
Maya sudah terlihat cantik dengan gaunnya. Ryan hanya terpaku menatap istrinya itu. Yang semakin hari semakin cantik dan membuatnya jatuh cinta. Walau dalam kondisi hamil pun Maya terkesan anggun.
" Ayo bang , pasti semua sudah menunggu kita . Kasihan yang ultah " kata Maya.
" Baiklah ayo " kata Ryan yang sudah rapi lalu keduanya pun keluar dari kamar menuju teras belakang dekat kolam renang.
"'Papah.....Mamah ......!!! " teriak senang yang lalu berjalan kearah Rayan dan Maya.
" Selamat ulang tahun sayang " kata Ryan yang langsung mengendong Aska. Lalu Maya pun ikut mencium pipi Aska .
" Slamat ulang tahun ya sayang " kata Maya.
" Makasih, makasih juga kadonya ya pah mah " kata Aska . Yang senang menujuk kado yang banyak di atas meja.
" Wow kadonya banyak sekali " kata Maya.Yang cukup terkejut .Rupanya suaminya ini membuat kejutan ditambah lagi kado dari asisten dan para pelayan.
" Ayo kita berdoa dulu , sebelum potong kue " kata Maya.
" Ok...mah " kata Aska .
" Om Bima sini bantu " kata Maya memanggil Bima. Lalu dengan sigap Bima pun menghampiri Aska dan membantu untuk memotong kue.
Setelah berdoa bersama Aska pun memotong kuenya . Dan yang pertama buat Ryan dan lalu Maya. Lalu untuk Bima dan neneknya. Lalu pada yang lainnya juga Desi dan. Vani .
" Ye......ayo sekarang makan " kata Aska yang lalu menyuruh semua orang makan.
" Ayo silakan om om tante tante kita makan bersama " Ryan menyuruh semua orang. makan.
" Wah kado Aska Banyak banget ." kata Bima. Yang dapat dari semua orang.
" Iya nanti om boleh ambil "" kata Aska.
" Ngak usah buat Aska saja ,om sudah besar " Kata Bima . Sambil menambah kue.
Malam itu semua senang bisa bercanda dan tertawa bersama.Apalagi jarang sekali Ryan bisa mengadakan acara dirumah .ini kedua kalinya ada pesta .Setelah acara pernikahan Desi dan Vani. Karna memang yang membuat pesta adalah Maya. Jadi Ryan tak pernah protes. Bahkan ia senang istrinya itu bisa kreatif membuatnya dirumah. Dan tak perlu repot ke restoran atau hotel.
"'Sayang tolong ambilkan buahnya ya , abang mau itu " kata Ryan yang melihat buah ditata rapi di meja dengan bermacam varian.
" Yang bang " kata Maya.
" Bos, enak nih ayo makan " Kata Lim yang ikut bergabung .karna baru datang tadi harus bertemu klien yang menginap di hotel.
" Makan lah kalian sepuasnya " kata Ryan tersenyum.
" Wah bos itu walau sederhana tapi luar biasa enak " kata Kim yang makan rendang buatan bu Risma dan bi Marni.
" Iya mantap mana gratis nih " kata Didi tersenyum.
Sedangkan Maya sedang sibuk mengambilkan Ryan buah. Dan juga makanan untuk sang suami sesuai kesukaannya.
__ADS_1
Monggo siapa yan mau.....
" Ini bang " kata Maya .Yang membawa sepiring buah dan makanan kesukaan Ryan yang duduk didekat Lim dan Kim.
" Trimakasih sayang, kamu ngak makan " tanya Ryan.
" Maya mau ambil buah juga, Maya kesana ya dekat ibu " kata Maya.
" Ya " kata Ryan yang lalu mengambil buah dari nampan.
" Enak Lim " tanya Alex yang ikut duduk disebelahnya
" Mantap bro " kata Didi tersenyum.
" Jelas apalagi gratis " kata Lim menyunggingkan senyum termanisnya
" Kapan menikah Lim biar bisa bikin acara kaya mereka berdua " sindir Kim pada Lim.
" Cih.....kau saja masih jomlo , pake nanya segala" balas Lim.
" Ya sudah kita bareng saja " kata Kim tersenyum.
" Wah bisa tuh buat taruhan ayo siapa yang duluan nikah kita patungan bikin acara nih " kata Didi mengusul kan.
" Aku ikut kaya nya Lim , yang bakal nikah duluan nih " kata Ali
" Boleh boleh aku ikut uang nya kalo menang buat pesta " kata Jhon.
" Kok aku ngak diajak " kata Jeff.
