PENDEKAR DEWA MATAHARI

PENDEKAR DEWA MATAHARI
Pemuda Asing


__ADS_3

“Aku rasa tidak pernah, Nona.” Sungsang Geni membungkukkan badan seperti ratusan orang yang berada ditempat ini.


Wulandari masih diam di tempat, jadi Sungsang Geni harus mundur beberapa langkah ke belakang, untuk memberikan ruang jalan kepada gadis itu.


“Mungkin hanya perasaanku saja,” Wulandari tersenyum kecil penuh arti, kemudian gadis itu mengumumkan sesuatu. “ Aku sudah menangkap beberapa orang, mereka akan menentukan kemana arah tujuan hidupnya. Karena itu, aku ingin mengadakan sebuah pertunjukan bela diri bagi 4 padepokan yang telah aku taklukan.”


Sebuah pertunjukan berdarah, Wulandari biasa melakukan hal itu. 4 padepokan itu akan menghadapi seorang prajurit Kelelawar Iblis yang memiliki kesaktian tingkat tinggi. Jika perwakilan dari tiap-tiap padepokan bisa mengalahkan prajurit itu, maka ganjarannya akan dibebaskan.


Tapi jika tidak, maka Padepokan yang bersangkutan harus menerima menjadi budak atau anjing setia Markas Petarangan.


Tapi sejauh ini tidak pernah ada yang bisa mengalahkan prajurit itu.


Beberapa jam kemudian, mereka berkumpul di sebuah arena yang terbuat dari beton. Sungsang Geni berada di salah satu kursi penonton, tidak semua orang bisa menyaksikan pertarungan itu, kecuali para prajurit level emas dan para pejabat serta beberapa orang hebat di dekat Wulandari.


“Aku ingin kalian menunjuk perwakilan untuk menghadapi petarungku.” Wulandari tersenyum penuh makna. “Kalian tidak akan dirugikan sedikitpun dalam pertarungan ini. Jika kalian menang, maka pintu markas ini akan terbuka lebar dan aku tidak akan memburu kalian selama beberapa waktu. Tapi jika kalian kalah, maka harus menuruti semua perkataanku.”


“Bagaimana jika kami menolak.” Salah seorang pria bertanya, dia adalah perwakilan dari Padepokan Kelabang Merah, terlihat dari jubah yang dia kenakan.


“Jika kalian menolak, maka kalian akan menjadi budak.” Wulandari tersenyum lagi. “Begini, ini adalah cara satu-satunya jika kalian ingin bebas, kau kalahkan prajuritku dan kau boleh pergi. Jika kau kalah kau tetap disini, dan jika kau tidak ikut dalam partisipasi maka kami akan memotong kedua tangan kalian, ilmu kanuragan kalian tidak digunakan lagi.”


Setelah mengatakan hal itu, seorang prajurit dengan dada terbuka masuk kedalam arena. Wajahnya keras dan mata yang dalam, memiliki alis tebal dan rambut panjang.


Sungsang Geni bisa merasakan energi yang dimiliki pria itu bahkan setingkat dengan Sabdo Jagad.


“Baiklah aku akan mengalahkannya.” Pria dari perwakilan Padepokan Kelabang Merah masuk langsung ke dalam arena. Tidak menunggu instruksi, dia melancarkan serangan beruntun.


Dua tiga kali serangan pria itu mendarat pada tubuh prajurit, tapi tidak ada satupun serangan yang berhasil melukai tubuhnya.


“Tubuh orang itu sekeras Mahesa.” Gumam Sungsang Geni. “Tidak ada celah bagi perwakilan Padepokan Kelabang Merah untuk memenangkan pertandingan ini.”

__ADS_1


Rupanya yang dikatakan Sungsang Geni benar, dalam beberapa menit saja, prajurit Kelelawar Iblis itu berhasil mendaratkan kepalan tinju di wajah lawannya. Hasilnya tidak terlalu buruk, pria itu mati seketika dengan darah menyembur keluar dari dalam mulutnya.


“Ada yang lain!” prajurit itu menantang siapapun. “Aku adalah algojo di tempat ini, aku prajurit terkuat disini. Kau...kau...naik keatas arena!”


3 Padepokan yang tersisa tidak berkutik, jelas menyadari kemampuan prajurit itu jauh diatas mereka. Namun tanpa diduga, 3 perwakilan langsung naik ke atas arena bersama-sama.


“Tidak masalah, aku akan membunuh kalian berempat.” Sang Algojo tertawa terbahak-bahak. “Aku akan memberi kalian kemudahan, silahkan pilih senjata manapun yang kalian inginkan.”


Dua orang serentak mengambil pedang dan satu orang lagi memilih mengambil tombak. Mereka menyerang prajurit itu dari segala sisi, tapi sekali lagi mata senjata tidak bisa melukai kulitnya yang keras.


