PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Pramudhita vs Hasrat


__ADS_3

Seperti matahari menyapu kabut di pagi hari, pasukan yang di pimpin Pramudhita menghabiskan mahluk hasrat dengan sangat mudah, bahkan lebih mudah dari yang dibayangkan Sungsang Geni.


Hanya beberapa puluh menit saja, mahluk berbentuk asap itu tersisa tinggal sedikit lagi. Sungsang Geni masih memandangi pertempuran itu dari kejauhan, dengan pedang energi yang masih mencari mangsa.


Namun tiba-tiba saja, pedang itu terhenti ketika dia bertemu dengan mahluk Hasrat yang cukup, tidak tapi sangat kuat.


Sungsang Geni tiba-tiba saja langsung beranjak dari tempat duduknya, mahluk yang menghentikan laju terbang pedangnnya tidak sama dengan mahluk yang lain. Ada tingkatan perbedaan sangat jauh dengan hasrat yang lain.


“Apakah itu adalah pemimpinnya?” gumam Sungsang Geni, “Aku merasakan aura yang pernah aku kenal sebelumnya.”


Mahluk itu lebih besar dari mahluk lainnya, lebih kuat dan memiliki sesuatu yang keluar dari dalam dada, bongkahan batu berwarna hitam yang meruncing sangat tajam.


Ketika bongkahan batu itu melesat cepat, beberapa bayangan bahkan mampu dihancurkannya. Dan lagi, setiap bayangan yang berhasil di lenyapkan, selalu terdengar suara tawa kecil dari mulutnya yang hitam. Mahluk itu menikmati pertempuran ini.


Bukan hanya Sungsang Geni, Pramudhita dan teman-temannya yang memiliki 2 garis jule ke atas juga merasakan hal yang sama. Ini adalah mahluk hasrat yang berbeda dari yang lainnya, tercipta dari dendam kesumat dan keserakahan yang luar biasa.


Pramudhita menghunus pedangnya, ketika beberapa orang sudah mulai menjauhi mahluk itu.


“Aku akan melawan mahluk ini, kalian semua!” ucap Pramudhita, “musnahkan semuanya tanpa tersisa!”


“Apa kau yakin akan menghadapi mahluk itu seorang diri?” salah satu dari temannya berkata, terdengar khawatir sebab kekuatan mahluk itu untuk kali pertama mereka jumpai, sangat besar.


“Aku akan baik-baik saja...” jawab pria itu. “Ini adalah lawan yang cocok untuk menguji kemampuanku yang sesungguhnya!”


Teman-temannya tidak berniat lagi membantah, mereka lekas memisahkan jarak dari Pria kekar itu, dan mulai menghancurkan setiap mahluk hasrat yang bersembunyi di balik pohon-pohon besar.


Pramudhita menyerang lebih dahulu, diikuti dengan 4 bayangan dirinya yang bergerak pada pola tak menentu kemudian meluncur dengan tebasan pedang.


Berhasil?


Ternyata tidak, mahluk itu lebih licin dari perkiraan Pramudhita, dan juga batu-batu hitam keluar dari dalam tubuhnya dapat mematahkan serangan yang dilancarkan Pria kekar tersebut.


Pramudhita melepaskan tebasan, diikuti 4 bayangan pedang melesat cepat membuat mahluk itu terpundur puluhan meter.

__ADS_1


Namun tebasan itu nampaknya tidak cukup kuat bagi mahluk itu, mungkin dapat memusnahkan belasan mahluk hasrat yang lain tapi tidak dengan yang satu ini.


Dia menyunggingkan senyum kecil, ini adalah pemandangan langka melihat mahluk hasrat dapat tersenyum. Dan ini membuat Pramudhita menjadi muak.


“Aku bisa membuat senyum itu menjadi tangisan!” Pramudhita mengerahkan tenaga dalam berjumlah besar pada pedangnya. “Kita lihat apakah kau bisa bertahan?”


Pramudhita mendadak hilang, saking cepatnya. Kemunculannya tiba-tiba telah berada di belakang mahluk itu, mengayunkan pedang dengan cepat dan berhasil membuat goresan kecil.


Hanya goresan kecil, biasanya mahluk lain akan lenyap, tapi mahluk yang berada di depannya malah bisa menyembuhkan luka. Kemudian kembali tersenyum kecil.


“Sekarang giliran diriku...”


Dia berkata? Pramudhita terkejut bukan kepalang mendengar suara yang keluar dari mulut hitam mahluk itu seperti geraman, atau mungkin seperti suara ketika orang menemui ajalnya.


Mendadak tubuhnya merinding, mahluk itu mengeluarkan aura yang berbeda. Aura gelap dan suram.


