
Maya sangat merasa senang ketika sudah bertemu mertuanya itu. Maya tak menyangka mertuanya itu sangat ramah dan baik. Maya sempat berpikir Mertuanya itu galak dan cerewet .Namun nyatanya ia salah besar
Mami Lily sang mertua sangat lemah lembut dan baik hati.
" Bagaimana kau suka " tanya Ryan ketika mereka sudah dikamar yang cukup luas dan besar. Dan sudah ada tempat tidur Aska juga yang sudah disiapkan.
" Rumahnya opa sangat besar ya bang" kata Maya yang melihat sekeliling nya.
" Kau akan jadi seorang ratu disini , jadi jangan kaget " kata Ryan yang memeluk istrinya itu.
"'Oh ya Maya juga boleh jalan jalan kan bang " Kata Maya menatap lekat suaminya itu lalu menciumnya
Cup.....
" Kau mulai nakal ya sekarang " kata Ryan. Yang menoel hidung Maya. yang membuat Maya tersenyum.
" Nakal sama suami sendiri ngak dosa bang " Kata Maya sumringah.
" Oh ya .Sekarang abang mau mengajakmu berkeliling. untuk jalan jalan " kata Ryan yang lalu mengandeng Maya dan mengajaknya berkeliling rumah .
Sedangkan Aska bersama mertua dan opanya .Yang memang berharap Ryan pulang. Membawakan cicitnya itu.
" Dia sangat tampan seperti ibunya " kata tuan besar Lee.
" Iya pi , Lily berharap Maya bisa memberikan lagi banyak cucu " kata mami Lily yang mencium sang cucu dengan rasa sayang.
.........................
Malam harinya Maya Makan bersama mertuanya dan opa Ryan. Yang membuat Maya merasa senang.Apalagi Aska ikut bergabung dengan kursi tinggi dekat sang oma .Ada rasa haru di hati Maya. ketika ia diterima baik di keluargga sang suami.Yang mengingat dirinya hanya gadis desa .Sedang kan ketika ia menikah dengan Bayu dulu. Ia bahkan dihina dan tak dianggap menantu.
" Maya makan lah yang banyak ,kau masih menyusui kan " tanya Mami Lily.
" Iya mi, tapi beberapa hari ini Aska tak mau menyusu lagi. entah kenapa ia minta susu Formula " kata Maya pelan.
" Berapa usianya " tanya Mami.
" Hampir sembilan bulan mi " kata Maya.
" Tak apa apa asi eksklusif nya sudah 6 bulan sudah cukup mungkin ia sudah ingin makan " Kata Mami Lily.
" Iya Mi , baru seminggu ini Aska mau makan bubur " kata Ryan yang ikut bicara.
" Tapi Aska sudah mulai pandai berdiri, tadi mami dudukan Aska sudah bisa berdiri sendiri " kata Mami heran.
" Iya mi ,Aska memang sudah bisa berdiri dan melangkah pelan tapi harus diawasi " kata Maya.
" Itu harus , karna dia sudah mulai aktif " Kata mami tersenyum melihat cucunya itu bertepuk tangan.
__ADS_1
" Iya mi " kata Maya tersenyum. Yang melihat Aska berceloteh riang .ketika dirinya dibicarakan.
Dan membuat semua orang yang melihatnya gemas.Termasuk tuan besar Lee yang senang melihat Aska terkekeh.Menjadi hiburan tersendiri baginya bisa melihat cicitnya.
...........................
" Apa dia sudah tidur " kata Ryan ketika Maya yang naik keatas tempat tidur.
" Sudah bang .Aska terlelap tadi dia menikmati berkeliling dengan Nia di temani bibi ying " kata Maya yang lalu memeluk suaminya itu
" Cup"
Sebuah kecupan terasa dibibir Maya.
" Kau lelah "tanya Ryan yang menatap manik istrinya itu dengan senyuman manis yang membuat hati Maya meleleh seketika.
" Sedikit , kenapa bang ?" tanya Maya yang memainkan jarinya di atas dada suaminya itu.
" Kau menggodaku " kata Ryan yang menatap Maya lekat
" Mhem " jawab Maya tersenyum.
Membuat Ryan tersenyum penuh arti. Lalu mengungkung Maya dibawahnya.
" Aku ingi memakan mu nyonya Lee " bisik Ryan sambil mengigit pipi Maya pelan.
