
Ryan merasa senang kini ia bisa melihat sang istri tersenyum bahagia. Walau belum mengingat banyak tapi paling tidak Ryan bisa mendekatkan kembali Maya pada keluarganya. Karna Ryan sempat lengah tak mengawasi Maya saat berpergian. Hingga ini menjadi boomerang untuknya
Sedangkan di apartemen Evan. Evan gelisah karna Maya dan menjawab panggilannya.
" ****..... kemana dia Maya pergi " kata Evan gelisah memikir kan Maya.
" Sayang ada apa " kata Sinta yang sedari tadi memperhatikan Evan yang gelisah. Walau ada Sinta disisinya Namun hatinya sedang di lain tempat.
" Sepertinya kau benar benar mencintanya van, hingga aku yang menemanimu kau abaikan begitu saja " bathin Sinta. Yang penasaran ingin tahu siapa Namun orang yang mencarinya belum menemukan perempuan itu.
.
" Tidak ada apa apa " kata Evan lalu meletakan ponselnya diatas nakas. Sinta hanya meliriknya sekilas. Lalu duduk bersandar di bahu Evan .
" Kenapa? " Apa tidak cukup aku saja " kata Sinta. Yang merasa Evan berubah.
" Aku ingin mencari istri yang bisa mengurusku dengan baik , bukan cuma menjadi ku mesin uang .Atau pemuas nafsumu Sin "Kata Evan.
" Van aku mencintai mu , aku akan berubah tapi tolong beri aku kesempatan. dan tinggal kan wanita itu. " kata Sinta.
Evan hanya diam. Dia juga tak tahu apa bisa meraih hati Maya. Karna bagaimana pun Pasti tuan Lee tak kan melepaskan Maya begitu saja padanya. Tapi Evan benar benar menyukai Maya.
" Tidurlah .....aku mau keruang kerja sebentar " kata Evan yang meninggalkan Sinta begitu saja..Yang membuat Sinta membuang nafas kasar.nya.
" Aku tak mau kehilangan mu van..Aku akan berusaha berubah. " kata Sinta. Yang beberapa hari ini pencari siapa wanita yang Membuat Evan mengacuhkannya.
*********.
Dirumah Alex Desi baru saja selesai bicara dengan Vani . Karna tadi siang mereka belum bisa bertemu Maya.
" Ya Allah mudahan Maya masih ingat sama aku dan Vani . Aku merasa bersalah mengantarkannya menemui kak Evan kalo akhirnya jadi begini " kata Desi yang menyesal. Karna kini Maya menjadi amnesia.
" Kenapa ? kok bengong " kata Alex.Yang melihat istrinya itu melamun.
" Ngak bang cuma tadi Desi sudah lihat Maya tapi kami belum bertemu " kata Desi dengan raut wajah sedih.
" Ya kita berdoa saja karna bagaimana pun Kita tak bisa mendekatinya secara paksa . Jadi biar kan Maya Mengenal kita pelan pelan saja. " kata Alex
" Ya bang kasihan juga tuan Lee dan anak anaknya ya bang " kata Desi.
__ADS_1
" Iya tapi kita bersyukur nona May masih hidup kalo ngak pasti Rara akan senang " kata Alex.
" Jahat banget tuh orang mudahan dia dapat karmanya bang senang gangguin laki orang . Aku yakin ada saatnya dia hancur kaya si Cindy dan Mey ying . Karna hidup penuh ambisi " kata Desi.
" Ya memang begitulah orang yang gila kemewahan dunia yang. Dia ngak sadar kalo semuanya hanya fakta morgana. Siapa yang menanam pasti menuainya. Mungkin belum kena azab. Padahal suami nya orang yang sangat baik " kata Alex.
" Iya bang Desi heran kenapa mereka terlalu serakah kan rezekinya masing masing ngak bakal ketukar kok " kata Desi.
" Iya yang untungnya , istri abang ini ngak seperti itu " kata Alex yang lalu mencium pipi Desi.
" Ih abang pasti ada maunya muji muji Desi " kata Desi yang menatap suaminya yang tersenyum..
" Kok tahu " kata Alex yang lalu memeluk istrinya itu.
