
Pagi bu Risma sudah menyiapkan sarapan untuk Maya dan Ryan. Setelah siap bu Risma mengetuk kamar Maya.
" Ceklek.
" IBu...." kata Maya.
" Kalian sarapan sana biar ibu gendong Aska, ibu sudah sarapan duluan " kata bu Risma.Meyuruh Maya untuk membawa menantunya itu sarapan.Lalu mengambil Aska dari gendongan Maya.
" Baik bu " kata Maya setelah bu Risma membawa Aska pergi.
" Siapa " kata Ryan yang sudah rapi berpakaian.
" Ibu menyuruh kita untuk sarapan " kata Maya sambil membereskan tempat tidurnya
" Ya sudah ayo " kata Ryan yang menunggu Maya selesai.
" Iya bang " kata Maya .Lalu mengandeng suaminya itu keluar setelah semua beres.Walau belum ia sapu lantainya.
" Nanti malam.lagi ya " bisik Ryan ditelinga Maya saat hendak duduk.
" A....Apanya bang " kata Maya yang malu dan pura pura tak mengerti.
" Itu seperti yang tadi malam " pinta Ryan.
" Emang ngapain tadi malam bang ?" tanya Bima yang mendadak muncul.
" Hah..........ish kamu ini de bikin orang kaget, itu bang Ryan mau curhat sama kak Maya " kata Maya yang mengalihkan omongan Ryan.
" Iya Bim curhat yang bikin nikmat " kata Ryan tersenyum penuh arti.
" Hah......emang ada bang " kata Bima penasaran.
Maya langsung mendelik kan matanya pada Ryan.Sedang Ryan hanya tersenyum .
" Mana ada itu abang Ryan cuma bercanda ya kan bang " kata Maya yang melirik Ryan untuk mengiyakan.
" Iya abang cuma bercanda Bim " kata Ryan.Lalu tersenyum pada Maya.
" Tapi Abang kok senyum senyum "Kata Bima penuh selidik.
" Emang ngak boleh senyum nih, Tapi ngomong ngomong Bima sudah punya pacar atau gebetan " tanya Ryan pada Bima.
" Kan senyum adalah ibadah bang ngak ada yang larang, tapi untuk gebetan Bima ngak punya bang. Karna Bima ingin fokus sekolah seperti kak Maya dulu. Oh ya tapi kalo teman curhat masalah gebetan sama Bima sering bang .Ya seperti abang bilang tadi curhat bikin nikmat " kata Bima sambil menyuap makanannya setelah berdoa.
" Tuh ada kan curhat nikmat May " goda Ryan pada Maya.
__ADS_1
" Masa kak Maya kak tahu sih , curhat nikmat itu ketika kita bisa bercerita pada teman yang kita percayai misalnya beban hidup ,patah hati dan ditolak cewek " kata Bima menjelaskan.
" Oh ya, kok kak Maya baru tahu " kata Maya tersenyum.
" Dih kak sih jarang curhat sama kita , harusnya kak Maya curhat sama Bima atau ibu. atau sama bang Ryan. Iya kan bang " kata Bima melirik Ryan.
" Ya Bim, maka nya abang bilang curhat nikmat bisa curhat dama istri. kalo sama tuhan kan ngak bisa bicara cuma bisa berdoa. kalo sama istri dan teman kan pasti ada solusi dan masukan yang bikin kita lega dan puas" Kata Ryan.
" Betul itu bang, Bima sering curhat sama teman kalo nilai Bima jelek. Lalu teman Bima bantuin Bima belajar jadi Bima tambah semangat untuk mendapatkan nilai bagus " kata Bima.
" Emang kak Maya orang nya jarang curhat bang , jadi kadang suka jadi cerewet " kata Bima melirik sang kakak.
" Hahaha.........masa iya Bim" kata Ryan tertawa.
" Iya bang , makanya kalo kak Maya cerewet berarti tuh lagi ada masalah bang " kata Bima.
Maya pun hanya tersenyum mendengar perkataan adiknya itu. Sambil. menikmati makanannya.
" Gampang Bim, kalo cerewet . abang cium 2 jam Bim, biar ngak bersuara " kata Ryan asal.