" Kau sangat nikmat sayang, bahkan nikmat yang tak bisa abang katakan " kata Ryan yang lalu mulai mencium bibir mungil Maya yang slalu ingin dikecupnya. Tampa ada kata bosan.
Malam itu keduanya mengarungi lembah cinta .Yang membuat Maya terbuai. Dan Ryan menikmatinya dengan rasa puas.Hampir menjelang dini hari keduanya baru selesai. dan terlelap dengan keringat yang bercucuran Karna olahraga malam ekstra
Subuh Maya sudah bangun lebih dulu. Walau badannya begitu lelah. Namun ia tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
" Bang bangun sholat dulu " kata Maya pelan sambil mengusap pipi suaminya itu.
" Ugh.....abang masih ngatuk sayang " kata Ryan sambil melenguh pelan.
" Maya sudah siapkan air hangat ,abang mandi dulu .Maya sudah sholat " kata Maya pelan dan bicara lembut. Karna ia tak kan bisa mengasari suaminya itu.
" Baiklah sayang " kata Ryan yang lalu beranjak dan memeluk istrinya dan mengecup bibirnya.
" Nanti lagi ya " kata Ryan yang berdiri dan melangkah dengan tubuh polosnya.
Sedangkan Maya hanya mengelengkan kepalanya. karna sudah biasa baginya melihat tubuh suami nya itu.
Ryan pun menyelesaikan ritual mandinya dengan cepat. Lalu sholat dan kembali berbaring tidur.Sedang Maya memandikan Aska .lalu memakai kan pakaiannya.
" Papah " celoteh Aska menujuk Ryan yang sedang terlelap.
__ADS_1
" Papah Aska bobo lagi, Aska mau bobo lagi" tanya Maya.
" Lan " kata Aska
" Ok Aska jalan jalan sama mba Nia ya, nanti mamah ambilkan bubur buat makan " kata Maya.
Aska pun mengangguk kan kepalanya. Seakan mengerti apa yang ia Maya ucapkan lalu bertepuk tangan.
" Papah " celoteh Aska yang sudah rapi.
" Papah mu belum bangun " kata Mami yang berdiri didepan pintu kamar.
" Masuk mi " kata Maya yang tersenyum pada mertuanya itu.
" Mungkin masih lelah " kata Maya pada sang mertua.
" Lelah bercinta pastinya " kata Mami Lily prontal .Membuat wajah Maya bersemu merah.
" Kau pasti juga lelah, istirahatlah biar mami ajak Aska jalan jalan " kata Mami.
Maya tidak menjawab. karna tembakan mertuanya itu tak salah sama sekali.
" Istirahatlah jangan memaksakan diri biar Aska sama mami " kata Mami yang ingin mengendong Aska.
" Iya mi " kata Maya.
" Papah " kata Aska menujuk sang papah yang masih terlelap.
" Aska mau apa cium papah " tanya Maya menatap buah hatinya itu.
" Ya " celoteh Aska .Lalu Maya pun mengangkat. Aska mendekati Ryan Dan Aska langsung memeluk Ryan yang terlelap dan mencium pipinya
" Dah ...lan " celoteh Aska menatap Maya. Setelah mencium sang papah.
" Hehehe ......Putramu sangat pintar May, dia ingin pamitan pada papahnya. Sebelum pergi jalan jalan " kata mami Lily yang terkekeh karna gemas melihat tingkah cucunya itu.
Lalu Aska pun minta digendong Maya lalu mencium sang mamah beberapa kali sebelum berpindah ke gendongan sang oma .yang membuat Maya terharu. Melihat putranya itu mulai pintar berinteraksi dengan keluargganya.
" Oma cium juga dong " kata Mami Lily tersenyum. Yang lalu dicium oleh Aska beberapa kali.
Tawa kecil mami Lily menghilang di balik pintu. Ketika membawa Aska pergi. Maya merasa terharu melihat sikap baik mertuanya itu. Mengingat dulu ia tak pernah diperlakukan baik oleh mertua pertamanya.
Maya menghapus cepat airmata yang menetes.. Karna tak ingin Ryan tahu. Karna masih mengingat masa lalunya Maya mencoba menghapus kenangan pahitnya .
dan tak ingin menyimpan dendam. Karna kini ia sudah bahagia. Bersama Ryan yang mencintainya setulus hati.Tinggal bagaimana Ia bisa menjaga dan memupuk cinta suaminya itu. Agar bisa bahagia sampai ajal menjemput.
__ADS_1
Kamar tidur Maya dan Ryan