PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Deklarasi Topeng Beracun


__ADS_3

Yang baru diketahui sejauh ini dari seluruh komandan


Kelelawar Iblis adalah Iblis Kematian Asura, dan juga Pendekar Pemabuk atau juga


dijuluki Kakek Segala tahu.


Namun demikian,


kekuatan dua orang itu saja sudah mampu untuk meratakan sebuah kerajaan seperti


Pancala hanya hitungan jam saja.


Benar-benar kekuatan


yang mengerikan, belum ada informasi pasti mengapa mereka memiliki kekuatan


yang lebih tinggi dari Pendekar tanpa tanding yang  bahkan telah membuka 5 cakra didalam


tubuhnya, seperti Ki Alam Sakti.


Hari ini, di lembah nun


jauh dan sangat gelap. Situasi sangat riuh, sekitar dua ribuaan orang berkumpul


ditempat itu dengan level pendekar terendah ialah kelas tanding.


Mereka baru sebagian


dari prajurit Kelelawar Iblis.


Tidak ada secerca sinar


matahari yang mempu menembus kabut tebal di lembah itu.


Pimpinan mereka, Topeng


Beracun telah membawa malam dan mengusir siang membuat suasana terasa angker


dan menakutkan.


Mereka semua berteriak


dengan lantang, mengangkat senjata mereka ke udara, kemudian memuji nama Topeng


beracun.


“Hidup Topeng beracun!


hidup pembawa malam!”


Suara teriakan menggema


di lembah itu, mengusir seluruh binatang yang tinggal disana.


3 orang tiba-tiba


datang dari langit, diikuti dengan 4 orang yang lainnya.


“Itu komandan kita


Iblis Kematian, Asura?” mereka berteriak, “Hidup Asura!”


“Hidup Pendekar


Pemabuk! Hidup!”


Kemudian terdengar


lebih banyak lagi teriakan-teriakan memuji komandan mereka masing-masing.


Ketujuh komandan


memasuki ruangan yang terbuat dari batu berwarna hitam, diatas pintu masuk terdapat


seekor patung kelelawar besar dengan mata merah sebagai simbol Kelompok ini.


Setelah masuk, sebuah


ruangan  sangat besar dan megah telah


menyambut para komandan itu, setiap tiangnya dilapisi dengan emas murni. Di tengah-tengah


ruangan sebuah permadani dari sutra tergentang.


Kemudian 7 kursi megah


tertata rapi  menghadap sebuah Singasana


megah yang berbentuk kelelawar dengan emas dan berlian menghiasi singasana itu.


Para Komandan kemudian


menduduki kursi masing-masing, pendekar Pemabuk berkata “Dia akan terlambat


datang!”


“Seperti biasanya, tuan


kita sangat sibuk dengan urusan yang tidak penting.” Asura berkata, kemudian


tertawa dengan keras.


“Hentikan tawamu itu!


Itu sangat menjijikan.”


“Hahahah, menjijikan


atau tidak, kita sekarang memiliki tujuan yang sama. Cepat atau lambat,

__ADS_1


kehancuran mereka akan membuat kita semua tertawa.” Pendekar Pemabuk berkata,


lalu menegak arak dari kendi labu.


“Meskipun kau pemabuk, tetapi


setiap ucapanmu selalu terkesan dalam, Pendekar Pemabuk.” Asura memuji.


“Kita tidak membawa


kehancuran !” tiba-tiba suara yang dalam dan serak bergema memenuhi ruangan


itu.


Sebuah asap hitam masuk


ke dalam ruangan, asap itu bergerak perlahan mengitarai ruangan, kemudian


menggumpal di singasana kerajaan.


Kumpalan asap hitam itu


kemudian membentuk sesosok  manusia besar


dan kekakar.


“Hormat kami Prabu


Topeng Beracun!” 7 komandan Kelelawar Iblis serentak menundukan kepala kepada


orang yang mendapat julukan Topeng beracun.


Dibalik topeng itu,


nampak wajah yang cukup muda sekitar 35 tahunan dengan kulit yang sangat pucat


dan bibir yang hitam.


Tidak ada yang tahu


sekuat apa topeng beracun selain 7 komandan kelelawar iblis, namun diceritakan


dia mampu membunuh pendekar pilih tanding hanya dengan napasnya saja.


Para pengikutinya


terkadang memanggil dia dewa kegelapan, karena setiap kedatangannya membuat


awan hitam  yang tiba-tiba muncul


menutupi cahaya matahari. Membuat suasana tiba-tiba gelap seperti malam.


“Kita datang untuk


menyusun kembali tatanan kehidupan.” Topeng beracun teresenyum, “Kehancuran


adalah memusnahkan, dan kita tidak memusnahkan, kita datang untuk perbaikan.


mereka telah membuat banyak rakyat sengsara dengan kebijakan yang hanya


menguntungkan perut para penguasa.  kita


akan menghancurkan kebijakan itu, lalu membuat struktur baru yang lebih baik,


dan kita akan membuat mereka tunduk hanya pada satu kerajaan, yaitu kerajaan


Kelelawar Iblis.”


