
Bima langsung berlari kearah Nur dan membuka dua pangkal paha istrinya
" Astagfirullah.al adzim " kata Bima yang langsung menyambut bayi yang menangis dan membungkusnya dengan kain .
Dan bergegas mengambil ponselnya dan menelpon dokter kandungan langganan Nur . Setelah itu ia bergegas memakai baju kaosnya Karna hanya memakai kolor lalu mendekati Nur lagi untuk menarik ari ari bayinya
" Aby ......." rintih Nur
" Sebentar sayang " kata Bima yang lalu buru buru mengambil pakaian untuk Nur Lalu memasangnya dan menganjal kepala Nur. Agar nyaman . dengan posisinya .
Bima yang panik hanya memakai kolor dan kaos penuh darah . Lalu meletakan bayinya dan ari ari nya berdekatan.
" By..... Nur haus " kata Nur
" Ya Nur " kata Bima yang berlari ke dapur mengambil minum untuk Nur
" Astagfirullah kamu kenapa Bim " kata Salman kaget yang baru keluar kamar.. Namun Bima tak menjawab karna buru buru kembali masuk kamar dan memberi minum Nur .
Salman yang mengikuti Bima. kaget melihat Nur sedang minum di samping nya sudah ada bayi yang bergerak sendiri
" Allahu akbar " kata Salman yang berlari untuk memanggil istrinya Bersamaan dengan dokter yang datang di antar mbok jum. ke kamar Bima
" Ya Allah non Nur " kata mbok jum kaget.
Sedangkan dokter langsung menangani Nur dan memeriksa Nur.
"" Mb Nur baik baik saja mas, tolong siapkan aira hangat untuk membersihkan bayinya " kata dokter Mala Yang lalu memotong tali pusat bayi dan membungkus ari ari nya dengan kain
Sedang kan mbok jum bergegas mengambil air hangat untuk membersihkan bayi Nur
Salman yang masuk kamar langsung membangunkan Atiqah
" De bangun ayo bantu Nur melahirkan " kata Salman panik .Lalu keluar dan mengetuk pintu kamar abi.
" Bi bangun bii Nur bi ....." kata Salman panik
Cek lek
" Salman ada apa " kata abi kaget
" Nur bi Nur melahirkan " kata Salman Yang lalu bergegas kembali kekamar Nur .
Sedang abi berjalan pelan menuju kamar Nur .Atiqah yang keluar kamar langsung menuju kamar Nur.
Sedangkan di kamar Nur . Nur sudah dibersihkan dan bayinya juga sudah di bersihkan dan di adzani Bima Dokter Mala pun lega karna Nur melahirkan dengan mudah .dan lancar dalam kondisi sehat
__ADS_1
" Bagaimana dok istri saya " kata Bima setelah Dokter menganti semua seprei yang penuh darah.
" Alhamdulilah mas mb Nur melahirkan dengan mudah dan aman " kata dokter Mala Yang lalu menganti pakaian Nur . Sedang kan Bima mengedong bayinya.
"' Nur........ Bima " kata Salman yang muncul dengan Atiqah juga abi Rahman.
" Kak lihat bayi Salman " kata Bima.
" Masyaallah nak, bagaimana bisa Nur melahirkan di rumah, apa ngak pa pa nak " kata abi yang langsung mengusap kepala cucunya dan mendoakannya juga meniup ubun ubun nya.
" Alhamdulilah Pa mb Nur melahirkan dengan mudah dan lancar juga aman " kata dokter menjelaskan . Sedangkan Nur tersenyum. karna senang bahkan tadi ia sempat panik . Karna setelah memadu cinta tiba tiba brojol tampa ada ciri ciri apapun padahal dokter memprediksi akan melahir kan seminggu lagi.
" Masyaallah bagaimana bisa dok padahal Nur tak mengeluh sakit perut . ?" Kata Salman heran.
" Saya juga kurang tahu pa Mas Bima yang membantu kelahiran istrinya Saya kesini bayinya sudah lahir ." jelas dokter
" Hah ....... kok bisa " kata Atiqah kaget.
Yang tak menyangka Nur bisa melahirkan dirumah .Dan disambut Bima
" Ya kalo begitu suruh orang bantu mbok jum buat masak makanan dan bubur untuk dibagi bagikan nanti subuh man " kata abi.
