PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Negri Terjajah


__ADS_3

Tiga hari kemudian, kondisi Sungsng Geni sudah cukup baik. Dia sudah bisa menggerakan seluruh tubuhnya, berkat obat-obatan yang rutin diberikan Sekar Arum kepadanya.


Gadis kecil itu memang sangat baik, meski tak jarang dia memarahi Sungsang Geni tanpa sebab.


Setelah keluar dari dalam gubuk, pemandangan pertama kali dilihat Sungsang Geni adalah lahan tandus dan gersang. Hanya rerumputan kering, serta pepohonan yang hanya tinggal dahan dan rantingnya.


Pemuda itu menatap tanah di kakinya, yang berbongkah-bongkah. Ditendangnya sebongkah tanah, hingga membuat kakinya kesakitan, saking kerasnya.


Beberapa orang yang pemuda itu lihat sangat kurus, beberapa hanya tulang berbalut kulit, dengan rambut kering dan pakaian lusuh.


“Ini adalah tempat terakhir yang kami pilih untuk bertahan, gersang dan tandus," Indragiri mengejutkan Sungsang Geni dari belakang. “Sekarang semua orang bertahan dengan perut krempeng tanpa makanan, kecuali jika mereka membawa hewan buruan untuk disantap bersama.”


Indragiri menunjuk belasan pemburu menunggangi kuda, melaju dengan cepat keluar dari pagar pembatas. Pagar pembatas yang terbuat dari pohon kecil yang diruncingi bagian atasnya.


“Apa negri ini sedang berperang?” Tanya Sungsang Geni.


“Negri kami sedang dijajah!” jawab Indragiri, matanya menatap jauh di ufuk timur pada bukit bebetauan yang gersang. “Bukit itu adalah hal terakhir yang melindungi kami. Jika mereka berhasil mendaki bukit itu, maka kami tidak memiliki harapan untuk bertahan.”


“Tunggu, bisa kau beri tahu apa nama Negri ini?” tanya Sungsang Geni, sekarang keningnya terlihat mengernyit, antara marah dan menahan sakit.


“Lembah Ular!” ucap Indragiri, “Perguruan Lembah Ular.”


Mendengar nama itu, Sungsang Geni terkejut, dia terbatuk beberapa kali. Tidak pernah disangkanya, salah satu perguruan terbesar dan terkuat, serta memiliki teknik terhebat sekarang sedang dalam masa pemusnahan.


“Salah satu perguruan terkuat, sedang dijajah?” Sungsang Geni tidak percaya.


“Kuat?” Indragiri terkekeh mendengarnya, “ya, sebelum satu bulan yang lalu. Tapi sekarang Perguruan Lembah Ular telah musnah, dikuasai oleh Pasukan Kelelawar Iblis.”


Keterkejutan Sungsang Geni semakin bertambah setelah mendengar kalimat ‘Kelelawar Iblis.’ Dia tidak menduga pergerakan kelompok Kelelawar Iblis secepat ini, itu terdengar seperti bualan belaka. Tapi itu nyata adanya.

__ADS_1


Indragiri menceritakan bagaimana kelompok itu bisa mengalahkan Perguruan Lembah Ular dengan sangat mudah.


Satu bulan yang lalu, salah seorang guru Lembah Ular tiba-tiba mengalamai penyakit aneh. Dia berteriak setiap malam, dengan tubuh kejang dan mata menjelit.


Puluhan tabib dikumpulkan untuk menyembuhkan penyakit itu, tapi tidak ada yang sanggup mengobatinya hingga akhirnya sang gurupun meninggal dunia. Tabib mengatakan itu adalah penyakit langka yang belum pernah dilihat sebelumnya.


Beberapa hari kemudian, ada 4 guru yang mengalami hal yang sama. Mereka tiba-tiba menjerit setelah keluar dari rapat yang diadakan Mahaguru Suaraya, guru terkuat sekaligus pemimpin perguruan Lembah Ular. Tidak menungu waktu lama, ke empat guru itu mati lebih cepat dari yang pertama.


Ada 30 guru di Lembah Ular, dan 15 telah mati dengan penyakit yang sama, aneh dan menakutkan. Hal itu membuat ke 15 guru yang lainnya, berpikiran bahwa itu adalah wabah yang menular, jadi mereka mengurung diri di rumah masing-masing.


Benar saja, setelah mereka mengurung diri berhari-hari, tidak lagi terdengar kematian para guru, membuat situasi sedikit tenang namun juga terasa aneh.


Setelah satu minggu kemudian, Maha Guru Suaraya kembali mengadakan rapat, namun yang hadir hanya 5 orang guru. Dan lagi-lagi kelima orang guru tersebut mengalami hal yang sama, dan meninggal di tempat.


