
Yunirda kemudian menceritakan segala hal yang dia ketahui mengenai pendekar pedang terhebat sepanjang sejarah. Cerita yang tenggelam ditelan masa. Seseorang yang bernama Sri Jaya Nasa.
Sri Jaya Nasa juga dijuluki mahaguru setingkat dewa. Satu-satunya penghalang dirinya dan dewa adalah kehidupannya yang singkat. Sri Jaya Nasa memiliki teknik pedang Angkara Jagat. Teknik pedang paling kuat dan tidak pernah ada pendekar manapun yang bisa menandingi.
Teknik Pedang Angkara Jagat hanya memiliki 3 jurus mematikan, meski hanya tiga jurus namun tidak pernah ada yang berhasil mempelajarinya. Hingga pada akhirnya Sri Jaya Nasa menurunkan 3 jurus itu pada 3 orang murid, sebab tidak ada orang yang bisa menguasai ketiga jurus itu bersamaan.
Jurus pertama dinamakan pedang awan berarak, jurus kedua dinamakan pedang emas dan jurus ketiga dinamakan pedang bayangan. Setiap jurus saling melengkapi, tapi hanya pedang bayangan yang paling menakutkan.
Jurus pedang bayangan adalah jurus yang tidak menggunakan pedang dalam serangan. Bisa diartikan seseorang menggunakan tenaga dalamnya sebagai pedang, seperti yang telah dilakukan Yunirda.
Pada akhirnya Sri Jaya Nasa lebih memilih moksa, dan meninggalkan ketiga muridnya. Tapi semenjak kepergian sang guru, pemilik jurus pedang bayangan mengklaim dirinya paling hebat di antara keduanya.
Dia juga meminta kedua orang temannya, untuk tunduk di bawah kaki dan mengakuinya sebagai pendekar pedang terkuat setelah Sri Jaya Nasa. Hingga akhirnya pertempuran besar terjadi.
Setelah bertarung hampir 3 hari lamanya, pemilik pedang bayangan berhasil dikalahkan. Serta kitab yang mempelajari teknik itu di kubur di dalam goa gunung Semeru.
Hingga setelah pertempuran itu, pemilik jurus pedang awan berarak dan pedang emas memutuskan untuk berpisah. Mereka mengembangkan jurus mereka masing-masing hingga sekarang dikenal teknik pedang awan berarak, dan teknik pedang emas.
Meskipun pada akhirnya, teknik awan berarak lebih sedikit yang mempelajarinya karena lebih sulit dibandingkan dengan teknik pedang emas.
Namun siapa yang menduga, bahwa pemilik teknik pedang bayangan pernah mengangkat murid, dan berhasil menyalurkan 60% ilmu pedang bayangan kepada murid tersebut.
Dan pada akhirnya, karena jurus itu dikatakan terlarang, perguruan yang mempelajari teknik pedang bayangan tidak pernah menunjukkan diri ke dunia persilatan.
“Jadi kau adalah murid dari teknik pedang bayangan?” tanya Sungsang Geni.
__ADS_1
“Kau cepat mengerti anak muda,beberapa jurus ketiga teknik terkadang ada kemiripan.” Jawab Yunirda kemudian tersenyum kecil, “Kami memiliki Perguruan Pedang Bayangan di Lereng Gunung Semeru, dimana kitab pedang bayangan disegel.”
Sungsang Geni belum paham dengan perkataan Yunirda, jika dia berasal dari aliran putih lantas kenapa dia menjadi anggota Kelelawar Iblis. “Aku rasa kau hanya membual, kenapa kau bergabung dengan Kelompok Kelelawar Iblis? apakah perguruan Pedang Bayangan adalah markas dari kelompok itu....”
“Tutup mulutmu bocah! jangan kau hina Perguruanku!” Yunirda terlihat geram setelah Sungsang Geni menjelekkan nama Perguruannya, “Perguruan Pedang Bayangan tidak ada hubungannya dengan diriku, aku adalah orang yang cacat. Tubuhku tidak memiliki tenaga dalam, sebab itu aku melarikan diri dari Perguruan Pedang Bayangan, dan bergabung dengan Kelompok Kelelawar Iblis untuk mendapatkan apa yang tidak aku miliki.”
“Jadi kau mencari kekuatan, tapi malah menjadi pecundang.” Ucap Sungsang Geni.
“Benar, aku tidak akan bisa kembali menjadi manusia biasa. Itu adalah kesalahanku, tapi walau bagaimanapun aku tetap menyesal.” Kemudian Yunirda menunjukkan dua susuk di leher dan dadanya, “Kami telah terikat, jika kami membantah maka mereka akan membunuh kami. Mau bagaimanapun, kami tidak bisa mundur dari jalan yang kami pilih.”
