
Besok Maya akan mengantar ibu nya pulang .Jadi hari ini dia membeli oleh oleh Untuk dibawa pulang untuk keluarganya didesa.
" Jangan banyak May "kata ibu mengingatkan .Ketika keduanya pergi ke toko oleh oleh.
"'Ngak pa pa bu ini tak banyak kok skali skali juga buat paman yang sering membantu kita ." kata Maya.
" Tapi nanti uangnya kan bisa buat persiapan melahirkan " kata ibu khawatir.
" Maya sudah menyiapkan semuanya bu yang buat lahiran, jadi ibu ngak usah khawatir " Kata Maya .
"Ya sudah " kata Ibu yang lalu membuang nafas kasar .karna ia tahu Maya bukanlah anak yang pelit Apalagi kalau ia punya uang.
Maya pun Lalu menyuruh pelayan toko untuk mengemas semua oleh oleh. Yang akan dibawa ibunya pulang agar tidak repot menatanya lagi dirumah.
Lalu setelah itu Maya pun membayar semuanya. Dan mereka pun kembali pulang dengan mengunakan taxi.
" Besok kalau periksa kandungan dengan siapa nak " tanya ibu ketika didalam taxi
" Gampang bu nanti bisa diantar Desi sama Vani .Maya perginya malam saja." kata Maya.
Ya sudah hati hati ya nak, ibu akan cepat kembali setelah Bima selesai ujian " kata ibu.
" Ya bu " kata Maya.
Lalu mereka pun sampai di halaman rumah, sopir membantu menurunkan barang barang Maya.Dan Maya pun membayar taxi bersama tipsnya.
"'Trimakasih ya neng " kata pa sopir yang senang dikasih uang lebih oleh Maya.
" Sama sama pa terimakasih banyak " kata Maya tersenyum manis.
Lalu Maya pun berjalan masuk kedalam rumah ,karna sisanya diangkat sang ibu.Yang sudah duluan masuk rumah.
..............................
Malam ini Maya harus periksa kandungan yang diantar Desi.Karna Vani lagi lembur jadi tak bisa ikut mengantar.Jadi Maya hanya diantar Desi.
keduanya turun dari taxi menuju lorong rumah sakit. Untuk menuju kamar dokter kandungan.Tak lama Maya mengantri hingga akhirnya gilirannya untuk masuk.
" Gimana dok sehat bayinya ?" tanya Desi
" Alhamdulilah sehat mba, anak nya berjenis kelamin laki laki " kata dokter memperlihatkan kelaminnya lewat monitor USG
" Yah punya ***** tuh ponakan gue May" kata Desi senang .Yang membuat dokter yang memeriksa Maya tersenyum mendengar ocehan Desi.
" Apa kehamilan saya bermasalah dok?" tanya Maya .
" Oh tidak sama sekali, bahkan usia 8 bulan ini bayinya sangat aktif ,dan tak ada masalah apapun. Yang penting makanannya sehat dan jangan lupa banyak gerak " kata dokter.
" Baik dok trimakasih " kata Maya. yang beranjak turun dari dari ranjang setelah selesai .Dan duduk dikursi dekat Desi.
" Berarti saudari saya ngak ada masalah ya dok , dia sehat sehat saja.
" Iya mba ini resep vitamin yang harus ditebus " kata dokter. menyodorkan kertas resep.
__ADS_1
" Ya dok trimakasih " kata Maya. Lalu setelah membayar dan mengambil resep pun Maya dan Desi menuju apotik untuk menebus Vitamin Maya.Namun asih antri.
" Syukurlah May, bayinya sehat .pasti dia lucu banget nanti kalo sudah lahir " kata Desi.
" Hehehe.....iya Des aku ngak sabaran melihat anakku lahir " kata Maya .
Keduanya pun duduk sambil menunggu panggilan untuk obat dan vitamin yang ditebus karna antri lumayan lama.
Sedangkan Bayu yang mengantar sang mami berobat ketika mengantri. Tak sengaja melihat Maya dan Desi yang duduk santai. di kursi tunggu.
" Bukannya itu Maya dan Desi " kata Bayu lalu maju menebus obat sang mami.
Setelah selesai ia pun langsung menyuruh Bella untuk mengandeng sang mami.Dan menyuruh Bella untuk duluan ke mobil.
" Mba Bella duluan ya , Bayu ada urusan sebentar. tunggu dimobil ya mi " kata Bayu .
" Iya tapi jangan lama Ya Bay" kata Bella
" Ya Mba " kata Bayu yang mendekati Maya dan Desi yang sedang duduk.
