Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 167 Pintu Gerbang Dibuka.


__ADS_3

Canda dan tawa didalam mobil membuat suasana menjadi santai.Ulah Vani dan Maya membuat Ima salah tingkah. Namun karna hanya candaan semata. Ima hanya tersenyum walau ia jadi bahan banyolan Vani dan Maya. Apalagi ketika Aska yang bangun dan ikut bergabung ke belakang bersama adik adiknya. Dan untungnya lagi si kembar tiga anteng tampa rewel. ketika mereka bangun.


" Ih adik cantik pintar ya, anteng sudah nen kata Aska pada baby Queen.


" Iya lah bang, kan bang Aska juga gitu waktu kecil " kata Maya sambil mengelus putra tertuanya itu yang kini berusia hampir dua tahun.


" Bang Aska mau ade lagi yang ini kasih tante aja ya " goda Vani pada Aska.


" Jangan bilang om Didi aja bikin banyak banyak itu ade nya Aska. Kan papah capek bikinnya " kara Aska protes yang membuat semua orang tertawa mendengarnya.


" Hadeh kacau nih anak tau aja bikinnya capek " kata Didi terkekeh sambil melirik bos nya itu lewat kaca spion.


" Emang itu kenyataannya di, kok protes " Kata Ryan yang tahu di perhatikan Didi


" Hahaha............iya bos paham " kata Didi terkekeh.


Sedangkan Kim hanya tersenyum mendengar jawaban tuan mudanya itu.


" Aska tahu dari mana kok bikin ade capek ya" tanya Didi mengoda Aska yang sudah duduk lagi bersama sang papah.


" Kata om jhon bilangnya gitu om " jawab Aska polos.


" Astaga tuh Jhon parah ya , sampai bisa nyuci otak si krucil " omel Vani yang mendengar.


" Sudah ngak usah dipermasalahkan Van, mungkin hanya bercanda " kata Maya yang ngak mau membahas masalah dewasa.. Lalu mencari obrolan lain.


Hampir jam 11 siang mereka pun sampai di pintu gerbang utama .Yang dibuka oleh Jeff. Alex yang sudah menunggu sedari tadi .Langsung menyambut rombongan tersebut.


" Slamat datang bos " kata Alex yang menyambut Ryan yang menurunkan Aska.


" Terimakasih lex sudah menunggu kami " Kata Ryan tersenyum.


" Maya ........!! " teriak Desi yang langsung memeluk sahabatnya .Sedang kan Vani mengedong Tan . Dibantu Ima dan bi Marni yang mengedong dua bayi lainnya.


" Des kangen gue , kamu sehatkan " kata Maya basa basi.


" Iyalah May, biar lho jauh tetap kangen gue " kata Desi yang memeluk erat sahabatnya.


" Eh mana keponakan gue ? " tanya Desi.


" Ini ayo kita bawa masuk semua biar mereka anteng dikamarnya " kata Vani yang mengendong Tan.


Akhirnya semua masuk kedalam rumah. Untung bi Marni sudah memberi tahu bi Inah untuk menyiapkan semuanya. Sebelum mereka sampai sejam.yang lalu.

__ADS_1


" Wah enak nih sudah siap semua " kata Vani yang melihat di ruang makan sudah tertata rapi makanan untuk makan siang.


Sedangkan Maya membawa anak anaknya kekamar pribadinya agar bisa istirahat.


" Bang abang makan dulu ajak semuanya , biar gantian " kata Maya. Ketika Ryan masuk membawa koper dan barang anak anaknya.


" Iya sayang " kata Ryan yang meletakan barang barangnya yang dibantu Kim dan Alan.


" Ya ampun kerja kalian ya, bobo lagi " kata Ryan yang lalu mencium tiga anak kembarnya itu satu persatu.


" Mereka sangat mengemaskan sayang " kata Ryan yang lalu mencium pipi istrinya.


" Sudah makan dulu trus istirahat " kata Maya yang tahu suaminya itu pasti lelah.


" Ya sudah abang ajak mereka makan dulu, apa kau mau diambilkan " tanya Ryan menatap Maya. yang membenahi anak anaknya.


" Ngak bang nanti biar May gantian aja sama bi Marni " kata Maya yang melihat anak anaknya sudah mulai tidur nyenyak lagi setelah bangun di mobil tadi. Namun ketiganya tidak rewel sama sekali.


