
Maya digandeng Ryan. Ketika mereka menuju ruangan dokter .Karna tadi sudah janjian dengan dokter Nisa .Jadi Maya tinggal menanyakan nya langsung ke bagian admin.
" Oh atas nama bu Maya, tunggu sebentar ya bu setelah ini .Masalahnya masih ada pasien " Kata perawat yang menjaga untuk memanggil antrian.
" Baik sus saya tunggu disana ya sus " kata Maya yang menunjuk pada suaminya yang menunggu tenang.
" Baik bu " kata suster itu .Lalu masuk keruangan untuk memberitahukan dokter.
Maya pun melangkah menuju kursi tunggu di mana Ryan sedang mengecek ponselnya.
" Apa masih lama ?" tanya Ryan.Ketika Maya duduk disebelahnya.
" Sebentar lagi bang ,lagi ada pasien didalam " kata Maya.
" Ya sudah sabar ya " kata Ryan mengusap punggung Maya.
" Ya bang " kata Maya.
Sedang didalam ruangan suster di depan tadi masuk membawa berkas pasien.
" Dok bu Maya sudah didepan " kata suster pada dokter Nisa .
" Hah.. ya sudah suruh tunggu ini sudah mau selesai kata dokter Nisa yang membuat resep vitamin untuk pasiennya.
" Siapa Nis " kata Siska yang baru masuk ingin mengantikan Nisa.
" Mba Maya sis, itu yang dulu pernah kita ditangani bersama dokter Dina yang punya villa dipantai " kata dokter Nisa.
" Hah.... di hamil lagi, gila cepat banget baru setahun juga .gila tuh om om " kata Siska yang memang dulu mendengar Desi dan Vani menyebut suami Maya dengan om tajir.
" Ya sudah panggil masuk " kata Siska menyuruh perawat. Sedang kan dokter Nisa menyiapkan perkakasnya dan tasnya untuk pergantian shif kerja.
" Biar aku periksa dulu Siska, karna tadi sudah janjian dari kemaren " kata Nisa .Yang memang di telpon Maya.
" Ok gue bantu. emang Maya diantar sama suaminya " tanya dokter siska.
" Kaya nya si iya kemaren bilang gitu " kata dokter Nisa. Yang menyiapkan peralatannya.
" Wah gue penasaran Nis, pengen lihat tuh om om suaminya mba Maya yang tajir itu " Kata Siska.
" Astaga kepo banget kamu Sis " kata Nisa terkekeh.
" Sore dokter Nisa " Kata Maya yang masuk diikuti Ryan dibelakang nya.
" Sore mba , silahkan duduk " kata Nisa yang lalu menyuruh Maya duduk dikursi.
Sedangkan matanya melirik Ryan sekilas. Begitu juga dokter Siska yang melongo dengan pria yang berdiri dibelakang Maya.
" Silakan duduk" kata dokter Nisa yang gugup melihat ketampanan Ryan
" Oh ya ,trimakasih " kata Maya.
" Bang ayo duduk " kata Maya pada Ryan yamg melihat ruangan dokter.
__ADS_1
" Ya " kata Ryan yang lalu duduk disebelah Maya .
" Hamil berapa bulan mba Maya " tanya Nisa yang duduk disebelah Siska. Sedang Siska tak berkedip menatap Ryan.
Sedangkan Ryan hanya cuek . Seolah tak melihat. Siska lalu salah tingkah ketika dokter Nisa menyenggolnya.
" Kayanya empat bulan dok " kata Maya menjelaskan.
" Padahal baru melahirkan setahun ya mba " kata dokter Siska " pada Maya.
" Iya dok kecepatan ya dok " kata Maya tersipu malu karna cepat hamil lagi.
" Apa itu jadi masalah dok " tanya Ryan datar.
" Oh bukan gitu Mas, om....eh maaf ta panggil mas saja ya mba Maya ini suaminya " kata dokter Nisa gugup.
" Iya terserah panggil bapak juga ngak pa pa kan bang " kata Maya menatap lekat wajah suaminya itu.
" Terserah yang mana saja dok " kata Ryan santai.
" Oh berarti anak pertama Maya sudah ngak menyusu ya mba" kata dokter Siska.
" Sudah berhenti dok, pas berusia 9 bulan . Lalu minum susu sambung " kata Maya.
" Apa ada keluhan " tanya dokter Nisa
" Ngak ada dok, normal tapi waktu pemeriksaan dokternya bilang kembar " kata Maya. Sedang Ryan hanya tersenyum sambil mengenggam tangan Maya.
" Oh kalo gitu ayo kita USG dulu " kata Nisa yang mempersilahkan Maya naik keatas ranjang.
Siska yang dari tadi diam .Menatap Ryan dengan rasa penasaran. Siska terpukau melihat suami Maya itu yang dulu sempat membuatnya kepo.
