
Ryan duduk tenang dikursi kebesarannya setelah sampai di ruangannya.
" Tuan muda sepertinya tuan Lau membuat masalah " kata Steve.
Ryan pun membuang nafas kasar. Mengingat opa Lau masih kerabatnya. Kalo tidak ia sudah menjebloskannya ke penjara .
" Apa jo sudah kau kirim ke wuhan bersama adiknya ?" tanya Ryan.
" Sudah tuan muda. ,tapi sepertinya dia mempengaruhi semua orang dan teman dekatnya. " kata Steve.
" Tak masalah Steve , selama ia tak masuk di kantor usahakan kau mengawasinya dengan baik. Sebenarnya aku ingin sekali menyingkirkannya. Tapi opa melarang ku. Opa bilang biar kan karma berlaku." kata Ryan.
" Tuan Choi benar tuan muda, toh dia juga tak punya apa apa sekarang " kata Steve.
" Baiklah Steve, Oh ya apa kau bisa mengurus kantor selama ku tinggal Steve. Karna aku ingin opa beristirahat dirumah. Menikmati masa tuanya " kata Ryan menatap Steve.
" Untuk itu saya harus banyak belajar tuan , berikan saya waktu. Karna saya belum bisa menghandle semuanya sendiri " kata Steve yang jujur di masih kalah jauh dengan Lim asisten kepercayaan Ryan yang sudah mandiri.
" Baiklah aku beri waktu untukmu 3 bulan sebelum aku datang. Aku akan mengawasi dan memantaunya dari sana" kata Ryan.
" Tapi apa tuan muda tak terlalu cepat mengambil keputusan .Mengambil alih semuanya " kata Steve menatap serius tuan mudanya itu.
" Opa sudah memintaku, jadi mau tak mau aku harus memilih Steve. Lagi pula opa ingin istirahat dan menikmati masa tuanya dengan liburan " kata Ryan.
" Baik lah tuan muda, saya akan berusaha sebaik mungkin menjalankan tugas " kata Steve. yang memang terbiasa bersama sang opa.
" Apa kau sudah menikah Steve ?" tanya Ryan
Mengingat Steve sudah berumur 35 tahun. Empat tahun lebih tua darinya.
" Belum tuan muda " kata Steve jujur.
" Lalu apa kau bersenang senang " tanya Ryan lagi.
"Kadang kadang tuan muda " kata Steve .Yang memang belum memikirkan pendamping hidup .Karna ia merasa enjoy.
" Baiklah kita akan kekantor Gee siang ini ,Nanti setelah makan siang. " kata Ryan .Lalu kembali fokus dengan berkasnya.
.......................................
__ADS_1
Sedangkan Mey ying baru saja sampai di ruangan suaminya. Karna merasa bosan tak bisa belanja. Sebab Maya tak bisa di ajak keluar. Dan lagi pula ia tak mungkin minta uang pada mertuanya .Padahal ia tak punya uang sama sekali.
" Akh menyebalkan " kata Mey melemparkan tasnya keatas sofa .Karna merasa jengkel.
"'Kenapa dia ta bisa diajak kerja sama sih, padahal banyak pelayan dirumah besar.Apa dia ngak bosan mengurus anaknya apalagi dia hamil " gerutu Mey jengkel.
Ceklek......
" Hai sayang , aku mencari mu ternyata kau sedang rapat " kata Mey yang langsung menghampiri memeluk suaminya itu.
" Ada apa lagi. Kenapa tak dirumah saja ?" Kata Frans menatapnya curiga
" Tadi aku ingin mengajak seorang keluar tapi dia lagi sibuk " kata Mey manja.
" Kok bisa" kata Frans heran menatap mey ying.
" Entahlah, padahal dirumahnya banyak pelayan .Tapi dia sibuk mengasuh anaknya sendiri.Apa suaminya terlalu pelit Sehingga ia tak pernah mau di ajak shoping" kata Mey ying.
" Siapa..?" tanya Frans heran karna setahu Frans Mey tak mempunyai teman yang punya anak.
" Siapa lagi kalo bukan istri sepupumu itu " Kata Mey ying yang manja dengan Ryan yang duduk disofa
" Aku hanya ingin berteman, bukankah suaminya kaya .Seharusnya ia bersenang senang dan shoping dan juga heppy heppy menikmati apa yang dia punya." kata Mey .
