
Sore hari Ryan sudah sampai dirumah. Setelah lelah seharian mengurus perusahaan. Apalagi Perusahaannya semakin maju pesat. Membuatnya semakin repot saja. Untungnya ia mempunyai Empat asisten yang slalu bisa ia andalkan. Kapan pun dan di manapun.
" Hai sayang " sapa Ryan pada Maya yang sedang menemani si kembar.
" Abang sudah pulang ? "tanya Maya.Ketika suaminya itu pulang cepat.
" Iya kerjaan abang menumpuk jadi sangat lelah rasanya makanya cepat pulang " kata Ryan lalu berbaring diranjang dengan menaruh kepala dipangkuan Maya.
" Abang tidur dulu , tapi apa sudah sholat bang . Istirahatlah sebentar agar nanti pas bangun sudah segar " kata Maya yang mengelus kepala suami tampannya itu.
" Trimakasih sayang " kata Ryan yang lalu menarik kepala sang istri dan mengecup bibirnya. Yang membuat Maya terkejut.
" Abang bikin Maya kaget saja, sudah istirahat dulu .Tuh lihat si kembar sampai ikut kaget memperhatikan abang " kata Maya. Yang melihat si kembar mulai aktif menggerakkan kaki dan tangan mereka.
" Hehehe....Iya sayang abang pengen tidur sebentar " kata Ryan yang lalu memejamkan matanya di pangkuan istrinya.
Maya pun mengelus punggung sang suami dan mengusap pelan rambut Ryan. Sehingga tak lama Ryan pun tertidur.
Sedangkan diluar Frans baru saja datang bersama Mey. Yang langsung bertemu dengan Mami Lily.
" Tante apa kabar, tante sehatkan ?" tanya Mey basa basi
" Iya tante baik baik saja gimana kabarmu ?" tante dengar kau sudah berhenti menjadi model dan fokus mengurus Frans " tanya Mami Lily
" Iya tante , karna Frans ingin kami slalu bersama, ya kan sayang " kata Mey seraya melirik Frans.
Sedangkan Frans hanya tersenyum .Lalu meninggalkan kedua wanita beda usia itu untuk ngobrol .
" Apa bos mu sudah pulang Kim ?" tanya Frans ketika melihat Kim yang sedang menuju kebelakang.
" Iya tuan Gee.Paling sekarang sedang istirahat dikamar " kata Kim datar.
" Apa ada yang perlu dibantu ?" tanya Kim pada Frans yang lalu duduk di dekat kolam renang.
" Tidak ada Kim , aku hanya ingin menginap disini ,oh ya di mana Aska?" tanya Frans menatap Kim.
" Biasanya jam segini tuan kecil masih tidur mungkin sebentar lagi bangun " Kata Kim seraya melirik Frans.
__ADS_1
" Kim apa kau tahu Jimmy mengalami kecelakaan . Tadi pagi Cindy minta aku menemui Lim untuk mengurus perusahaan Jimmy.
" Untuk.apa, perusahaannya sudah bangkrut. Dan sebentar lagi juga akan gulung tikar " Kata Kim datar.
" Bagaimana bisa bukannya perusahaan itu masih sehat . Dan juga masih berjalan baik" kata Frans yang menatap Kim.
" Apa tuan Gee yakin . Tapi tuan Jimmy punya banyak hutang. Dan itulah sebabnya ia ingin melenyapkan tuan muda Lee." kata Kim.
Deg.........
" Kau bilang apa Kim ?" tanya Frans yang sempat kaget mendengar ucapan Kim.
" Kurasa kau bisa bertanya selengkapnya dengan Jeff. Bagaimana sepak terjang. Jimmy. Jadi aku tak perlu menjelaskan lebih rinci " kata Kim santai.
" Baiklah " kata Frans.
................................
" Hai May apa kabar " sapa Mey ketika Maya keluar bersama ketiga bayi kembarnya dengan boks dorongnya.
" Hai Mey trimakasih kadonya, kenapa kemaren tak kesini " tanya Maya yang lalu duduk diruang tengah dengan sang mertua.
" Oh pantas saja., apa kau masih bekerja " Tanya Maya
"'Iya tapi hanya sebentar, karna hanya sedikit job nya " kata Mey tersenyum manis.
