PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Rencana Wingkar


__ADS_3

Wajah Istana besar dan megah mulai tampak dibangun di ujung timur dataran java. Ribuan tawanan perang menarik batu-batu balok besar dengan tali-tali yang terlilit di pinggang mereka.


Sebuah cambukan dari prajurit besar nan kasar menjadi pelaju dari langkah kaki mereka yang gontai.


Tidak jarang dari mereka adalah orang tua, atau bahkan anak-anak. Tidak peduli, siapapun orangnya, Topeng Beracun ingin Istana miliknya segera berdiri hanya dalam satu tahun pengerjaan.


Bentuk Istana hitam, menyerupai sebuah wihara tapi jelas itu bukanlah wihara.


Di tengah bangunan besar itu sudah lebih dahulu berdiri menara tinggi yang juga berwarna hitam, dengan kelelawar besar tepat di atasnya.


Itu adalah simbol kebanggaan Topeng Beracun, dia akan sangat menyukai berdiri di atas sana sambil melihat ribuan orang bekerja membangun Istana miliknya.


“Jalan orang tua bodoh!” salah seorang prajurit mendaratkan cambuknya pada seorang pria tua, yang bahkan kesulitan untuk membawa tubuhnya sendiri. “Jalan! Bawa batu ini kesana! Atau tubumu sendiri yang akan terkubur di dalam pondasi Istana.”


Orang tua itu tidak membalas perkataan pria besar yang mencambuk tubuh telanjangnya puluhan kali. Dia tidak memiliki kesanggupan lagi untuk berjalan, bahkan darah yang keluar dari dalam luka sudah habis berganti dengan air.


“Kau tidak mendengarku, pak tua?!” bentak Parjurit itu, sementara dia terus mendaratkan cambuk di sekujur tubuh tuanya.


“Percuma, dia sudah mati!”


"Apa?" prajurit itu mengangkat wajah pria itu kemudian berdecak kesal.“Timbun mayat ini di dalam pondasi!”


Di lain sisi di salah satu ruangan yang sudah tertata rapi, Topeng Beracun beserta seluruh pejabat dan jajaran sekutunya mengadakan rapat.


Jumlah mereka sekitar 50 orang, ditambah 5 komandan Kelelawar Iblis yang memiliki tempat duduk setara dengan para pemimpin 5 kerajaan yang berkhianat dari Surasena.

__ADS_1


Sudah dari 30 menit yang lalu situasi di tempat itu menjadi tegang karena beda prinsip dan beda pendapat. Situasi seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi, bahkan setiap kali di adakan rapat.


“Yang Mulia, aku telah mengirim 1000 prajurit untuk menyisir sepanjang pesisir selatan, tapi hingga hari ini belum ada kabar mengenai mereka.” Salah satu perwakilan dari pimpinan sekutu Kelelawar Iblis melaporkan situasinya.


“Pasukanmu terlalu bodoh, tugas kecil seperti itu bahkan tidak bisa kau tuntaskan!” jawab komandan kelima Kelelawar Iblis.


“Apa maksud perkataanmu, Murakarta? Apa kau mau menghina kami?” orang itu berdiri sambil menarik pedangnya. “Harusnya kau sadar diri, bahwa kamilah yang membantu kemenangan kalian!”


“Berhenti melakukan keributan di dalam Istanaku!” bentak Topeng Beracun lantas mengeluarkan aura kegelapan yang membuat mereka berdua tersedak. “Kalian bisa saling membunuh setelah kita berhasil menaklukkan beberapa negri lagi!”


“Ma'afkan kami Yang Mulia Prabu.”


“Surasena belum hancur sepenuhnya, mereka pandai bersembunyi tapi lambat laun kita akan menemukannya.” Topeng Beracun berkata berat.


Ayah Topeng Beracun bernama Raja Wingkar, seorang pria penuh ambisi dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata.


Kerangsara memang tidak memiliki banyak orang hebat, tapi mereka memiliki banyak orang cerdas dan licik. Menyadari kelemahan mereka, Raja Wingkar dengan dendam kesumat terhadap Surasena, terpaksa bersekutu dengan kegelapan demi sebuah ambisi.


