PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Bantuan Datang


__ADS_3

Mendengar nama itu, semua orang terpaku hampir tidak percaya. Guru Tiraka menelan ludah beberapa kali, menyadari bahwa semua ini akan segera berakhir.


Jika mengalahkan satu komandan saja mereka tidak sanggup, apa lagi menghadapi komandan yang lain, yang bahkan lebih kuat dari Banduwati.


Sesuatu melayang kearah mereka, dan mendarat kasar di depan Empu Pelak. Itu adalah pendekar yang ditugaskan untuk berjaga di dalam hutan.


Tubuhnya terlihat hanya tulang belulang, satu-satunya hal yang membuat mereka mengetahui lelaki itu adalah pendekar Lembah Ular hanya pakaian dan lencana ular yang berada di sakunya.


“Dia melemparkan mayat ini dari dalam hutan sana...” Siko Danur Jaya tidak bisa menahan kakinya untuk tetap berdiri, dia akhirnya jatuh lunglai ke tanah.


Beberapa menit kemudian, ringkikkan kuda dari hutan terdengar keras, lalu satu dua dari mayat kuda itu terlempar kearah mereka, bahkan ada yang hampir mengenai Empu Pelak.


Setelah hening cukup lama dan tidak ada lagi mayat yang dilempar, sosok yang disebut Asura melayang dari kejauhan mendekati pendekar Lembah Ular yang sudah tidak berdaya.


Kedatangannya membawa suasana menakutkan di malam itu, bulu roman berdiri dan beberapa pendekar langsung jatuh tak sadarkan diri.


“Jika Banduwati ahli susuk, maka yang ini bisa membusukkan setiap mahluk hidup yang disentuhnya...” ratap Guru Tiraka.


Dia mengetahui kekuatan Asura, sebab mendengar dan mempelajari rentetan kasus yang melibatkan Komandan itu. "Hanya satu sentuhan, lawannya akan mati."


“Bibi Guru apa yang harus kita lakukan....?” tanya Ratih Perindu, suaranya terdengar bergetar dengan bibir yang mulai pucat.


“Tidak ada, keraskan rahang atau tutup matamu, dan tetap berdiri menghadapi kematian yang akan segera tiba.” Jawab Guru Tiraka, tentu saja bukan sebuah jawaban yang ingin didengar Gadis itu.


Sekarang mereka berpikiran kenapa tidak pingsan seperti kebanyakan prajurit yang terbaring, sebab dengan begitu mereka tidak akan merasakan seperti saat ini.


Asura terlihat marah melihat seluruh pasukan yang dipimpin Banduwati tidak tersisa seorangpun. Gigi-giginya yang hitam menyembul dari balik bibirnya yang pecah-pecah. Dan yang paling mengerikan, rambut keriting yang panjang bergerak meliuk-liuk seperti rambut seorang yang sedang menyelam.


“Kalian yang melakukan semua ini?” tanya Asura geram.


“Benar kami mengalahkan semua pasukan Banduwati, termasuk membunuh wanita itu!” jawab Guru Tiraka.

__ADS_1


Mendengar jawaban itu, Asura menjadi lebih geram lagi. Hal pertama yang membuat emosinya terpacu adalah karena kematian Banduwati, sedangkan hal kedua adalah karena Guru Tiraka menjawab pertanyaannya. Asura benci dengan orang lemah yang menjawab pertanyaannya.


Dia berniat membunuh wanita itu lebih dahulu, tapi sebelum niatnya terlaksana, sesuatu dari atas bukit bercahaya emas melesat dengan cepat.


"Apa itu Sungsang Geni?" tanya Cempaka Ayu.


Sebuah pedang yang besarnya hampir dua kali pohon kelapa nyaris mengenai Asura. Melihat komandan itu tidak berniat menahan dan malah menghindar, menandakan serangan itu sangat kuat.


Bumi bergetar kecil saat pedang itu, menancap ke tanah.


“Tidak mungkin!” Guru Tiraka hampir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang, “Kenapa mereka berada disini?”


Sekitar 100 orang manusia terbang cepat menuju Lembah Ular dari balik bukit nan tandus. Dari pakaian yang serba berwarna keemasan, dan dari jurus yang mereka gunakan, tidak salah lagi itu adalah pendekar dari Bukit Emas.


Dan orang yang memimpin pasukan itu adalah pendekar terkuat di sana, yang memiliki pedang pusaka naga emas. Darma Cokro.


Darma Cokro adalah pendekar paling hebat saat ini yang memimpin Perguruan Bukit Emas, dengan usianya yang tidak terpaut jauh dengan Sabdo Jagat.


Kakeknya, mertua dari Darma Guru melarang keras dirinya untuk bertemu dengan pria yang dianggap tidak bertanggung jawab itu.


“Kami tidak takut dengan dirimu, Komandan Kelelawar Iblis. Asura atau setan, jin apalah namanya?” seorang pemuda mungkin berumur 22 tahun berkata sambil mengejek Asura, tidak salah lagi dia adalah Benggala Cokro, putra dari Darma Cokro.


