
Jhon menatap Bima seakan tak.percaya.
Karna ia melihat sendiri Vani dan Desi seperti orang gila menangis jasad Maya didepannya.
" Jangan bercanda Bim " kata Jhon
" Bima ngak bercanda bang, Kak Maya kakak kandung Bima.. Dan Bima mengenalnya dengan baik , tubuhnya tangannya dan juga bentuk wajahnya. Jadi ngak mungkin Bima berbohong " kata Bima
" Bima takut ada orang yang merekayasa agar Kak Maya kecelakaan atau ini suatu kebetulan hingga orang itu membawa Kak May pergi " kata Bima. Yang tahu. Beberapa kali ada orang yang ingin menculik . Dan menyakiti kakaknya.
Jhon pun meraup kasar wajahnya. Kenapa ia tak berpikir kesana.
"' Lalu kita harus bagaimana Bim " kata Jhon .
" Dimana kak Ryan " kata Bima . Menatap Jhon yang sedang bingung.
" Ayo kita temui. " kata Jhon melangkah lebih dulu meninggalkan kamar mayat. Dan tak lupa menutup kembali jasadnya
*********
" Lex aku haus " kata Ryan yang baru sadar . Yang melihat Alex dan Didi yang sedang duduk menunggunya.
"Ya bos " kata Alex yang bergegas mengambil air meneral dan memberikannya pada Ryan.Ryan pun meminumnya dan lalu memberikannya pada Alex lagi. Lalu Ryan melihat jam ditangannya yang menunjukkan jam 01 20 malam..
" Apa jasadnya sudah dibawa pulang ?" tanya Ryan yang menatap Alex.
" Jhon dan Bima sedang memeriksanya bos " kata Alex yang lalu meletakan air meneral di atas meja
" Bima... apa dia sudah datang ?" tanya Ryan. menatap Alex memastikan
" Ya bos , Dan mereka sedang ke kamar Mayat. sedangkan jeff berjaga didepan " kata Alex.
" Tuan muda harus kuat, kalo ingin membawa jasad nona . Karna anak anak sedang gelisah dirumah " kata Didi.
Tak lama Bima masuk ruangan bersama Jhon . Lalu menarik nafas dalam.
" Bima " kata Ryan yang terlihat sedih.
" Abang baik baik saja kan " kata Bima. Menatap Ryan
__ADS_1
" Abang .......rasanya belum kuat untuk melihat jasadnya Bim. " kata Ryan
" Ngak usah dan ngak penting , Abang harus sehat dan mencari Kak Maya " kata Bima
" Apa maksudmu Bim " kata Ryan kaget juga Alex dan Didi yang menatap Bima meminta jawaban.
" Jasad itu bukan jasad kak Maya. " kata Bima menjelaskan.
Jedar.........
Ryan pun kaget tak percaya "Apa maksud mu Maya masih hidup " kata Ryan menatap Bima. Dan Bima langsung mengangguk kan kepalanya yang membuat Ryan Alex juga Didi kaget begitu juga dengan Jeff yang berdiri di sebelah Jhon.
" Bima benar tuan nona Maya masih hidup dan ada orang yang membawanya pergi " kata Kim yang tiba tiba muncul.
Duarr.................
Ada rasa ngilu dihati Ryan ketika mendengar apa yang dikata kan Kim. Karna tak terpikir olehnya ada orang yang membawa istrinya atau menculiknya.
" Jangan jangan........" kata Alex dan Didi bersamaan.
" Kita belum bisa menyimpulkan itu bang mas, tapi nona sepertinya ditolong seseorang dan dibawa pergi. Saya sudah menyelidikinya. tapi kita perlu memastikan . Dengan siapa terakhir kali nona Maya bertemu. Dan apa ada yang melihatnya. " kata Kim .
" Kita harus menanyakan itu dengan Desi dan Vani karna mereka yang bersama nona Maya saat itu. " kata Didi .
" Iya kau betul " kata Ryan yang merasa lega karna Istrinya masih hidup.
"'Baiklah kalo begitu aku bayar adminitrasi dulu . kita pulang kerumah utama. karna mereka ada disana. Jhon papah bos ke mobil sekarang. Kalian duluan pulang biar aku dan Didi yang mengurus administrasi " perintah Alex
" Baik bang " Kata jhon Yang lalu mendekati Ryan bersama Jeff dan lalu mengandeng Ryan untuk turun dari ranjang.
