Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 37 Masih Ada Teman Yang Baik.


__ADS_3

Maya dan Desi juga Vani makan bersama diruang tengah. Mereka bertiga duduk lesehan .Sambil menikmati masakan Maya yaitu Nila goreng sambal dan lalapan juga sayur lodeh.


" Mantap May, bisa betah gue tinggal disini lama lama" kata Vani sambil mengecap kepala ikan.


" Jelaslah orang tinggal makan, Maya yang masak " kata Desi.


" Aish kaya kamu ngak Des" kata Vani menatap temannya itu .


" Iya kan sama " kata Desi terkekeh.


" Tapi ini masakan desa Van, masih doyan" Kata Maya.


" Lah May, Vani sih masa bodo sama masakan desa yang penting enak dan menggugah selera ya kan Van ?" kata Desi.


" Yoi May, yang penting kenyang....toh sama saja masakan kota dan desa " kata Vani.


" Ngak ngaruh ya May " kata Desi sambil melirik Vani.


" Iya lah yang penting mantap.....dan gratis he he he " kata Vani terkekeh.


" Bisa aja kalian ini " kata Maya


" Eh May, yang depan sana kayanya belum dibangun ya , gue mau ambil yang dekat sini aja lah biar kita bertetangga" kata Desi.


" Lah trus rumah yang disana buat apa Des " Kata Vani menatap Desi.


" Di Kontrakan lah gue kan tinggal disini, sementara untuk bisa buat masukan gue buat Maya kan nanti Pas Maya cuti bisa Masak dirumah ketimbang jajan" kata Desi.


" Hah....Maya cuti lagi enak banget sih ngak kerja masih gajian juga" kata Vani protes.


" Nanti cuti hamil ,ini cuti kerja Van. perusahaan kita itu perusahaan besar dan kompeten. jadi kesejahteraan karyawannya diperhatikan.lagian cuti hamil Maya tetap kerja dirumah bisa lewat email Van" Kata Desi menjelaskan.


" Wah enak banget. cariin lowongan dong Des buat gue" kata Vani yang memang bekerja di perusahaan kecil.


" Yah nanti kalo ada tak kasih info deh" kata Desi.

__ADS_1


" Trus lho disana kerjanya gimana Des, kata Maya gaji lho cukup besar" kata Vani penasaran.


" Iya tapi pekerjaannya cukup berat Van, karna gue bagian desain produk Dan harus kreatif membantu meluncurkan desain. Kalo booming di pasaran sih bonusnya lumayan.Tapi pas lagi sepi pembeli wah....


bakal di tekan sama atasan kita " kata Desi yang lahap menambah nasi ke piringnya.


" Pantas saja kantong lho tebal Des bisa beli rumah dan motor cepat kaya lho. " kata Vani


" Iya Tapi gue juga kudu nabung buat masa depan Van, Tuh Maya biar gajinya lumayan tapi tetap nabung sedikit sedikit buat beli nih rumah dan mengirim ibunya, nah lho ngak punya tanggungan masa ngak bisa nabung Van." kata Desi.


" Tadinya gue mau beli motor dulu buat kerja, eh pas bokap sakit terpaksa buat berobat dulu" kata Vani.


" Trus gimana bokap lho sekarang?" tanya Desi


" Sudah mendingan makanya mulai menabung lagi dari awal " kata Vani menjelaskan.


" Ngak pa pa Van, toh kamu juga punya kewajiban pada orang tuamu, rezekinya jadi berkah. Siapa tahu nanti pas ada lowongan bisa pindah bareng kita " kata Maya


" Aamiin trimakasih ya May, makasih juga ngasih tumpangan ginap disini " kata Vani tersenyum.


" Itu pastilah lho harus semangat May, ngapain mikirin pria tak berguna gitu Buang kelaut aja " kata Vani .yang juga ngak suka dengan Bayu.