“Apa ini, aura kegelapan?” Sungsang Geni terjaga setelah cukup yakin dengan aura yang sudah pamiliar dia rasakan. “Wanita itu? Kejahatannya menjelma menjadi mahluk hasrat?”


Bukankah Pramudhita mengatakan bahwa setiap manusia yang mati dari dunia luar akan bangkit menjadi mahluk hasrat di dunia ini? Dan Sungsang Geni yakin itu adalah hasrat dari Banduwati, komandan ke empat Kelompok Kelelawar Iblis.


“Aku harus menyusul Paman Pramudhita!” Gumam Sungsang Geni, kemudian melompat dari tembok Padepokan dan berlari mengejar Pramudhita yang bertarung ke dalam hutan. “Ini gawat, benar-benar gawat!”


Hal yang berbeda dari Banduwati yang masih hidup adalah, energi kegelapan yang tidak sebesar ini. Sungsang Geni yakin, itu karena energi kegelapan yang telah dimiliki wanita itu sebelumnya memicu kekuatan yang lebih besar setelah menjadi mahluk hasrat..


Sungsang Geni tiba di tengah hutan, dimana pertempuran Pramudhita dan mahluk itu sedang berlangsung dengan sengit.


Pemuda itu bisa menemukan, beberapa pohon tumbang dan juga beberapa tanah berbentuk siring dalam karena tebasan Pramudhita.


Beberapa pohon juga berlubang besar, Sungsang Geni yakin itu karena hantaman batu yang keluar dari dada mahluk bermata merah tersebut.


Dari bawah terlihat Pramudhita menekan energi pada serangan yang sebentar lagi dilancarkannya.


Pedang ditangannya menjadi lebih besar dari bentuk sebelumnya. Tapi di sisi lain, mahluk itu juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Mahluk Hasrat mengeluarkan ratusan batu hitam yang berputar-putar mengelilingi tubuhnya, seakan sedang melakukan perlindungan tapi juga aba-aba untuk menyerang.


Lalu sekejap, benturan dua kekuatan terjadi diatasa sana. Sedangkan Sungsang Geni hanya mampu melihatnya dari permukaan tanah, sebab tidak bisa terbang saat ini.


Tekan dari benturan itu menyebabkan tanah bergetar hebat, pohon-pohon tumbang dan ada banyak hewan-hewan besar lari tunggang langgang.


“Andai aku bisa menguasai kekuatanku seperti waktu itu...” Sungsang Geni membayangkan ketika energi kuning menyelimutinya sewaktu berhadapan dengan Banduwati di pinggir danau. “Percuma saja, kenapa aku memikirkan hal yang mustahil!”


Beberapa detik kemudian, benturan energi berubah menjadi gelombang kejut dan melemparkan kedua orang di atas sana sejauh beberapa puluh meter.


Pramudhita mendarat pada salah satu batang besar setelah sebelumnya 4 batang tumbang terhantam tubuhnya.


Di sisi lain, mahluk itu terpental puluhan meter di permukaan tanah, menciptakn siring besar dan baru selesai setelah gundukkan batu menghentikan tubuhnya.


“Paman Pramudhita apa kau baik-baik saja?” teriak Sungsang Geni, seraya berlari mendekati pria itu.


Terdengar batuk kecil, nampaknya pria kekar itu tidak terluka dalam kecuali beberapa luka gores.


“Paman Pramudhita?”


“Aku baik-baik saja!” Pramudhita melompat tepat di hadapan Sungsang Geni, “Mahluk itu berbeda dengan mahluk yang pernah aku lawan, dia bisa tersenyum dan berbicara...”


Sungsang Geni menoleh ke belakang, tepatnya pada siring tanah dimana mahluk putih itu masih terkapar, dia belum bergerak tapi tentu saja dia belum mati. Mahluk itu tidak memiliki perasaan lelah, jadi saat ini Sungsang Geni yakin dia sedang merencanakan sesuatu.


“Itu adalah hasrat yang tercipta dari orang yang telah aku bunuh, dia adalah...” ucap Sungsang Geni, “Banduwati, salah satu komandan Kelelawar Iblis.”


Pramudhita terdiam beberapa saat, jika perkataan Sungsang Geni benar, dan nampaknya memang benar, maka wajar saja mahluk itu lebih kuat dari mahluk yang pernah dikalahkannya.


“Berjuanglah Paman, aku tidak akan mengganggu pestamu!” Sungsang Geni tersenyum kecil. “Kau tidak ingin aku merusak kesenanganmu bukan? Dia itu sangat kuat, dan pintar!”


“Ten...tentu saja, ini adalah pesta?” ucap Pramudhita tergagap-gagap, 'Bocah tengik ini, dia tidak berniat membantuku, padahal dia memiliki sesuatu yang sangat kuat. Kurang ajar.'


Jangan lupa like ya man teman.

__ADS_1


__ADS_2