Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 209 Bima Resah.


__ADS_3

Salam guys....semoga kalian sehat slalu trimakasih sudah mampir karya ku , jangan lupa like dan votenya ya.......


***


Bima melangkah gontai memasuki kelasnya.


Perasaan nya gelisah. Mendengar Nur sakit dan tak bisa kuliah. Gadis yang sudah ia rampas kehormatannya itu.


" Ya Allah aku harus bicara dengannya . Dan dan bertemu dengannya. Menjelaskan semuanya " kata Bima . Yang lalu duduk dikursinya.


" Dari mana Bim?" tanya Andra yang baru saja masuk kelas.


" Dari perpus mana wandi ?" tanya Bima . Karna Andra masuk kelas seorang diri.


" Biasa tuh anak lagi pedekate sama gadis sebelah " kata Andra . Yang duduk disebelah Bima dan Amin


" Bujur boneng.....nekad aja tuh anak, sudah dibilangan juga masih ngeyel aja " kata Amin ngedumel.


" Biasa lah kalo nanti sudah hilap baru tahu rasa " kata Andra.


Bima yang mendengarkan ucapan kedua temannya itu diam. Karna serasa ada belati menusuk jantungnya. Yang membuatnya hatinya serasa perih.


Bagaimana tidak . Nur tidak datang kuliah hari ini. Tentu saja sudah membuatnya gelisah. Apalagi nanti kalo gadis itu hamil. Bima tak bisa berbuat apa apa. Dan ingin bertemu muka pun rasanya ia tak sanggup ..Karna merasa sangat bersalah. Dan Bima bingung harus bersikap bagaimana.


" Kenapa lho Bim, kok muka lho kusut gitu ?" tanya Amin menatap Bima yang berbeda dari sejak berangkat tadi.


" Ngak pa pa cuma kurang enak badan " kata Bima lesu.


" Nah lho jangan sampai tuh obat bereaksi lagi .Bisa kiamat kita pas lagi belajar " kata Amin.


" Jangan sampe deh Tapi lho normal kan Bim" kata Andra yang lalu memegang kening Bima yang tak panas.


" Efeknya tadi malam gimana. serasa panas ngak ?" tanya Amin.


" Aku lupa , ketika sadar aku langsung pulang ke kost " kata Bima.


" Syukurlah " kata Andra Yang lalu membuang nafas kasar.


Tak lama setelah itu dosen pun masuk kelas. Dan memberi mata kuliah.


.................................


Dua hari berlalu. Nur sudah bisa beraktivitas lagi..Dia belum siap menceritakan masalah nya pada siapa pun. Termasuk Amel sahabat karibnya itu. Perasaan nya masih bingung dan bercampur aduk. Hati nya juga gelisah takut itu menjadi aib dan bom waktu. Kalo nanti ia hamil.


Namun Nur mencoba bersikap tenang Sambil mencari jalan keluar. Yang sampai kini belum ia putuskan. Apalagi Nur tidak tahu siapa pria yang menidurinya malam itu.

__ADS_1


" Nur ayo kekantin " kata Amel.ketika mata kuliah selesai.


" Duluan aja mel, aku mau kekamar kecil sebentar ya " kata Nur .


" Ya sudah aku tunggu ya ngak.pake lama . Kamu mau pesan apa ?" tanya Amel .


" Yang biasa " kata Nur. Lalu bergegas menuju kamar kecil..


Nur baru saja hendak keluar .Ketika melihat Caca ditarik seorang pria. Nur pun kembali menutup pintu wc karna takut.


" Apa sih kamu dra , sakit tahu " kata Caca yang mencoba berontak


" Lho cewek brengsek, ngapain juga ngasih obat perangsang ke minuman Bima. Dasar perempuan murahan." kara Andra


" Heh....ngak ada korban ini. Lagian bukan lho yang minum kok lho yang sewot " kata Caca nyolot.


" Hei ca, gue peringat kan lho ya kalo ada korban perempuan dilecehkan karna Bima maka lho yang bakal masuk penjara. Karna gue yang jadi saksi lho memberikan obat perangsang dan memakainya. Lho gila ya kalau rusak ke club malam aja .Jangan dikampus .Kasihan orang yang tak berdosa ikut keseret. " kata Andra emosi.


Deg.


Nur yang mendengar pembicaraan itu pun langsung menutup mulutnya dan menangis. Mendengarkan siapa pelakunya.


" Lah gue yang naksir Bima kenapa lho yang sewot , lagian dia ngak kenapa napa ?" kata Caca. kesal. Lalu mendorong tubuh Andra kebelakang.


