PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Dewi Bulan


__ADS_3

Ini adalah hari ke 2 setelah Sungsang Geni mencabut Susuk di dalam tubuh Cempaka Ayu. Pemuda itu tidak lagi datang ke Gubuk Sabdo Jagat setelah itu, tapi sebaliknya beberapa kali Sabdo Jagat mendatangi Sungsang Geni hanya untuk bertukar cerita.


Hubungan mereka mulai menjadi akrab, Sungsang Geni mengutarakan niatnya untuk membantu Lembah Ular mengambil kembali kampung halaman mereka. Dan ini membuat Sabdo Jagat sangat bergembira, Sungsang Geni akan memberikan bantuan yang sangat besar bagi pasukan mereka.


“Hari ini dia sudah terjaga!” ucap Sabdo Jagat, pria itu menemui Sungsang Geni yang sekarang sedang melakukan gerakan aneh, “Ini semua berkat dirimu!”


Sungsang Geni menghentikan perbuatannya, lalu menyeka kringat di tubuhnya dengan kain umal yang tercantel pada paku di dinding gubuk. “Aku turut senang mendengarnya, paman!”


“Ternyata pemuda matahari memiliki jurus yang aneh!” Sabdo Jagat terlihat berbasa-basi, “Sepertinya kau harus melihat kondisinya, seorang pangeran harus melihat kondisi permaisurinya?”


Sungsang Geni menatap Sabdo Jagat dengan tanda tanya.“Aku tidak mengerti apa yang anda maksud, paman?”


“Apa kau tidak menyukainya, karena dia terlihat seperti pria?” Tanya Sabdo Jagat.


Sungsang Geni berpikir cukup lama, kemudian tersenyum kecil, menyadari arah pembicaraan Sabdo Jagat berhubungan dengannya dan Cempaka Ayu.


“Jadi kau tidak menyukainya!” Sabdo Jagat berkata lirih.


“Bukan begitu paman, aku tidak mengatakan hal seperti itu!”


“Jadi kau menyukainya?” Sabdo Jagat kembali bertanya, entah mengapa sejak pertama kali Sungsang Geni menyembuhkan Cempaka Ayu, pria itu tiba-tiba memiliki niat untuk menjodohkan adiknya dengan pemuda matahari itu.


“Paman, aku bukan tidak menyukainya. Tapi...untuk saat ini keinginanku hanya untuk menumpas orang-orang jahat, sebelum tujuan hidupku tercapai aku belum memiliki tujuan yang lainnya.” Jawab Sungsang Geni.


Sabdo Jagat terdiam, terlihat guratan di kening pria itu. Sebagai kakak, dia tentu ingin adiknya memiliki pasangan yang baik, dan dapat menjaga dirinya. Pria itu melihat Sungsang Geni adalah sosok yang cocok dengan keinginannya.


“Baiklah, aku tidak berusaha memaksamu. Tapi pikirkan hal ini baik-baik,” ucap Sabdo Jagat, pria itu menepuk pundak Sungsang Geni lalu pergi menuju kediamannya.


Sungsang Geni menghela napas, tidak berniat menghentikan langkah Sabdo Jagat. Dia kemudian berjalan lunglai mendekati daun pintu, hingga setelahnya dia merasakan sesuatu yang dingin mendekati dengan kecepatan tinggi.


Sungsang Geni melompat kebelakang, benda itu hampir saja menembus lehernya. Belum sempat pemuda itu membaca situasinya, tiga bilah pedang melesat cepat dan berhasil memotong beberapa helai rambutnya.

__ADS_1


Sungsang Geni mendapti seorang gadis berdiri cukup jauh darinya, Cempaka Ayu. Pemuda itu hampir tidak percaya, Cempaka Ayu dapat melepaskan serangan pada jarak sejauh hampir 100 meter dengan kecepatan luar biasa.


Disisi lain, wajah Cempaka Ayu terlihat merah. Dia baru saja mendengar dari Sekar Arum, bahwa orang yang telah mengobatinya adalah seorang pemuda. Bukan itu yang membuat dia marah, tapi mengetahui jika pemuda itu telah menyentuh bagian penting tubuhnya, emosinya tidak bisa dia tahan.


“Lelaki mesum!” dia berkata geram, “Aku akan membunuhmu!”


Sekar Arum berusaha mencegah bibinya untuk tidak berlaku kurang ajar terhadap pemuda yang telah menolongnnya, tapi Cempaka Ayu tidak mendengar nasehat gadis kecil itu.


Cempaka Ayu mengarahkan telapak tangan pada benda-benda di dekatnya, seketika benda itu melayang dan meluncur menyerang Sungsang Geni.


“Hentikan Cempaka Ayu, apa kau sudah giala?” Sabdo Jagat berusaha menyadarkan gadis itu.


“Diam Kangmas! apa kau juga ingin kuhajar!” Cempaka Ayu melotot kearah Sabdo Jagat, membuat pria itu tidak dapat berbuat banyak.


Cempaka Ayu adalah gadis paling manja dan paling keras kepala. Tidak ada yang berani menegur tindakannya meski itu adalah ayahandanya sendiri, Suaraya. Beberapa orang menyebutnya gadis kurang ajar.


