
Bima menatap Salman dan Altaf . Seakan memberi kode. Yang bisa dimengerti Altaf dan Salman . Karna adiknya itu sedang sedih jadi keduanya pun berpamitan .
" Ya sudah Nur abang dan kak salman pulang dulu ya Masalah itu ngak usah di bahas Bim " kata Salman mengedipkan matanya.
" Iya bang " kata Bima yang memeluk tubuh bumil itu . Karna Nur akhir akhir ini sangat sensitif . Dan Bima tahu itu lah sebabnya ia ingin Nur tak tahu .Tapi karna Nur terlanjur tahu Bima pun cukup hati hati bicara . Karna ia takut itu menyingung Nur .
" Sudah jangan menangis ya " kata Bima Ketika Salman dan Altaf pergi . Yang mencoba menenangkan istrinya.
" Aby jangan memaksakan diri ya . Nur ngak mau aby pusing dan punya utang banyak diperusahaan . Nur malu sama bang Ryan dan kak May " kata Nur lirih.
" Iya Nur Nur istri yang baik sampai memikirkan utang aby segala. " kata Bima tersenyum Sambil menoel hidung Nur. Karna ia tahu istrinya itu bukan wanita yang senang berfoya foya .Apalagi menghambur hamburkan uang . Dan hal yang tidak penting . Yang hampir mirip pada sang kakak .Dia hanya memberikan pada yang butuh.
" Sini istirahat apa Nur sudah sholat " kata Bima
" Sudah by sehabis makan " kata Nur yang lalu memeluk suaminya.
Ada rasa bahagia dia hati Nur karna suaminya itu perhatian dan juga sayang padanya . Dan Nur bersyukur memiliki suami yang baik dan juga penyayang Bima tak sekali pun pernah berkata kasar. padanya. Dan slalu mengutamakan dirinya. Juga sering mengalah dalam hal.apapun. Itu lah sebab nya ia tak pernah mau jauh dari suaminya. Karna ia sangat mencintai pria berhati lembut itu.
"' Sekarang kita istirahat ya, kan mumpung abi tidur " biar nanti kalo abi bangun kita bisa menemaninya ngobrol " kata Bima.
" Iya by " kata Nur yang lalu beranjak dari tempat duduknya dan menuju ranjang tempatnya berbaring.
*******
Sedangkan di rumah utama. Sinta baru saja selesai bicara dengan Evan . Yang sudah bersedia menikahinya. Namun Sinta belum berani bercerita kalo dirinya hamil
" Apa aku salah ma, bila belum menceritakannya " kata Sinta minta pendapat.
" Ngak apa apa Sin.. Yang penting kalian menikah dulu Masalah itu nanti dibicarakan belakangan saja. Karna itu juga anaknya.
Agar kau tidak malu Nanti sehabis melahirkan kalian bisa menikah ulang " kata Ima.
__ADS_1
Lagian juga toh dia sudah bersedia, mumpung dia mau. Daripada nanti dia berubah pikiran kan gawat " kata Ima.
" Iya juga ya " kata Sinta .
" Wah pada ngobrol apa nih " kata Desi Yang muncul dengan Vani juga Maya .
" Lah ......kok ...tumben kak datang nya sore sore harusnya pagi tadi Biar kita bisa bikin cake bareng " kata Ima.
" Dih ..telat sudah jadi say, kita sudah bikin pake duit nih " kata Vani yang membawa kotak kue yang berisi bermacam macam cake dan roti.
" Hahaha ......Ima pikir bikin eh rupanya modal dengkul " kata Ima terkekeh.
" Yah dari pada capek , kan pada lagi malas makanya bikin pake duit langsung jadi ting........ ngak pake repot " kata Vani tertawa.
" Itu sih ciri ciri pemalas akut " sindir Desi
" Hahaha...... maklum Desi lagi datang kumatnya " goda Maya. Karna Vani lah diantara mereka yang malas memasak. Ketika dulu masih gadis Tapi Vani juga paling rajin kalo masalah membantu.