" Halah lho mah bisa nyari sendiri kalo Kim dan Lim kan super sibuk mana sempat. " kata Didi menyindir.
" Gue juga pengen nikah bang biar ngak iri sama kalian " kara Jeff.
" Dih tahu juga rasanya kan, makanya tuh gaji di kemana in aja sampe belum bisa cari bini " Kata Ali meledek.
" Sudah ayo makan " kata Ryan yang sudah menghabiskan buah. Lalu mengambil piring makanannya. Yang mendengar obrolan receh para anak buahnya
" Siap bos " kata Didi yang lalu mengambil makanan. dan kue kesukaannya
Mereka pun mengobrol dengan santai .Sedang Bu Risma dan Bima makan dengan lahap bersama Maya dan Aska.
" Bima kamu ngak gabung sama tuh para cowok " kata Vani pada Bima
" Nanti kak kalo sudah selesai makan , Kan ngak enak kumpul sama laki laki dewasa. Bima kan masih jomlo " kara Bima
" Lah katanya sudah punya " goda Desi.
__ADS_1
" Siapa bilang , sama ibu ngak boleh pacaran kak " kata Bima .
" Hahaha kasihan deh lho , tap benar bu biar sekolah dulu sampai selesai " kata Vani.
" Memang harus gitu nak Vani, biar mandiri dulu . Biar belajar tangung jawab." kata bu Risma.
" Iya benar bu biar sukses dulu , kan banyak tuh sekarang anak muda jaman now sekarang gara gara pacaran trus pacarnya hamil " Kata Desi.
" Bukan banyak lagi Des, tapi sudah kebiasaan " Kata Vani.
" Amit amit jangan deh Bim , hati hati kalo bergaul " kata Maya mengingatkan Bima.
" Iya Kak " kata Bima yang tahu kakaknya itu dulu sekolah dengan penuh perjuangan.
" Dengan tuh Bim, kamu harus sekolah yang benar agar bisa sukses ya nak " kata Ibu.
" Ya bu doakan Bima yang terbaik ya bu " kata Bima optimis.
" Aamiin " kata semuanya . Maya ,Desi Vani juga bi Marni dan Aska.
Acara makan makan itu pun terkesan meriah kumpul bersama dengan rasa kekeluargaan dan Aska juga sangat senang dapat kado yang lumayan banyak pun Tersenyum sumringah.
" Bi enak banget nih bi, " kata Nia dan Mumun yang duduk dekat bi Marni ketika tadi menambah makanannya .
" Iya bi semua enak " Nia jarang makan beginian dulu di panti. Kalo lebih dan ada sisa boleh ngak Nia antar ke panti tempat abang Nia bi" kata Nia bertanya.
" Boleh tapi izin dulu sama bu Maya, kalo masih sisa kita bisa antar nanti bi Marni bantu Ni " kata bi Marni.
" Iya bi nanti Nia yang izin " kata Nia antusias. Mengingat lama tak bertemu sang kakak. padahal ia juga ingin abangnya itu ikut bekerja disini. walaupun cuma sebagai tukang sapu atau bersih bersih.
................................
Ryan duduk santai ketika perutnya sudah terasa kenyang. Sambil mendengarkan Alex dan Didi bercerita masalah siang tadi bersama Lim dan juga Kim.
" Bos sepertinya nona Mey punya maksud tertentu pada Lola." kata Lim.
" Aku sudah tahu Lim, bagiku selagi Maya dirumah ia akan aman dan tak akan di usik. Kecuali mereka memancingnya keluar " kata Ryan santai.
" Tapi aku heran kenapa dia tertarik mengusik nona muda " kata Kim bertanya.
" Apalagi kan dulu memang ia mengincar tuan Lee , Tapi sayang tuan Gee yang tertarik " kata Lim.
Hah.......Semua yang mendengar melongo mendengarkan perkataan Lim. Karna selama ini mereka tak pernah tahu kalo Mey ying dekat dengan tuan muda mereka.
" Tapi bila dipikir masuk akal Lim " kata Alex.
" Tapi bos kan belum pernah .........." kata Didi
" Biarkan saja , aku tak tertarik " kata Ryan yang memotong perkataan Didi.
__ADS_1
Lalu semua pun terdiam. Apalagi ada Aska dan Bima yang menghampiri sang papah.Mana mungkin mereka membahas perihal begituan di depan anak kecil. Lalu Lim pun kembali kemeja untuk menambah makanan. Begitu juga yang lain . menikmati hidangan sambil bercanda. Hal yang lainnya.