PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Berita Mengejutkan


__ADS_3

Kedatangan Pendekar dari Bukit Emas, bukanlah sesuatu yang mereka sangka-sangka. Sangat mengejutkan, bahkan dilihat dari cara dan sikap, Pendekar Bukit Emas tampak tulus membantu Lembah Ular.


Setelah siang hari mereka membantu semua orang yang terluka. Mereka datang dengan persiapan matang, ternyata diantara 100 orang pendekar itu ada sekitar 5 orang pendekar ahli pengobatan.


Sangat langka di temukan ada pendekar dibidang pengobatan, tapi rupanya Bukit Emas mulai memperbanyak para pendekar dibidang medis untuk diterjunkan ke medan perang.


Teknik yang mereka lakukan juga terbilang rumit, meski memang ada beberapa yang masih menggunakan beberapa ramuan yang dibentuk menjadi sebuah pil untuk diminumkan kepada penderita yang mengalami luka parah.


Teknik rumit itu seperti melakukan beberapa totokkan di tiap titik-titik tubuh, hingga penderita mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuhnya. Hal yang paling mengejutkan adalah, mereka memiliki teknik pengobatan yang memungkinkan luka fisik sembuh dalam beberapa jam saja, termasuk penyembuhan luka sayatan senjata tajam.


Mereka menamainya, dengan teknik 'Mandek Roso' dimana medianya adalah air biru yang telah mereka racik dari ramuan khusus, dan digabungkan dengan tenaga dalam besar agar air dari obat-obatan bekerja lebih cepat dari semestinya.


Jika sekali lintas mereka terlihat pendekar yang bisa mengendalikan air, sebab air biru itu bergerak sendiri dari dalam kendi perak, menuruti gerakan telapak tangan mereka.


Teknik regenerasi ini belum pernah ada yang mempelajarinya. Bisa dibilang ini adalah temuan baru, dan sebuah pencapaian besar bagi Bukit Emas.


“Dinda...ikutlah denganku! Aku akan membawamu pada pendekar pengobatan terbaik yang kami miliki!” Benggala Cokro berkata dengan senyuman terbaiknya.


“Cempaka Ayu...”


“Apa?”


“Panggil aku Cempaka Ayu,” ucap Gadis itu membalas senyuman Benggala Cokro, “Mereka memanggilmu dengan Benggala, kalau begitu aku akan memanggilmu dengan sebutan serupa.”


Benggala Cokro tampak tidak senang mendengar perkataan gadis itu, tapi dia berusaha bersikap tenang, meski sebenarnya perasaannya sedikit kecewa.

__ADS_1


Benggala Cokro adalah pemuda yang paling digemari oleh gadis-gadis di Perguruan Bukit Emas. Dia dikenal sebagai perayu yang ulung. Bahkan tidak ada gadis yang bisa luput setelah menatap kerlitan matanya yang mempesona.


Ketampanan pemuda itu juga didukung dengan mulutnya yang berucap manis. Apalagi dia menyandang pendekar tanpa tanding pada usianya yang relatif muda, maka gadis mana yang tidak terpikat olehnya?


Di dunia persilatan ini, memiliki pasangan hidup seorang pendekar hebat adalah dambaan setiap gadis, bahkan lebih didambakan dari pada menikahi seorang pangeran. Tapi rupanya tidak dengan Cempaka Ayu.


Gadis itu semenjak kepergian Sungsang Geni, gemar menyendiri. Pepatah mengatakan cinta itu racun, nampaknya memang benar adanya.


“Tidakkah kau mau mengobati luka-lukamu itu?” Benggala Cokro masih bersikap manis.


“Tidak perlu, aku tidak memiliki luka yang serius, untuk sekarang hanya tenaga dalamku saja yang belum pulih.” ucap Cempaka Ayu terkesan dingin.


Benggala Cokro hendak berkata lebih jauh, tapi Cempaka Ayu segera meninggalkan dirinya menemui Ratih Perindu yang duduk bersama dengan Siko Danur Jaya.


“Kenapa wajahmu menjadi murung?” tanya Siko Danur Jaya, “Padahal kita memenangkan perang ini, AW!”


“Sungsang Geni?” tanpa diduga mereka bertiga, Benggala Cokro mendengar perbincangan itu, “Apa dia sehebat itu? Aku rasa tidak? Mungkin aku perlu mencoba ilmu kanuragannya suatu saat nanti.”