" Ya ampun ta pikir om om benaran nyatanya hot daddy " bathin Siska yang tak berkedip menatap Ryan. Yang terlihat tampan dan juga berkarisma.
Sedangkan Nisa sedang memberikan gel di perut Maya. Lalu ia pun menyuruh Maya dan Ryan untuk melihat monitor USG .
" Ini memang kembar mba lihat " kata dokter Nisa. mengarahkan layar monitor pada Ryan dan Maya
Ryan pun berdiri dan mendekati Maya dari sebelah kiri lalu menggenggam erat tangan Maya.
" Lihat ini jenis kelamin nya " kata dokter Nisa menunjukan kearah bawah.
" Laki laki dua duanya ya dok " kata Ryan tersenyum .
" Iya Mas jadi tiga ya jagoannya " kata Nisa yang mengingat anak pertama Maya laki laki juga.
" Iya dok " kata Maya lalu menatap ke wajah Ryan. Ryan pun sama ia menatap istrinya mengelus pipi Maya.
" Mereka tumbuh sehat, trimakasih sayang " Kata Ryan tersenyum.
" Ya ampun so sweet banget " kata Nisa dalam hati iri melihat pasangan itu.
" Selamat ya mba, banyak jagoannya pasti tampan seperti ayahnya " kata dokter Nisa tersenyum manis sambil melirik Ryan.
__ADS_1
Begitu juga dengan Siska yang sedari tadi menatap Ryan.Dari tempat duduknya. Tak menyangka rasa kepo nya kini sudah terjawab .Dan tak menyangka kalo suami Maya sangat tampan.
" Apa ada masalah dok, dengan kehamilan saya "'tanya Maya .Ketika dokter Nisa menutup pakaian Maya. Di depan Ryan yang menatap lekat wajah istrinya itu.
" Ngak ada mba, tinggal makan teratur dan minum vitamin saja " kata Nisa.
Lalu Ryan membantu Maya pelan. Untuk turun dari ranjang dan menggenggam tangan Maya menuju tempat duduk.
" Biar saya tuliskan resep nya mba " kata dokter Nisa.
" Ya dok " kata Maya
" Dok apa saya boleh bertanya ?" tanya Ryan .
" Iya silakan mas " kata dokter Nisa.
" Apa selama istri saya hamil boleh rutin melakukan hubungan badan " kata Ryan tampa malu. Membuat wajah Maya merona menahan malu.
" Abang ih malu " kata Maya menyenggol tangan Ryan.
" Kenapa Malu, tuh emang ngak ada larangan bertanya kan dok " kata Ryan yang cuek sambil merangkul bahu Maya.
Siska yang diam dari tadi hanya tersenyum simpul.Sedangkan Nisa merasa kaget dengan pertayaan Ryan yang terbuka.
" Mhem .....boleh mas, tapi jangan terlalu sering karna mba Maya juga harus sehat kalo ingin melahirkan normal." kata dokter Nisa.
" Tapi untuk hamil diatas 7 bulan itu bagus untuk buka pintu." kata dokter Nisa lagi menjelaskan
" Trimakasih dok untuk infonya " kata Ryan .Sedang Maya menahan rasa malunya .Karna pertanyaan Ryan.
" Kenapa?" tanya Ryan yang melirik Maya
" Ngak bang " kata Maya masih dengan wajah merona merah.
" Ngak pa pa mba Maya , memang harus bertanya kalo ingin tahu. Jadi sekarang mas nya sudah tahu jawabannya " kata Nisa tersenyum.manis .Begitu juga dengan Siska yang tersenyum manis pada Ryan.
" Iya dok trimakasih " kata Maya.
" Oh ya dok kapan kami cek up lagi " kata Ryan memastikan cek up lagi.
" Kalo mba Maya sehat mungkin 2 bulan lagi. Oh ya ini resep vitamin nya " Kata dokter Nisa
" Baik dok, trimakasih " kata Maya.
" Kami bayar disini atau didepan " tanya Ryan .
" Oh disini langsung bisa mas " kata dokter Nisa. Menatap Ryan lekat.
" Baik " kata Ryan yang mengeluarkan segepok uang dari balik jasnya. Lalu membayar dengan segepok uang.
" Trimakasih, ayo sayang kita pulang " kata Ryan mengandeng tangan Maya.
" Trimakasih dokter Nisa , dokter Siska kami pamit " kata Maya sambil berdiri dengan memegang tangan Ryan suaminya.
__ADS_1
" Iya mba silahkan " kata Nisa dan Siska
Sedangkan Ryan diam saja. Karna dua dokter cantik itu tersenyum dengan semanis mungkin. Seakan mengoda lawan jenis. Namun Ryan cuek saja.Sudah biasa dengan godaan banyak wanita.