Semua Komandan terdiam,


tidak ada yang berani angkat bicara apalagi membantah perkataan Topeng Beracun.


“Sekarang apa yang


kalian laporkan?” dia kemudian bertanya.


“Tuan Prabu, kami telah


berhasil menculik salah seroang dari Kerajaan Surasena. Sekarang  anggota baruku, Meranti, telah menggantikan


posisinya disana, Meranti akan menjadi mata-mata kita yang berharga,” ucap Komandan


Pertama.


“Bagaimana caranya


anggota mu menggantikan posisi orang Surasena?” tanya Topeng Beracun.


“Dia memiliki ilmu mali


rupa, meski belum sempurna, namun dia sudah mampu untuk menjelma sebagai


siapapun, selama 7 hari.”


“Kabar yang bagus,


tidak kusangka ada orang yang masih memiliki ilmu terlarang itu?” topeng


beracun menyunggingkan senyum dibalik topengnya.


Ilmu mali rupa


meruapakan ilmu yang sangat langka dan terlarang digunakan, seorang yang telah


menyempurnakan ilmu ini dapat merubah seluruh tubuhnya menjadi orang lain


sesuka dirinya.


Karena ilmu ini dapat

__ADS_1


mengundang fitnah yang keji, 100 tahun yang lalu seluruh pengguna ilmu ini


dimusnahkan beserta kitab yang mempelajarinya.


Seseorang yang


mempelajari ilmu ini harus menumbalkan 40 perawan kepada kegelapan setiap


tahunnya, dan setiap tahun pula dia harus rela memberikan tubuhnya menjadi


budak napsu kegelapan.


“Dengarkan printahku! mulai


hari ini, kalian bergeraklah merebut kerajaan yang dikuasai oleh Surasena,


kalian boleh membunuh rajanya, keluarga kerajaan, tokoh pendekar yang tidak mau


tunduk kepada kita.” Topeng Beracun mengumumkan deklarasinya.


“Baiklah Yang Mulia


Prabu, kami telah menantikan perintah anda untuk segera bergerak.” Komandan


pertama menunduk, memberi hormat, diikuti seluruh komandan yang lainnya,


Setelah itu Topeng


Beracun segera menghilang dari hadapan mereka,berubah menjadi asap hitam lalu


pergi meninggalkan lembah itu.


Setelah kepergian


Topeng Beracun nampaknya para komandan mulai membagi wilayah penyerangan,


mereka sepakat satu kerajaan diserang oleh 2 komandan, serta kerajaan yang


paling lemah akan diserang oleh 1 komandan.


“Bagaimana dengan Majangkara, tua bangka Alam sakti


tidak dapat dianggap remeh?” Pendekar Pemabuk berkata, jari telunjuknya menekan


selah satu gambar kerajaan pada peta tersebut.


“Kenapa kau tiba-tiba terlihat takut, Pendekar Pemabuk?”


Asura menyeringaikan giginya, kemudian tertawa cekikikan.


“Karena kalian belum


berhadapan dengannya, kalian tentu tidak akan mengetahui kemampuan tua bangka


itu?”


Satu-satunya komandan


yang pernah berhadapan dengan Ki Alam Sakti adalah Pendekar Pemabuk. Tentu


saja, karena mereka berada pada zaman yang sama, meski umur Ki Alam Sakti


terpaut cukup jauh dari Pendekar Pemabuk.


Sedangkan para Komandan


yang lain, rata-rata berusia 50 dan 60 tahunan. Mereka masih dalam kandungan,


ketika Ki Alam Sakti mengguncang dunia persilatan dengan kekuatannya.


“Ketakutanmu memang


wajar, tapi kau melupakan sesuatu tua bangka pemabuk!” Komandan pertama berdiri


dari kursinya, matanya terliat jalang memandangi para komandan yang lain.


Tidak ada yang berani


mengatakan sesuatu. Selain Topeng Beracun, dia adalah orang yang paling


ditakuti di kelompok itu. Tidak hanya kuat, dia juga memiliki bawahan yang


paling banyak dan paling kuat.


“Bukankah kekuatan kita


saat ini telah berlipat berkali-kali dari sebelumnya?” Ucapan Komandan pertama


seakan menyadarkan komandan yang lain. “Susuk Manggadana yang terpasang didalam


tubuh kita, apa kalian meraguakannya?”


Terima kasih bagi


teman-teman yang telah berkenan membaca tulisan ini.


Saya menyadari tulisan


ini masih jauh dari kata sempurna, karena itu saya memohon maaf


Atas ketidak nyamanan


teman-teman.


Kepada teman-teman


mohon untuk mendukung author dalam bentuk apapun.


Dukungan kalian sangat

__ADS_1


berharga bagi author, untuk terus menulis dan memberikan


Bacaan yang terbaik.


__ADS_2