Andra menarik Caca lagi .Dan mencekik lehernya. Dan tiba tiba Amin dan Bima datang menghampiri keduanya.


" Biarkan saja dasar perempuan murahan " kata Andra kesal.


" Sudah dra lepaskan . Kita bisa bicara baik baik " kata Bima.


" Akh.....lepas " kata Caca yang lalu menendang perut Andra dan cepat keluar dari tempat itu Meninggalkan ketiga nya.


" Kenapa sih kalian menahannya " kata Andra kesal.


" Sudah ini kampus dra, malah bisa berabe kita bila ketahuan orang banyak . Malu yang kita dapat " kata Amin.


" Ya dra sabar " kata Bima.


Nur yang mendengar semuanya pun langsung menangis. Dan lalu keluar dari kamar mandi. Kini Nur tahu siapa pelakunya dan ia juga menjadi korban.


Ceklek......


Nur pun cepat pergi dari situ. Namun Bima yang mengenali Nur langsung tersentak kaget. Dan mengejar gadis itu.


" Nur....... Nur ..... tunggu " kata Bima yang melihat Nur berlari.

__ADS_1


Namun Nur terus berlari menuju taman. Tak memperdulikan panggilan Bima. Yang lalu menangis duduk dibawah pohon.


Bima yang mengikuti Nur pun mendekati Nur.


Andra dan Amin yang mengikuti Bima. Langsung ingin ikut mendekati keduanya.


" Min kita disini aja, pasti ada yang terjadi. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya." kata Andra


" Tapi ada masalah apa ? tunggu......jangan jangan ." kata Amin .


Andra dan Amin pun saling tatap. Karna memang Nur terlihat menangis ketika keluar mendengarkan pembicaraan mereka.


" Nur aku minta maaf, aku akan bertangung jawab. " kata Bima lirih dengan suara pelan.


Hiks.....hiks.....hiks.....


Nur tak menjawab tapi makin kencang menangis. Membuat Bima tak tega mendengar tangisan sendu Nur.


" Ku minta maaf sekali lagi. Ini semua terjadi di luar kesadaran ku. Tadi nya aku berniat menolong mu yang pingsan tapi........


" Cukup......tak perlu diteruskan. Tak ada apa apa yang terjadi. " kata Nur yang masih terisak


Mengingat Bima juga masih kuliah dan sama seperti dirinya. Bagaimana bisa Nur ingin menuntutnya. Apalagi ia juga sudah mendengar semuanya. Kalo .Bima juga korban Caca.


" Tapi Nur. aku siap mempertanggung jawabkan semuanya " kata Bima bersungguh sungguh.


" Tapi .....aku masih ingin kuliah dan mengejar impian ku. Aku tak ingin menikah . Kau tak perlu bertanggung jawab . Karna itu juga bukan salah mu " kata Nur sambil terisak.


Bima pun terdiam . Dia tahu pasti lah hati Nur sangat hancur saat ini..Apalagi ia ingin mengejar mimpinya. Seperti yang Nur katakan. Rasa bersalah pun makin membuat Bima serba salah. Dan tak tahu harus berbuat apa.


Lalu Bima pun berbalik badan. Meninggalkan Nur yang masih menangis. Yang lalu didekati Amin dan Andra dua sahabatnya itu. Yang juga sudah mendengar jawaban Nur.


" Sudah bro ,biarkan dia tenang dulu. Beri dia waktu untuk berpikir. Tak ada yang bisa kita lakukan sekarang ini. Lho harus berpikir jernih dan tenang dulu. Setelah itu baru kita bicarakan dari hati kehati." kata Andra.


Bima pun hanya diam lalu berjalan di dampingi Andra dan Amin .Menuju kelas mereka. sedangkan Nur masih menangis seorang diri.


Sedangkan dikantin Amel gelisah menunggu sahabatnya itu. Berkali kali Amel menengok kiri kanan .Namun yang si tunggu belum muncul juga.


" Hei Dit, lho lihat Nur ngak tadi pas mau kesini " tanya Amel pada teman sekelasnya.


" Lihat tadi lari ke taman ,kaya nya lagi nangis tuh dikejar anak Ilmu komputer " kata Dita.


" Hah......kok bisa " kata Amel lalu bergegas meninggalkan kantin. Dan tak memikirkan lagi Bakso yang berada di atas meja.


" Ya ampun kenapa lagi tuh anak, ada apa sih dengannya ?" kata Amel penuh tanda tanya .

__ADS_1


Karna memang beberapa hari ini Nur terlihat berbeda. Dan mudah menangis. Entah apa yang terjadi.Membuat Amel bingung .Karna ia tak tahu apa apa.


.


__ADS_2