" Maya......" kata Bayu yang berdiri di depan Maya. Yang membuat Maya dan Desi kaget melihat Bayu ada didepan keduanya.
Deg.......
" Hei mau apa kau " kata Desi yang langsung mendorong Bayu dari hadapan Maya.
" Des tolong aku hanya mau bicara sama Maya. sebentar " kata Bayu.
" Aku ngak mau " jawab Maya. yang lalu mundur dari Bayu dan Desi.
Namun Maya mengeleng karna selama ini ia sudah tak percaya lagi dengan Bayu.
"'Maaf kak aku tak bisa Maya tak percaya lagi, dan takkan mau dibohongin dan ditipu lagi " kata Maya.
" May cepat pergi dari sini " kata Desi.
" Ngak May, " kata Bayu yang mencoba mendekati Maya namun ditahan Desi.
Maya pun bergegas pergi dan mencari taxi didepan namun nihil .Bayu pun mengejar Maya namun ditahan Desi.
" Desi tolong aku hanya mau bicara " kata Bayu
" Ngak bisa " kata Desi yang tetap menghalangi Bayu.
" Ya tuhan tolong aku " kata Maya panik dan bingung mencari taxi
Maya pun berjalan diantara mobil diparkiran dengan perasaan takut .Karna tak ingin lagi di tangkap Bayu .karna ia kapok dikurung .
Tampa sengaja ada mobil yang terbuka pintunya Maya pun langsung masuk dan bersembunyi. Karna pemilik mobil sedang sibuk menelpon.
Maya pun langsung bersembunyi dan meringkuk di kursi tengah.diam tak bersuara.
" Maya " teriak Bayu yang memanggil namanya .
__ADS_1
" Maya ...":
Maya yang mendengar kan suara Bayu hanya diam. Tak bersuara. dan hanya menunduk kan wajahnya .disela sela kursi.
" Sudah selesai di ayo pulang " kata suara bariton yang masuk kedalam mobil
Brak.....
"Ayo jalan " katanya lagi.
" Baik tuan " kata pria yang tadi menelpon lalu masuk mobil dan menghidupkan mesin mobil .Lalu membawa mobil keluar dari halaman rumah sakit.
Mobil pun melaju cepat menebus gelapnya malam. Sedangkan Maya hanya diam tak bersuara. di pikirannya hanya ingin menghindari Bayu Tak jadi masalah dimana ia nanti turun yang penting ia tak ditangkap Bayu.
Maya pun akhirnya menaikan tubuhnya dikursi dan meringkuk . karna kedinginan. terkena Ac mobil .Tampa terasa ia pun tertidur.
Mobil sampai di sebuah Villa di pinggir pantai.Lalu Sang pemilik pun turun dari mobil dan menuju teras Villa.
Lalu sang sopir pun ingin menurunkan tas kerja sang tuan..Dan membuka pintu tengah.
" Astaga......." kata Didi bingung.
" Siapa dia ya tuhan " kata Didi bingung.
Lalu bergegas menyusul tuannya.yang hendak masuk kedalam rumah.
" Tuan Ryan " panggil Didi Sehingga Ryan pun berhenti melangkah .Ketika sang sopir tergopoh gopoh menghampirinya.
" Ada apa " kata Ryan yang heran.
" A....ada orang ....dikursi tengah " kata Didi gugup
" Siapa ? Bagaimana bisa ?" kata Ryan Yang terkejut mendengar laporan sopirnya itu.
" Maaf tuan muda saya juga tidak tahu." kata Didi tertunduk.
" Astaga " kata Ryan yang tak jadi masuk kedalam rumah lalu melangkah menuju mobil dan membuka mobil nya.
" Itu tuan " kata Didi yang lalu membuka pintu mobil tengah.
" Siapa dia ?" kata Ryan menatap Didi sopirnya.
Didi hanya mengeleng kan kepala. mengisyaratkan bahwa ia tidak tahu. Lalu Ryan pun naik kedalam mobil memperhatikan Maya yang kedinginan dan tertidur.
" Dia masih hidup. " kata Ryan lalu mengangkat tubuh Maya .dan menggendongnya. keluar dari mobil.
" Di suruh bibi Marni siapkan kamar " kata Ryan yang mengedong Maya yang lumayan berat.
" Baik tuan " kata Didi yang lari masuk lebih dulu menemui bi Marni.
" Bi Marni ...Bi .....Cepat siapkan kamar " kata Didi tergopoh gopoh
" Ada apa ? ayo kekamar tamu " kata Bi Marni yang lalu membuka kamar tamu dan langsung menyiapkan kamar.
__ADS_1
Didi pun kembali keluar dan menemui Ryan yang mengendong Maya yang tertidur.