Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 189. Cantik.


__ADS_3

Setelah ngobrol banyak .Tak lama makanan pesanan Maya cs pun datang Sedangkan Bram dan Toni harus masih sabar menunggu


Tak jauh dari meja mereka dua pasang mata mengawasi setiap gerak gerik mereka.Yang tak lain adalah Kim. pengawal yang bertugas mengawal sang nona muda.


Bram yang menyesap minumannya. Sesekali melihat kearah Maya. Sudah sejak lama Bram menaruh hati dengan Maya. Bahkan sejak di bangku kuliah. Tapi sayang Bayu lebih dulu mendekat Maya yang membuat Bram mundur teratur.


"Jangan dilihatin terus nanti terpesona " bisik Toni yang tahu kemana perhatian Bram.


" Dia makin cantik dan banyak berubah "jawab Bram pekan.


" Apa lho masih berharap , gimana dengan Mila. Paling dia sudah ganti gebetan Bram Lihat saja penampilannya yang modis. " bisik Toni berbisik.


" Gue ngak tahu Ton, tapi kalo janur kuning belum melengkung boleh boleh saja kan " Kata Bram berharap.


" Terserah lho , tapi kalo kecewa gue ngak tangung jawab. ya " kata Toni. Yang sudah menikah sebulan yang lalu dengan kekasihnya. Sedangkan Bram baru proses tunangan.


" Ya kalo sudah menikah sama orang lain baru gue mundur " kata Bram membuang nafas kasar.. Karna memang sudah lama ia tak bertemu Maya. Dan lagi ia mendengar dari temannya bahwa Maya sudah pisah dengan Bayu.


" Kayanya sih lho ngak bakal dilirik Bram Apalagi diperusahaan besar banyak cowok kerennya " kata Toni.


" Tahu ah lihat nanti " kata Bram berbisik.


" Kalian kenapa kok bisik bisik " kata Vani. Melihat Bram dan Toni penuh tanda tanya.


" Oh ini ngak cuma Toni rada jahil " kata Bram memberi alasan


Talk lama pesanan Bram dan Toni pun datang Lalu keduanya pun ikut makan bersama. Menikmati makanannya dengan santai.


" Rasanya ngak berubah ya May tetap enak dari dulu " kata Maya.


" Iya " kata Maya sambil menoleh kiri kanan. Mencari Kim yang tadi mengawal mereka.


" Cari siapa May " kata Desi bertanya.


" Kim, aku lupa nawarin dia makan " kata Maya yang langsung mengambil.ponselnya untuk menghubungi Kim.


" Sebentar aku telpon dulu.Takut dia belum makan " kata Maya yang perhatian


Sedangkan Bram dan Toni makan sambil memperhatikan Ketiga temannya itu.


" Kim kamu dimana ?" tanya Maya ketika ponselnya tersambung.


" Saya sedang makan nona tak jauh dari meja nona muda sisi sebelah kanan " kata Kim

__ADS_1


Yang membuat Maya menoleh ke kanan. Dan benar saja Kim sedang makan duduk dengan tenang seorang diri disana.


" Ya sudah bergabunglah kesini Kim " kata Maya menawarkan kim untuk bergabung.


" Trimakasih nona saya disini saja " kata Kim yang memang sengaja mengawasi dari dekat.


" Baiklah slamat makan " kata Maya yang lalu menutup ponselnya.


Yang tak lepas dari perhatian Bram dan Toni.


Membuat keduanya bertanya tanya Maya sedang bicara dengan siapa.


Sambil makan mereka pun ngobrol tentang masa kuliah dulu. Tentang masa masa ospek juga awal jadi mahasiswa baru.


" Hahaha.......wah waktu itu lho dikasih butut kan May sama kak Reyhan " kata Vani ketawa ngakak.


" Iya, mana muka gue di bikin cemong cemong waktu itu" kata Maya tertawa mengingat kenangan masa kuliahnya.


" Untung nya lho di tolong Vian waktu itu jadi ngak dihukum May " kata Toni.


" Iya ya, gue ingat. Oh ya Vian sekarang dimana apa masih disini ? " tanya Maya


" Dia kerja di Amerika May ,di sebuah perusahaan besar dia dapat beasiswa S2 disana. Lho ngak kuliah lagi May. Padahal kan lho dapat beasiswa " kata Bram menatap Maya.


