PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Berlatih 1


__ADS_3

Sungsang Geni menemukan teknik tertentu dimana seseorang bisa memanfaatkan energi alam sebagai sumber kekuatan. Tekniknya sangat sederhana, tapi keberhasilan bagi orang yang bisa melakukannya terbilang sangat kecil.


Hampir 20 halaman yang Sungsang Geni baca adalah mengenai teknik penyerapan energi alam. Ini lebih hebat dari penyerapan energi kehidupan, karena tentu saja energi alam memiliki jumlah tak terhingga.


15 bab terakhir adalah teknik menyatukan energi alam yang berhasil diserap dengan tenaga dalam yang dimiliki oleh seseorang.


Pada bagian ini, Sungsang Geni menyadari bahwa pemilik kitab ini bahkan tidak memiliki tenaga dalam sama sekali, dia hanya fokus memanfaatkan tenaga alam.


“Jika dipikirkan lagi, mungkin saja Yunirda adalah orang yang cocok dengan teknik pedang bayangan, sebab dia tidak memiliki tenaga dalam.” Gumam Sungsang Geni.


4 halaman terakhir menjelaskan mengenai dunia gaib. Halaman ini menjabarkan tentang kehidupan dunia yang berbeda dengan alam manusia. Sungsang Geni bahkan mendapatkan sebuah jurus yang sangat hebat mengenai bangsa lelembut yang dinamakan Ciung Wanara.


“Ilmu ini memungkinkan manusia memiliki 1000 bala tentara dari bangsa lelembut?” Sungsang Geni bahkan belum percaya setelah membaca kalimat tersebut.


Isinya sebuah mantra kuno, aksara sansekerta yang menitik beratkan pada hal-hal gaib. Penggunanya diharuskan melakukan tapa brata di dalam tanah selama 49 hari lamanya.


Benar sekali, untuk memiliki ilmu ini seseorang diharuskan di kubur hidup-hidup. Kemudian orang tersebut akan bertemu dengan salah satu pimpinan bangsa tersebut dan melakukan ikatan.


Terdengar mudah, tapi sebenarnya sangat sulit. Bangsa lelembut tidak serta merta mau melakukan ikatan dengan manusia, kecuali mereka bisa dikalahkan oleh manusia tersebut.


Ketika mereka sudah kalah, maka sebuah mantra dirapalkan sebagai kontrak atau ikatan bahwa bangsa lelembut akan patuh kepada manusia tersebut.


Tapi sayangnya tidak semua manusia berhasil mengalahkan mahluk gaib itu, karena bisa jadi manusia yang menjadi budak mereka.


Sebenarnya karena ilmu inilah kenapa murid dari Sri Jaya Nasa bisa menurunkan 60% teknik pedang bayangan pada bangsa jin.


Sungsang Geni berpikiran bahwa mungkin pemilik pertama kitab ini menjadi jahat disebabkan karena para jin atau lelembut yang menjadi bawahan tiba-tiba saja mulai mempengaruhi alam pikirannya.


"Resiko di kuasai oleh mahluk itu cukup besar." ucap Sungsang Geni. "Semoga saja aku tidak mendapatkan mahluk yang mengerikan."


Setelah beberapa lama Sungsang Geni akhirnya berada pada halaman terakhir kitab tersebut. Dia telah menghabiskan waktu 10 jam lamanya hanya untuk membaca halaman pertama hingga terakhir. Dan sekarang waktu mungkin sudah tengah malam.

__ADS_1


Pada bab terakhir ada sebuah catatan yang mungkin ditulis oleh pemilik kitab ini sebelumnya. Catatan itu menjelaskan tentang permintaan ampun kepada Sang Hyang Widhi karena menjadi orang yang jahat pada akhirnya.


Catatan itu juga menuliskan sebuah petunjuk yang membuat mata Sungsang Geni melotot nyaris lepas dari kelopak mata, karena saking terkejutnya.


“Ketika jurus terkuat dari ketiga teknik digabungkan seirama dengan energi alam dan tenaga dalam yang menyatu, maka teknik sapuan jagat akan menjadi miliknya.” Sungsang Geni mengeja tiap kalimat dengan nada ditekan sambil bergetar.


Secara garis besar dia memahami isi daripada kitab pedang bayangan. Sungsang Geni dapat memetik beberapa poin utama dari isi kitab tersebut.


Yang pertama adalah, jurus murka naga bayangan akan lebih efektif jika dialiri dengan energi alam dan bukan tenaga dalam.


Itulah kenapa puncak dari ajaran dalam kitab ini menekankan pada energi alam, meski sebenarnya menggunakan tenaga dalam bukanlah suatu masalah.


Potensi jurus murka naga bayangan tidak begitu maksimal menggunakan tenaga dalam meski dalam jumlah besar. Karena jurus itu terlalu boros menggunakan energi.


