
Yang baru diketahui sejauh ini dari seluruh komandan
Kelelawar Iblis adalah Iblis Kematian Asura, dan juga Pendekar Pemabuk atau juga
dijuluki Kakek Segala tahu.
Namun demikian,
kekuatan dua orang itu saja sudah mampu untuk meratakan sebuah kerajaan seperti
Pancala hanya hitungan jam saja.
Benar-benar kekuatan
yang mengerikan, belum ada informasi pasti mengapa mereka memiliki kekuatan
yang lebih tinggi dari Pendekar tanpa tanding yang bahkan telah membuka 5 cakra didalam
tubuhnya, seperti Ki Alam Sakti.
Hari ini, di lembah nun
jauh dan sangat gelap. Situasi sangat riuh, sekitar dua ribuaan orang berkumpul
ditempat itu dengan level pendekar terendah ialah kelas tanding.
Mereka baru sebagian
dari prajurit Kelelawar Iblis.
Tidak ada secerca sinar
matahari yang mempu menembus kabut tebal di lembah itu.
Pimpinan mereka, Topeng
Beracun telah membawa malam dan mengusir siang membuat suasana terasa angker
dan menakutkan.
Mereka semua berteriak
dengan lantang, mengangkat senjata mereka ke udara, kemudian memuji nama Topeng
beracun.
“Hidup Topeng beracun!
hidup pembawa malam!”
Suara teriakan menggema
di lembah itu, mengusir seluruh binatang yang tinggal disana.
3 orang tiba-tiba
datang dari langit, diikuti dengan 4 orang yang lainnya.
“Itu komandan kita
Iblis Kematian, Asura?” mereka berteriak, “Hidup Asura!”
“Hidup Pendekar
Pemabuk! Hidup!”
Kemudian terdengar
lebih banyak lagi teriakan-teriakan memuji komandan mereka masing-masing.
Ketujuh komandan
memasuki ruangan yang terbuat dari batu berwarna hitam, diatas pintu masuk terdapat
seekor patung kelelawar besar dengan mata merah sebagai simbol Kelompok ini.
Setelah masuk, sebuah
ruangan sangat besar dan megah telah
menyambut para komandan itu, setiap tiangnya dilapisi dengan emas murni. Di tengah-tengah
ruangan sebuah permadani dari sutra tergentang.
Kemudian 7 kursi megah
tertata rapi menghadap sebuah Singasana
megah yang berbentuk kelelawar dengan emas dan berlian menghiasi singasana itu.
Para Komandan kemudian
menduduki kursi masing-masing, pendekar Pemabuk berkata “Dia akan terlambat
datang!”
“Seperti biasanya, tuan
kita sangat sibuk dengan urusan yang tidak penting.” Asura berkata, kemudian
tertawa dengan keras.
“Hentikan tawamu itu!
Itu sangat menjijikan.”
“Hahahah, menjijikan
atau tidak, kita sekarang memiliki tujuan yang sama. Cepat atau lambat,
__ADS_1
kehancuran mereka akan membuat kita semua tertawa.” Pendekar Pemabuk berkata,
lalu menegak arak dari kendi labu.
“Meskipun kau pemabuk, tetapi
setiap ucapanmu selalu terkesan dalam, Pendekar Pemabuk.” Asura memuji.
“Kita tidak membawa
kehancuran !” tiba-tiba suara yang dalam dan serak bergema memenuhi ruangan
itu.
Sebuah asap hitam masuk
ke dalam ruangan, asap itu bergerak perlahan mengitarai ruangan, kemudian
menggumpal di singasana kerajaan.
Kumpalan asap hitam itu
kemudian membentuk sesosok manusia besar
dan kekakar.
“Hormat kami Prabu
Topeng Beracun!” 7 komandan Kelelawar Iblis serentak menundukan kepala kepada
orang yang mendapat julukan Topeng beracun.
Dibalik topeng itu,
nampak wajah yang cukup muda sekitar 35 tahunan dengan kulit yang sangat pucat
dan bibir yang hitam.
Tidak ada yang tahu
sekuat apa topeng beracun selain 7 komandan kelelawar iblis, namun diceritakan
dia mampu membunuh pendekar pilih tanding hanya dengan napasnya saja.
Para pengikutinya
terkadang memanggil dia dewa kegelapan, karena setiap kedatangannya membuat
awan hitam yang tiba-tiba muncul
menutupi cahaya matahari. Membuat suasana tiba-tiba gelap seperti malam.
“Kita datang untuk
menyusun kembali tatanan kehidupan.” Topeng beracun teresenyum, “Kehancuran
adalah memusnahkan, dan kita tidak memusnahkan, kita datang untuk perbaikan.
mereka telah membuat banyak rakyat sengsara dengan kebijakan yang hanya
menguntungkan perut para penguasa. kita
akan menghancurkan kebijakan itu, lalu membuat struktur baru yang lebih baik,
dan kita akan membuat mereka tunduk hanya pada satu kerajaan, yaitu kerajaan
Kelelawar Iblis.”
