Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 58 Debat Mami dan Gosip Tetangga.


__ADS_3

Bayu pulang kerumah dengan perasaan gundah gulana. Memikirkan persidangan selanjutnya. Yang pasti akan di menangkan oleh Maya. Karna semua bukti kesalahannya sudah ada ditangan hakim. Tak mungkin lagi ia bisa mengancam Maya untuk tetap tidak bercerai.


Rasa berkecamuk dalam hatinya. Membuat Bayu kini menyadari apa artinya. Sebuah pernikahan sang sebenarnya. Dulu ia meminang Maya dengan baik baik. Dan menikahi dengan kesederhanaan. Maya tidak menuntut apa pun padanya. Bahkan kemewahan. Yang membuat hati Bayu benar benar menyesal sudah mengkhianati cinta Maya yang tulus padanya.


" Baru pulan Bay " tanya Bella yang menatap Bayu terlihat lemas.


" Iya mba." jawab Bayu yang berlalu begitu saja.


" Kenapa dengannya ?"tanya mami yang baru keluar dari kamar.


" Bayu hari ini menghadiri persidangan perceraiannya mi " kata Bella cuek.


" Trus kenapa lemas, malah bagus kan toh ngapain juga ngondelin wanita kampung itu " Kata mami.


" Mami bisa ngak mi, tak bicara merendahkan orang lain " tegur Bella pada sang mami.


" Kamu ini , lagian juga ngapain belain tuh wanita kampung .Yang tak berguna itu mana mandul lagi." kata Mami .


" Mi cukup mi, cukup sudah mami menghina Maya. Mami egois dan serakah juga sombong .Maya tidak mandul dia hamil anak Bayu dan Bayu merasa berdosa sudah menyakitinya. " kata Bayu yang keluar dari kamar hendak kedapur.


" Ngak mungkin paling bohongan " kata mami berkilah.


" Mami yang pembohong. Mami yang suka menghabiskan uang papi untuk bersenang senang. dan membuat papi meninggal karna utang mami yang bertumpuk " kata Bella yang ikut bicara.


" Kalian ini berani ya sama mami." kata mami Ani marah.


" Kami bukan brani mi , tapi menegur mami agar sadar diri, mami sudah banyak berbuat salah " kata Bella menegur sang mami.


" Mba Bella benar, demi harta mami menikahkan Neti hanya demi uang. Untuk jadi istri simpanan " kata Bayu. Yang kecewa karna slama ini Mami nya sudah melewati batas.


" Tapi itu semua untuk kebaikannya , biar dia bisa bersenang senang " jawab mami gusar.


" Iya buat mami agar bisa mengeruk uang si Toni kan, tapi mami tidak tahu kalo sekarang Neti seperti apa disana kan " kata Bella.


" Salah sendiri dia selingkuh " kata mami cuek


" Mami keterlaluan .kami anak anak mami harusnya mami mengajarkan kami hal yang baik. Bukan malah menjerumuskan kami ke hal yang buruk " kata Bayu protes.


" Ngapain kalian tak bisa menyenangkan mami , punya uang saja cuma buat makan. Tidak bisa buat bersenang senang " kata Mami cemberut

__ADS_1


" Mami.....cukup mi, mami keterlaluan. Sekarang terserah mami . Bella akan pergi dari rumah ini.Bella sudah muak dengan semua kelakuan mami yang ngak pernah mau sadar" kata Bella lalu beranjak dari duduknya menuju kamar.


" Iya Bayu juga. urus diri mami sendiri. selama ini .Bayu salah menuruti semua kemauan mami. yang menghancurkan kehidupan Bayu" Kata Bayu ikut masuk kamar .


" Kalian ya dasar anak anak bodoh, tak berguna dan hanya bisanya merepotkan saja tak bisa memberi uang buat mami" teriak mami memaki maki anak anaknya.


" Astagfirullah bu Ani kenapa menyumpahi anak anak ibu, harusnya ibu sadar diri dan bersyukur punya anak yang baik" kata tetangga sebelah yang tak sengaja mendengar perdebatan mereka ketika hendak mengantar. berkatan.


" Ini bu, titipan bu hajah Nur saya permisi " Kata tetangga itu. Yang berlalu begitu saja sambil mengelengkan kepala.