" Biar Atiqah bi , biar Atiqah hubungi santriwati buat bantu. " kata Atiqah.Yang lalu pergi meninggalkan kamar Nur
" Ya sudah man ayo keluar biar Nur menyusui dulu " kata abi.
" Ayo Bim " kata Salman mengajak Bima .
" Hust ..... kamu ini Bima suaminya sudah biasa dia lihat " kata abi. sambil menepuk bahu salman.
" Hah ......" kata Salman melongo tapi buru buru mengikuti abi nya. Karna panik Salman lupa kalo Bima suami adiknya.
" Hehehe.........mereka lucu juga " kata dokter terkekeh yang melihat Salman sempat melongo.
" Bima hanya tersenyum dan lalu mendekat bayi nya pada dada Nur yang langsung di hisap sang bayi.
" Auw...... ." kata Nur kaget melihat bayi kecilnya itu menyesap dengan lahap walau airnya masih sedikit .
" Ya Allah nak sabar, kasihan umi aby ngak bakal minta kok " kata Bima.
" Aby.........." kata Nur malu Karna masih ada dokter Mala disana .
Sedangkan dokter Mala sedang membersih kan alat alatnya . Hanya tersenyum mendengarnya.
" By dokter mala suruh minum dulu " bisik Nur menatap wajah Bima.
__ADS_1
" Ya Umi , ya sudah aby keluar dulu ya " kata ?Bima yang mengusap kepala bayi nya dan mencium kening Nur.
Rasa bahagia terpancar di wajah Bima . Karna Nur melahirkan dengan mudah bahkan dalam kondisi sehat .Walau tadi sempat panik . Ya.... bagaimana tidak panik baru saja habis berhubungan badan. Nur sudah langsung brojol Dan tampa merasakan sakit perut. Dan lagi Bima langsung menyambut bayinya yang keluar separo. Dan mengeluar kan dengan perlahan .
" Dokter silakan minum dulu " kata Bima pada dokter Mala yang sudah duduk disofa diruang tamu " kata Bima.
" Ya mas, besok saya akan kesini lagi untuk memeriksa nya dan akan membawa perawat yang akan mengurus Mb Nur " kata dokter Mala Yang menyesap tehnya .Sambil kagum melihat Bima . Yang terlihat sangat sayang pada istrinya
" Ya dok , apa pembayaran langsung atau saya transfer saja. " kata Bima .
" Di transfer aja mas kalo ngak repot " kata dokter Mala .
" Ya nanti kalo semuanya beres akan saya transfer. " kata Bima .
" Ya Mas ya sudah saya pamit dulu ini sudah jam 11 malam Mas Bima juga harus istirahat. " kata dokter Mala
" Ya dok terima kasih " kata Bima xang lalu mengantar dokter Mala sampai teras rumah . Lalu bergegas masuk setelah dokter Mala pulang .
Sedangkan di kamar Nur abi dan Salman juga Atiqah sedang bayi Nur yang terlelap sehabis kenyang menyusu ..
"' Ya ampun Nur , ganteng banget anak mu kalah Ali nih sama Azzam " kata Atiqah
" Hahaha...... kita bikin lagi umi biar lebih ganteng." kata Salman
" Mana bisa kak emang cetakannya beda " kata Nur
" Hush..... kalian ini ..Itu sudah dilukis Allah dari sananya ngak pake siangan pengen cakep Toh semua sudah di takdir kan masing masing . Mungkin ya itu rezeki Nur anaknya cakep nak . Jadi ngak udah terlalu di permasalah kan yang penting sehat dan
cerdas " kata abi Rahman
" Ya bi " kata Atiqah lalu menarik nafas dalam karna Nur memang lebih beruntung darinya . Dari segi suami saja sudah berbeda Dan tak mungkin ia membanding bandingkan Karna rezeki manusia sudah tertulis masing masing.
Sedangkan Bima baru saja ingin kekamar ketika ponselnya bergetar dan lalu mengangkatnya.
" Ya bu ini Bima " kata Bima.
" Tadi telpon ibu kenapa ?" kata bu Lastri .
" Nur melahirkan bu sekarang sudah istirahat dikamar " kata Bima.
" Alhamdulilah sekarang kamu dirumah sakit mana ? " tanya ibu
" Di rumah abi bu " kata Bima.
" Hah...........dirumah " kata bu Lastri kaget
__ADS_1