
Maya melepaskan kepergian suaminya dengan perasaan berat. Namun ia harus iklas. Toh semuanya juga untuk dirinya. Dan juga untuk anak anak nya.Matanya nanar menatap tubuh Ryan yang menghilang di keramaian.
" Ayo kita pulang nona " kata Jhon bertanya. Yang menyadarkan Maya.
" Oh iya Jhon, ayo pulang " kata Maya lalu beranjak dari tempat itu kembali menuju mobil.
" Kita langsung pulang nona " tanya Jhon memastikan. Takut Nona mudanya itu ingin mampir ke suatu tempat Sambil menutup pintu mobil
" Iya jhon langsung pulang. Pasti anak anak sudah menunggu dirumah " kata Maya
" Baik nona " kata Jhon yang lalu bergegas masuk mobil .Dan menghidupkan mesin mobil. Lalu membawa mobil . Kembali pulang dengan kecepatan sedang.
Maya hanya diam sepanjang perjalanan. Dan Jhon pun juga tak bertanya. Karna tahu Maya sedang memikirkan tuan mudanya.Jhon pun hanya fokus pada jalanan . Membawa mobil di antara raja jalanan lain
Hampir menjelang magrib mereka sampai dirumah. Maya pun bergegas turun dan menuju kamarnya.Namun Maya terlebih dulu ke kamar anak anaknya .Untuk melihat kegiatan anak anaknya.
" Mamah, kok ngak ajak Win pergi antar papah ke bandara " teriak Queen ketika Maya masuk kamarnya. Yang langsung menghampiri putrinya itu.
" Maaf kalian kan masih disekolah .Jadi cukup mamah saja " kata Maya. Yang tak ingin ada drama sedih di bandara.
" Iya padahal kita juga mau antar papah lho mah " kata Tan yang turun dari atas tempat tidurnya.
" Kalian sudah mandi semua kan, ayo kita siap siap sholat berjamaah di kamar mamah." kata Maya. yang mengalihkan pertanyaan Tan. Tentang suaminya.
" Lah kan papah ngak ada mah" celutuk Rey. karna berpikir tak ada yang menjadi imam.
" Kan ada bang Aska, ayo siap siap mamah tunggu dikamar ya, " kata Maya yang lalu meninggalkan kamar anak anaknya.
" Bang Aska di suruh mamah jadi imam" teriak Rey yang berlari menuju kamarnya.
" Iya tahu " Kata Aska yang sudah siap dengan baju koko nya .Karna kemaren papahnya sudah berpesan. Aska akan menjadi imam pengganti Selama papah ya tidak ada. Atau bila papah ya keluar kota.
Maya mendidik Aska dengan baik. Apa lagi untuk urusan agama. Aska diajarkan untuk bertanggung jawab pada keluargganya . Karna sebagai contoh untuk adik adiknya.
Setelah sholat Maya pun mengajak anak anaknya untuk makan malam bersama. Lalu sholat isya dan mengerjakan pr dari sekolah.
Ada rasa sepi di hati i Maya. Ketika ia tidur seorang diri. Tidak mungkin ia menelpon suaminya . Yang masih dalam pesawat.
" Ya ampun baru juga sehari " guman Maya . Yang lalu menelpon sang ibu dikampung.
__ADS_1
Juga menelpon Bima adik nya. Yang kini sedang berkuliah di semester pertama. Di sebuah perguruan tinggi swasta dengan beasiswa. Dan Bima berjanji akan berkunjung apa bila liburan semester nanti.
................................
" Pasti lho kesepian kan May " kata Desi yang ditelpon Maya.
" Yah begitulah. kan bang Ryan jarang pergi .sekali pergi lama " kata Maya.
" Hadeh baru juga berangkat sore tadi sudah kangen aja " ledek Desi yang mode Vidio call.
" Biasa Des, kan ngak pernah ditinggal jauh. di koloni terus dia " Ledek Vani yang ikut bergabung.
" Dih bukan gitu, slama ini kan abang ngak pergi jauh, kalo pergi.mesti ajak kita sekeluarga " kata Maya.
" Lah kok repot, lho kan bisa nyusul.May, banyak duit ini bisa nyusul sama anak anak lho " kata Vani.
" Yah banyak buntut dong kalo ke dubai sendiri aja. Biar sekalian bulan madu " kata Desi tertawa.