" Mungkin dia tak terbiasa" jawab Frans yang memeluk tubuh istrinya itu. Yang membuat gairahnya naik Karna ulah Mey ying.
" Kalo begitu bersenang senang dengan ku saja " kata Frans yang meremas dua benda kenyal milik Mey ying.
" Akh .... kau ini Gee, bukanya tadi malam sudah " kata Mey ying tergagap ...Karna Gee sudah bermain cantik menikmati area dadanya.
" Karna kau mengoda ku apa salahnya aku menikmatinya " kata Gee santai . Lalu mulai aksinya.
Keduanya pun Asyik bermain disofa tampa sadar pintu ruangan tak terkunci .Ryan yang membuka pintu cukup terkejut melihat. Pasangan itu memadu cinta di atas sofa.
" Mhem.....mhem......" dehem Ryan yang lalu berbalik tak ingin melihatnya.Sedang kan Steve melongo dan membelalakkan matanya .Melihat apa yang terjadi di depan matanya.
" Astaga apa kalian tidak bisa mengetuk pintu " kata Mey ying berteriak. Lalu pergi menuju kamar peristirahatan Gee seraya memunguti pakaiannya.
" **** ......" umpat Frans yang sedikit jengkel karna lupa mengunci pintu.
__ADS_1
" Apa kau tak punya adab melakukannya tampa mengunci pintu Frans " kata Ryan yang membiarkan Frans memasang pakaiannya.Tampa melihat bersama Steve.
" Seharusnya kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk " kata Frans kesal .Karna kesenangan buyar begitu saja
" Cih.....kau yang salah kenapa mengudang ku. ayo Steve kita pulang " kata Ryan yang mengajak Steve pergi .Namun......
" Tunggu , maaf tadi aku lupa mengunci pintu " kata Frans yang sudah mengunakan pakaian walau sedikit berantakan.
Muka Steve memerah.Melihat adegan live yang tak pernah ia lihat sebelumnya. .Sedang kan Ryan cuek saja karna sudah terbiasa.
Dan bahkan ia pernah melihat Frans melakukannya dengan Cindy beberapa kali di kantor.
" Harusnya kau cari tempat yang layak untuk melakukannya " kata Ryan lalu duduk di depan Frans.
" Dia istriku sah sah saja , apa perduli mu .Lagi wajar saja aku melakukannya. " kata Frans cuek.
" Oh ya termasuk dikantor kau juga sering melakukannya dengan Cindy " kata Ryan menyindir.
Jleb........
"Frans langsung terdiam. Seperti ada batu menghatam punggungnya. Bagaimana tidak " bagaimana bisa Ryan tahu " bathin Frans.Lalu ia pun menyodorkan berkas. Karna tak ingin membahas hubungannya dengan Cindy. Apalagi sedang ada Mey ying.
" Kenapa ?" kenapa menatapku seperti itu " Kata Ryan menatap Frans
" Bukan apa apa, oh ya ini proposal yang sudah ku tanda tangani " kata Frans. Yang menyodorkan sebuah berkas didalam map.
Ryan pun mengambil map itu, dan mempelajarinya. Sedangkan Steve duduk tenang menunggu tuan mudanya itu. Yang memeriksa berkas kerjasama.Antara dua Perusahaan.
" Tuan muda tapi keuntungannya tidak besar " Kata Steve yang memang sudah mengenal seluk beluk perusahaan keluargga Gee.
" Aku tahu, apa kau ingin menjualnya Gee " tanya Ryan . Yang tahu perusahan itu lagi menurun dalam soal pendapatan.
" Belum, makanya aku ingin join dengan perusahaan opa Choi " kata Frans jujur.
" Aku tak bisa menjamin, ini sangat merugikan perusahaan kami bila kita join dengan hasil tak stabil " kata Ryan menatap Frans.
" Lalu aku harus bagaimana ?" kata Frans bingung.
" Kau bisa menambah biayanya Frans. Perbaiki dulu baru kita bekerja sama " kata Ryan tegas.
__ADS_1
Frans pun hanya bisa diam.Karna kerjasama itu bisa menolongnya. Namun bila Ryan menolaknya . Otomatis perusahaan akan bangkrut total. karena tak ada investor.