
“Informasi teknik sapuan jagat tidak kudapatkan dari guru yang melatihku.” Jawab Sungsang Geni, dia sudah menyadari situasinya akan seperti ini, tapi dia tidak ada pilihan lain selain membuka informasi dirinya sendiri, “Aku mengetahui mengenai hal ini dari Yunirda, sebelum kematiannya.”
Resi Irpanusa tersenyum pahit mendengar perkataan Sungsang Geni. Tapi setelah mengetahui kebenarannya, dia tidak bisa menyalahkan Sungsang Geni, dan itulah harapan Sungsang Geni.
Sementara itu, Pramudhita mirip seperti orang bodoh saat ini. Dia sama sekali tidak mengetahui mengenai informasi itu, dan dia yakin bukan hanya dia saja.
Pasti hanya Resi Irpanusa dan Sriyu Kuning yang mengetahuinya. Itu artinya Sriyu Kuning yang memberi tahu Yunirda, hingga pria itu sangat berambisi pergi ke dunia luar.
“Tapi dia tidak mungkin bisa menyempurnakan teknik sapuan jagat tanpa kitab pedang bayangan?” tanya Resi Irpanusa, “Kitab itu disegel di goa kawah....”
“Tidak Resi," Potong Sungsang Geni, "dia berusaha melepaskan segel kitab bayangan dengan mengendalikan para Mahluk Hasrat.” .
Kali ini Resi Irpanusa dan Pramudhita sama-sama tersentak, mereka saling pandang untuk waktu yang cukup lama sebelum kembali menatap Sungsang Geni meminta kejelasan. Ketika mereka terdiam tadi, butiran keringat keluar dari setiap pori-pori Pramudhita.
“Kenapa tiba-tiba kau menghubungkan itu dengan mahluk hasrat?” tanya Pramudhita, terlihat lebih bingung lagi dari sebelumnya.
Sungsang Geni melanjutkan perkataannya. Menurut pemuda matahari itu, ketika dia menyerang telaga merah dengan pedang energi, dia bisa melihat beberapa saat seseorang mengendalikan mereka.
Orang itu mengumpulkan setiap hasrat yang tersebar kedalam sebuah guci tua besar yang terhubung dengan telaga merah di tengah hutan kehidupan.
Dan secara rutin memberi darah kedalam guci itu sebagai makanan. Sungsang Geni yakin itu adalah darah hewan apapun.
Meski ini hanya pengelihatan Sungsang Geni secara sepintas tapi dia bisa mengetahui dengan darah itu mahluk hasrat akan diperintah untuk menghancurkan segel kristal suci.
Selama ini tidak berhasil, tapi kekuatan segel Kristal suci akan melemah jika diserang secara terus menerus. Mungkin 20 atau 30 tahun kemudian, segel itu benar-benar hancur.
Dengan kata lain, telaga merah di tengah hutan Kehidupan hanyalah pengalihan perhatian saja. Karena sarang mereka sebenarnya adalah guci tua besar yang di jaga oleh anggaplah Sriyu Kuning.
“Jadi selama ini musuh kita adalah orang kita sendiri!” ucap Prmudhita, dan di sisi lain Resi Irpanusa terlihat sangat murka.
Wajah pria tua itu merah bara, dia mengeraskan rahangnya. Rasanya akan segera membunuh Sriyu Kuning, tapi Resi itu tidak cukup bodoh untuk mengorbankan banyak pendekar melakukan perang sedarah.
pemandangan itu membuat Pramudhita sedikit khawatir, dia tidak pernah melihat gurunya semurka ini sebelumnya.
__ADS_1
Jika saja pertarungan hanya ada dia dan Sriyu Kuning tanpa melibatkan pendekar yang lain, tentu saja Resi Irpanusa telah bertindak saat ini.
“Tapi aku yang akan menyempurnakan teknik sapuan jagat.” tutup Sungsang Geni.
Perkataan pemuda itu mendapat kecaman dari Resi Irpanusa, menurutnya tidak ada yang pantas mempelajari teknik sapuan jagat, karena siapapun pasti akan mati karena tidak tahan dengan energinya.
Setidaknya seseorang harus memiliki tenaga dalam sebesar 7 jule tidak tapi mungkin 9 jule, agar tubuhnya tidak hancur saat menampung kekuatan besar itu.
“Aku mengetahui resikonya Resi, karena itu aku akan melakukannya secara bertahap.” Ucap Sungsang Geni, “Tidak cukup hanya menguasai pedang bayangan dan awan berarak saja, para pendekar Kelelawar Iblis memiliki tingkat berbeda dengan kami.”
“Sekuat itukah mereka ?” tanya Pramudhita penasaran.
“Wakil komandan Kelelawar Iblis saja setingkat dirimu! Hanya karena keberuntungan aku bisa mengalahkan salah satu yang terlemah." ucap Sungsang Geni menghadap pada Pramudita.
“Di dunia kami, orang yang berhasil membuka 7 cakra dalam tubuhnya di namakan pendekar Iblis. Pimpinan Kelelawar Iblis mungkin saat ini setara dengan dirimu, Resi Irpanusa. Puncak pendekar iblis, atau mungkin lebih kuat yaitu pendekar langit.” Sambung Sungsang Geni.
Wajar saja Sungsang Geni berambisi untuk menjadi kuat. Batin Pramudhita bergumam, jika dia harus mengalahkan musuhnya maka mempelajari teknik sapuan jagat mungkin solusi yang tepat. Meski itu terasa tidak mungkin.
“Aku akan menunjukkan sesuatu!” Sambung Sungsang Geni, ini adalah sesuatu yang membuat Resi Irpanusa begitu penasaran, tapi memilih untuk tidak menanyakannya.