Semua Komandan terdiam,
tidak ada yang berani angkat bicara apalagi membantah perkataan Topeng Beracun.
“Sekarang apa yang
kalian laporkan?” dia kemudian bertanya.
“Tuan Prabu, kami telah
berhasil menculik salah seroang dari Kerajaan Surasena. Sekarang anggota baruku, Meranti, telah menggantikan
posisinya disana, Meranti akan menjadi mata-mata kita yang berharga,” ucap Komandan
Pertama.
“Bagaimana caranya
anggota mu menggantikan posisi orang Surasena?” tanya Topeng Beracun.
“Dia memiliki ilmu mali
rupa, meski belum sempurna, namun dia sudah mampu untuk menjelma sebagai
siapapun, selama 7 hari.”
“Kabar yang bagus,
tidak kusangka ada orang yang masih memiliki ilmu terlarang itu?” topeng
beracun menyunggingkan senyum dibalik topengnya.
Ilmu mali rupa
meruapakan ilmu yang sangat langka dan terlarang digunakan, seorang yang telah
menyempurnakan ilmu ini dapat merubah seluruh tubuhnya menjadi orang lain
sesuka dirinya.
Karena ilmu ini dapat
__ADS_1
mengundang fitnah yang keji, 100 tahun yang lalu seluruh pengguna ilmu ini
dimusnahkan beserta kitab yang mempelajarinya.
Seseorang yang
mempelajari ilmu ini harus menumbalkan 40 perawan kepada kegelapan setiap
tahunnya, dan setiap tahun pula dia harus rela memberikan tubuhnya menjadi
budak napsu kegelapan.
“Dengarkan printahku! mulai
hari ini, kalian bergeraklah merebut kerajaan yang dikuasai oleh Surasena,
kalian boleh membunuh rajanya, keluarga kerajaan, tokoh pendekar yang tidak mau
tunduk kepada kita.” Topeng Beracun mengumumkan deklarasinya.
“Baiklah Yang Mulia
Prabu, kami telah menantikan perintah anda untuk segera bergerak.” Komandan
pertama menunduk, memberi hormat, diikuti seluruh komandan yang lainnya,
Setelah itu Topeng
Beracun segera menghilang dari hadapan mereka,berubah menjadi asap hitam lalu
pergi meninggalkan lembah itu.
Setelah kepergian
Topeng Beracun nampaknya para komandan mulai membagi wilayah penyerangan,
mereka sepakat satu kerajaan diserang oleh 2 komandan, serta kerajaan yang
paling lemah akan diserang oleh 1 komandan.
“Bagaimana dengan Majangkara, tua bangka Alam sakti
tidak dapat dianggap remeh?” Pendekar Pemabuk berkata, jari telunjuknya menekan
selah satu gambar kerajaan pada peta tersebut.
“Kenapa kau tiba-tiba terlihat takut, Pendekar Pemabuk?”
Asura menyeringaikan giginya, kemudian tertawa cekikikan.
“Karena kalian belum
berhadapan dengannya, kalian tentu tidak akan mengetahui kemampuan tua bangka
itu?”
Satu-satunya komandan
yang pernah berhadapan dengan Ki Alam Sakti adalah Pendekar Pemabuk. Tentu
saja, karena mereka berada pada zaman yang sama, meski umur Ki Alam Sakti
terpaut cukup jauh dari Pendekar Pemabuk.
Sedangkan para Komandan
yang lain, rata-rata berusia 50 dan 60 tahunan. Mereka masih dalam kandungan,
ketika Ki Alam Sakti mengguncang dunia persilatan dengan kekuatannya.
“Ketakutanmu memang
wajar, tapi kau melupakan sesuatu tua bangka pemabuk!” Komandan pertama berdiri
dari kursinya, matanya terliat jalang memandangi para komandan yang lain.
Tidak ada yang berani
mengatakan sesuatu. Selain Topeng Beracun, dia adalah orang yang paling
ditakuti di kelompok itu. Tidak hanya kuat, dia juga memiliki bawahan yang
paling banyak dan paling kuat.
“Bukankah kekuatan kita
saat ini telah berlipat berkali-kali dari sebelumnya?” Ucapan Komandan pertama
seakan menyadarkan komandan yang lain. “Susuk Manggadana yang terpasang didalam
tubuh kita, apa kalian meraguakannya?”
Terima kasih bagi
teman-teman yang telah berkenan membaca tulisan ini.
Saya menyadari tulisan
ini masih jauh dari kata sempurna, karena itu saya memohon maaf
Atas ketidak nyamanan
teman-teman.
Kepada teman-teman
mohon untuk mendukung author dalam bentuk apapun.
Dukungan kalian sangat
__ADS_1
berharga bagi author, untuk terus menulis dan memberikan
Bacaan yang terbaik.