Suatu hari istri Raja Wingkar mengalami kejadian aneh, dia membunuh semua anak-anaknya dengan mengambil seluruh organ jantung mereka lalu memakannya. Balasan dari hal itu, Raja Wingkar akan mendapatkan seorang putra dari keturunan selanjutnya.


Benar saja, seorang putra lahir dengan membawa nyawa Istri Wingkar pada kematian. Mahluk Kegelapan lantas memberi nama kepada putranya, tapi Wingkar tidak dapat mengeja dan bahkan mendengar nama yang di berikan oleh kegelapan, jadi dia memberi nama Topeng Beracun, sebab bayi itu lahir dengan topeng yang mencabik perut Ibunya.


Topeng Beracun melengkapi kelemahan Wingkar yang tidak memiliki kekuatan. Sekarang dengan otak cerdasnya dan dengan kekuatan dari putranya, Wingkar yakin akan mengalahkan Surasena, tidak! Bahkan menaklukkan setiap negri yang berdiri di atas tanah.


“Ayahanda, sekarang apa yang harus kita lakukan?” Topeng Beracun bertanya.

__ADS_1


Wingkar tersenyum kecil, dia berencana meletakkan setiap komandan Kelelawar Iblis pada titik-titik yang telah dia lingkari pada peta lebar yang terbuka di atas meja. Di dalam pemerintahan wilayah itu disebut Kadipaten, tapi Wingkar tidak ingin menyebutkan hal itu dia lebih senang dengan istilah, Markas utama.


Jadi ada lima Markas Utama yang tersebar di seluruh dataran Java, jika titik-titik itu di sambungkan maka akan terbentuk pola bintang, sebagai simbol kegelapan. Sementara itu, pasukan sekutu akan di letakkan tepat di tengah-tengah markas utama.


“Kenapa kami diletakkan tepat di tengah-tengah?” Senopati Buyu Bapedak bertanya, pria itu adalah pemimpin tertinggi pasukan sekutu yang memiliki ilmu kanuragan setingkat pendekar iblis, dan membawahi 350 prajurit setingkat tanpa tanding.


Wingkar tersenyum kecil, “Itu karena pasukan yang kau pimpin sangat kuat, jika saja sesuatu terjadi di markas utama maka kalian akan lebih mudah mengirimkan bantuan.”


Buyu Bapedak mengernyitkan keningnya, ini tidak seperti perjanjian yang mereka sepakati, dimana Kelelawar Iblis akan memberikan 1/3 dataran java kepada kerajaan Sembilan.


“Sebenarnya tujuanku adalah agar kalian bisa sedikit lebih santai, dan menikmati hari kalian tanpa berperang. Urusan ini tidak harus membuat kalian turun tangan, ketika ada masalah, biarlah markas utama yang akan mengurusnya.”


Buyu Bapedak kembali menaikkan alisnya, tidak begitu percaya dengan perkataan Wingkar tapi untuk sekarang dia akan sedikit lebih lembut dan menuruti kehendak orang itu.


Namun sebenarnya, apa yang di rencanakan Wingkar lebih besar dari pada itu. Dengan diletakkan sekutu di tengah-tengah, maka ketika penaklukan dataran Java sudah berhasil sepenuhnya, kelima markas utama akan serentak menyerang mereka dari lima sisi.


Itu adalah rencana licik yang menguntungkan, tidak akan ada yang tahu mengenai hal sesederhana itu selain dirinya. 'Jadikan sekutu target utama untuk dimusnahkan setelah kemenangan di dapatkan.'


“Aku harap semua orang setuju dengan rencanaku.” Ucap Wingkar, dengan senyum kecil menghadap kepada putranya. “Bukankah begitu, Putraku?”


“Yang kau rencanakan luar biasa hebat, Ayahanda.” Topeng Beracun lantas menutup rapat itu segera. “Besok pagi, aku ingin semua pasukan bergerak pada titik yang telah ditentukan, dan tidak ada lagi yang akan mengganggu keputusanku.”


“Kami mengerti yang Mulia Prabu.” Semua orang membungkuk badan, lantas membubarkan diri dengan segera.


Beberapa orang tampak kesal dengan hasil rapat yang telah diputuskan, bahkan ke lima komandan kelelawar iblis juga merasakan hal yang sama. Sementara itu, Wingkar tersenyum bahagia dengan rencananya.

__ADS_1


__ADS_2