Mengeluarkan pedang dari telapak tangan adalah hal biasa di padepokan pedang bayangan, tapi pedang yang mengeluarkan cahaya adalah hal lain. Beberapa saat pedang itu melayang ke udara, dan berkeliling di tempat itu hingga akhirnya menghilang.
“Luar biasa, aku tidak pernah melihat kekuatan sebesar itu?” ucap Resi Irpanusa seraya mendekati lengan Sungsang Geni, “Ini adalah energi alam, sangat halus dan kuat bagaimana bisa kau memilikinya?”
“Sebelumnya tidak berbentuk seperti ini Resi, tapi kekuatan ini telah kudapatkan sejak aku masih bayi merah.”
“Ini adalah kekuatan Dewa Surya,” sambung Resi Irpanusa, “Tidak kusangka kembali di turunkan kepada manusia. Sekarang aku mengerti musuh Dunia Luar pasti luar biasa kuat, jika tidak mana mungkin Dewa menurunkan berkahnya kepada anak manusia.”
“Jadi apakah kau mengizinkan aku, Resi?” Sungsang Geni menundukkan kepala.
“Tentu saja, aku memiliki tanggung jawab untuk mengantarmu menuju jalan yang lebih tinggi!” ucap Resi Irpanusa terlihat sangat bersemangat sekali, “Kita terlalu banyak berbicara, ikut aku menuju telaga kehidupan.”
Resi Irpanusa berjalan lebih dahulu diiringi Sungsang Geni dan Prmudhita. Mereka menuju pada sebuah rumah batu. Tidak terlalu besar, cukup menampung 8 orang masuk kedalam rumah persegi yang tersusun dari batuan balok.
__ADS_1
Sungsang Geni mendapati sebuah telaga kecil dan berair jernih. Di seluruh tepi telaga adalah tulisan mantra yang berhuruf sangsekerta. Telaga itu hanya cukup untuk satu orang dalam posisi berdiri.
Dari dasar telaga semacam akar keluar membentuk tumbuhan karnivora, Resi Irpanusa memberi seluruh tumbuhan yang didapat Sungsang Geni kepada akar itu.
"Oh, kau mendapatkan Jahe Merah Darah dan juga jamur cahaya ini adalah tumbuhan dengan energi kehidupan sangat besar." ucap Resi Irpanusa.
“Akar itu menelan semuanya!” ucap Sungsang Geni.
“Itu dinamakan akar serat jiwa, dia yang bertugas mengubah energi kehidupan menjadi tenaga dalam.” Jawab Resi Irpanusa, “Sedangkan peranku adalah memasukkan tenaga dalam yang tersebar di dalam telaga ke dalam tubuhmu.”
Jika orang yang bertugas memasukkan tenaga dalam adalah orang lemah, maka setidaknya membutuhkan 2 hingga 8 orang. Setidaknya butuh 2 orang setingkat Pramudhita.
“Tanggalkan seluruh pakaianmu!” ucap Resi Irpanusa, di ikuti anggukan kepala Sungsang Geni, “Teknik ini sangat menyakitkan, tapi bagaimanapun tidak akan membunuhmu.”
“Rasanya seperti di neraka!” sambung Prmudhita menakuti Sungsang Geni.
Sungsang Geni masuk kedalam telaga secara perlahan. Sebuah akar sulur tersambung kemulutnya sebagai alat pernapasan, meski pada dasarnya benda itu tidak terlalu berfungsi sebab Sungsang Geni akan lupa bernapas nantinya.
Perlahan tubuh pemuda itu ditelan air telaga, mulai dari perut terus dada dan pada akhirnya seluruh tubuhnya tenggelam.
Suasana pertama yang dia rasakan adalah dingin yang teramat sangat, ini tidak baik bagi orang yang terlahir dengan kemampuan panas. Setelah kakinya menyentuh dasar telaga, ternyata mirip seperti akar sulur yang berlapis-lapis.
Beberapa saat kemudian, Sungsang Geni di kejutkan dengan lilitan seluruh akar di sekujur tubuhnya bahkan juga lehernya. Pemuda itu berniat melepaskan diri, tapi pada akhirnya dia terbelenggu dan tak bisa bergerak sedikitpun.
Setelah posisinya demikian, air telaga tiba-tiba mengeluarkan cahaya terang. Dan pada saat yang sama, Resi Irpanusa mengerahkan kemampuannya untuk memasukkan seluruh cahaya itu kedalam tubuh Sungsang Geni.
“AKHHH...!” Sungsang Geni berteriak di dalam sana, tapi yang keluar hanya gelembung udara seperti air mendidih di permukaan telaga.
“Selamat menikmati neraka anak muda?” ucap Resi Irpanusa berkata lirih.
Ada yang nanya kapan up thor? Jadi novel ini akan up setiap hari pada jam 8 malam waktu indonesia bagian barat. Setelah di umumkan disini, author harap tidak ada yang bertanya lagi kapan up, kecuali orang iseng dan jahil.
Ada juga yang nanya kenapa keluar tulisan seperti kode, itu mungkin karena teman-teman belum meng update apk Noveltoon. Sebenarnya author setiap jam 6 wib telah post cerita, hanya saja pihak noveltoon masih review jadi upnya jam 8 an.
__ADS_1
Ada pepatah lama, ‘ucapanmu mencerminkan sipat dirimu’. Jadi berkritiklah dengan sopan, dan gunakan ibu jari kalian untuk mengetik hal-hal bermanfaat tanpa menghujat. Author menghargai setiap kritik yang membangun. Akhir kata terima kasih, selamat hari nyepi bagi teman teman yg menjalankannya.