Salah satu dari mereka melayang dengan cepat, tujuannya adalah batang leher prajurit itu tapi sebelum kesampaian lehernyalah yang mendarat di cengkraman sang Algojo.


Terdengar suara krak dari batang lehernya, selang beberapa detik orang itu mati mengenaskan.


Dua perwakilan yang lain menelan ludah saking takutnya. Tapi keadaan sudah kepalang tanggung, jadi mereka mencoba kembali menyerang dengan perasaan was-was.


Salah satu dari dua orang itu terlihat memiliki kemampuan ilmu meringankan tubuh yang cukup baik, dan juga pintar. Jadi sebelum nyawanya dalam bahaya, dia melesat sangat cepat dan berhasil melingkarkan pedangnya di batang leher Wulandari.


Semua prajurit Kelelawar Iblis menjadi murka, tidak menyangka pria itu -yang dikatakan memiliki seni bela diri garis lurus- malah berbuat seperti itu.


“Jangan bergerak, biarkan kami semua pergi dari sini!” dia memperingatkan.


Saraswati segera mencabut sebilah pedang yang berwarna hijau. Pedang pusaka yang menjadi andalan dari negri sembilan. Sangat beracun lagi tajam.


Wulandari sebenarnya bukanlah gadis yang begitu hebat dalam bertarung, dia hanya mempelajari beberapa teknik bela diri. Dibanding dengan bertarung, wanita itu lebih mengandalkan otaknya yang berlian.


Meski demikian, Wulandari tidak kehilangan wibawa. Gadis itu masih tersenyum kecil mendapati situasi buruk yang menimpa dirinya.


“Nona, tenanglah!” Saraswati berujar. “Aku akan menyelamatkan dirimu.”

__ADS_1


“Beri kami jalan!” pria itu berteriak. “Biarkan kami pergi dari tempat ini.”


Ratusan prajurit membuka jalan bagi 4 padepokan. Sementara itu Sungsang Geni belum melakukan tindakan sedikitpun, tapi beberapa kali Wulandari menatap dirinya penuh arti.


“Apa yang harus aku lakukan?” Sungsang Geni bertanya-tanya dalam benaknya sendiri. “Aku tidak bisa membiarkan mereka membunuh gadis itu.”


Ketika keadaan benar-benar genting, sekelebat cahaya kuning melesat dengan cepat dan menancap tepat di lengan pria yang menyandra Wulandari.


Semua orang tidak tahu dari mana asal cahaya itu, tapi yang jelas pedang yang melingkar di batang leher Wulandari tiba-tiba jatuh bersamaan dengan darah yang berceceran.


“AHKKK!” Teriak pria itu dalam kesakitan.


Segera saja Saraswati menyelamatkan Wulandari, kemudian dalam kesempatan itu dia menggunakan pedang hijaunya untuk menebas tepat bagian dada pria itu. Hanya dalam hitungan menit saja, pria itu mati membiru karena racun.


“Tangkap semua orang ini!” Saraswati memberi perintah. “Jadikan mereka budak! Mereka tidak patut diberi kesempatan!”


Dalam sekejap suasana menjadi riuh, ratusan prajurit Kelelawar Iblis berusaha menangkap 4 padepokan yang tersisa, tapi beberapa diantara mereka malah menancapkan pedang ke jantung mereka sendiri. Beberapa yang lain melakukan perlawanan, tapi percumah saja tidak ada yang bisa mereka lakukan di tempat ini.


Dalam hitungan menit, mereka semua digiring kedalam penjara. Hukuman mereka sudah jelas yaitu menjadi budak.


***


Dua jam setelah kejadian itu, Sungsang Geni duduk di dalam kedai makanan yang menjual beberapa gorengan pisang. Dia merenungkan tindakannya barusan, jika bukan karena dia yang melepaskan pisau energi ke lengan pria itu, pasti puluhan orang akan selamat hari ini, tentu saja nyawa Wulandari sebagai taruhannya.


Dalam keadaan bimbang itu, tiba-tiba datang seseorang yang mengenakan penutup kepala duduk di sebelah pemuda itu. Orang itu memesan beberapa makanan ringan.


“Hari ini kau menyelamatkan aku, pemuda asing.” Orang itu membuka kain penutup kepalanya, rupanya itu adalah gadis cantik yang paling dihormati semua orang di tempat ini, Wulandari. “Aku tahu kau bukan prajurit Kelelawar Iblis, apa yang kau cari disini? Dan kenapa kau menyelamatkan nyawaku?”


Sungsang Geni membalas ucapan gadis itu dengan senyuman kecil, dan entah mengapa Wulandari begitu suka melihat senyum pemuda itu. “Terima kasih karena telah menyelamatkan aku.”

__ADS_1


Author memutuskan untuk mengganti nama tokoh, semoga kalian suka.


__ADS_2