PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Formasi


__ADS_3

Sungsang Geni menunjuk pada kumpulan awan yang terlihat sangat berat dan bergerak memutar. Dia juga merasakan perubahan temperatur udara yang tiba-tiba menjadi lembab seketika diterik matahari yang begitu hangat.


“Jika kita tidak cepat, maka pusaran angin akan menyapu kita.” Sungsang Geni berkata.


Semua orang terlihat tidak percaya dengan ucapan pemuda itu, bahkan beberapa orang mulai tertawa kecil. Tak jarang ada yang terang-terangan menertawakannya.


“Baiklah! Sekarang ini adalah perintahku, pergi kalian semua dari bukit ini karena jika tidak....”


Brewok Hitam membusungkan dada, menarik sebilah kapak yang tergantung di punggung kuda miliknya. “Jika tidak! Lantas kenapa?”


“Lantas? Haha, tentu saja aku akan menghajar kalian semua, tanpa tersisa!” Sungsang Geni melepaskan aura membunuh yang luar biasa pekat, membuat semua orang yang merasakannya mulai kesulitan bernapas.


“Pemuda ini, apa yang terjadi dengan seluruh tubuhku?” Brewok Hitam berusaha bergerak tapi seluruh sendi kakinya terasa ngilu.


“Tunggu Jaka Geni!” Salah satu orang yang sudah melihat kemampuan pemuda itu, segera memahami maksud tujuannya. “Kami akan pergi dari bukit ini! Aku tahu ini demi keselamatan semua orang, jadi aku mohon tenanglah...”


Sungsang Geni menarik aura membunuhnya, dia menatap pada orang tersebut lalu menatap ke arah rakyat yang mulai ketakutan.


Dia mendesah napas pelan, “Kenapa kalian semua baru mau melakukan tindakan setelah nyawa terancam? Sebab itulah kita kalah. Sekarang bergeraklah dengan cepat! Tapi tetap berhati-hati.”


“Tapi Jaka Geni, kami kesulitan membawa gerobak makanan ini....”


“Aku yang akan membawanya.” Potong Sungsang Geni. “Empat kuda yang tersisa, pergunakan untuk membawa barang-barang yang lain.”


Brewok Hitam yang belum mengerti kenapa bawahannya lebih patuh kepada Sungsang Geni tidak dapat melakukan apapun. Dia mungkin ingin berniat menampar bawahannya tersebut, tapi tidak cukup bodoh membuat pemuda asing di dekatnya marah besar.


Meski begitu, dia bisa memprediksi kekuatan Sungsang Geni lebih hebat dari dirinya. Dan dia tidak ingin membuang nyawa karena hal itu.


Sungsang Geni telah membagi beberapa kelompok dalam perjalanan ini. Brewok Hitam dan 2 orang bawahannya akan memimpin perjalanan


Di ikuti dengan orang tua dan anak-anak, ini dikarenakan mereka orang yang paling lemah yang bertugas mengatur tempo kecepatan barisan panjang itu. Diantara kelompok itu terdapat 14 orang yang bertugas melindungi dan membantu orang tua yang mengalami kesulitan.


Kemudian barisan berikutnya di iringi oleh rakyat yang masih memiliki stamina yang cukup baik. Mereka sengaja diletakkan di tengah, agar mereka tidak meninggalkan orang-orang tua yang berjalan lebih dahulu.

__ADS_1


Barisan selanjutnya adalah 13 orang kuat yang membantu bagian rakyat barisan belakang, jika saja ada diantara mereka tiba-tiba mengalami kesulitan.


Formasi ini juga bertujuan agar lebih mudah mempertahankan posisi ketika musuh tiba-tiba menyerang.


"Ini adalah formasi yang dipakai sekawanan srigala." Sungsang Geni bergumam pelan


Sedangkan bagian paling akhir adalah Sungsang Geni. Pemuda itu menarik gerobak barang seperti menarik sebuah kapas, mudah dan terlihat ringan.


Dia memang sengaja berada pada barisan terakhir, karena memiliki kemampuan yang lebih hebat dari siapapun disana.


Dengan begitu musuh-musuhnya yang berusaha mengejar rombongan itu akan berhadapan dengan Sungsang Geni. Pemuda itu juga tentu tidak keberatan berada di depan jika saja ada musuh yang menghadang. Tapi dia yakin Pasukan Kelelawar Iblis hanya akan datang dari arah belakang.


Setelah mungkin setengah jam mereka meninggalkan bukit ilalang, tiba-tiba pusaran angin mulai terlihat di atas dataran tinggi bukit itu. Setiap detik bentuknya mulai semakin besar, memaksa langkah kaki para pengungsi semakin cepat.


