Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 238 Pulang Ketanah Air.


__ADS_3

Bima sudah menyuruh pa Mus. Untuk membawa koper turun .Dan menatanya di bagasi mobil. Sebelum mereka berangkat. Sedang Nur masih merapikan kamar sebelum berangkat semuanya harus rapi. Karna agar pulang bisa langsung istirahat Tampa harus bersih bersih. Meninggalkan apartemen yang kosong.


" Nur apa sudah?" tanya Bima yang sudah rapi..Menunggu diruang tengah.


" Iya bi sebentar Nur pasang kaos kaki dulu " kata Nur . Yang lalu mengambil tas gendongnya. Dan keluar menemui Bima suami.nya.


" Sudah ayo kita berangkat " kata Bima yang lalu mengandeng Nur . Dan Nur tersenyum bahagia. Karna ia bisa pulang. ketanah air yang ia rindukan.


Keduanya pun diantar pas Mus ke bandara. dengan penerbangan siang. Dan akan malam sampai diwaktu Isya Karna 8 jam perjalanan yang akan mereka tempuh.


"'Pa Mus titip apartemen ya " kata Bima Sambil menoleh pa Mus disebelahnya. Sedangkan Nur duduk di belakang.


" Aden ini kaya apartemennya hilang aja. Di jamin aman. den. Saya sama istri saya sudah dari jaman Tuan muda masih disini Tuh apartemen tetap sama " kata pa Mus tertawa.


" Kali aja pa, pintunya miring atau mau pindah arah " kata Bima bercanda.


" Hahaha........bisa aja aden. Salam buat tuan muda dan nona muda ya . Jangan lupa oleh olehnya " kata pa Mus bercanda.


" Beres pa, santai " kata Bima.


Sedang kan Nur hanya jadi pendengar. setia di belakang.


" Non Nur, sampai sini bawa oleh oleh yang spesial ya " kata pa Mus pada Nur.


":Apa ya pa Nur belum tahu kesukaan pa Mus " kata Nur .


" Gampang by, pa mus suka kripik belut tuh yang biasa nyari di sawah " kata Bima.


" Loh kok den Bima tahu " kata pa Mus kaget.


" Bi Nani yang cerita jadi tahu lah pa " kata Nur ikut menimpali.


" Alhamdulilah ada juga yang mau belikan " kata Pa Mus yang asli yogya sudah bekerja 10 tahun jadi sopir pribadi dan istrinya di perusahaan. Ryan.


" Ih siapa yang mau belikan orang nanya doang " kata Bima


" Yah aden " kata Pa mus pura pura lesu. Yang membuat Nur dan Bima tertawa geli.


Mereka sudah seperti keluargga. Karna pa Mus masih setia bekerja dengan Ryan. Bagaimana tidak betah .Gaji cukup besar sudah diberi apartemen Dan juga tunjangan kesehatan. Membuatnya Mus betah tinggal di dubai bersama istri dan dua anaknya.


Hampir satu jam perjalanan mereka pun sampai di bandara .Dan lalu mengeluarkan koper dari mobil.


" Semoga slamat sampai tujuan ya den " kata Pa Mus.


" Ya pa trimakasih salam buat bi Nani.

__ADS_1


" Iya den. non hati hati " kata pa Mus yang melepas keduanya untuk ceking.


..................................


Sedangkan di rumah Nur sedang sibuk persiapan akad..Karna besok pagi Salman akan menikah.


" Syifa apa ngak salah kau menerima mantu seorang model . Apa dia bisa di didik Salman nanti " kata umi Rabiah kakak ustad Rahman.


" Tapi Salman sendiri juga tak menolak di jodohkan papi kak . toh dia sudah punya usaha juga .Walau lebih tua lima tahu tak masalah " kata umi.


" Kau yakin dia gadis baik . Kan pergaulan diluar negri itu bebas . Aku hanya takut Salman tak akan bahagia. .Kenapa tidak dengan Atiqah saja . Yang jelas jelas ustadzah dan teman kuliahnya . Walau adik kelas " kata umi Rabiah


" Sudah terlambat kak Tinggal besok mereka sudah akad " kata Umi syifa.


" Tapi lebih baik tak jadi menikah dari pada nanti rumah tangga nya hancur. " kata umi Rabiah menatap adik iparnya itu. Karna terlalu menuruti keinginan papinya umi Syifa.


..................................


Sedangkan dikantor Lee Group .Ryan baru selesai menanda tangani berkas Lalu membaca sebuah undangan yang ditujukan untuknya.