Pedang besar yang menancap di tanah kembali terangkat, kemudian kembali menyerang Asura hingga membuat komandan itu semakin menjauhi pendekar Lembah Ular.


“Meski pedang itu sangat besar, tapi dia bisa menggerakkan pedang itu dengan jari telunjuknya saja.” Guru Tiraka benar-benar dibuat terpukau dengan kekuatan itu.


Cempaka Ayu tersentak, dia kembali teringat perkataan Sungsang Geni, 'jika kau bertemu dengan pendekar bukit emas, kau akan melihat teknik ini.' “Jadi inilah kekuatan dan perguruan Bukit Emas, ternyata lebih hebat dari yang kami duga.”


“Kau memliki kekuatan untuk membusukkan semua mahluk hidup dengan hanya sentuhan tangan?” tanya Darma Cokro kepada Asura, “Jadi kami tidak bisa mendekatimu?”


“Kalau begitu kami tinggal menyerangmu dari jarak jauh!” Benggala Cokro lantas melepaskan sebuah pedang menyerang Asura.

__ADS_1


Asura berniat menangkis serangan itu, tapi pedang Benggala Cokro terbelah menjadi pedang-pedang kecil yang menyerang bertubi-tubi. Pemuda itu terlihat sangat menikmati pertunjukan yang dia lakukan, hanya menggerakkan beberapa jari sambil tersenyum kecil.


“Bahkan kekuatan pemuda itu juga mengerikan!” Guru Tiraka terpukau.


Dia menduga Benggala Cokro adalah pendekar muda terhebat saat ini, bisa saja lebih hebat dari Sungsang Geni. Dari tenaga dalam yang dia rasakan, pemuda itu hampir setara dengan ayahnya.


Dia pernah mendengar ada pemuda dari Bukit Emas yang berhasil membuka 3 cakra dengan usianya yang masih sangat muda. Awalnya berita itu tidak pernah ada yang percaya, tapi setelah melihat kemampuannya secara langsung. Semua orang hanya terdiam dengan terpukau, bahkan Siko Danur Jaya tidak bisa menutup mulutnya untuk beberapa menit.


Sedangkan ayahnya, Darma Cokro, dia dikabarkan telah berhasil membuka 5 cakra dalam tubuhnya. Bahkan Ki Alam Sakti belum sanggup membuka cakra sebanyak itu dengan usianya yang telah tua.


Guru dari Sungsang Geni itu dikabarkan telah berhasil membuka 4 cakra saat ini. Satu-satunya yang membuat Darma Cokro masih dibawah aki itu, adalah karena teknik pedang awan berarak yang dapat memadatkan energi pada setiap tebasannya.


Seperti yang pendekar hebat bilang. 'Tenaga dalam hanya menyumbang 50% dari kekuatannya, selebihnya adalah teknik bela dirinya."


Tapi untuk melampaui Ki Alam Sakti, mungkin tidak butuh waktu lama lagi bagi Darma Cokro. Usia yang masih muda menjadi modal utama dirinya. Pria itu masih bisa mengembangkan potensi dirinya untuk menjadi lebih kuat lagi.


Dengan terbukanya 5 cakra, membuat tenaga dalam yang dimiliki Darma Cokro lebih besar dari siapapun, kecuali Cempaka Ayu, jika bisa mengendalikan kekuatannya.


Mendapat serangan bertubi-tubi dari Benggala Cokro, membuat Asura cukup kerepotan. Dia tidak menduga, jika Perguruan Bukit Emas datang membantu Lembah Ular, padahal Kelompok Kelelawar Iblis mengetahui hubungan kedua belah pihak tidak harmonis.


Darma Cokro mengerahkan sedikit tenaga dalamnya, membuat pedang besar terangkat tinggi, dia berniat menebas Asura pada serangan selanjutnya. Namun komandan itu, pada akhirnya memutuskan segera pergi meninggalkan Lembah Ular.


“Aku akan mengejarnya!” ucap Benggala Cokro penuh semangat.


“Jangan!” Cegah Darma Cokro, “Kau bisa terbunuh, dari tadi dia menahan diri untuk tidak melakukan perlawanan. Jika saja hanya ada aku dan dia dalam pertarungan, aku tidak yakin bisa keluar sebagai pemenangnya.”


Benggala Cokro terlihat lesu setelah mendengar perkataan Ayahnya. Dia memalingkan wajahnya, menyaksikan para pendekar Lembah Ular yang terluka parah, tapi pemuda itu tidak begitu peduli, kecuali?


Kecuali setelah melihat gadis cantik yang masih terpaku menatap para pendekar Bukit Emas yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Mungkin saja pendekar paling rendah yang Perguruan Bukit Emas Bawa menyamai Guru Tiraka dan juga Jelatang Biru.


“Dinda, kau tidak perlu takut!” ucap Benggala Cokro, sambil meremas tangan Cempaka Ayu, “Kanda ada di sini untuk menolongmu.”

__ADS_1


Hai, author menyapa. Jangan lupa dukung terus author, dengan kasih vote sebanyak banyaknya... Makasih.


__ADS_2