Setelah berada di dalam hutan, terpaan angin ribut tidak sanggup mengganggu perjalanan mereka. Namun gemuruh angin yang menerpa dahan-dahan pohon tinggi masih dapat menakuti para pengungsi.


“Akhirnya kita selamat...” salah satu dari rakyat berkata lirih, sambil memeluk istrinya.


“Syukurlah pemuda itu memperingatkan kita lebih cepat,” ucap yang lainnya.


“Bapak? Bukankah dia tadi mau menghajar kita semua?” salah seorang bocah kecil yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba berkata keras, membuat Sungsang Geni tersenyum kecil.


Kedua orang tuanya, buru-buru menutup mulut anaknya khawatir jika Sungsang Geni menjadi sangat marah.


“Jika dia tidak melakukan hal itu, kalian semua tidak akan menurutinya.” Timpal Bocah kecapi, sambil berdecak kesal.


Di sisi lain, Brewok Hitam yang berjalan pelan berkata kepada bawahannya.


“Sibondol! Darimana kau mendapatkan orang itu?”


“Dia adalah pendekar pengelana bernama Jaka Geni. Aku menemukannya di salah satu desa yang terbakar.” Ucap Sibondol tak lain orang pertama yang menuruti perintah Sungsang Geni. “Jangan-jangan kau mau melawannya?”


“Dasar ******...” Brewok Hitam membentak Sibondol. “Lihat cara dia membawa gerobak ratusan kilo itu! Aku bisa jadi rempeyek remuk melawan dirinya.”

__ADS_1


Sibondol tersenyum kecil, dia menjadi lega pimpinan ekspedisi itu tidak berniat macam-macam kepada Sungsang Geni. Sebab saat ini, pemuda itu adalah benteng terkuat yang akan melindungi mereka dari ancaman yang mungkin akan datang.


Pada akhirnya Berewok Hitam dengan sikap tersopan yang dia miliki mendekati Sungsang Geni dengan terlihat sangat sungkan.


'Tuan pendekar...anu...Aku...aku minta ma'af telah berlaku kasar kepada tuan,” ucap Brewok Hitam mengiringi langkah kaki Sungsang Geni.


“Kenapa kau berpikir hanya untuk hadiah yang ditawarkan oleh Serikat Pendekar?”


“A'Apa tuan?”


“Aku tanya kenapa kau melakukan hal ini hanya demi beras 20 karung yang ditawarkan Serikat Pendekar?”


Brewok Hitam mati kutu mendengar perkataan yang keluar dari mulut pemuda barusan. Bagaimana pemuda itu tahu mengenai beras 20 karung, padahal perjanjian dirinya dengan Serikat Pendekar tidak diketahui oleh siapapun termasuk bawahannya?


“Ba...bagai mana tuan?”


Sungsang Geni menghentikan langkahnya, membuat raut wajah Brewok Hitam semakin pucat pasai. Pria itu mengira pemuda itu akan melakukan sesuatu kepadanya, jadi dia sedikit melakukan persiapan, meski sebenarnya itu akan percuma.


“Kau takut? Padahal aku tidak akan memukuli?” sambung Sungsang Geni. “Tentu saja itu adalah alasanmu melakukan hal ini, tapi jika mau kuberi saran mungkin kau harus memiliki alasan yang lebih baik dari hanya 20 karung beras.”


“Dan jika boleh tahu alasan apa yang lebih baik dari itu, tuan?” Brewok Hitam berkata lirih.


“Entahlah, kau sendiri yang lebih mengetahuinya.” Sungsang Geni lalu kembali melakukan perjalanan, sementara Brewok Hitam masih terpaku di tempatnya.


Pria itu menjadi sedikit terhenyut hati sanubarinya. Jujur saja, dia tidak pernah memikirkan sesuatu selain dari pada beras 20 karung yang di janjikan oleh Serikat Pendekar.


“Tapi sebenarnya apakah hanya itu yang aku inginkan? Apakah itu sebenarnya tujuanku mengawal semua orang ini? Kenapa perkataan pemuda itu membuat perasaanku tidak tenang?”


Brewok Hitam pada akhirnya melanjutkan langkah kakinya dengan gontai. Jiwanya benar-benar berguncang setelah mendengar perkataan Sungsang Geni barusan.


Dia melihat rombongan rakyat yang berjalan tertatih di depannya, mereka tampak kelelahan dan mungkin tidak banyak yang akan bertahan dalam perjalanan panjang ini.


“Sebenarnya apakah arti dari semua ini?” gumam Pria itu lagi.

__ADS_1


Note: Mohon untuk menghirup kopi kalian mengunyah makanan, menarik napas dengan pelan dan mulai melanjutkan capter berikutnya.Ops, like dan coment tergokil ditunggu! Jiahahaha.


__ADS_2