“Aku mengerti, baik hidup ataupun mati pada dasarnya jiwa kalian telah mati.” Ucap Sungsang Geni, pemuda itu lalu melayang di udara.
“Akan aku tunjukkan kekuatan pedang bayangan yang aku pelajari!” Yunirda kembali mengeluarkan pedang dari telapak tangannya, lagi-lagi itu membuat Sungsang Geni menjadi terpukau.
“Aku akan melawanmu dengan segenap kemampuanku!” Ucap Sungsang Geni, “Tunjukkan semua yang kau miliki, karena mungkin kau tidak memiliki kesempatan lagi.”
Sungsang Geni melepaskan setengah tenaga dalamnya pada pedang watu kencana, kemudian diikuti dengan energi api matahari. Suasana panas kembali terasa, dan kali ini mengejutkan Yunirda.
“Kau memiliki sesuatu yang mengerikan anak muda!”
Yunirda lebih dahulu menyerang Sungsang Geni, dengan teknik pedang bayangan. Setiap gerakannya menjadi sulit dipredeksi. Dentingan pedang beradu di awang-awang, Sungsang Geni melesat dengan cepat mengikuti pola serangan Yunirda.
“Kau mulai belajar anak muda!” ucap Yunirda.
Tentu saja, Sungsang Geni berniat mempelajari teknik itu. Ini adalah cara terbaik untuk belajar secara langsung, jika dia berhasil menggabungkan pedang berarak dan pedang bayangan, dia yakin akan lebih mudah mengalahkan kelompok Kelelawar Iblis.
__ADS_1
Sungsang Geni dan Yunirda telah bertukar ratusan teknik dan gerakan mematikan. Sungsang Geni bahkan semenjak awal pertarungan telah mengeluarkan jurus ke 15 dan terus menaik. Kesalahan kecil saja diantara mereka berdua, pasti akan membuat nyawa melayang.
Tiba-tiba Yunirda hilang dari pandangan Sungsang Geni, seakan lenyap dari dunia. Sungsang Geni bahkan tidak merasakan energi yang terpancar dari pria tua itu. Beberapa menit kemudian, Yunirda telah berada di belakang Sungsang Geni dan siap menebaskan pedang.
Sungsang Geni secara reflek menangkis serangan itu, lalu menyerang kembali dengan jurus lebih kuat, Yunirda akhirnya tertebas. Tapi ternyata tidak, Yunirda belum tertebas, itu adalah bayangan.
Sekarang Yunirda berada di kiri Sungsang Geni dan berhasil melukai lengan pemuda itu, dan sekali lagi Sungsang Geni berhasil membalasnya, tapi sialnya itu adalah bayangan. Bayangan yang mampu melukai Sungsang Geni secara nyata.
“Tidak ada energi yang terasa, dan tidak meninggalkan jejak!” Ucap Yunirda yang sekarang sedang melihat Sungsang Geni dari atas atap rumah, “Itulah teknik yang kupelajari, bergerak seperti bayangan, tidak terduga dan sangat cepat.”
Setelah mengatakan hal itu Yunirda kembali menghilang dari pandangan Sungsang Geni, dan tiba-tiba melakukan serangan.
Hampir 10 menit lamanya Sungsang Geni harus berada pada kondisi sulit seperti itu, tapi sejauh ini dia bisa menghindari serangan yang berbahaya. Namun tentu saja, masih ada belasan luka yang berhasil melukai tubuhnya.
'Tidak boleh seperti ini, aku harus tenang, jika tidak bisa merasakan energinya maka pasti dia memiliki sesuatu yang lain.' Gumam Sungsang Geni.
“Mungkin dengan cara itu aku bisa melakukannya!” ucap Sungsang Geni.
Setelah ada 5 bayangan yang berusaha menyerang dirinya secara cepat, Sungsang Geni meledakkan energi mataharinya. Ledakan itu membuat semua bangunan terhempas karena gelombang kejut yang panas dan dahsyat.
“Kekuatan yang mengerikan!” ucap Yunirda terbata-bata, “Aku tidak bisa mendekati pemuda itu karena terlalu panas, dan bayanganku tidak bisa digunakan jika cahayanya seterang ini. Tidak mungkin, dia adalah putra Surya? Dia adalah lawan dari Kegelapan.”
“Bolehkah aku tahu siapa namamu, Paman?” tanya Sungsang Geni.
“Hanya karena kekuatan ini, apa kau berniat membunuhku dengan teknik terhebat dari pedang awan berarak, tarian dewa angin?”
__ADS_1
“Tidak, ini lebih kuat dari tarian dewa angin,” jawab Sungsang Geni.