" May tergoda keindahan dunia Bram Jadi ngak lanjut kuliah lagi. Ia memilih kerja dan menikah. " kata Vani.


" Lah berarti sekarang janda kembang nih " celutuk Toni.


" Heh ngasal , ngawur lho Ton. mana ada


janda kembang .Kalo Maya menjanda jadi janda tajir . Bakal banyak brondong yang mau ya ngak May" kata Vani.


" Dih jahat banget kalian doain gue jadi janda. Ogah gue " kata Maya cemberut.


" Hahaha .......ya sudah nikah sama Bram aja nih yang masih jomlo " ledek Toni.


" Yah kurang keren lho Bram, kalo punya Maya harus keren dan tajir. Lho mah minggir " kata Desi yang sengaja meledek Bram.


" Kalo itu mah gampang , bisa ke salon biar tambah keren " kata Bram tersenyum.


"'Berarti kalah set nih bro. Kan Maya modal nya sudah banyak nih " kata Toni memancing.


" Bukan banyak lagi segunung bro " kata Vani yang lalu menyesap jus jambu

__ADS_1


" Eh keasyikan ngobrol sampai lupa waktu. Pulang yuk " kata Maya.


"Ya allah , iya nih saking asyiknya ngobrol sampai lupa waktu " kata Desi Yang lansung melihat waktu di ponselnya.


" Iya nih Bram ,Ton. Maaf kami duluan ya sudah siang nih " kata Vani. yang juga harus menjemput dua buah hatinya.


" Yuk nanti telat kita, bakal ngamuk tuh para Krucil " kata Desi. Yuk Bram kami duluan ya." kata Desi berpamitan.


" Iya Bram, Ton duluan ya .Sampai ketemu lagi kapan kapan " kata Maya yang lalu membayar makanan mereka.


" Eh biar gue yang bayar May " kata Bram mengeluarkan dompet .Namun terlambat Maya sudah membayar semuanya.


" Sudan mba ini kembaliannya " kata pelayan itu ingin memberikan kembaliannya.


" Ngak usah mba, ini tip buat mba aja " kata Maya tersenyum.Lalu ketiganya pun beranjak dari kursi yang lalu diikuti Kim .


Sedangkan Bram dan Toni Hanya menatap kepergian tiga wanita itu.Yang membuat Bram penasaran. Apalagi setelah makanan mereka dibayar oleh Maya. Yang membuat Bram dan Toni mati kutu.


" Ayo pulang bro , ngak usah dilihat terus " kata Toni . Yang tahu temannya sejak lama penasaran dengan Maya.


" Gue hanya penasaran aja Ton. Apa dia sudah menikah lagi atau belum" kata Bram.Yang melihat Maya menghilang diantara banyaknya pengunjung mall yang lain.


" Tapi ingat Mila, tuh yang dirumah nunggu lho dengan setia " kata Toni. Mengingatkan Bram.


" Ya gue tahu. biar gue ngak menyesal suatu saat nanti." kata Bram .Yang ingin memastikan sesuatu


" Ok yuk pulang " kata Toni.


" Ok ayo " kata Bram yang lalu bangkit dari tempat duduknya . Lalu berdiri dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu bersama Toni.


...........................


Sedangkan Maya sedang menjemput keempat anaknya disekolah.Bersama Desi dan Vani karna anak anak mereka juga bersekolah di sekolah yang sama.


" Nona mau masuk atau nunggu disini ?" tanya Kim.


" Biar Saya ikut masuk Kim" kata Maya yang ikut turun dari mobil. Dan menuju pintu gerbang sekolah. Bersamaan dengan para Siswa yang keluar . Dan Maya masuk untuk mencari anak anaknya.


" Mamah ...!!" teriak Queen .Ketika melihat mamahnya yang datang menjemput.


Maya pun langsung menyambut putri bungsunya itu.Dan memeluk Queen dengan senyum sumringah yang disusul Rey dan Tan. Sedang kan Aska masih berjalan menuju sang mamah.


__ADS_1


Maya yang sedang menyambut putrinya


__ADS_2