Yang kedua adalah ilmu ciung wanara yang bisa memanggil 1000 bangsa lelembut, untuk menjadi prajurit yang akan membantu dalam medan pertempuran.


Meski sebenarnya ilmu ini sangat sulit didapatkan, dan resiko di kendalikan oleh bangsa lelembut sangatlah besar.


Sungsang Geni pada akhirnya menutup kitab itu.


****


Keesokan harinya, pemuda itu mulai melakukan latihan teknik menggunakan pedang. Bagi orang yang baru pertama kali belajar, tentu saja teknik itu sangat sulit.


Resi Irapnusa dahulu menganjurkan menggunakan pedang kayu sebagai senjata bagi pemula untuk pertama kali berlatih.


Namun bagi Sungsang Geni itu bukanlah perkara sulit, sebab dari ketiga teknik pedang sebenarnya teknik pedang awan berarak yang paling rumit dalam setiap gerakannya.


Jadi mungkin dia tidak akan membutuhkan waktu tahunan untuk menyempurnakan seluruh teknik pedang bayangan.


Sungsang Geni mengeluarkan sebilah pedang dari lengannya, kemudian mulai mengikuti gerakan-gerakan yang ada di dalam kitab.

__ADS_1


Setelah beberapa lama, Sungsang Geni baru menyadari meski gerakannya tidak terlalu sulit tapi setiap gerakan itu selalu menggunakan tenaga dalam dengan jumlah besar.


Ini berbanding terbalik dengan teknik pedang awan berarak yang menggunakan tenaga dalam yang lebih kecil bahkan bisa digunakan tanpa tenaga dalam.


“Setiap gerakan menggunakan tenaga dalam, maka energi itu tidak efektif untuk digunakan karena pasti cepat habis.” Sungsang Geni bergumam pelan, baru 100 ulangan dia melakukan gerakan dasar tapi tenaga dalamnya sudah hilang 5%.


“Mungkin karena itulah kenapa energi alam menjadi solusi terbaik menggunakan teknik ini?” sambung dirinya.


Jika di urutkan berdasarkan penggunaan tenaga dalam maka teknik pedang awan berarak adalah teknik yang paling menggunakan sedikit tenaga dalam.


Namun lebih menumpu pada gerakan yang sangat sulit dikarenakan teknik ini harus mengenai tepat sasaran. Teknik ini selalu mengincar bagian-bagian vital lawannya.


Kemudian teknik pedang emas, yang menggunakan tenaga dalam dengan jumlah besar dan memiliki gerakan paling mudah diantara yang lainnya.


Teknik ini meski juga memiliki serangan jarak dekat, tapi tidak begitu tangkas digunakan. Karenanya mereka selalu mengambil jarak saat bertarung dengan musuhnya.


Yang terakhir adalah teknik pedang bayangan, teknik ini hampir sempurna dimana memiliki serangan jarak dekat dan jarak jauh yang cukup seimbang.


Kelemahan dari teknik ini adalah boros penggunaan energi. Jika lawan memiliki stamina cukup bagus dan mampu bertahan cukup lama, maka pengguna pedang bayangan dapat dikalahkan karena kehabisan tenaga dalam.


“Hem...Sekarang aku tahu alasan kenapa ke tiga teknik sebenarnya saling melengkapi.” Sungsang Geni melepaskan serangan terakhir, kemudian sebuah bayangan pedang melesat cepat dan menembus beberapa pohon di depannya.


Sungsang Geni berlatih hampir selama 12 jam lamanya setiap hari, membuat perkembangannya menjadi sangat pesat.


Pramudhita yang sekekali datang mengunjungi Sungsang Geni tidak bisa menghilangkan wajah terkagumnya, ketika pemuda itu telah berhasil menguasai 3 dari 9 jurus pedang bayangan hanya dengan waktu 1 bulan saja.


“Paman apa kau bisa menguji jurus yang sudah aku kuasai?” ucap Sungsang Geni, ketika hari ini Pramudhita datang berkunjung melihat perkembangannya.


“Tentu saja,” Pramudhita sangat bersemangat, “Aku juga sudah sangat lama tidak bertarung semenjak hari itu.”


Setelah aba-aba dimulai, Sungsang Geni menyerang lebih dahulu. Dia berniat menguji teknik pedang bayangan saja, jadi pemuda itu sama sekali tidak mencampuradukkan dengan teknik pedang awan berarak.

__ADS_1


Benturan pedang energi menciptakan percikan cahaya dan gelombang kejut bertekanan kecil. Terkadang terdengar suara seperti air yang ditebas dengan pisau, wus...wus setiap mereka melakukan gerakan.


Sebelum lanjut membaca, mohon berikan like dan koment ter gokil kalian.


__ADS_2