" Nauzubillah , patasan saja neng Maya ngak betah tinggal di mertuanya . Karna kasar sama menantu" kata bu Iswan tetangga bu Ani.


" Ada apa bu , kok ngedumel sendiri " kata Mpok Misnah penjual sayur. Melihat bu Iswan yang berjalan pulang.


" Itu mpok, bu Ani lagi ribut sana anak anaknya " kata tetangga bu Ani yang tak lain bu Iswan tetangga sebelahnya.


" Biasa toh bu, bu Ani ribut, mulutnya tajam .Makanya menantunya minggat orang di kasar terus. Padahal mba Maya itu orang nya baik dan ramah . Tapi punya mertua kaya gitu " bisik mpok Misnah bergosip.


" Iya mpok, orang sombong kaya gitu kapan sadarnya. Wong tiap hari kerja nya cuma bersenang senang .Ngak ingat sholat sama ngaji senangnya cuma keluyuran." kata bu Iswan .jengkel.


" Wah patasan saja kalo uangnya habis marah marah bu. " kata mpok Misnah.


" Ayo ngomongin apa ini , kok belum pada ngumpul pada belanja mpok " kata tetangga lainnya.


" Iya bu, ini pas lagi pergi. saya duluan ya bu ini sudah selesai. belanjanya " kata bu Iswan yang berlalu.


" Ya bu " kata tetangga bu Iswan yang lalu memilh milih sayuran.


..........................


Sedangkan Bayu berniat pindah kerumah kontrakan. Yang dulu dipakai Laras. karna masih ada beberapa bulan lagi sisa waktu. Sementara mencari tempat lain.Karna Bayu sudah cukup pusing memikirkan sang mami yang tak mau berubah.


Ceklek.


" Bay, mba Bella pergi ya , jaga diri baik baik " kata Bella yang berpamitan kekamar Bayu.


" Mba Bella mau kemana ?" tanya Bayu.


" Tinggal di kost dekat kantor Mba Bella Bay " Kata Bella sendu.

__ADS_1


" Ya sudah hati hati " kata Bayu yang juga mengemasi barang barangnya.


" Pergi pergilah kalian sana, anak ngak tahu diri " dumel mami cuek.


Namun Bella hanya diam.Karna maminya sudah diluar batas.Yang tak mau mendengar nasehat anak anaknya. Dan juga egois tak mau mengalah.Juga tak pernah bersyukur.


Setiap diberi uang hanya dicela.Bella yang sudah lelah menghadapi maminya hanya bisa pergi dari pada stress dan tertekan. Seperti yang maminya lakukan pada Maya adik iparnya.


.........................


Disisi lain Desi sedang duduk santai sambil makan dikantin bersama temannya.


" Des, lho hari ini ikut rapatkan" tanya Clara.Teman Desi satu tim.


" Iya kenapa emang?" tanya Desi menatap Clara.


"Hari ini kita berdua bakal bisa lihat presdir ganteng pemilik perusahaan ini " kata Clara berbisik


" Hah.... yakin lho ra, bukannya besok Presdir datangnya " kata Desi


" Yah hari ini lah, karna akan ada tamu juga .Tadi gue dengar dari pa Beni dan pa Sandy " kata Clara.


" Wah dandan cantik maksimal dong berarti" Kata Desi tersenyum.


" Pasti lah ,siapa tahu kita kecipratan di taksir sama big bos " kata Clara antusias.


" Huh..... tapi saingannya banyak ra, gue mah menyerah. Paling cuma cukup mengagumi saja " kata Desi yang pasrah.


" Optimis dong , paling ngak ada asistennya " Kata Clara semangat.


" Semangat 45 gue ra, tapi tetap ngak yakin " Kata Desi tersenyum.


" Hahaha......payah lo Des, belum perang sudah menyerah duluan" ledek Clara.


" Iya lah orang gue tampang pas pasan gini " pengen saingan ngak ada lawan " kata Desi.


" Yah Capek deh ,punya duit banyak ngak berani oplas lho Des " goda Clara.


" Dih amit amit deh ra, dari pada jadi penyakit mending syukuri yang ada aja. gue ngak tertarik yang kaya gituan " kata Desi .Yang tak pernah berpikir untuk mengubah Wajahnya. apalagi oplas kaya orang perempuan zaman sekarang.

__ADS_1


__ADS_2