...............................


Sedang di kantor seorang pria sedang melapor ke atasannya.


" Tuan pintu gerbang utama rumah tuan Lee sudah dibuka " kata pria itu


" Tapi tuan tadi saya melihat 3 mobil rombongan masuk ke dalam rumah utama. Sepertinya mereka tamu yang datang dari luar. Karena mobil itu dikawal ketat " kata Pria itu menjelaskan.


" Dev, kau dapat info apa " tanya Frans ketika Dev baru saja masuk mengantar laporan.


" Tuan besar Choi dan nyonya Lily sedang kemari apa mereka sudah sampai ? untuk melihat cicit cicitnya " kata Dev yang melihat orangnya itu.


" Bisa jadi tuan tadi pintu gerbang sudah dibuka " kata pria itu.


" Baiklah kita akan kesana nanti malam Dev. aku ingin kau menyiapkan hadiah buat Maya dan anak-anaknya.." kata Frans yang tahu Maya pasti sudah melahirkan.


" Baik tuan " kata Dev yamg lalu kembali ke ruangannya untuk menyiapkan segala sesuatunya.


" Baiklah kau bisa libur besok sementara , ini bayaran mu " kata tuan Gee menyodorkan amplop.


" Trimakasih tuan, berarti besok saya bisa istirahat tuan " kata Pria itu.


" Iya hanya untuk dua hari kedepan " kata Frans seraya mengambil ponselnya.


" Baiklah tuan trimakasih saya permisi " kata pria itu lalu Frans pun mengangguk.

__ADS_1


" Huh.........baiklah May, aku siap membantu mu membesarkan anak anak mu " bathin Frans yang tertarik pada Maya ketika pertama kali bertemu di pesta pernikahan Alex dan Didi


.................................


Sedang dirumah utama . Tuan besar Choi dan Nyonya Lily baru saja sampai.Setelah dijemput dari bandara oleh Jeff.


" Di mana cicit cicit ku " kata tuan Choi ketika sudah masuk ruang tengah.


" Mereka pasti sedang istirahat dikamar tuan" Kata Lim .Yang mengandeng tuan besarnya itu.


" Papi istirahat dulu dan membersihkan diri . Karena mereka masih bayi " kata Nyonya Lily.


" Baiklah aku akan istirahat sebentar " kata Tuan Choi yang lalu masuk kedalam kamar yang sudah disiapkan bi Inah


Begitu juga dengan nyonya Lily yang sudah masuk kamar karna perjalanan mereka memakan waktu ,12 jam.


Kim dan Alex juga Didi sedang bicara diruang tengah . Setelah mengetahui tuan Choi sudah sampai.


" Apa tuan besar sudah istirahat Lim " tanya Alex yang melihat Lim menuju kearah mereka bertiga.


" Iya beliau sedang istirahat sekarang . Beliau sangat tidak sabar bertemu cicit cicitnya. Tapi nyonya besar melarangnya agar istirahat lebih dulu " Kata Lim.


" Bagus lah karna nona Maya dan tuan muda juga baru istirahat di kamarnya." kata Kim


" Oh ya slamat ya Kim .Atas pernikahanmu " Kata Lim memberi slamat.


" Terimakasih Lim , Kapan kau menyusul " kata Kim basa basi.


" Hahaha........Dia sudah kenyang Kim ngapain menyusul" sindir Didi.


" Hadeh ....Kim apa kau tak tahu Lim itu ahlinya , bahkan dia bisa melakukannya sambil menulis laporan " kata Alex .Yang tahu Lim cukup liar. Tapi Lim juga pria yang


setia.


" Hah......maksudnya ?" tanya Kim polos .Yang tak tahu apa pun.


" Sudah ngak usah dibahas, oh ya apa tuan muda sudah pulih sepenuhnya " kata Lim serius.


" Untuk itu kau bisa bertemu langsung nanti dengan tuan Muda " kata Alex santai sambil menyesap kopi nya.


Sedang Kim menatap Lim dengan penuh tanda tanya . Sambil memikirkan perkataan Alex dan Didi. Yang membuatnya penasaran.


__ADS_1


Lim Asisten Tuan Lee


__ADS_2