********
Di rumah sakit berbeda Maya masih belum siuman. Evan menatap wajah cantik Maya yang cantik alami. Dengan kepala di perban.
" Kau sangat cantik May, dan aku baru menyadarinya " kata Evan menatap Maya yang terbaring di ranjang brankar.
" Dulu orang orang mengatakan kau gadis kampung Yang membuatku menilai mu rendah Tapi ketika bertemu di acara reuni kemaren Kau sangat terlihat memukau dan perfec dan juga anggun . Cantikmu memikat benar kata orang .Rumput milik orang lain lebih hijau dan mengoda " Bathin Evan yang lalu mengelus pipi Maya. . Dengan lembut.
" Aku akan membawa mu ketempat yang aman besok . Aku yakin mereka pasti melupakan mu dan menganggap hilang karna kini kau juga tak bisa mengingat mereka " kata Evan bicara sendiri. Lalu menaikan selimut Maya.
__ADS_1
Evan lalu kembali keranjang satunya untuk tiduran menunggu Maya sadar. Dan ia akan membawanya apartment persembunyiannya sementara waktu .
*********
Sedang dirumah utama Lee Desi dan Vani baru saja selesai menangis ketika bu Lastri datang. Dan anak anak berkumpul dikamar Aska. Tidur berjamaah bersama.
" Bagaimana semua ini bisa terjadi " kata bu Lastri bertanya pada dua sahabat terbaik putrinya itu Yang sudah dianggap Maya saudarinya sendiri.
" Iya ibu benar, kak tolong jelaskan semua nya dari awal kejadian nya " kata Bima yang datang tiba tiba Bersama Ryan Kim Alex dan Didi. Yang juga diikuti Jhon dan jeff juga Ali Dan Alan yang dari tadi menjaga mereka.
Akhirnya Desi menceritakan semuanya. Tentang pertemuan Maya dengan Evan dan ketika hendak menuju mobil.
" Tunggu maksud mu Evan senior kampus itu kakak tingkat kalian , yang bertemu di reuni kemaren. " kata Didi.
" Siapa nama lengkapnya " kata Alex menatap Desi lekat.
" Iya jawab .....siapa dia " kata Ryan menatap tajam Desi dan Vani. yang mengantar Maya menemui Kakak seniornya itu.
" Evan Triadi tuan " kata Vani
" Evan Triadi ........." kata Ryan Alex dan Didi bersamaan. Seakan tak percaya apa yang mereka dengar.
"Apa kalian yakin " kata Ryan memastikan .
":Iya tuan, kami yakin karna dia yang mengajak Maya untuk bicara dan Kami menunggu mereka tak jauh dari meja kami." kata Vani dengar tubuh gemetar. Karna takut melihat kemarahan Ryan.
" Apa yang mereka bicarakan "tanya Alex pada Desi.
Desi hanya mengelengkan kepalanya. Begitu juga Vani. Karna memang mereka tak tahu apa yang sebenarnya Maya dan Evan bicarakan..Karna mereka juga tak begitu jelas mendengar obrolan Evan dan Maya. Walau meja mereka dekat
" Kim pergilah bersama Jeff . cari dan selidiki EVan besok pagi. Sekarang kita semua istirahat " kata Ryan .
Bu Bim, abang mau istirahat duluan " kata Ryan.yang memang lelah Dan berlalu menuju kamarnya.
" Ya nak pergilah " Kata bu Lastri pada menantunya itu.
Semuanya bubar. dan istirahat dikamar masing masing. Begitu juga Ima dan Kim Yang lalu kembali ke Villa belakang sebelum tidur. Karna memang mengantuk di waktu dini hari. Yang seharusnya jam tidur terlelap
Dirumah sakit Maya membuka matanya .Ia melihat semua ruangan berwarna putih dan lalu matanya memindai setiap sudut ruangan dan lalu berhenti disofa .
__ADS_1
" Dia siapa , aku dimana ???? kata Maya yang lalu memegang kepalanya. Dan melihat pada Pria yang tertidur pulas disofa