" Hah tumben Van panen duit tengah bulan " kata Desi.
" Iya wong mas Didi kemaren kehabisan baru gesek lagi . Pas kebenaran juga gue butuh " kata Vani
" Wah panen dong, May lho ngak panen duit kan lho punya pohonnya " kata Desi
" Ngak usah minta orangnya tinggal gesek sendiri kan tiap bulan sudah panen dan masuk rekening " kata Maya.
" Masyaallah enak nyo , bikin hati awa iri " kata Sinta yang membuat semua orang tertawa.
" Makanya Sin nanam pohon duit biar bisa panen kaya Maya jadi tinggal metik hasil " kata Desi
" Hah... ada emang pohon duit kak, boleh tuh aku kasih satu buat nanam " kata Ima.
__ADS_1
" Iya lah nama nya pachira pohon duit tapi ngak ada duitnya " kata Vani terkekeh..
" Hadeh Ima pikir ada benaran duitnya buat di panen " kata Ima
" Ck emang negri dongeng bisa panen duit kaya aladin ma, ini real kalo ngak kerja mana bisa dapat duit. Lagian di dunia ini ngak ada yang gratis pengen hidup enak tuh banyak orang ikut pesugihan , ngepet dan memelihara tuyul. Bilang nya cari yang haram aja susah apa lagi yang halal gitu tuh prinsip orang malas " kata Desi.
" Hih..........amit amit kak, ogah ....ima mah biar sedikit yang penting halal dan berkah.
Ngak perlu yang aneh aneh . Apalagi pake yang macam macam " kata Ima bergidik ngeri.
" Tapi benar ma , dikampung ku ada yang gitu. Dia orangnya kaya tapi tumbalnya istrinya Tiap nikah sebulan meninggal dan menikah lagi trus meninggal.lagi . Kata orang istrinya itu buat tumbal Makanya dia jadi kaya raya padahal kerja cuma jualan barang kelontong Tapi cepat kaya raya yang membuat orang curiga dia make pesugihan.
" Hih....... amit amit jangan sampai kita kaya gitu ingat Allah masih ada " kata Maya bergidik ngeri
" Nah mending kaya kak May tuh punya pabrik uang ya ngak kak " kata Ima.
" Itu mah pasti ma, orang Maya kaya nya dari suami ya jelas kan May . Ngak ada jampi jampi lagi pula tuan Lee pekerja keras asli bukan kaleng kaleng ." kata Desi
" Hahaha .......ya iyalah Des, mana bisa laki kita dapat duit kalo tuan Lee duduk santai .Orang dia bosnya " kata Vani terkekeh
Sinta hanya tersenyum mendengar celoteh ketiga wanita kelas atas itu. Karna suami mereka sudah dibilang mapan dan sukses.
Beda dengan dirinya yang belum punya apa apa. Apa lagi Evan baru merintis usaha. Dan masih tahap belajar mandiri . Dan perlu menabung . Untuk bisa mewujud kan mimpi yang akan mereka bangun.
Sedangkan Ima tak bermimpi muluk karna sudah cukup baginya punya segalanya Punya mobil , rumah Dan mereka juga dapat rumah gratis dan gaji Kim juga lumayan besar Lagi pula semuanya sudah disediakan Jadi dia tak ingin ya lain karena semuanya sudah lebih dari cukup. Dan yang penting hidupnya tenang .Sedang sang ibu dikampung juga berkecukupan . Karna Bulenya menanggung semuanya. Untuk merawat rumah Maya didesa..
" Sudah kita sampai lupa. Tadi niatnya mau nanyain Sinta tentang Evan .Apa dia sudah mau menikahi mu Sin " kata Maya
" Sudah May, kita menikah minggu depan dengan wali hakim Karna aku tak punya siapa pun Dan tante ku akan datang lusa. Jadi aku harus pulang keapartemen May " kata Sinta
" Alhamdulilah " kata mereka berjamaah . Karna akhirnya Maya bisa tenang.
__ADS_1