
Sesuai apa yang ia katakan kepada Mommy Della sebelum dirinya berangkat, Erland memang mampir ke restauran miliknya untuk beberapa saat sebelum ia mampir ke sebuah rumah yang akhir-akhir ini jarang ia kunjungi.
Saat sampai di depan rumah tersebut, Erland melihat jam yang melingkar indah di pergelangan tangannya yang sekarang waktu menunjukkan pukul 6 lebih 15 menit. Masih sangat pagi memang tapi tak menyurutkan dirinya untuk mengetuk pintu rumah tersebut.
Tok tok tok!!
Ia mengetuk beberapa kali hingga akhirnya ada seorang gadis yang membukakan pintu untuknya. Erland yang melihat wajah gadis itu yang tampak terkejut akan kehadirannya pun, ia langsung tersenyum sebelum dirinya menubruk tubuh tersebut untuk ia peluk. Erland sekarang lagi butuh ketenangan dari seseorang, sekalian melepaskan rindu walaupun mereka tak saling bertemu hanya beberapa hari saja.
Gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Kayla pun membalas pelukan tersebut bahkan tangannya sekarang bergerak mengelus punggung Erland.
"Hey kenapa?" tanya Kayla.
Erland menggelengkan kepalanya bahkan wajahnya sekarang ia sembunyikan di leher Kayla yang membuat dirinya bisa mencium wangi tubuh Kayla yang tampak menenangkan hatinya.
"Ya sudah kalau gitu, masuk dulu yuk. Gak enak di luar terus." Dengan berat hati Erland melepaskan pelukannya tadi dan masuk kedalam seperti apa yang di perintahkan oleh Kayla.
"Udah sarapan?" tanya Kayla setelah dirinya menutup pintu. Erland yang sudah duduk di ruang tamu pun menoleh kearah Kayla dan menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Kayla tadi.
"Mau minum apa?" tangannya lagi. Erland menggelengkan kepalanya.
Kayla menghela nafas saat Erland hanya menjawab dengan gerakan kepalanya saja. Biasanya laki-laki itu kalau bersama dengannya, ia tak akan bisa diam, ada saja yang ia lakukan hingga membuat Kayla kesal sendiri. Tapi saat ini entah kenapa laki-laki yang selalu ada saat ia butuhkan, laki-laki yang beberapa bulan ini ada di hidupnya dan laki-laki yang perlahan sudah ia terima kehadirannya pun hanya terdiam tak bersuara. Membuat dirinya khawatir saja.
"Ya sudah kalau gitu. Aku tinggal ke dapur dulu buat bikin sarapan bentar. Kalau mau minum tinggal ambil sendiri seperti biasa ya." Erland menganggukkan kepalanya.
Kayla menatap nanar kearah Erland sebelum akhirnya ia memutuskan untuk beranjak dari samping Erland menuju dapur. Berkutat dengan perbumbuan khas untuk memasak nasi goreng yang super simpel untuk ia kerjakan juga menambahkan sedikit sayuran. Baju seragam yang ia kenakan sudah ia lapisi dengan celemek masaknya agar seragamnya itu tetap bersih sampai nanti.
__ADS_1
Saat dirinya sibuk dengan memasaknya, tiba-tiba ada sebuah lengan kekar yang melingkar di perutnya. Hal itu membuat dirinya sedikit kaget dan langsung menoleh ke belakang, melihat si pemilik lengan tadi yang sekarang tengah bersandar di bahunya. Rasa was-wasnya tadi perlahan hilang setelah mengetahui bahwa yang melakukan hal tersebut adalah Erland.
"Ada apa?" tanyanya sembari mengalihkan kembali pandangannya kearah nasi goreng yang telah ia buat.
"Kangen." Akhirnya suara yang berhari-hari tak didengarkan oleh Kayla kini terdengar juga.
"Masak sih?" Erland tambah mengeratkan pelukannya hingga membuat Kayla sedikit kesusahan untuk bernafas.
"Jangan kencang-kencang Er. Gak bisa nafas aku nanti," ucap Kayla sembari menepuk pelan lengan Erland. Dan Yap, mereka sudah mengganti panggilan dari lo, gue menjadi aku, kamu walaupun belum ada ikatan resmi tapi itu keinginan Erland dengan alasan supaya terasa lebih dekat dan di hargai saja kehadirannya. Hal itu juga tak masalah buat Kayla toh dirinya juga nyaman dengan kehadiran Erland sehingga dirinya mensetujui ide Erland itu.
Erland kini melonggarkan pelukannya agar sang pujaan hati bisa bernafas dengan normal lagi.
Setelah itu tak ada percakapan lagi diantara mereka berdua. Kayla yang tengah sibuk dengan acara memasaknya sedangkan Erland tengah asik menikmati back hug yang ia lakukan saat ini dengan sesekali tersenyum dengan pikiran yang sudah berkeliaran kemana-mana.