" Iya May, lho harus move on lupakan masa lalu buka lembaran baru lho. Siapa tahu besok dapat yang lebih baik ,dan kalo pun tidak lho harus berhati hati " kata Desi memberi masukan pada Maya.


" Iya Des, sekarang aku mau fokus buat melahirkan dan membesarkan anakku saja" Kata Maya .yang masih tak ingin menikah lagi karna trauma dengan Bayu.


" Iya May, lho harus move on nothing love for man "Kata Vani.


" Cie ....trus Rizal di apain Van?" tanya Desi yang memainkan alisnya.


" Sementara gue buat kelaut dulu deh, biar gue tenang " kata Vani santai.


" Emang lho punya masalah apa sama dia kok bisa dibuang ke laut" ledek Desi.


" Tahu ngak tuh si Rizal, sudah pelit perhitungan masa gue makan kudu nyari yang dipinggiran dan dihitung lagi" kata Vani.

__ADS_1


" Wah parah tu orang, kok bisa baru tahu belangnya sekarang" kata Desi menyelidik.


" Itulah pertama sih enjoy eh lama kama bikin gedek gue tuh laki" kata Vani mengingat Rizal mantannya.


" Apa begitu semua pria jaman sekarang ya perhitungan " kata Desi.seraya menggelengkan kepalanya


" Ngak semua Des, mungkin tergantung didikan dan akhlaknya masing masing " kata Maya.


" Iya juga sih, May tuh teman gue sekantor, suaminya cuma seorang pertani tapi penghasilannya gede karna jualan sayur dan ternak.Nah sama teman gue itu luar biasa sayang May ,Des .Biar kata suami nya hitam tapi masalah duit istrinya no satu.dia tiap bulan bisa beli perhiasan dan baju baru " cerita Vani tentang teman sekantornya.


" Wah beruntung dong dia Van, gue sih juga gitu ngak perlu tampan yang penting baik dan perhatian.kalo dia royal masalah uang itu mah bonus buat gue ya ngak May.


" Iya Des, Van, ngak perlu keren yang penting sayang sama kita." kata Maya yang kini sudah banyak tersenyum .karna bisa sedikit sedikit melupakan Bayu dan mulai move on untuk menata hidupnya


" Iya Des, May gue juga mikirnya gitu ngak perlu cari cogan dan keren yang penting baik, perhatian dan bertangung jawab..Lagian nih ya dapat cogan tapi cuma numpang hidup dan bikin sakit hati doang mah ....minggir deh " kata Vani.


" Iya lah Van makanya bagus lho putusin tuh si Rizal dari pada nanti kaya ......" Desi pun melirik Maya dengan perasaan ngak nyaman karna takut keceplosan.


" Aku ngak pa pa Des, toh sekarang sudah berlalu jadi buat pelajaran hidupku untuk kedepannya " kata Maya santai.


"Hehehe ......kirain May, lho masih mau..." kata Desi.


" Ngak lah Des, gue cari yang lain aja ngak mau ketipu lagi" kata Maya.


" Bagus May, gue dukung lho masih banyak pria diluar sana yang lebih baik dari tuh pria brengsek." kata Vani.


" Pasti lah May, suatu hari nanti pasti ada yang bisa menyayangimu dengan tulus." kata Desi memberi semangat Maya.


" Trimakasih Des, Van aku sayang sama kalian berdua " kata Maya lirih sambil tersenyum.


" We are too i love you May " kata Desi dan Vani yang langsung memeluk Maya. Lalu tertawa bersama .


Ketiganya saling menguatkan satu sama lain dan juga menolong tiap dalam kesusahan. karna persahabatan mereka tak bisa dinilai dengan uang.Sejatinya masih ada teman yang baik didunia ini. Dan juga masih ada pria yang baik dan bertangung jawab.Di luar sana untuk mencari jodohnya


__ADS_1


Tertawa bahagia. bersama.


__ADS_2