" Oh begitu " kata Maya tersenyum..Yang lalu membuka keranjang bayinya.
" Sini May biar Queen mami yang gendong May " Kata Mami Lily . Ketika Maya ingin mengedong Queen
" Nona ini salad dan cemilannya mau ditaruh dimana ?" tanya Mumun yang datang membawa makanan.
" Taruh disini saja mun, biar Mey bisa menyicipi " kata Maya.
" Oh iya aku sangat suka salad " kata Mey tersenyum . Yang melihat kearah Mumun.
Tak lama Opa pun bergabung di ruang tengah. Semuanya berkumpul dan ngobrol bersama. Sambil menikmati cemilan dan buah juga salad buatan bi Marni .
__ADS_1
" Opa Mey boleh menginap disini kan untuk beberapa hari . Karna di apartemen Mey kesepian opa tak punya teman. " kata Mey .
" Kenapa tidak, kau boleh menginap disini, lagi pula kami dan tante mu masih lama disini " kata opa Choi tersenyum.
" Iya Mey. Kami masih betah disini apalagi si kembar belum empat 40 hari .Jadi biar kumpul kau bisa menginap disini.
" Trimakasih tante , Mey senang banget apalagi bisa melihat si kembar .Yang tampan dan cantik ini " kata Mey yang tersenyum melihat bayi bayi Maya.
" Mey apa kalian tak ingin punya anak. Kalian sudah lama menikah . Bahkan hampir 5 tahun Lebih ."'Kata Mami bertanya pada Mey.
Mey pun hanya diam tak menjawab .Lalu menatap Frans yang duduk di sebelah opa Choi. Sedangkan Maya hanya jadi pendengar.
" Mungkin dalam waktu dekat ini tante, Karna kami baru saja kumpul.Jadi mungkin kedepannya kami akan punya anak. doakan saja ya opa ,tante " kata Mey .
" Ya tentu, kau harus punya anak . Apalagi mertuamu sangat mengharapkan itu ." kata Mami tersenyum.
" Iya tante kami akan berusaha " kata Mey yang merasa terpojok bila membahas masalah anak .Karna Mey jelas jelas kalah. Apalagi Maya sudah punya 4 orang anak.
" Oh ya , May apa kau tak berencana menikah lagi?" tanya Mey .Yang membuat semua orang menatapnya.
" Maksudnya apa Mey " tanya mami Lily. Menatap Mey penuh selidik.
" Ya maksud Mey. Setelah kecelakaan naas itu. Pastinya kau sangat kehilangan .Tapi apa kau tak kerepotan mengurus anak 4 sekaligus " kata Mey yang sengaja ingin memojokkannya Maya.
Maya pun hanya tersenyum tak ingin menjawab.Karna Ryan sudah hadir dan duduk didekat sang opa. Sedangkan Mey tak tahu sama sekali kalo Ryan masih hidup .
"'Seharusnya pertanyaan itu kau tanyakan padaku Mey, Bukan pada Maya. Karna Maya adalah wanita setia." jawab Ryan .Yang membuat Mey menoleh dan terkejut setengah mati. Melihat Ryan duduk santai disebelah Opa Choi dan suaminya.
Jleb........
" Astaga, ku kira kau.........
" Mati " kata Ryan menyambung perkataan Mey. Yang memang tak semua orang tahu bahwa dirinya masih hidup
" Maaf Lee aku tidak tahu, kalo kau masih hidup .Aku pikir kau sudah tewas " kata Mey tergagap. Sedang kan Frans hanya santai mendengar semua obrolan Mey dan Ryan sambil menikmati cemilan .
Setelah ngobrol lama keluargga itu pun bercanda dan saling ledek . Apa lagi Ryan sedang mengendong Bayi Rey. Sedang Frans memangku Aska .
__ADS_1
" Opa senang kita bisa ngobrol dan kumpul seperti ini. Apalagi bisa sambil melihat cicit cicit opa .Yang lucu lucu ini " kata opa yang memegang tangan bayi Rey.
Sedangkan Mey, masih sock karna Ryan masih hidup .Yang ia pikir tewas dalam kecelakaan itu.Yang membuatnya tak berkutik . Bahkan ia tak kan pernah bisa mencelakai Maya.