Setelah mempelajari rentetan kasus yang terjadi, akhirnya sepuluh orang guru yang tersisah menyimpulkan bahwa Mahaguru Suaraya adalah dalang dibalik kematian 20 guru yang lainnya.


Akhirnya gejolak Lembah Ular mulai memanas, ke 10 orang guru yang tersisah, merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Mahaguru Suaraya. Tapi perlawanan mereka tidak berhsil membunuh pria tua itu.


“Mahaguru Suaraya sangat hebat,” ucap Sungsang Geni.


“Benar, dia adalah pilar suci yang melindungi Lembah Ular dari ancaman,” ujar Indragiri, “Tapi...”


Indragiri kembali menceritakan kisahnya. Sesuatu tak terduga tiba-tiba saja terjadi, 20 orang guru yang telah mati, tiba-tiba bagkit kembali.


Mereka mulai menyerang siapapun yang berusaha menghalangi, tidak peduli rakyat biasa, pendekar muda, bahkan mereka menyerang ke 10 guru yang masih tersisah.


Akhirnya terjadi pertempuran yang sangat besar di dalam Lembah Ular. Mayat hidup, mereka menyebut ke 20 guru yang bangkit. Bukan hanya tubuh mereka bangkit dari kematian, tapi juga kemampuan mereka bangkit pada titik terkuatnya.


Banyak mayat bergelimpangan, mati mengenaskan ditangan mayat hidup. pada saat genting, Mahaguru Suaraya akhirnya berhasil membunuh 2 orang mayat itu dengan tongkat penghancur gunung. Kemudian dia bisa membunuh beberapa mayat lagi, dan lagi, hingga tersisah satu mayat hidup.

__ADS_1


Tapi Mahaguru Suaraya harus mendapatkan luka cukup banyak. Disaat keadaan dirasa membaik, tiba-tiba Mahguru Suaraya terpental puluhan meter dan memutahkdan darah segar.


Musuh dalam selimut, Salah satu komandan ke empat Kelelawar Iblis menyerangnya dari belakang. Belum selesai disitu, tiba-tiba ribuan pasukan menyerang Lembah Ular dari luar Tembok Besar.


Mereka semuanya adalah mayat hidup. Setelah tokoh-tokoh hebat sudah banyak berkurang, Lembah Ular tidak dapat menahan serangan dadakan itu.


Beberapa orang yang tersisah, memutuskan melarikan diri, termasuk 3 Guru yang tersisah.


“Mereka telah merencanakan hal ini dengan matang, sangat cerdas.” Ucap Sungsang Geni, sambil menahan sakit di kepalanya, “Kelompok Kelelawar Iblis, bukan hanya kuat tapi memiliki taktik berperang yang sangat jitu. Buah akan lebih mudah jatuh jika ulat menyerangnya dari dalam.”


“Kau benar, anak muda.” Indragiri Menambahkan, “Setelah babak pertama mereka berhasil, seorang yang mengaku sebagi Komandan ke tiga...”


“Asura.” Potong Sungsang Geni.


Indragiri mengagguk, “Asura memerintahkan pasukannya untuk membersihkan remah-remah makanan mereka diatas meja. Mereka tidak membiarkan kami pergi hidup-hidup dari Lembah Ular.”


Sungsang Geni mulai berpikir, dia merasakan otaknya berputar lebih cepat dari biasanya.


Pemuda itu mulai menyusun beberapa rencana kecil, rencana sederhana. Tapi yang menganjal pikirannya adalah, komandan ke empat Kelelawar Iblis.


“Bibi Indragiri?” ucap Sungsang Geni, “Tadi kau bilang musuh dalam selimut, siapa gerangan komandan ke empat pasukan itu.”


“Dia nenekku.” Tiba-tiba saja Sekar Arum mengejutkan mereka dari belakang, entah sejak kapan gadis keras kepala itu menguping pembicaran mereka, tapi yang pasti gadis itu tampak bersedih. “Nenekku adalah penjahat itu. Komandan ke empat kelewar iblis, yang telah membunuh ibu dan melukai kakeku. "


Sungsang Geni tidak berkutik, antara percaya dan tiak. Matanya melotot, dengan mulut terbuka. Dia memandangi Indragiri, lelu memandangi Sekar Arum beberapa kali.


“Bagaimana mungkin, dia melakukan hal itu kepada keluarganya?”


Sebelumnya terimakasih buat teman-teman yang udah like dan votenya. Author gak pernah nyangka,tulisan ini semakin hari semakin banyak yang membaca. Meski awalnya hanya beberapa saja, tapi sekarang like nya makin bertambah.

__ADS_1


Selamat mingguan buat man teman, yang udah berkeluarga, yang gadis, yang cowok, yang berpasangan dan yang jomblo. Semoga akhir pekan yang menyenangkan.


__ADS_2