
“Siapa lagi itu?” Lemah Abang terkejut, mata hitamnya hampir keluar dari kelopak, tapi dua detik kemudian pria itu terpental hampir seratus depa dan mendarat kasar di Markas Petarangan.
Serangan tak terduga datang dari pria yang jelas dikenal oleh Sungsang Geni. Pramudhita.
“Geni, ma'af kami sedikit terlambat. Kami pikir untuk menunggu malam agar kekuatan bangsa lelembut bisa bekerja maksimal, tapi rupanya langit telah tertutup awan hitam yang tebal. Serahkan pria itu untukku, aku akan membalas kekalahanku saat itu.”
“Paman, jika kau ingin berpesta, ini adalah saatnya.” Sungsang Geni tersenyum kecil, kemudian kelebatan Pramudhita pergi meninggalkan pemuda itu.
“Sekarang aku harus bertarung melawan pimpinannya.” Sungsang Geni hendak bergerak, tapi niatnya segera dihadang oleh Mungkarna.
“Kau tidak bisa pergi begitu saja,”
“Kau sebaiknya berhati-hatilah, dari serangan yang akan datang.”
Belum kering air liur Sungsang Geni mengatakan hal itu, sekelebatan cepat telah berada tepat di hadapan Mungkarna. Seorang resi tua dengan kerutan dan tanda putih di kening. Ada tujuh garis putih, yang artinya tujuh jule tenaga dalam.
Namun jauh di dalam tanda itu, Resi Irpanusa berhasil membangkitkan energi alam di dalam tubuhnya . Hampir setara dengan Sungsang Geni.
Telapak tangan Resi Irpanusa mengeluarkan tekanan kuat, menerobos masuk ke dalam tubuh Mungkarana, bahkan barangkali merusak organ dalamnya. Sungsang Geni selalu terpukau dengan serangan yang dilakukan oleh pemimpin padepokan pedang bayangan itu.
“Pergilah Geni!” ucap dirinya.
Sungsang Geni mengangguk kecil, kemudian bergerak cepat menuju Topeng Beracun,
“Majulah, aku akan melayanimu!” suara Topeng Beracun hampir seperti gelegar guruh yang menyambar-nyambar.
__ADS_1
Pada akhirnya pertarungan Sungsang Geni melawan Topeng Beracun telah dimulai. Satu pukulan pemanasan mendarat tepat di kening Topeng Beracun tapi pukulan itu sama sekali tidak berbekas.
Sungsang Geni seperti meninju dinding keras yang tidak bisa ditembus.
Dari dalam tanah, Topeng Beracun menarik sesuatu sebuah senjata seperti cakar atau kuku yang bercabang-cabang. Sungsang Geni tidak pernah melihat senjata seperti itu sebelumnya, tapi yang jelas dari senjata itu terpancar ribuan mahluk kegelapan. Ini adalah pedang kutukan yang tingkatnya seratus kali lebih kuat dari pedang kutukan pada umumnya.
Sungsang Geni menahan serangan Topeng Beracun. Suara dari dua senjata beradu mirip seperti guntur, semua benda yang ada di dekat mereka terhempas. Tidak terkecuali pasukan topeng beracun itu sendiri.
Hanya dalam satu menit saja, mereka sudah bertukar ratusan serangan. Kadang-kadang Topeng Beracun terpukul mundur hingga ke dalam hutan layu, tapi tak jarang Sungsang Geni terhempas di markas Petarangan.
Daripada prajurit Surasena yang membunuh lawan, terlihat lebih banyak musuh mati karena berada di dekat pertarungan Sungsang Geni dan Topeng Beracun.
Pemuda itu melesat dengan cepat, memberi tebasan ke samping kemudian menukik ke bawah dan menikam ke arah leher. Gerakan pemuda itu lebih cepat setiap detiknya, tapi demikian satu seranganya belum berhasil melukai lawan.
Topeng Beracun menyeringai, menunjukkan gigi taring dari celah bibirnya yang biru. Sebelum dia bereaksi, Sungsang Geni melepas tebasan kuat. Satu larik cahaya terang seperti setangah bulan menderu cepat dari pedang Sungsang Geni.
Tentu saja sedikit berbeda, kali ini Sungsang Geni memiliki kemampuan yang lebih kuat dari sebelumnya. Energi alam yang ada didalam tubuhnya hampir sebesar 10 jule, dengan tenaga dalam sebesar 7 jule.