" Pada senang lho berdua ya, tertawa di atas penderitaan gue " kata Maya cemberut.
Hahaha .............
" Santai May besok kita bakal kesitu, lho panggil bi Maryam aja buat kita luluran cantik " kata Vani.
" Boleh kita sambil bikin brownies ya , dan juga puding buat anak anak " kata Maya.
" Beres bu bos itu mah hayu.. aja ngak nolak gue kan sebagian boleh dibawa pulang ya kan Des " kata Vani
" Betul betul betul.....atur manis deh,besok kita kesitu " kata Desi semangat. Apalagi bisa membawa pulang banyak makanan.
" Yoi.....besok kita kesana May, lho santai aja. siapin bahannya. Bila perlu yang banyak " kata Vani terkekeh.
" Iya gampang gue tinggal nyuruh bi Marni " kata Maya.
" Ya sudah tidur gih, gue mau ehem ehem dulu sama si abang " bisik Desi pelan.
Yang membuat Vani dan Maya Saling tersenyum satu sama lain.
" Ya sudah sana, met malam. Van udah ya " Kata Maya .Yang ingin memutuskan sambungan.
__ADS_1
" Ok May, met mimpi indah " kata Vani.
" Sama sama " jawab Maya . Yang lalu memutuskan sambungannya. Lalu meletakan ponselnya kembali di samping bantal.
" Slamat malam bang semoga Allah slalu menjaga mu. " guman Maya . Lalu berdoa sebelum tidur. Dan merebahkan kepalanya diatas bantal empuk. Sambil.memejamkan mata.
................................
Sedang disebuah kamar baru. Seorang pria termenung sambil rebahan menatap langit langit kamar. Yang tak lain adalah Bima yang sedang menempati sebuah kamar kost nya Sambil memikirkan kuliahnya yang sudah berjalan setengah tahun ini.
" Mudahan ibu dan mak Sanah baik baik saja disana " guman Bima pelan.
Karna ia baru saja menyesuaikan diri di kampus barunya. Karena Bima lulusan pesantren modern di sebuah kota. Yang tak jauh dari desanya.
" Woi lagi ngapain bengong sendiri " kata teman Bima .Yang kepalanya nongol di balik pintu
" Dih siapa yang bengong , Lho kali orang lagi berpikir kok" kata Bima.
" Dih gitu aja sewot, keluar yuk cari makan " Kata teman Bima yang bernama Andra itu.
" Malas tuh aja masih "Kata Bima yang menujuk makanan di toples .Yang ia bawa dari kampung. Buatan sang ibu yaitu rempeyek kacang tanah dan rempeyek peto
" Wah Bagi dong ....gue lapar nih belum makan " kata Andra yang lalu masuk kamar Bima dan menutup pintu.
Bima pun bangkit dari tempat tidur dan membuka laci lemarinya. Lalu menyodorkan 3 bungkus mie instan untuk Andra.
" Nih buat lho, gue malas keluar" kata Bima yang lalu duduk di depan meja belajar nya. Sambil memperhatikan Andra makan rempeyek.
" Alhamdulilah , trimakasih bro pas gue butuh banget nih " kata Andra senang.
" Emang kemaren tuh duit buat apa hah ? baru minggu kemaren juga dikirimin " Kata Bima bertanya. Pada sahabatnya itu yang satu pesantren. Masih ada satu lagi teman Bima bernama Amin . Dan mereka bertiga berhasil masuk dengan jalur beasiswa. Namun berasal dari kampung yang berbeda.
" Buat gue bayar utang sama bang Bonar Bim , kan gue sering ngutang makan tuh di warung itu " kata Andra jujur. Karna memang mereka juga harus bayar kost dan membiayai makan sendiri. Karna kuliah sudah gratis.
" Tadi lho ngajak gue buat ngutang lagi " tanya Bima.
" Iya Bim, Puasa kan cuma senin kamis. Hari lain ngak kuat gue " kata Andra yang orang tuanya cuma petani.
" Huh ya sudah lho masak itu aja " kata Bima.
__ADS_1
" Makasih bro , ini rezeki anak sholeh mudahan Allah balas kebaikan lho " kata Andra yang beranjak dari kursi ingin memasak mie instan.
" Ya aamiin " jawab Bima melihat punggung Andra hilang dibalik pintu.