" Ngak salah tuh ustad milih dia atau dia ditipu " bathin Ryan.


Tok ...tok ....tok.....


" Masuk " kata Ryan.


" Tuh ngak penting banget ngapain dia ngirim kesini . " kata Ryan


" Dia ingin beharap kau datang dan melamarnya bos " goda Didi.


" Bodo amat , sampah gitu kok dipikir " kata Ryan


" Hahaha...... jangan gusar bos nanti dikira bos cemburu " Ledek Didi terkekeh.


" Cih masih cantik yang dirumah juga . Lagian dia juga ngak bakal bisa hamil lagi walau digenjot sana sani " kata Ryan yang menyodorkan foto foto Cindy terbaru .


" Wow dapat dari mana bos ?" tanya Didi.


" Ada orang yang mengirimkannya pada ku. Mereka pikir bisa mengacam ku lewat Cindy. Mereka kira aku masih punya hubungan dengan wanita itu " kata Ryan datar.


" Gila tuh orang. ngak waras kali . Orang sudah punya buntut empat juga. Masih dikira jomblo " kata Didi mengeleng .


" Itulah keuntungan Maya tak tampil ke publik .Dia aman dan tak menjadi incaran. Biar Cindy saja dan anteknya yang kena " kata Ryan cuek.


" Benar bos, ngapain juga kita pikirin " kata Didi . Lalu keduanya pun kembali bicara tentang bisnis

__ADS_1


.........................................


Sedangkan di kantor Altaf. Salman duduk bersama Altaf dan Ahmad . membahas tentang proyek baru .


" Kau yakin man besok mau menikah dengannya . Aku merasa dia bukan wanita yang cocok buat mu " kata Altaf yang sudah sering minta Salman mempertimbangkan nya.


"'Aku memang tidak yakin bang tapi mungkin itu takdir ku.


" Dia pernah punya scandal dengan tuan Lee dan juga Gee. Apa kau yakin bisa menerimanya seutuhnya


Deg .......


" Man pikir kan baik baik.Kau tidak harus menuruti umi . Masih ada Atikah yang bersedia menunggu mu sampai sekarang " kata Ahmad.


" Entah lah Mad kita lihat besok" kata Salman yang tak bisa lagi membatalkan semua persiapan akad nya.


" Ya sudah ayo kita kekantor tuan Lee. Siang ini .Aku sudah berjanji menemuinya di kantornya sesudah makan siang " kata Altaf.


" Baiklah ....ayo kita makan siang setelah itu kita kesana" kata Salman yang dapat investor dari Lee group atas jasa Altaf . Yang ikut andil membantunya menjalankan perusahaan.


...................................


Ryan baru saja ingin masuk keruangan nya .Bersama Didi dan Alex sepulang makan siang. Yang di kejutkan oleh Cindy yang sudah menunggunya duduk disofa.


" Astaga ngapain kamu masuk disini " kata Didi sinis.


" Ryan aku hanya mampir kesini. Kku hanya ingin mengudang mu besok ke pernikahan ku " lata Cindy


" Cih.....sok akrab apa pentingnya " kata Alex.


Sedangkan Ryan langsung menuju kursi kebesarannya. Tanpa bicara apa pun.


" Ryan .....tidakkah kita berdamai. aku masih mencintaimu .Tapi aku sudah iklas " kata Cindy lirih mengiba pada Ryan.


" Pulang lah Cin, aku akan datang kalo kau mau . Tapi hanya untuk sebagai teman ." kata Ryan yang tak mau Cindy makin lama dikantornya.


" Sekarang pergilah. kami mau rapat " kata Didi. Yang menyuruh Cindy keluar dari ruangan itu setelah urusannya beres.


" Kanu kenapa sih Di, sok banget Ryan saja masih bersikap baik.


" Cih .....untuk apa menghormati wanita murahan sepertimu " kata Didi sinis.


" Kau ....kau ngak punya hati di, apa bedanya aku dan Tania istrimu itu yang seorang wanita murahan.


" Hei kau salah . Tania bukan istri ku " jawab Didi gusar

__ADS_1


" Munafik..... kau di kau sama saja dengan Alex cari muka dengan Ryan .menganggap diri kalian baik. Tapi istri istri kalian lebih layaknya obralan .Kelas murahan dan ***** " kata Cindy marah.


" Hei.......jaga mulut Cin" kata Alex berteriak. Membuat 3 orang yang ingin masuk keruangan Ryan terpaku mendengan nya.


__ADS_2