Tapi, ada satu hal yang membuat banyak orang tidak berani menghadapi wanita pemarah itu. kekutannya yang tersembunyi. Dia bahkan tidak sengaja mematahkan pergelangan kakanya sendiri, Sabdo Jagat! ketika sedang melakukan latih tanding.


Dewi bulan memang mengerikan, kekuatan itu tertidur dalam diri Cempaka Ayu, dan hanya sekekali keluar tanpa disadarinya. Kekuatan dari dewi bulan adalah penggandaan tenaga dalam yang dimiliki Cempaka Ayu.


Tapi menurut beberapa buku yang mereka baca, kekuatan itu bisa membuat pemiliknya memiliki tenaga dalam hingga 10 kali lipat dari sebelumnya. Disebutkan, bahwa kekuatan itu lahir selama 500 tahun sekali, tapi belum pernah ada yang menguasainya.


Alih-alih menguasai kekuatan itu, dewi bulan malah menguasai tubuh pemiliknya. Dan kehancuran yang disebabkan oleh kekuatan itu tidak bisa di elakan.


Cempaka Ayu bukanlah gadis yang memiliki teknik bertarung, dia tidak pernah mengandalkan kekutan pisik untuk mengalahkan musuhnya. Pada dasarnya, kekuatan pisik gadis itu sangat lemah, meski dia gemar berdandan seperti pria.


Cukup dengan memikirkannya saja, Cempaka Ayu bisa membuat belasan senjata dari tenaga dalammnya. Atau, dia bisa menggerakan seluruh benda yang dilihatnya dan menjadikannya senjata, seperti yang dia lakukan saat ini.


Sebuah gubuk reot melayang dengan cepat mengarah pada Sungsang Geni. Pemuda itu kembali terkejut, dia menghindari setiap serangan dengan hati-hati, jika dia sedikit ceroboh, bukan hal mustahil dirinya akan terluka parah.


Melihat lawannya dapat menghindari semua serangan dengan mudah, Cempaka Ayu semakin geram. Dia mendekati Sungsang Geni dengan tubuh melayang, dan benda-benda yang menyerang pemuda matahari itu semakin bertambah banyak.

__ADS_1


“Pria mesum, jika kau pikir telah membantuku, kau salah!” Cempaka Ayu berkata setelah jaraknya dengan Sungsang Geni hanya menyisahkan belasan meter, “Aku lebih baik mati daripada ada lelaki rendahan seperti dirimu, menyentuh tubuhku.”


‘apa susuk itu membuat otaknya sedikit lengser’ batin Sungsang Geni menggerutu, ‘astaga, ada apa dengan jumlah tenaga dalam wanita ini?’


“Kau akan mati, disini ditempat ini, dan ditanganku!”


“Aku menyerah...!” ucap Sungsang Geni, “Aku mengaku kalah! Sungguh, jadi kumohon tenanglah!”


Gadis itu menaikan alisnya, “Permainan apapun yang coba kau lakukan, tidak akan berhasil mengelabuiku.”


Setelah dia mengatakan demikian, ada banyak kerikil batu terangakat mengelilingi tubuh Cempaka Ayu. Kemudian dengan jentikan jarinya, seluruh batu itu menyerang Sungsang Geni.


“Hujan kerikil batu!” gadis itu berkata bangga, terlihat tubuh Susang Geni sekarang telah tertutup debu tebal, dia yakin pemuda itu telah mati dengan ratusan lobang di sekujur tubuhnya.


Disisi lain, orang-orang yang melihat perbuatannya, menutup mata. Semua orang selain Sabdo Jagat berpikiran sama, Sungsang Geni telah tewas.


Setelah angin menepiskan debu tanah, Cempaka Ayu tidak mendapati pemuda itu mati seperti yang dia pikirkan. Dia menoleh ke sisi lain, tapi Sungsang Geni tidak terlihat dari pandangannya.


“Huam...” Sungsang Geni menggeliatkan badan di belakang Cempaka Ayu, membuat gadis itu buru-buru membalikan badan.


Seketika Cempaka Ayu tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, tidak setelah Sungsang Geni meletakan ujung pedang di lehernya.


“Hem...aku tidak mengerti kenapa kau seganas itu?” Sungsang Geni berkata pelan, kemudian tersenyum, “Tapi, aku tidak menyentuh kulitmu dan juga tidak melihat tubuhmu!”


“Aku tidak percaya dengan perkataanmu!” Cempaka Ayu terlihat lebih marah lagi, dia tidak terima jika Sungsang Geni menghunus pedang kearahnya.


Sesuatu diluar dugaan Sungsang Geni kemudian terjadi, aura dingin tiba-tiba menjalar keluar dari tubuh wanita itu. Kilatan energi berwarna putih mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.


Sabdo Jagat yang melihat kejadian itu dari jauh, tiba-tiba berteriak tak percaya. “Ini bukan hal baik! kekuatan Dewi Bulan, dia akan menghancurkan segalanya!”


Beberapa hari ini, proses review sedikit lama. Author minta kemaklumannya.

__ADS_1


Dan terima kasih sudah mendukung dg like, komen dan votenya.


__ADS_2