sendiri " kata Amina.


" Mengurus perusahaan saja masih keteter bagaimana bikin butik kak " sahut Queen terkekeh


" Ya satu satu dulu biar nggak stres de, nggak usah terlalu sibuk apalagi sekarang sudah ada Tian ." kata Aska Yang tahu Queen masih tahap belajar Memimpin perusahaan juga.


" Iya nak santai saja jangan dipaksakan .


Biar kan semua nya berjalan seperti air yang mengalir . " kata mami Sania.


" Ya mi " kata Queen.


Lama mereka membahas tentang pekerjaan sampai akhirnya . Aska dan Amina pamit mau pulang keapartemen . Sebenarnya mami Sania menawarkan untuk menginap Namun Amina menolak karna merasa tak enak hati .


" Ya sudah kami pulang dulu ya mi kapan kapan kami kesini lagi " kata Aska.


" Ya nak mampir lah kesini lagi ya. Dan hati hati dijalan ." kata mami mengantar Aska dan Amina pulang . Sampai teras rumah. Sedangkan Tian dan Queen menginap di rumah mami Sania.


*******


Sedangkan disisi lain Damar baru saja pulang dari kantornya . Ketika Kayla menghadang jalan motor nya.


" Kak Kay kenapa menghalangi jalanku " kata Damar yang tak senang melihat mantan tunangan kakak nya itu.


" Katakan dimana Yuda dulu Baru aku minggir " kata Kayla yang tak pernah bertemu Yuda lagi bahkan ketika ia menemui Reni Reni tak menggubris nya .


" Dia pergi keluar negri untuk melupakan mu puas . Jadi minggir lah " kata Damar yang menghidupkan mesin motornya kembali.

__ADS_1


Kay pun minggir dan pergi dari tempat itu dengan menangis Menyesal atas apa yang ia lakukan. Andai saat itu ia mau menikah Sederhana mungkin ia sudah menikah dengan Yuda Dan bisa hidup lebih baik dari pada menjadi kupu kupu malam .Dengan penyesalan yang mendalam. Dan tangis nya sudah tak berguna lagi. Karna nasi sudah menjadi bubur tak mungkin mengulang waktu..


__ADS_2