" Tahulah ...." kata Desi yang juga memeluk Alex
" Yuk......." kata Alex memainkan Alisnya .Tapi Desi malah memunggungi Alex. Alex ,ang gemas pun langsung naik keatas tubuh Desi.
" Abang.......... ih nggak sabaran banget sih ya di rayu dulu dong " kata Desi manja
" Kelamaan yang keburu kebelet " kata Alex yang lalu membungkam . bibir Desi tampa basa basi. .
**********
" By apa kita langsung pulang ke Dubai setelah melahirkan " tanya Nur . Pada Bima yang sibuk di depan Laptopnya.
" Apa Nur mau tinggal disini di rumah abi dan umi " kata Bima. Karna selama ini Nur belum memberi kabar pada keluargga nya selama ada di jakarta. Karna Nur masih menyimpan trauma. pada sang umi.
" Nur ingin bersama aby saja by, Nur ingin ikut aby kemana pun aby pergi " kata Nur seraya melirik Bima.
" Ya sudah besok lusa kalo aby ngak repot kita kerumah umi dan abi ya " kata Bima.
" Ya by " kata Nur yang lalu mengelus perutnya yang sudah 8 bulan. dan sebulan lagi Nur akan melahirkan.
Bima menatap Nur sambil tersenyum rasa cinta pada istrinya itu semakin besar. .Apalagi Nur istri yang baik dan patuh. Juga tak banyak menutut seperti kakaknya .
" Ya Allah mudahan kak May cepat sembuh " batun Bima mengingat kemaren sang kakak terlihat bahagia bisa tersenyum bersama anak anaknya.
**************
__ADS_1
Pagi seperti biasanya Maya sudah menyiapkan sarapannya . Untuk Ryan dan juga dirinya . Karna Evan tidak pulang tadi malam.
" Hai sayang lagi apa ?" kata Evan yang tiba tiba muncul di dapur
" Kak Evan " kata Maya kaget.
Evan hendak memeluk Maya namun belum lagi ia memeluk Maya krah bajunya sudah ditarik seseorang.
" Astaga ...... kenapa sih tuan Lee tak bisa tampa tidak menganggu " kata Evan yang tahu siapa pemilik tangan itu.
" Dia istri sah ku ,jangan macam macam . Aku bisa memenjarakan mu kalo berani menyentuhnya" kata Ryan tegas.
" Tapi aku juga suaminya " kata Evan.
" Itu mau kan , dan kau mengaku ngaku . kau harus tahu bahwa cinta itu tak bisa dipaksakan. Kalo Maya ingat semua aku yakin dia akan membenci mu " kata Ryan .
" Cih ....itu mau mu tuan Lee...kurasa tidak begitu. Maya bukan orang yang pembenci " kata Evan yang lalu duduk di kursi makan.
Hal sama pun dilakukan Ryan yang slalu mengawasi Maya. Karna Ryan tak ingin kecolongan lagi .
" Aku tahu. makanya kau mencari kesempatan kan " kata Ryan. menatap Evan tajam.
" Huh....... baiklah tuan Lee.. kita lihat saya apa Maya masih bisa mengingatmu dengan baik. Kalo dia bisa aku akan menyerah Tapi kalo tidak ikhlas dia untuk ku " kata Evan.
" Cih..... enak saja ......jangan berharap kau terlalu bermimpi terlalu tinggi takut jatuh jadi sadarlah . Aku tak akan melepas kan Maya begitu saja Dia ibu dari anak anakku " kata Ryan.
" Hah...... anak apa kalian punya anak " kata Evan kaget.
" Kau pikir aku menikahinya untuk mainan jelas kami punya anak Dan anak kami ada empat orang " kata Ryan
Yang membuat Evan melongo tak percaya .Memang Maya pernah bercerita punya anak tapi ia tak percaya kalo anak Maya ada empat . mengingat umur maya masih muda dan dua tahun dibawahnya
Pastinya kalo punya anak paling juga baru dua Seperti sheila teman Maya.
" Bang , kak ini sarapannya sudah siap " kata Maya membawa omelette nya .
Namun ketika maya menata meja ada orang yang datang " Assalamualaikum " kata bi Marni yang datang .
" Bi Marni sudah datang ya " kata Ryan tersenyum.
__ADS_1
" Hah bi Marni..........???? " guman Maya kaget seperti mengenal ya.