17 jule kekuatan pemuda itu saat ini. Menjadi satu-satunya manusia biasa yang memiliki kekuatan lebih dari 10 jule.
Dua kali serangan Sungsang Geni menderu seperti bulan sabit. Untuk kali ini, Topeng Beracun tidak dapat menahannya, dia terpukul mundur seratus depa jauhnya. Bahkan semua pohon menjadi gundul seketika akibat serangan itu. Belum berhenti di sana, Sungsang Geni telah berada di belakang musuhnya dengan tusukan tepat di bagian leher.
“Itu adalah teknik Pedang Sapuan Jagat.” melirik sesaat Resi Irpanusa, terlihat begitu kagum terhadap Sungsang Geni.
Darah keluar dari leher Topeng Beracun, darah hitam dan kental yang berbau seperti bangkai. Sungsang Geni hampir muntah karena tidak tahan akan bau darah itu.
__ADS_1
Apakah langsung mati? Tidak, Topeng Beracun menoleh kerah Sungsang Geni dengan leher hampir putus. Saat itu, matanya yang hitam berkerlit kemudian dia berteriak keras membuat pemuda matahari itu terpukul mundur hanya karena gelombang suaranya.
Luka itu menyatu lagi seperti sedia kala. Bahkan setelah mendapatkan serangan, kekuatan Topeng Beracun meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Tidak mungkin, tubuh pria itu mengeluarkan duri-duri tajam seperti tanduk kerbau.
“Apakah ini wujud kegelapan yang sebenarnya?” Sungsang Geni menyeka darah yang menetes dari bibirnya.
Dugaan Sungsang Geni tidak salah, itu adalah mahluk yang berada didalam tubuh Topeng Beracun. Kegelapan itu sendiri. Dari keningnya muncul tanduk seperti badak, dengan bola mata dalam dan hitam legam seperti keropos. Ya, terlihat tidak ada bola mata di balik kelopaknya.
Jika sebelumnya hanya ada dua taring, kali ini seluruh gigi pria itu ditumbuhi dengan taring-taring tajam seperti hiu.
Hanya saja bagian kakinya masih berupa manusia, yang menandakan dia belum berubah sepenuhnya menjadi kegelapan. Barangkali karena tidak berhasil menghisap Dewi Bulan seutuhnya.
Tubuhnya dua kali lebih tinggi dari Sungsang Geni, dengan seluruh jari berkuku setajam pedang.
Secepat kilat, mahluk itu bergerak ke arah Sungsang Geni. Dengan serangan kukunya, dia menampar Sungsang Geni seperti menampar seekor kelinci. Pemuda itu jatuh berguling ke dalam hutan, membuat tanah menyiring besar dan dalam.
“Dia benar-benar monster...” Sungsang Geni bergumam kecil, kemudian terbang cepat. “Pedang Sapuan Jagat!”
Sebuah energi vertikal, melesat dari pedang berwarna kuning kehijauan. Mahluk itu menahan serangan Sungsang Geni hanya dengan dua tangan, tapi beberapa lama kemudian dia terpaksa menahan menggunakan dua tangan.
Kukunya berderik, tapi tidak bisa menahan serangan Sungsang Geni. Tubuhnya terpukul mundur, hampir saratus depa. Menimpa pasukannya sendiri, membuat rekahan besar seperti telaga kering.
Bumi bergetar ketika terjadi serangan itu, luka besar terbuka lebar tepat di tengah dada Topeng Beracun, tapi tidak berdarah. Mirip seperti ajian rawa rontek, tubuh Topeng Beracun kembali menyatu seperti sedia kala.
Mata Mungkarna terbelalak tidak percaya. Dia tidak percaya dengan tubuh Topeng Beracun yang bisa meregenerasi dengan cepat, tapi lebih tidak percaya lagi ketika melihat kekuatan Sungsang Geni. Tebasan itu membelah hutan menjadi dua. Sekarang di tengah hutan terlihat seperti sungai yang kering karena serangan tersebut.
__ADS_1
“HAAAAA!” Suara pekikan Topeng Beracun menggemparkan seisi jagat. Ratusan orang menutup telinga mereka dengan tenaga dalam, tapi ada lebih dari seratus orang mati karena pecah gendang telinga.
“Dewa Kegelapan...” ratap Dewangga. “Bagaimana mungkin kita bisa mengalahkan seorang dewa...”