Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 427


__ADS_3

Queen dan Tian baru bangun ketika menjelang magrib .


"Tian ....." kata Queen


" Ya sayang aku mau sholat dulu " kata Queen yang lalu duduk untuk mengumpulkan nyawanya.


"' Sholat ? Apa aku harus sholat juga." kata Tian


"' Iya ,tapi harus belajar dulu . Ya sudah besok kita pulang kerumah papah aja Biar ...disana nanti kamu bisa belajar " kata Queen.Yang lalu mengambil wudhu dan sholat . Setelah selesai ia pun duduk di sebelah Tian.


" Kenapa melamun" tanya Queen


" Tapi aku ngak enak sayang bila pulang kerumah orang tuamu " kata Tian


"' Hei .. kenapa harus malu dia papah mu juga sayang ." kata Queen.


" Iya aku tahu papah mu baik Tapi sebagai pria aku merasa tak enak . Aku belum bisa berdiri sendiri " kata Tian yang merasa sungkan.


" Ya terserah tapi cobalah dulu , papah ku tak mungkin meremehkan menantu nya Dia sangat baik dan bijaksana " kata Queen


" Ya baiklah bagaimana kalo besok saja kita kesana Sekalian aku juga mau mencari perkerjaan sampingan Sebelum wisuda " kata Tian Yang berpikir untuk mencari tambahan Karna tak mungkin ia terus bertahan Dengan uang yang ada. Dan Lagi Tian tak mau menjual kalung sang mami.


" Ya aku akan mengantarkan mu kesana " kata Queen yang tak ingin suami nya itu terpuruk .


" Trimakasih sayang " kata Tian Yang merasa Queen perduli dan mengerti kondisi nya Karna Queen mau menerima kekurangannya Apa adanya. yang membuat nya Semakin mencintai Queen.


*******


Di sisi Lain Amina baru saja keluar dari kamarnya . Sedangkan Aska sudah sedari tadi pergi kekantor Karna ada urusan yang harus ia selesai kan.


" Amina " panggil seorang wanita yang tak lain sepupunya.


" Kak Fatma " kata Amina yang menoleh dan melihat siapa yang menyapanya


" Tumben siang siang baru keluar kamar " kata Fatma.


" Hehehe.........kok kak Fatma pengen tahu aja ada apa ? kan Amina memang lagi libur Jadi ngak ada pekerjaan " kata Amina


" Bukan karena bercinta melayani suami kan " kata Farma menyindir

__ADS_1


" Kalau itu sudah menjadi kewajiban Kak Apa ada masalah kak " kata Amina yang merasa sepupunya tak terdengar senang karna Amina menikah.


" Ngak sih tapi apa kamu ngak tahu Kenapa pernikahan mu tak dirayakan Dan hanya cukup keluargga besar saja yang tahu. Itu karna Suami mu itu miskin Dan tak punya apa apa. Makanya paman Ahmet malu Tapi apa kau tak menyadari kalo kau sudah mempermalukan Paman " kata Fatma menatap Amina


" Astagfirullah " kata Amina tertunduk . Yang membuat matanya berkaca kaca mendengar ucapan kakak sepupunya itu.


" Dan lagi kau sudah tahu kan banyak dari kalangan bangsawan yang meminang mu malah kau menolaknya Eh.... akhirnya menikah dengan pria miskin tampa status jelas " kata Fatma lagi.


" Cukup .kak ... kau salah menilai suami ku Dia tidak seperti itu Dan ayahanda tak menilai tentang kedudukan sosialnya Dan hartanya Tapi ayahanda menilai kepribadian nya " jawab Amina. .Yang cepat menghapus air matanya yang jatuh Yang hampir menetes.


" Oh ya masa iya " tapi buktinya itu kenyataan. Tak ada pesta pernikahan " kata Fatma. Yang semakin menyudutkan Amina.


Disisi lain Asyam yang mendengar semuanya Mengepal kan tangan nya .Lalu berlalu meninggal kan tempat nya berdiri. Tadi ia berniat menemui sang kakak. Tapi ketika ia ingin menemuinya .Sepupunya itu lebih dulu menghampirinya. Dan akhirnya Asyam mendengar kan hal yang sangat tak menyenangkan . Dan ia juga melihat sang kakak terlihat sedih. Dengan mata berkaca kaca. menangis Namun Amina cepat menghapusnya.


Langkah Asyam berhenti di depan ruang kerja ayahanda nya. Dan lalu mengetuknya


Tok .....tok.....tok.......


" Masuk " kata suara dari dalam.


Ceklek ...