Hingga akhirnya acara memasak Kayla selesai tapi pelukan itu tak lepas dari tubuh Kayla.
"Gak."
"Ayo lah Er. Aku mau duduk ini." Erland berdecak sebal dan mau tak mau ia melepaskan pelukannya tadi dari tubuh Kayla.
Tubuh Kayla yang bebas pun kini segera duduk di meja makan diikuti Erland yang juga duduk disampingnya. Bahkan kursi yang ia gunakan untuk duduk pun ia tarik hingga sampai di samping Kayla dan tanpa permisi ia kembali memeluk tubuh Kayla dari samping.
"Astaga. Aku mau makan ini lho. Peluknya nanti lagi ya," ucapnya lembut. Untung saja Kayla punya stok kesabaran yang melimpah ketika menghadapi Erland yang dalam mode manja dengan dirinya seperti ini. Tak akan ada yang pernah menyangka seorang Erland yang terlihat dingin, tak tersentuh, garang seperti singa saat diluar rumah kini menjadi seekor panda yang menggemaskan ketika berada di samping Kayla. Kegarangan dan sifat yang sangat menakutkan entah kemana hilangnya saat berhadapan dengan pawangnya itu.
"Aku kan meluk kamu disebelah kiri dan kamu makan pakai tangan kanan. Jadi biarkan aku peluk kamu selama mungkin sebelum kita berangkat sekolah nanti." Kayla hanya bisa pasrah saja. Dan akhirnya ia memilih untuk memulai sarapannya ditemani dengan pelukkan manja dari Erland. Sedangkan Erland ia menatap wajah Kayla dari samping. Ia tersenyum gemas saat pipi Kayla mengembang, ingin sekali dia mengigit pipi tersebut.
__ADS_1
"Key," panggil Erland sembari menyelipkan rambut Kayla yang sempat menutupi pandangannya, kebelakang telinga.
"Hmm," jawab sang empu dengan menoleh kearah Erland sebelum dirinya kembali fokus ke nasi goreng yang tinggal tersisa sedikit itu.
"Nikah yuk."
Uhuk!! Kayla tersedak saat mendengar ucapan dari Erland tadi dan buru-buru Erland menyerahkan gelas berisi air putih yang kebetulan berada disamping Kayla yang langsung disambar sang empu.
Kayla meneguk air putih tadi untuk meredakan rasa sakit di tenggorokannya.
"Maaf. Sakit ya?" tanya Erland sembari mengelus punggung Kayla.
Kayla kini bisa bernafas lega saat rasa sakit tadi perlahan menghilang.
"Sakit dikit tadi," jawab Kayla yang membuat Erland merasa bersalah.
"Maaf." Kayla tersenyum kemudian mengelus lengan Erland yang masih saja melingkar di pinggangnya.
"Sudah gak apa-apa. Sakitnya udah hilang juga kok." Erland kini bisa menghela nafas lega dan kepalanya kini kembali bersandar di bahu Kayla.
"Kay," panggilan tadi hanya di jawab dengan deheman Kayla.
"Mau kan nikah sama aku?" Respon Kayla tak sama seperti tadi karena dirinya sudah menghentikkan untuk sarapan dan fokus ke Erland saja dari pada nanti dirinya meneruskan makanannya, bisa-bisa ia nanti mati karena terus tersedak karena ucapan Erland yang sangat tak pernah ia pikirkan sebelumnya.
"Kita masih sekolah Er."
__ADS_1
"Ya gak papa. Toh banyak orang yang masih sekolah tapi udah nikah." Kayla menghela nafas.
"Ya, kita kalau bisa jangan mencontoh orang lain dong. Masa depan kita masih panjang Erland. Aku gak mau saat kita sudah terikat satu sama lain nantinya disaat usia kita yang masih di bilang belia ini, akan menjadi bumerang bagi kita sendiri nantinya. Berumah tangga tak seindah apa yang aku dan kamu bayangkan. Ada banyak hal tak terduga yang akan hadir di tengah-tengah hubungan rumah tangga itu yang entah membuat kebahagiaan atau malah membuat hubungan kita semakin renggang dan berakhir rumah tangga yang kita bayangkan putus di tengah jalan. Pikiran kita masih terlalu labil untuk menjalani sebuah rumah tangga. Dan sebelum hal yang kita takutkan terjadi lebih baik kita memperbaiki diri kita terlebih dahulu, sekaligus mengumpulkan ilmu yang bermanfaat untuk bekal kita kedepannya. Pernikahan tak sebercanda itu Er. Harus kita siapakah secara matang-matang," ucap Kayla panjang lebar memberikan penjelasan kepada Erland yang entah ke sekian kalinya mengajaknya untuk menikah.