" Hahaha......bisa jontor bang bibir kak Maya di cium 2 jan " kata Bima tergelak.
" Sudah makan aja, nanti tersedak lho " kata Maya menegur.
" Iya kak" kata Bima
" Abang mau nambah boleh May" kata Ryan ketika piringnya kosong.
" Ah iya bang boleh " kata Maya lalu mengambil piring Ryan dan mengisinya lagi. dengan lauk dan sayur.
" Wah abang kuat makannya kaya orang habis mencangkul di sawah saja " kata Bima.
" Uhuk.....uhuk....uhuk Maya pun tersedak mendengar ucapan Bima
" Yah anggap saja lagi mencangkul sawah Bim, biar bisa menanam bibit " kata Ryan santai
" Hahahaha.......iya bang bibit cinta sama kak Maya yang bang biar Aska punya ade " kata Bima keceplosan.
" Ups ......maaf kak " kata Bima .Yang sadar apa yang baru ia ucapkan.
Ryan hanya tersenyum, Sedang Maya menatap Ryan dengan wajah merah.
" Hahaha........ lihat Bim , ada yang malu " goda Ryan.
" Hehehe......maaf kan Bima sama bang Ryan cuma bercanda " kata Bima yang takut pada kakak nya yang akan marah.
__ADS_1
" Sudah makan aja , nanti bantu kita cari oleh oleh di pasar " kata Maya. yang mengalihkan pembicaraan.
" Iya kak siap" kata Bima.
Ketiga pun makan dengan tenang. Setelah selesai Maya pun membersihkan meja dan mencuci piring piring kotor kedapur .Sedang Ryan ngobrol dengan Bima diteras rumah Sambil melihat pemandangan sekitar.
" Abang ayo lihat lihat sawah " kata Bima yang mengajak Ryan untuk melihat sawah.
" Yuk ...dimana ? kemana ?" tanya Ryan menatap adik iparnya itu.
" Tuh disana bang, bagus banget " kata Bima. Lalu menarik tangan Ryan agar mengikutinya.
" Mau yang di bukit sana atau sawah yang basah " tanya Bima menunjuk kiri dan kanan
" Dua duanya " kata Ryan yang memang tak pernah pergi ke sawah dan bukit.
Akhirnya Bima pun mengandeng kakak iparnya itu untuk bisa berjalan jalan. menghirup udara segar dipagi hari .
Persawahan di bukit.
" Tuh bang lihat " tunjuk Bima pada Ryan.
" Wah bagus " kata Ryan yang takjub melihat keindahan alam pedesaan
" Ayo.kita turun bang , disana bisa nyari belut karna sawah basah " kata Bima.
" Hah......belut itu apa " tanya Ryan yang baru mendengarnya.
" Hahaha .....belut sawah bang pasti abang ngak pernah kedesa ya sebelumnya " kata Bima.
" Iya ini pertama kalinya abang ke sawah " kata Ryan jujur .karna memang ia belum pernah pergi kedesa. Kalau tidak menikah dengan Maya istrinya. Karena Ryan lahir dan tumbuh dikota besar dan di luar negri.
" Pantasan bang Ryan suka bingung , melihat rumah kita yang kecil " kata Bima
" I ...iya sedikit " kata Ryan.
" Ya sudah bang yuk kesana " kata Bima. Yang mengajak Ryan untuk menyusuri persawahan .Namun karna hawanya yang sejuk dan suasananya nyaman.Ryan pun senang bisa berjalan jalan pagi bersama Bima. Sambil melihat hijaunya sawah para petani .
Ada kebahagian tersendiri bagi Ryan ketika menikahi Maya. Walau Maya seorang janda. Namun Maya santun dan baik hati.juga jujur dan polos. Apalagi Maya pintar merawat dirinya .Yang membuat Ryan tersenyum. Mengingat apa yang terjadi tadi malam.
Entah mengapa Ryan seperti hidup bergairah lagi .Setelah lama patah hati karna perselingkuhan sang kekasih. yang membuatnya kecewa Sehingga banyak meniduri wanita untuk kepuasan semata.
Demi melampiaskan amarahnya yang kecewa.
__ADS_1
Sawah basah untuk mencari belut.