" Bisakah Asyam bicara pada Ayahanda hanya berdua " kata Asyam sambil melirik kedua pria Yang berdiri dibelakang sang ayah Yaitu pengawal pribadi sang ayahanda.


" Tuan Ahmet pun lalu mengangkat satu tangannya Dan memberi kode pada kedua pengawalnya untuk keluar. Dan dua pria itu pun lalu beranjak dari tempatnya berdiri Dan keluar dari ruang kerja tuan Ahmet


" Ada apa anakku apa kau ingin membeli mobil lagi ?" tanya tuan Ahmet.


" Apa Ayahanda tahu kalo kakak iparku orang miskin . Tak mampu mengadakan pesta megah .Tapi ia cukup berani menikahi putri seorang bangsawan . Apa menurut ayahanda tentang semua itu" kata Asyam menatap tuan Ahmet.


" Hahaha.....tuan Ahmet terkekeh. Sambil menatap putra bungsunya itu. Apa menurut mu begitu Apa kau yakin kakak ipar mu itu orang miskin " kata Tuan Ahmet.


" Tidak ....bulan begitu ayahanda tapi keluargga kita menganggapnya begitu" kata Asyam.


" Lalu kenapa kau menanyakannya " kata tuan Ahmet. Menatap putra satu satunya itu.


" Karna tak ada pesta buat kak Amina dan itu membuat pro dan kontra di keluargga kita ayah " kata Asyam


" Hahaha...... biarkan dulu mereka berkicau Kau tenang saja . Masalah itu akan ayah urus Setelah bertemu dengan besan ayah

__ADS_1


Dan kami akan membahas semua nya Setelah bertemu dan duduk bersama. Karna ayahanda sudah tahu masalah itu." kata Ahmet.


Asyam pun lega mendengar nya . Karna ia tak tega kakaknya itu menjadi bahan cibiran dan omongan keluargga besarnya .Yang ingin merendahkan sang kakak dan kakak iparnya .


" Trimakasih ayah " kata Asyam tersenyum


" Hehehe... kenapa kau berterimakasih Itu sudah menjadi tugas ayah mu ini " kata Ahmet. Memang belum mau membahas apa pun tentang pesta. Karna tahu Aska sedang sibuk. Beberapa hari ini .


" Kalo begitu Asyam pergi dulu ya yah . Asyam ingin menghibur Kak Amina Yang tadi sedang bersedih Karna ulah kak Fatma " kata Asyam


" Ya pergilah "kata Tuan Ahmet yang menggelengkan kepalanya.


" Aku ingin melihat mana orang yang tulus dan mana seorang penjilat Dan itu akan terlihat jelas nanti . ketika seseorang hidup berkuasa dan punya segalanya hidup seperti semut mendekat gula . Namun ketika kita terjatuh .Kalian berlari menjauh seperti melihat sampah Dan mencari tempat yang lain " bathin Ahmet sambil mengelengkan kepalanya. Karna selama ini ia masih berjaya. Tapi ia takut ketika ia sudah tiada . Mereka akan menghujat putri dan putranya Dan akan berlomba lomba memperebutkan hartanya .Padahal slama ini ia berjuang sendiri membangun usahanya . Dan untungnya putra nya kini sudah bisa membantunya. Begitu juga putrinya yang sudah berdiri sendiri Tampa sepengetahuan keluargganya.


"' Amar Sukan kemarilah " kata tuan Ahmet


" Ya tuan apa yang harus kami lakukan " kata Amar dan Sukan.


" Aku ingin kau mengawasi semua adik adik ku Catat apa saja yang mereka rencanakan bersama keluargga nya .Aku ingin putri dan putraku aman . " Kata Ahmet pada dua pengawal kepercayaan nya itu


" Baik tuan . " kata keduanya.


" Pergilah suruh Rasya menemaniku " kata Ahmet yang meminta asisten nya datang menemuinya


" Baik tuan kami permisi " kara Amar dan Sukan Yang lalu pergi meninggalkan tuan Ahmet sendiri di ruangannya.


" Tok....tok...tok....


" Masuklah " kata Ahmet melihat Rasya datang


" Apa ada tugas tuan " kata Rasya yang lalu berjalan dan berdiri didekat tuan Ahmet


" Ya aku ingin kau memesan tempat pesta di manara Burj khalifa " kata Tuan Ahmet.


" Hah.........tapi tuan ...itu sangat terbatas " kata Rasya.


" Kenapa ? hanya untuk orang orang penting saja " kata tuan Ahmet.


" Baik tuan " kata Rasya.

__ADS_1


__ADS_2