***


Sabdo Jagat sudah dari 1 jam yang lalu telah sadarkan diri, dia menjadi lebih cepat pulih berkat bantuan pendekar pengobatan dari perguruan Bukit Emas. Meski memang beberapa sendinya masih terasa ngilu saat digerakkan.


“Sabdo Jagat!” ucap Darma Cokro menemui pimpinan Lembah Ular itu di dalam tenda pengungsi yang dibuat tidak jauh dari reruntuhan Lembah Ular, “Kau sudah lebih baik dari pertama kali aku melihatmu. Kami datang sedikit terlambat, jadi mungkin tidak terlalu membantu.”


“Apa yang kau katakan? Kalian telah membantu kami untuk mengusir Asura, dan juga telah membantu pengobatan kami.” Ucap Sabdo Jagat, sambil batuk- batuk kecil, “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian, pendekar hebat dari Bukit Emas.”

__ADS_1


“Kita mungkin sedikit bermusuhan pada masa lalu, tapi kuharap kali ini kita menjadi teman.” Ucap Darma Cokro sambil tersenyum kecil, “Lagipula ini semua karena bantuan dari Kerajaan Tombok Tebing, kami jadi tahu apa yang lebih penting daripada persaingan.”


“Kerajaan Tombok Tebing?” Sabdo Jagat tidak paham, bukankah kerajaan Tombok Tebing lebih mementingkan mereka sendiri dibanding orang lain ini, membuat Sabdo Jagat sedikit heran.


“Perkenalkan saya adalah Dirga, senopati dari Kerajaan Tombok Tebing...” seorang pria tinggi kekar tiba-tiba masuk kedalam tenda Sabdo Jagat, bersama dengan Guru Tiraka yang juga terlihat bingung dengan situasi sekarang.


“Senopati? Tunggu dulu...jelaskan padaku kenapa kalian tiba-tiba peduli dengan Lembah Ular, dan darimana kalian dapat informasi mengenai Kelompok Kelelawar Iblis yang telah menyerang kami?” tanya Sabdo Jagat, karena seingatnya Perguruan Lembah Ular cukup menutup diri dan menjaga informasi apapun agar tidak keluar dari wilayah mereka.


“Sepertinya anda belum memahami situasinya.”Dirga tersenyum kecil, memahami perasaan yang berkecamuk di dalam dada Sabdo Jagat, “Raja kami yang memberi tahu mengenai permasalahan yang ada di Lembah Ular, dan dia juga yang meminta kami untuk datang menemui Perguruan Bukit Emas.”


Perkataan itu dibenarkan oleh Darma Cokro, sebelumnya mereka juga merasakan hal yang sama seperti Sabdo Jagat saat ini, ketika utusan dari Tombok Tebing tiba-tiba mendatangi Perguruan mereka.


Belum pernah dalam sejarah ada kerajaan yang berani mengusik perguruan Bukit Emas, meski memang beberapa kali Surasena berniat melakukan kerja sama dengan Perguruan itu. Tentunya alasan mereka menolak Surasena karena berhubungan dengan Darma Guru yang lebih memilih kerajaan dibanding dengan keluarganya sendiri.


Kerajaan nomor dua setelah Surasena itu, mendapat perlawanan sengit dari penjaga gerbang Bukit Emas. Jika saja Dirga tidak menenangkan prajurit yang dipimpinnya, dan menuruti permintaan penjaga gerbang untuk melucuti semua senjata, pasti hari seperti ini tidak akan terjadi.


“Kau tidak perlu berpikir buruk seperti itu?” ucap Darma Cokro menangkap raut wajah Sabdo Jagat yang masih belum percaya.


“Bukan begitu, aku hanya tidak mengerti kenapa raja Puntura melakukan hal itu...” Jawab Sabdo Jagat.


“Raja Puntura telah tewas ketika berusaha mengkudeta Kerajaan Surasena.” Kemudian Dirga menjelaskan beberapa informasi secara garis besarnya, dan terlihat wajah pimpinan Lembah Ular itu semakin tercengang.


“Aku baru tahu kemelut kerajaan kalian luar biasa rumit...” ucap Sabdo Jagat lirih.


“Jadi sekarang siapa orang yang menggantikan posisi raja Tombok Tebing? kau bilang bahwa putranya juga dihukum pancung. Berarti ada orang lain yang bukan garis keturunan yang menaiki tahta, setelah kematian mereka berdua.”

__ADS_1


“Benar dia adalah orang asing, Yang Mulia Raja Sungsang Geni.”


Jangan lupa like dan voting man teman, biar novel kesayangan kita kembali bisa bersaing di 20 besar.


__ADS_2